
Kedua raja peri itupun dengan buru-buru meminta kepada Istrinya untuk memasuki Istana ciptaan Liu Ryu, meskipun apa yang dilakukan Liu Ryu sudah diluar aturan ras peri.
*******
Satu minggu telah berlalu, kini Liu Ryu sudah keluar dari Istana tersebut, dimana dia sudah melakukan Kultivasi Ganda selama tujuh tahun tanpa henti, dengan bantuan Formasi Ruang Waktu.
" Sang dewa... Apa yang terjadi?" Tanya raja peri petir, karena para wanita peri masih belum keluar dari Istana.
Tanpa berkata apapun, Liu Ryu langsung melesat cepat ke arah pulau melayang yang berada di paling atas, yaitu tempat tinggal ras peri petir.
Karena tidak mendapatkan jawaban, kedua raja peri langsung masuk ke dalam Istana, hingga tatapan mereka tertuju pada semua wanita peri sedang terkapar di lantai Istana.
Beruntung Liu Ryu sudah menutupi tubuh mereka dengan kain, sehingga hanya memperlihatkan bagian kepalanya saja.
Kedua raja peri memasang wajah jelek karena semua Istri mereka terkapar dengan kondisi tubuh terlentang.
" Bagaimana dia bisa melakukannya?"
Kedua raja peri seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, karena Liu Ryu sama sekali tidak memiliki etika lagi.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini kedua ratu peri dan wanita ras peri lainnya terbangun dari tidurnya, sambil menatap ke arah kedua raja peri.
" Kalian pergi dari sini! Kami ingin menggunakan pakaian terlebih dulu." Ratu peri Es meminta kepada kedua raja peri untuk keluar dari Istana.
Tanpa membuang waktu, kedua raja peri dengan buru-buru meninggalkan ruangan tersebut, karena pemandangan tersebut sangat diluar dugaan mereka.
Saat mereka sudah pergi, semua yang berada di tempat itu saling berpandangan, karena mereka bisa merasakan bahwa kekuatan mereka semakin meningkat.
" Apa yang terjadi?"
" Apa ini karena sang dewa memberikan energi 'Yang' terlalu banyak?"
Semua wanita peri saling berbisik satu sama lain, karena kekuatan mereka meningkat pesat.
Di sisi lain, kedua ratu peri hanya menghela nafas berat karena selama tujuh tahun, mereka tidak henti melakukan Kultivasi Ganda.
Namun mereka sangat senang, karena kemampuan mereka juga semakin meningkat, dengan bantuan energi 'Yang' Matahari milik Liu Ryu.
Setelah beberapa saat, mereka menggunakan kembali pakaiannya, lalu bergegas keluar dari Istana.
*******
Di pulau melayang yang berada di tempat paling atas, kini tatapan Liu Ryu tertuju pada sebuah telur raksasa yang merupakan wujud dari siluman mimpi.
" Yin mereka hanya bisa memulihkan Qi milikku saja. Namun tidak bisa melepaskan belenggu ini." Liu Ryu memasang wajah masam, karena untuk mencapai ranah half Immortal bukanlah perkara mudah.
Kecuali jika Liu Ryu bisa mendapatkan Pil Inti Jiwa dari berbagai makhluk yang sudah mencapai Bintang Dewa, sehingga dia bisa melepaskan belenggu yang masih berada di tubuhnya.
" Berapa banyak jumlah Pil Inti Jiwa yang harus aku dapatkan?" Liu Ryu bertanya dalam hati, karena menurut keterangan dari Dewi Nuwa bahwa dia harus mencari ratusan Pil Inti Jiwa.
Namun ketika sudah bisa melepaskan belenggu, jumlah Pil Inti Jiwa yang dibutuhkan tidak terlalu banyak lagi.
Di sisi lain siluman mimpi yang menyadari kehadiran Liu Ryu, kini terbangun dari tidurnya seraya membuka mata, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
" Jadi kamu sudah mengalahkan saudaraku yang lain?" Tanya siluman mimpi, sambil menyelimuti tubuhnya dengan uap berwarna biru.
__ADS_1
Tidak ingin membuang waktu, Liu Ryu langsung mengeluarkan Qi untuk melindungi tubuhnya, karena sosok yang berada di depannya tidak bisa dianggap remeh, meskipun berbentuk telur.
