
Tanpa memperdulikan ucapan dari Harimau tersebut, Ryu berjalan dengan santai sambil mendekati sosok tersebut.
" Kamu tau kenapa aku tidak membunuh hewan buas yang lain? Itu karena mereka sangat lemah. Tapi sepertinya kamu adalah lawan yang cocok untukku." Ucap Ryu dengan santai.
" Kalau begitu, kita buktikan saja." Sosok Harimau sangat marah, namun masih bersikap santai layaknya hewan buas yang agung.
" Bersiaplah!" Harimau tersebut mengambil sikap siap bertarung, lalu melompat ke arah Ryu dengan mengayunkan kaki depannya membentuk cakaran.
Ggooooaaarr!
Bersamaan dengan raungannya Harimau tersebut menerkam ke arah Ryu.
" Kamu fikir hanya dengan kekuatan seperti itu bisa mengalahkanku?" Ryu membentuk kedua tangannya seperti tangan Naga lalu memiringkan tubuhnya.
Craaash! Craaash!
Sebuah cakaran dari Ryu, langsung mengoyak lengan kanan Harimau tersebut.
" Sialan... Aku terlalu meremehkan manusia ini." Harimau tersebut langsung menggunakan kekuatan penuh.
" Armor Besi : Cakar Besi."
Kraang! Kraang!
Harimau tersebut membentuk pelindung mengelilingi tubuhnya juga cakar miliknya memanjang seperti pedang sabit dari elemen tanah yang memadat hingga mencapai ketajaman dan ketajaman layaknya benda logam.
" Oh." Ryu mengangguk kecil lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.
" Hmmm." Harimau tersebut menyipitkan matanya karena pedang yang dimiliki Ryu sangat besar dan memiliki aura yang sangat kuat.
Sebagai hewan buas yang sudah hidup selama jutaan tahun, tentu Harimau tersebut dapat merasakan bahwa pedang tersebut sudah banyak memakan korban jiwa hingga tidak terhitung jumlahnya.
" Pelindung Api : Amarah Dewa Api."
Blaaar!
Kobaran api seakan jatuh dari langit menyelimuti tubuh Harimau seakan tubuhnya terbakar, namun itu adalah pelindung yang dia miliki.
Hawa panas langsung membakar semua yang berada di tempat itu, hingga beberapa pepohonan langsung hangus terbakar.
" Menarik." Ryu bergumam sambil berlari ke arah Harimau tersebut.
Ggooooaaarr!
Harimau juga tidak tinggal diam, langsung melesat cepat ke arah Ryu dengan serangan cakaran.
Traaang! Bboooom!
Traaang! Bboooom!
__ADS_1
Pertukaran serangan antara kedua belah pihak membuat gelombang kejut menyebar ke berbagai arah hingga tercipta kawah besar, dimana pepohonan bertumbangan.
" Sialan... Kenapa manusia ini memiliki kekuatan yang sangat besar." Harimau membatin sambil melancarkan serangannya.
Dari setiap serangan cakar yang dilancarkan oleh Harimau, Ryu mampu menangkis hingga berusaha untuk menyerang balik.
Namun hal itu tidak diberikan oleh Harimau, dengan ketangkasannya dia menangkis tebasan dari Ryu, lalu menyerang balik.
Pertarungan itupun terus berlanjut hingga wilayah pertarungan menjadi lahan gersang juga membentuk kawah besar.
" Auman Dewa Harimau"
Ggooooaaarr!
Sebuah tekanan energi keluar dari mulut Harimau tersebut menyapu bersih semua yang dilewati hingga membentuk tornado api.
" Pelindung Kehampaan."
Ryu menyilangkan kedua tangannya, hingga terbentuk pelindung dari elemen Kehampaan mengelilingi tubuhnya.
Bboooom!
Benturan keras dari Auman Harimau dan pelindung Kehampaan, membuat Ryu terpental puluhan meter.
" Mati." Harimau tersebut tersenyum lebar karena menganggap tubuh Ryu akan hangus terbakar.
" Apa? Bagaimana mungkin?" Harimau tersebut memasang wajah jelek karena Ryu tidak mengalami lecet sedikitpun.
" Cakaran Penghancur Daratan"
Craaash! Craaash!
Sang Harimau mengeluarkan Qi yang sangat besar seakan merobek ruang kosong hingga membentuk bayangan cakaran menuju ke arah Ryu.
" Teleportasi."
Straaing!
Ryu langsung berpindah tempat ke arah belakang sang Harimau, lalu mengalirkan elemen Kehampaan di kakinya untuk menendang pihak lawan.
