
Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan Istrinya telah sampai dibalik gunungan pasir, sambil menatap ke arah beberapa Immortal yang sedang terbang ke arah mereka.
Di sisi lain, sekelompok ras Siluman begitu terkejut saat melihat bahwa mereka sudah berada di wilayah Fraksi musuh.
" Sialan, kita dijebak." Salah satu sosok mengumpat dalam hati, karena tanpa sadar mereka telah berada di wilayah Fraksi Bintang.
Namun pemimpin kelompok ras Siluman itu menyipitkan matanya, sambil memeriksa keadaan sekitar untuk memastikan keadaan.
" Sepertinya markas ini baru saja didirikan." Ucap pemimpin kelompok ras Siluman, sambil menatap ke arah Liu Ryu dan Istrinya, lalu menoleh ke arah keempat wanita yang mereka kejar sebelumnya.
Sesaat pemimpin kelompok ras Siluman tersenyum lebar, karena dia bisa merasakan bahwa tidak ada orang lain yang berada di tempat itu, kecuali Liu Ryu dan Istrinya serta keempat wanita yang menjadi target mereka.
" Pemimpin... Apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu Immortal sambil menoleh ke arah pemimpin mereka.
" Kalian tidak perlu khawatir! Kita bunuh saja mereka semua. Usia 21 Immortal itu hanya dua bulan, jadi kita dengan mudah mengalahkan mereka." Ucap pemimpin kelompok ras Siluman, dengan penuh percaya diri.
Mendengar ucapan tersebut, semua anggota ras Siluman mengangguk kecil lalu memeriksa garis darah 21 Immortal di depan mereka.
Seketika terdengar suara gelak tawa dari kelompok ras Siluman, karena sekelompok Immortal yang berada di depan mereka terlalu percaya diri.
" Ternyata mereka masih bayi yang baru lahir." Ucap salah satu dari mereka.
Sementara itu keempat wanita sebelumnya langsung berlutut di hadapan Liu Ryu dan Istrinya, seakan meminta pertolongan.
" Saudara... Tolong bantu kami! Mereka ingin membunuh kami." Ucap salah satu Immortal wanita, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Liu Ryu menyipitkan matanya, karena ada orang lain yang mengetahui keberadaan markas Fraksi Bintang.
Liu Ryu merasa curiga jika selama beberapa hari ada orang yang mengawasi wilayah mereka.
Namun Liu Ryu sama sekali tidak khawatir jika ada orang lain yang mengetahui wilayah Fraksi Bintang, karena di wilayah Fraksi Bintang, merekalah yang berkuasa.
" Baiklah, kami akan membantu kalian." Liu Ryu sama sekali tidak keberatan, karena dia juga memiliki rencana lain untuk melancarkan aksinya.
" Suamiku, sebaiknya kita bunuh mereka sekarang." Liu Liena yang sudah tidak sabar ingin membunuh 26 Immortal yang melayang di udara.
Mendengar perkataan dari wanita berparas cantik di depan mereka, sekelompok ras Siluman tertawa lepas, karena mereka juga tidak sabar ingin membunuh ras manusia yang berada di depan mereka.
__ADS_1
Sementara di tempat lain terlihat 30 Immortal yang sedang memperhatikan Liu Ryu dan Istrinya yang sedang berhadapan dengan sekelompok ras Siluman.
" Saudara... Kenapa mereka belum beraksi?" Salah satu Immortal merasa heran, karena sekelompok ras Siluman belum melakukan pergerakan.
Tentu 30 Immortal itu tidak sabar ingin membunuh sekelompok ras Siluman, ketika mereka berhasil membunuh anggota Fraksi Bintang.
" Tidak menyangka anggota Fraksi Bintang memiliki bidadari-bidadari yang berparas cantik seperti ini."
" Sangat disayangkan jika mereka harus terbunuh." Ucap salah satu sosok yang memimpin kelompok kecil.
Meskipun demikian, Tanah Perang tidak ada tempat yang aman, kecuali anggota Fraksi Bintang mau bergabung dengan Fraksi Gurun Hitam.