" Karena kamu sudah membangunkan tidurku, maka aku akan membuatmu tertidur untuk selamanya."
GOOAAAH!
Cliiing!
Bersamaan dengan ucapannya, siluman mimpi menciptakan sebuah pelindung transparan mengelilingi tubuhnya.
GOOAAAH!
Wuush! Wuush! Wuush!
Siluman mimpi itupun kembali meraung keras hingga mengeluarkan bola petir ke arah Liu Ryu.
Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu dengan cepat mengeluarkan Pedang Naga Petir, lalu mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan dari siluman mimpi.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Dengan ketangkasan yang sangat cepat, Liu Ryu menangkis bola petir yang memiliki ketahanan seperti benda logam dan memiliki kemampuan serangan tingkat tinggi.
Akibat benturan keras dari Pedang Naga Petir dan bola petir, menciptakan gelombang kejut yang membuat pepohonan bertumbangan.
Liu Ryu memasang wajah serius, karena siluman mimpi yang berada di depannya juga bisa mengeluarkan bola petir secara terus-menerus.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Craaakk! Kwaaahhh!
Sebuah tebasan yang sangat kuat bersarang pada siluman mimpi, namun luka sayatan tersebut kembali menutup.
Cliiing!
Energi aneh keluar dari pelindung transparan, hingga menciptakan siluet pedang mengarah kepada Liu Ryu.
" Sial." Liu Ryu mengumpat, lalu menangkis tebasan dari pihak lawan.
Traaang!
Craaakk!
Craaakk!
Tiga kali tebasan dari siluman mimpi, dimana Liu Ryu hanya sempat menangkis satu tebasan.
Sedangkan dua tebasan dari siluman mimpi, bersarang pada tubuh Liu Ryu, hingga menciptakan luka sayatan yang cukup dalam.
Karena serangan dari Pedang Naga Petir tidak mempan pada siluman mimpi, kini Liu Ryu mencoba untuk menggunakan teknik yang dia miliki untuk menyerang siluman mimpi.
__ADS_1
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping siluman mimpi, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.
" Seni Naga Kehampaan, Tembakan Kehampaan."
Ccuuumbb!
Sebuah tembakan Qi unsur Kehampaan melesat cepat ke arah siluman mimpi.
Bboooom!
Sebuah ledakan yang sangat kuat, membuat tubuh siluman mimpi terpental puluhan meter.
Namun siluman mimpi seakan tidak terpengaruh dengan serangan dari Liu Ryu, justru tubuhnya semakin membesar dan lebih kuat dari sebelumnya.
Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu menyipitkan matanya, karena setiap siluman mimpi memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri, sehingga sangat sulit untuk mengetahui kelemahan mereka.
" Seni Naga Kehampaan, Tembakan Kehampaan."
Ccuuumbb!
Pelindung transparan mengeluarkan sebuah tembakan Qi unsur Kehampaan melesat cepat ke arah Liu Ryu.
Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu langsung melesat cepat ke sebuah arah untuk menghindari serangan balik dari teknik yang dia ciptakan sebelumnya.
" Seni Naga Kehampaan, Tembakan Kehampaan."
Ccuuumbb!
" Seni Naga Kehampaan, Tembakan Kehampaan."
Ccuuumbb!
Pelindung transparan yang mengelilingi siluman mimpi, kini mengembalikan teknik yang Liu Ryu gunakan sebelumnya, hingga dua kali.
Liu Ryu juga dengan sigap, langsung melesat ke sebuah arah untuk menghindari arah tembakan elemen Kehampaan yang dia miliki.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Tiga tembakan dari elemen Kehampaan, bersarang pada pepohonan, hingga hancur berkeping-keping, diikuti gempa bumi.
GOOAAAH!
Wuush! Wuush! Wuush!
Dalam waktu bersamaan, siluman mimpi kembali mengeluarkan bola petir dari mulutnya, melesat cepat ke arah Liu Ryu yang berada di tempat yang cukup jauh.
Pertarungan antara Liu Ryu dan siluman mimpi berlangsung cukup lama, dimana Liu Ryu sudah menggunakan kedua senjata dan semua teknik yang dia miliki.
__ADS_1
Namun setiap serangan dari Liu Ryu seakan tidak mempan pada siluman mimpi.