SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 453. Raja Siluman Landak Api


__ADS_3

Tanpa membuang waktu, Liu Ryu dan ketiga Istrinya meninggalkan kediaman suku lumut, untuk mencari Inti Sel untuk meningkatkan kualitas elemen Kehampaan yang Liu Ryu miliki.


Dengan menggunakan awan, Liu Ryu dan ketiga Istrinya terbang dengan kecepatan sedang dan rendah agar bisa melihat jelas sesuatu yang berada di depan mereka.


" Sekarang kita berada di tempat tinggal siluman Landak Api." Ucap Liu Ryu, sambil menunjuk ke sebuah lembah.


Ketiga wanita itupun mengangguk, lalu mengeluarkan busur panahnya sambil meningkatkan kewaspadaan.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Puluhan benda runcing seukuran telunjuk melesat ke arah mereka, dimana Liu Ryu dan ketiga Istrinya langsung melompat untuk menghindar hingga bertumpu di atas tanah.


Kyeeeek! Kyeeeek! Kyeeeek!


Puluhan pasukan siluman Landak Api keluar dari semak-semak, dimana ukuran mereka setinggi dua meter.


Duri landak yang melesat ke arah Liu Ryu dan Istrinya, tidak seperti duri landak biasa, melain memiliki kekerasan seperti benda logam yang diselimuti kobaran api.


Wuush!


Bboooom!


Liu Ryu mengibaskan tangannya membuat puluhan siluman Landak Api hancur berkeping-keping.


" Serang di mata mereka!"


Liu Ryu memberi isyarat kepada ketiga istrinya, karena pasukan siluman Landak Api memiliki kekerasan kulit seperti benda logam yang diselimuti kobaran api.


" Baik." Jawab Liu Yunxia, Dewi Arinia dan Elena, lalu melompat ke belakang sambil melancarkan serangan anak panahnya.


Sesuai arahan dari Liu Ryu, ketiga istrinya menyerang bagian mata pasukan siluman Landak Api yang merupakan tempat kelemahan mereka.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Sambil menghindar dari tembakan jaring laba-laba, ketiga wanita itu bergerak ke berbagai arah sambil melepaskan serangan anak panah mereka.


Tentu Liu Ryu juga memberikan senjata yang sama kepada Liu Yunxia, karena panah jauh lebih efektif untuk membunuh musuh dalam jumlah banyak.


Kyaaaak! Kyaaaak! Kyaaaak!


Satu-persatu pasukan siluman Landak Api yang terkena serangan anak panah di bagian matanya, langsung tersungkur ke tanah hingga mati seketika.


" Serangan mereka sangat cepat." Gumam Elena, sambil menghindari duri landak yang diselimuti api ke arahnya.


" Dewi Lautan, Gelombang Pasang."


Creeessh! Creeessh!


Serangan anak panah dari Liu Yunxia, menciptakan gelombang air pasang, hingga menyapu bersih semua yang dia lewati.


Pasukan siluman Landak Api yang awalnya diselimuti kobaran api, kini langsung padam hingga kekuatan mereka berkurang secara drastis.

__ADS_1


" Tidak buruk." Gumam Dewi Arinia, karena serangan dari Liu Yunxia sangat efektif, meskipun tidak bisa membunuh mereka.


Namun akibat serangan gelombang air pasang, Dewi Arinia dan Elena dengan mudah mengalahkan gerombolan siluman Landak Api.


Jleeep! Jleeep Jleeep!


Satu-persatu serangan anak panah dari Dewi Arinia dan Elena, bersarang pada mata siluman Landak Api, membuat mereka mati seketika.


" Sihir Cahaya, Ledakan Cahaya."


Jleeep!


Elena mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, lalu melancarkan serangan anak panahnya, hingga tercipta Qi unsur cahaya di ujung anak panahnya.


Bboooom!


Ledakan Qi unsur cahaya menyebar ke berbagai arah, membuat puluhan siluman Landak Api terpelanting ke udara hingga mati seketika.


" Sihir Pasir, Badai Gurun."


Jleeep!


Dewi Arinia juga tidak mau kalah, langsung melepaskan satu anak panah ke arah sekelompok siluman Landak Api.


