SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Tiga Remaja


__ADS_3

( Dunia kecil )


Dua hari kemudian, Ryu dan Ling Queqi yang sudah berada di Dunia kecil. Kini masih merasakan bahwa ada beberapa sosok yang masih berada di Dunia kecil tersebut.


" Gege... Apa kamu ingin menggabungkan Dunia kecil ini ke Dunia Quzhu?" Tanya Ling Queqi.


" Benar... Tapi masalahnya masih ada beberapa sosok yang ada di tempat ini." Ucap Ryu.


" Tapi itu tidak masalah. Aku akan membuat mereka agar cepat keluar dari tempat ini." Ryu mengeluarkan Pagoda Jiwa dari Dunia Quzhu.


Ryu bisa menarik Dunia kecil tersebut karena pemilik Dunia kecil tersebut adalah bawahannya sendiri.


Jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi jika ada penguasa yang lain.


" Gege, apa yang kamu lakukan dengan Pagoda Jiwa ini?" Ling Queqi merasa heran.


" Qi'er... Kamu lihat saja nanti." Ucap Ryu sambil memusatkan fikirannya.


Seketika Pagoda Jiwa itu semakin membesar hingga menembus awan. Saat itu juga Hujan Petir menyebar di seluruh Dunia kecil itu.


Namun Hujan Petir tersebut tidak bisa membunuh semua makhluk hidup yang ada di Dunia kecil, dimana hanya untuk menakuti mereka saja.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr... Duaarr."


Suara petir saling bersahutan dari berbagai arah hingga membuat semua makhluk hidup yang tinggal di Dunia kecil merasa ketakutan.


" Gawat... Sepertinya Dunia kecil ini akan menghilang." Ucap beberapa Kultivator yang berada di tempat itu.


" Saudara... Lebih baik kita cepat keluar dari Dunia kecil ini." Ucap yang lain yang sudah ketakutan.


" Baik." Ucap yang lain serempak, lalu meninggalkan tempat tersebut secepat mungkin.


Kini langit yang awalnya terlihat cerah, langsung berubah menjadi mendung yang diikuti angin kencang seakan ingin menyapu bersih Dunia kecil.


Teriakkan demi teriakan dari berbagai tempat, berusaha untuk berlari secepat mungkin untuk meninggalkan Dunia kecil.


Di sisi lain Ryu dan Ling Queqi yang sudah berada di atas awan, hanya bisa tersenyum saat melihat beberapa sosok yang sedang lari kocar-kacir.


" Gege... Kamu terlalu jahat kepada mereka." Ucap Ling Queqi, namun sebenarnya dia merasa terhibur dengan tingkah dari orang yang sedang berlarian.


" Nyali mereka saja yang tidak ada." Ucap Ryu.


Setelah menunggu beberapa saat, kini semua sudah keluar dari Dunia kecil tersebut dimana Ryu dan Ling Queqi langsung turun ke tanah lapang.


Dengan segera, Ryu kembali memusatkan fikirannya untuk menarik Dunia kecil itu ke Pagoda Jiwa.

__ADS_1


Namun setelah berkali-kali memusatkan fikirannya, Dunia kecil itu masih belum bisa ditarik.


" Gege... Apa yang terjadi?" Tanya Ling Queqi yang merasa heran.


" Hmmm... Sepertinya masih ada orang lain yang memiliki keberanian yang kuat." Ucap Ryu sambil memegang dagunya.


" Siapa mereka sebenarnya?" Ryu mulai merasakan ada tiga sosok yang masih bersembunyi di dalam Goa.


" Apa Gege mengetahui keberadaan mereka?" Tanya Ling Queqi.


" Mmmm... Mari kita kesana!" Ryu yang masih penasaran dengan ketiga sosok tersebut dimana memiliki tekad yang kuat.


*******


Di tempat lain terlihat tiga sosok remaja yang berusia sekitar 13 tahun sedang bersembunyi di dalam Goa.


" Kakak Ryu Bing... Kenapa Dunia kecil ini selalu banyak masalah." Tanya sosok remaja kepada saudaranya.


" Adik Ryu Zhilin, Adik Ryu Ling... Kalian tidak perlu cemas. Aku telah berjanji kepada Ibu kita akan selalu melindungi kalian. Jadi tetaplah ada di belakangku." Ucap sosok yang dipanggil dengan nama Ryu Bing.


" Baik Kakak, kami percaya padamu." Ucap kedua remaja yang lain.


" Ssssttt... Kalian diam saja! Sepertinya ada orang yang sedang menuju kesini." Ryu Bing memasang sikap waspada.


" Hmmm... Sepertinya hanya anak remaja." Terdengar suara menggema dari mulut Goa.


