SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 407. Kegelisahan Jackson


__ADS_3

Di goa bagian kanan juga terdapat para wanita yang merupakan sebagai pemuas nafsu Apollo dan 11 saudaranya.


Baik pria maupun wanita yang menjadi pemuas nafsu dari 36 sosok tersebut, dengan senang hati melayani keinginan mereka, meskipun taruhannya adalah nyawa.


Tidak lama kemudian Apollo menyipitkan matanya karena dia sudah merasakan ada beberapa sosok yang sedang berjalan mendekati kediaman mereka.


Begitupun dengan yang lain, mereka juga sangat senang karena ada orang yang secara sukarela menyerahkan diri mereka.


" Pekerjaan ini terlalu mudah." Ucap Beatrix, karena puluhan sosok yang mendatangi mereka hanyalah manusia biasa.


" Tidak masalah... Lagi pula semakin kuat para petarung, maka semakin banyak energi untuk meningkatkan kekuatan kita." Yang lain ikut menimpal.


Beatrix memberi isyarat kepada saudarinya yang paling muda untuk menangani sosok yang mendatangi kediaman mereka.


Wanita itupun beranjak dari tempat duduknya, lalu menyambut kedatangan rombongan wanita berambut cokelat yang berasal dari Serikat Petarung.


Beatrix dan 23 saudarinya memiliki paras yang cantik, karena memiliki darah campuran Dewa.


Terlebih Ibu mereka adalah wanita pilihan, sehingga Dewa tertinggi tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memberikan benih miliknya kepada manusia yang memiliki kecantikan diatas rata-rata.


Tidak lama kemudian, wanita itu datang dengan membawa beberapa sosok yang sudah berada dibawah kendalinya.


" Pekerjaan ini terlalu mudah kan?" Tanya wanita itu sambil menatap ke arah saudaranya.


" Sepertinya mereka cukup membantu." Jawab Beatrix, sambil menatap beberapa sosok pria yang berasal dari Serikat Petarung dan Istana Negara Westland.


Kini tatapan Apollo tertuju pada sosok wanita berambut cokelat yang merupakan bagian Administrasi Serikat Petarung.


" Gali informasi dari wanita itu." Apollo memberi perintah kepada adil perempuannya.


Wanita itupun mengangguk pelan, lalu menyentuh kening wanita berambut cokelat, hingga terlihat sebuah senyuman puas dari wajahnya.


" Kakak... Ini kesempatan terbaik untuk kita. Ternyata Dewi Arinia ada di Ibukota Negara Westland." Wanita itu sangat senang karena Dewi Arinia keluar dari wilayah kekuasaannya.


Wanita itu juga menjelaskan bahwa ada sosok pemuda asing yang bersama Dewi Arinia juga sedang berada di Ibukota.

__ADS_1


" Aku sampai lupa jika Dewi Arinia adalah Dewa setengah Siluman. Beruntung dia sendiri yang mengantarkan dirinya disini." Apollo tersenyum lebar, karena jika bersetubuh dengan Dewi Arinia, maka kemampuannya akan berlipat ganda.


" Kakak, kami juga menginginkan suami dari Dewi Arinia. Aku yakin dia bukan manusia biasa." Ucap Beatrix, yang kini begitu bersemangat.


" Baiklah, nanti kami yang menculik mereka." Ucap Apollo, karena dia sudah tidak sabar ingin menikmati keindahan tubuh Dewi Arinia.


Apalagi dengan kemampuannya sekarang, untuk berhadapan dengan Dewi Arinia seperti membalikkan telapak tangan.


Namun kali ini Beatrix dan 23 saudarinya tidak ingin ada kesalahan, meskipun mereka memiliki sihir ilusi yang sangat kuat.


" Kenapa kalian menciptakan sihir ilusi di kediaman kalian?" Tanya Apollo yang merasa heran atas tindakan adiknya.


" Kakak... Dewi Arinia adalah wanita yang tidak mudah ditaklukkan. Dengan kata lain, pemuda yang menjadi suaminya adalah orang yang tidak bisa dianggap enteng." Jawab Beatrix yang kini menggabungkan sihir ilusi bersama saudarinya yang lain.


Melihat tingkah 24 adik perempuannya, Apollo hanya menggelengkan kepala, karena menurutnya itu terlalu berlebihan.