Buussshh!


Bersamaan dengan serangan anak panah melesat, kini badai pasir membentuk angin puyuh ke arah gerombolan siluman Landak Api.


Kyeeeek! Kyeeeek! Kyeeeek!


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Puluhan siluman Landak Api yang awalnya terangkat ke udara, kini satu-persatu jatuh ke tanah, hingga mati seketika.


Namun karena gerombolan siluman Landak Api sangat banyak dan kuat, kini ketiga wanita itu harus menggunakan kekuatan penuh untuk menghadapi gerombolan siluman Landak Api.


Ketiga wanita itupun terus melesat cepat untuk menjauhi setiap tembakan duri landak, lalu melancarkan serangan pada jarak tertentu.


*******


Di sisi lain Liu Ryu yang sudah berada di atas udara, kini menatap ke arah makhluk raksasa yang bergerak ke arah pertarungan.


Semua pepohonan yang dia lewati, langsung bertumbangan dan hangus karena ukuran dari raja siluman Landak Api diselimuti kobaran api.


" Sepertinya kekuatan siluman yang berada disini jauh lebih kuat dari siluman yang tinggal di daratan Efhoria." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah makhluk raksasa yang seukuran gunung kecil.


Menyadari kedatangan Liu Ryu ke arahnya, raja siluman Landak Api menghentikan langkahnya sambil menatap ke arah Liu Ryu yang terbang di udara.


" Sudah lama kami tidak memakan daging Dewa." Raja siluman Landak Api terlihat senang karena kali ini dia akan mendapatkan mangsa.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!

__ADS_1


Satu-persatu ratu siluman laba-laba menembakkan duri landak ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.


Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke berbagai arah untuk menghindari arah tembakan duri landak.


" Sudah lama aku tidak memakan daging Dewa tertinggi. Tapi sepertinya kamu lumayan kuat." Bersamaan dengan ucapannya, raja siluman Landak Api terus melepaskan tembakan duri landak ke arah Liu Ryu yang terus menghindar.


" Kamu adalah makhluk rendahan begitu percaya diri. Tapi sayangnya kalian telah berhadapan dengan orang yang salah." Ucap Liu Ryu, sambil melompat ke arah raja siluman Landak Api.


Menyadari Liu Ryu ingin mendekatinya, raja siluman Landak Api kembali menembakkan duri landak raksasa yang diselimuti kobaran api yang berbentuk tombak yang sangat tajam.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Puluhan tombak itupun melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi, layaknya meteor.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Ledakan demi ledakan di udara akibat serangan dari raja siluman Landak Api, menciptakan gelombang energi yang menyebar ke berbagai tempat.


Liu Ryu melesat ke arah samping, sambil mencari celah untuk melancarkan serangannya kepada raja siluman Landak Api.


" Naga Kehampaan, Tembakan Kehampaan."


Ccuuumbb!


Qi unsur Kehampaan menembak lurus ke depan raja siluman Landak Api, dengan kecepatan tinggi.


Bboooom!


Ledakan Qi unsur Kehampaan bersarang pada kepala raja siluman Landak Api, membuat makhluk raksasa itu mundur beberapa langkah ke belakang dimana bagian kepalanya mengalami luka bakar.


Raja siluman Landak Api menyipitkan matanya, karena serangan makhluk kecil di depannya mampu membuatnya bergeser ke belakang.


" Sihir Api, Lautan Api."


Buussshh!


Raja siluman Landak Api menciptakan sebuah sihir di sekeliling Liu Ryu, kini hutan di bawah Liu Ryu langsung lenyap dan digantikan dengan sebuah danau besar yang terisi oleh lahar api.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Lahar api itupun meledak hingga membumbung tinggi ke arah Liu Ryu, yang sedang berada di udara.


" Naga Agung, Bayangan Kekosongan."


Wuush!


Liu Ryu melesat dengan kecepatan tinggi, untuk menghindari arah lahar api yang membumbung tinggi membentuk pilar api.

__ADS_1


Namun puluhan lahar api tidak pernah berhenti, terus menyerang Liu Ryu dari berbagai arah.


Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena sihir yang digunakan raja siluman Landak Api cukup merepotkan.


__ADS_2