Agar anggota Fraksi Bintang bisa bergabung dengan Fraksi Gurun Hitam, maka mereka harus membunuh ketua Fraksi Bintang terlebih dulu, sehingga gelang giok milik ketua Fraksi Bintang bisa digabungkan dengan gelang giok milik ketua Fraksi Gurun Hitam.
Di sisi lain sekelompok ras Siluman yang masih tertawa lepas, kini tatapan matanya tertuju pada 20 wanita yang memiliki paras cantik di depannya.
" Bunuh pria itu! Sedangkan 24 wanita itu kita jadikan sebagai pasangan Kultivasi Ganda kita." Pemimpin itupun memberi perintah, sambil menunjuk ke arah Liu Ryu.
Tentu yang dimaksud pemimpin kelompok ras Siluman adalah menyerap energi kehidupan yang dimiliki 24 wanita itu sebelum dibunuh dan dijadikan sebagai Pil Inti Jiwa.
" Baik pemimpin." Jawab mereka serempak, lalu melesat cepat ke arah Liu Ryu dan Istrinya.
Mendapatkan Isyarat kepada suami mereka, Xie Hua langsung maju dan berbaring di depan, lalu merentangkan kedua tangannya.
Buussshh!
Bboooom!
Xie Hua dan yang lain menyalurkan Qi pada telapak tangannya, lalu menyatukan ke tanah, membuat 26 Immortal merasakan seluruh tubuhnya seakan ditimpa beban berat dan dihujam jarum panas.
" Apa-apaan ini?"
Kelompok ras Siluman memasang wajah jelek, karena tubuh mereka langsung jatuh ke tanah, hingga membentuk kawah kecil.
Sementara itu, keempat wanita yang menyaksikan kejadian tersebut, kini membuka tutup mulutnya lebar-lebar karena 20 wanita itu memiliki kemampuan khusus untuk menciptakan Formasi.
" Bukankah 20 wanita ini hanya berusia dua bulan? Kenapa mereka bisa menciptakan Formasi sekuat ini?" Pikir keempat wanita itu, sambil menatap ke arah Sheng Zhishu dan yang lain.
__ADS_1
Meskipun keempat wanita itu pernah mempelajari berbagai macam Formasi ketika berada di berbagai dunia, namun membutuhkan waktu yang sangat lama untuk meningkatkan Formasi ataupun cara bertarung ketika sudah mencapai ranah Immortal.
Di sisi lain, Xie Hua dan Istri Liu Ryu kembali memperkuat Formasi Gravitasi di tempat 26 Immortal dari ras Siluman, membuat mereka menjerit kesakitan.
Aarrgggh!
Kraaack!
Teriakan demi teriakan terdengar dari mulut ras Siluman, diikuti bunyi tulang-tulang mereka yang patah.
" Gluug." Keempat wanita itu menelan ludah kasar, karena mereka telah memasuki kandang macan.
Keempat wanita itu berharap agar 30 Immortal yang berada di perbatasan wilayah Fraksi Bintang, tidak memasuki wilayah tersebut karena mereka sangat yakin bahwa 30 Immortal akan mengalami nasib yang sama.
" Sekarang waktunya." Xie Hua memberi Instruksi, lalu melesat ke arah 26 Immortal yang tergeletak di tanah.
" Aku tidak terima."
Kelompok ras Siluman tidak menyangka bahwa hidup mereka tragis seperti itu, dimana tulang-tulang mereka banyak yang patah.
Terlebih sosok yang menjadi lawan mereka hanya berusia dua bulan, sehingga sampai mati pun mereka tidak rela.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pukulan demi pukulan dari Xie Hua dan Istri Liu Ryu yang lain, bersarang pada satu-persatu anggota kelompok ras Siluman, membuat mereka tidak berdaya.
Buussshh!
Saat anggota ras Siluman kehilangan nyawa, saat itu juga tubuh mereka ditarik dan mengecil hingga masuk ke kening Xie Hua dan yang lain yang memiliki cahaya samar-samar berbentuk bintang.
" Jadi mereka sudah membeli konsep penguatan fisik tingkat perunggu?" Keempat wanita itu seakan tidak percaya jika Fraksi Bintang memiliki banyak Point Dewa.
*******
__ADS_1
Ilustrasi Liu An'an atau Dewi Arinia ( Kemampuan absolut Pasir )