" Kita tidak bisa lagi menyembunyikan keberadaan kita. Lebih baik kita keluar dari Goa ini. Jika orang itu berbuat jahat kepada kita, Kita bunuh saja!" Ucap Ryu Bing menepis rasa takutnya.


" Mmmm." Ryu Zhilin dan Ryu Ling mengangguk lalu berjalan secara perlahan mengikuti Ryu Bing.


Ketika sudah sampai di mulut Goa, ketiga remaja tersebut disambut dengan satu sosok Pria yang terlihat sangat tampan dan berwibawa dengan seorang wanita yang sangat cantik.


" Siapa kalian sebenarnya? Tanya Ryu Bing sambil meningkatkan kewaspadaan dengan sebuah pedang di tangannya dalam posisi siap bertarung.


" Seharusnya aku yang bertanya kepada kalian? Apa kalian tersesat? Tanya Ryu kepada ketiga remaja tersebut yang masih seumuran dengan Liu Guangxi atau paling tidak dua tahun diatasnya.


" Kami tidak tersesat. Justru kami ikut berpartisipasi dalam mencari Sumberdaya di Dunia kecil ini." Ucap Ryu Bing sambil mengukur tingkat Kultivasi Ryu.


" Haaahh... Sebaiknya kalian pulang! Tempat ini sangat berbahaya untuk kalian bertiga." Ucap Ryu, meskipun dia sangat mengagumi ketiga remaja tersebut yang sudah mencapai Pendekar Bumi tahap menengah.


" Untuk apa kami pulang? Kami kesini untuk mencari Ayah kami." Ucap Ryu Bing yang masih terlihat berani, meskipun sangat takut.


" Hmmm... Ayah kalian memang tidak bertanggung jawab. Bagaimana dia bisa membiarkan kalian seperti ini." Ucap Ryu dengan nada tinggi.


" Kamu berani menghina ayahku, maka kematian akan menjemputmu... Adik, Kita bunuh mereka." Ucap Ryu Bing sambil memberi isyarat kepada kedua adiknya.

__ADS_1


" Baik." Ryu Zhilin dan Ryu Ling menghilangkan rasa takutnya lalu maju kedepan dengan sebilah pedang di tangan mereka.


" Qi'er... Kamu mundur saja! Aku ingin bermain dengan ketiga remaja ini." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah Ling Queqi.


" Mmmm. Jangan terlalu kasar kepada mereka." Ling Queqi memperingatkan kepada Ryu.


" Sialan... Kalian meremehkan kami. Cyaaat." Ketiga remaja tersebut langsung menyerang ke arah Ryu dengan sebilah pedang di tangan mereka.


Dengan tangan di belakangnya Ryu terus menghindar dari setiap tebasan pedang ketiga remaja tersebut.


Hal itu membuat ketiga remaja sangat marah karena mereka seperti sedang dipermainkan oleh Ryu.


" Kakak... Bagaimana ini? Setiap tebasan pedang kita tidak ada yang melukainya." Ryu Ling terlihat panik karena sosok yang menjadi lawan mereka terlalu kuat.


" Adik... Kita gabungkan Teknik kita." Ucap Ryu Bing." Sambil menebas Pedangnya ke arah Ryu.


" Baik." Kedua remaja itu mengangguk lalu bersamaan melompat ke belakang.


" Apa hanya ini kemampuan kalian." Ucap Ryu yang sengaja memprovokasi.


Tanpa menjawab apapun ketiga remaja tersebut langsung membuat pola gerakan yang diajarkan oleh Ibu mereka.


' Teknik Api Agni.'


Serangan gabungan elemen Api dari ketiga remaja tersebut mengarah kepada Ryu dengan kecepatan tinggi.


" Bboooom."


Sebuah ledakan yang sangat kuat bersarang di tubuh Ryu yang memang sengaja tidak menghindar.


" Hahahaha... Rasakan itu orang tua." Ketiga remaja tersebut tertawa lepas karena serangan mereka berhasil mengenai pihak lawan.


" Apa hanya ini kemampuan kalian?" Ryu keluar dari kepulan asap dari serangan gabungan tersebut sambil mengibaskan pakaiannya.


" Apa? Bagaimana mungkin." Ketiga remaja tersebut membulatkan mata dengan rahang terbuka karena serangan gabungan mereka tidak bisa melukai pihak lawan.


" Plaaak... Plaaak... Plaaak." Ryu menjentikkan jarinya namun mengurangi kekuatan yang dia miliki agar ketiga remaja itu tidak terlalu terluka.


" Aduh."


" Aduh."


" Aduh."


Ketiga remaja tersebut meringis kesakitan karena Ryu menjentikkan jarinya tepat di pinggang mereka.

__ADS_1


Merasakan lawan mereka terlalu kuat, ketiga remaja tersebut berkeringat dingin sambil meningkatkan kewaspadaan berusaha untuk melarikan diri.


__ADS_2