Menyadari adanya serangan dari arah belakang, sang Harimau memutar bola matanya lalu melesat untuk menghindar.
Bboooom!
Sebuah tendangan keras bertumpu pada bokong sang Harimau, membuatnya terpental dengan terbang memutar.
Pemandangan tersebut sangat meremehkan sang Harimau yang agung karena serangan dari Ryu membuatnya seperti baling-baling.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
__ADS_1
Tubuh sang Harimau menabrak dinding tanah yang membentuk kawah besar, dimana tubuhnya seakan remuk.
" MANUSIA!!!" Sang Harimau terlihat marah karena serangan dari Ryu menurunkan harga dirinya sebagai Harimau yang agung.
" Hukuman Magma."
Sang Harimau menciptakan hujan lahar api, menghujam daratan di wilayah pertarungan hingga tercipta gempa bumi.
" Transformasi."
Ggooooaaarr!
Ryu langsung berubah wujud menjadi Naga Agung yang diikuti sambaran elemen Kehampaan dimana hujan lahar api seakan tidak berfungsi untuknya.
Melihat kejadian tersebut, sang Harimau terlihat gemetar berkeringat dingin karena baru pertama kali dia berhadapan dengan sosok yang memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
" Ampun Sang Penguasa." Sang Harimau tersungkur dan berlutut di hadapan Ryu, karena dia dapat merasakan bahwa Ryu bisa membunuhnya dengan mudah.
Tentu sebagai Harimau yang sudah berusia jutaan tahun, dia memiliki insting yang kuat sehingga dia merasa yakin bahwa Ryu memiliki kekuatan besar.
Melihat sang Harimau seperti anak kucing rumahan yang sedang ketakutan, Ryu mengurungkan niatnya untuk membunuh sosok tersebut.
Tentu Ryu sebenarnya hanya ingin meminta darahnya saja, tetapi bukan untuk membunuhnya.
" Baik... Aku akan mengampuni mu, tapi aku minta beberapa tetes darahmu." Ucap Ryu seraya berubah wujud seperti semula, lalu terbang mendekati harimau tersebut.
" Ba... Baik Sang Penguasa." Harimau tersebut dengan buru-buru melukai lengannya sendiri lalu melayangkan darahnya ke arah Ryu
" Terimakasih kawan." Ryu mengeluarkan sebuah botol kecil lalu memasukkan darah tersebut ke dalam botol giok.
Di sisi lain sang Harimau hanya menatap ke arah Ryu dengan perasaan cemas karena takut jika Ryu berubah pikiran.
" Kawan... Aku baru saja datang ke dunia ini. Apa kamu tau apa saja yang ada di dunia ini?" Ryu bertanya kepada sosok tersebut.
" Sang Penguasa... Untuk wilayah humanoid, aku belum mengetahuinya. Tapi untuk seluruh Hutan yang berada di dunia ini, aku sedikit mengetahuinya." Sang Harimau tidak keberatan menceritakan situasi yang ada di Dunia Dongwu.
Harimau tersebut menceritakan bahwa ada banyak Klan di Dunia Dongwu, bahkan beberapa Hutan pegunungan tertinggi di Dunia Dongwu terdapat Ras Org.
Sedangkan wilayah Rawa dihuni oleh Ras Orc, namun mereka tidak sekuat Ras Org.
Untuk dirinya sendiri yang merupakan Ras Harimau, tidak memiliki kemampuan untuk berevolusi menjadi Humanoid Harimau bahkan jika dalam perubahan sempurna, mereka bisa seperti layaknya manusia.
" Sang Penguasa... Jika Hewan Roh pernah tinggal di dunia manusia, maka mereka bisa berubah wujud menjadi manusia. Namun jika mereka tidak pernah tinggal di dunia manusia, maka mereka hanya bisa berevolusi menjadi Humanoid bahkan ada yang memiliki wujud seperti manusia pada umumnya."
" Hanya saja yang membedakan adalah ekor, telinga, tanduk ataupun sayap yang membedakan." Sang Harimau menjelaskan kepada Ryu tentang apa yang dia ketahui di Dunia Dongwu.
Mendengar ucapan tersebut Ryu sudah memiliki sedikit gambaran tentang Dunia Dongwu, sehingga dia berfikir bahwa ada beberapa tempat memiliki Hewan Roh yang bisa menjadi manusia seutuhnya.
" Terimakasih teman." Kalau begitu aku pergi dulu." Ryu melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut untuk menyerap darah dari harimau sebelumnya.
__ADS_1