Bahkan jika seorang Dewa tertinggi saja mendatangi kediaman mereka, maka dengan satu sihir ilusi saja dia tidak bisa terlepas dari Ilusi.


Itulah kenapa Dewa tertinggi tidak berani mendatangi wilayah kediaman 36 sosok tersebut,. karena mereka hanya akan mengantar nyawa.


Tidak hanya satu, melainkan sudah puluhan Dewa yang turun ke dunia manusia, untuk menghakimi 36 sosok itu karena sebagai pemilik darah Dewa, mereka sudah banyak melanggar aturan para Dewa.


Karena itulah para Dewa yang ingin menghakimi 36 sosok itu tidak berani lagi turun ke tempat itu, karena sangat berbahaya.


" Adik, aku perintahkan kepadamu untuk menculik Dewi Arinia dan suaminya." Apollo memberi perintah kepada adiknya yang paling muda.


" Baik kakak. Masalah ini terlalu mudah." Pria itu penuh percaya diri, lalu menghilang dari pandangan.


Kini Apollo meminta kepada mereka untuk membawa wanita berambut cokelat masuk ke dalam goa mereka.


Sedangkan semua pria yang lain, langsung dibawa ke goa tempat tinggal Beatrix dan 23 saudarinya.


" Untuk sementara waktu, kita biarkan para pria itu, karena kali ini kita memiliki tangkapan besar." Beatrix tidak ingin bersetubuh dengan para tawanan mereka, karena menurutnya suami Dewi Arinia jauh lebih menguntungkan.


Semua mengangguk setuju, karena mereka tidak terlalu membutuhkan para pria yang terlalu lemah.

__ADS_1


*******


Pada keesokan harinya Liu Ryu berbicara kepada Jackson, karena masih belum mendapatkan kabar dari Serikat Petarung.


" Jackson... Apa yang terjadi pada mereka? Kenapa mereka belum kesini?" Tanya Liu Ryu.


" Master... Aku juga tidak tau. Kalau begitu biar aku yang mendatangi Serikat Petarung." Ucap Jackson, lalu meninggalkan rumahnya menuju Serikat Petarung.


Di sisi lain Dewi Arinia juga sedang berbincang dengan dua sosok wanita yang merupakan Istri dan putri dari Jackson.


Pada awalnya Istri dan putri Jackson tidak berani bertatap muka dengan Dewi Arinia, karena mereka sudah mendengar isu bahwa Dewi Arinia adalah sosok yang sangat berbahaya.


Namun karena Dewi Arinia menunjukkan sifat wanitanya yang sudah menjadi Istri Liu Ryu, sehingga wanita itu bisa bicara lebih sopan.


" Suamiku, apa yang terjadi pada Jackson?" Tanya Dewi Arinia karena pria itu buru-buru meninggalkan kediaman mereka.


" Jackson sedang pergi ke Serikat Petarung." Jawab Liu Ryu.


Tidak lama kemudian Jackson muncul di hadapan mereka dengan buru-buru mengatakan bahwa semua anggota Serikat Petarung tidak ada di tempat.


" Petugas mengatakan bahwa mereka pergi ke kediaman 36 manusia setengah dewa." Jackson melanjutkan penjelasannya sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.


" Manusia setengah dewa? Dimana letaknya?" Tanya Liu Ryu.


" Aku juga tidak tau. Lebih baik kita bertanya langsung kepada kepala negara Westland." Jackson yang merasa tidak memiliki pilihan lain, kecuali harus datang ke Istana.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu dan Jackson langsung menuju ke Istana kepala negara.


Sedangkan Dewi Arinia harus tinggal di rumah, karena dia ingin berbincang lebih lama kepada keluarga Jackson karena dia ingin mengetahui lebih banyak tentang kehidupan manusia.


Saat berada di pintu gerbang Istana, Liu Ryu dan Jackson langsung dicegat oleh para penjaga gerbang.


Beruntung saat itu kepala negara keluar dari Istana, sehingga dia mengizinkan agar Liu Ryu dan Jackson bisa masuk ke Istana.


" Apa tujuan kalian mendatang Istana?" Tanya kepala negara, meskipun dia sendiri sudah menebak bahwa ada sesuatu yang terjadi pada Serikat Petarung.

__ADS_1


Bahkan puluhan para Petarung yang dia utus juga masih belum kembali, sehingga dia juga merasa khawatir.


__ADS_2