
Elena dengan buru-buru meminta kepada Liu Ryu agar menyembunyikan benda tersebut agar tidak diketahui oleh orang lain.
" Aku tau benda ini sangat berharga. Hanya saja aku belum mengetahui fungsinya." Liu Ryu mengembalikan benda tersebut ke Cincin miliknya,. lalu meminta kepada Elena untuk menjelaskan.
" Kita harus bicara di tempat yang aman." Elena tidak ingin ada orang yang mendengar percakapan mereka, sehingga dia meminta kepada Liu Ryu untuk mencari tempat yang lain.
" Kamu tidak perlu khawatir. Mereka tidak bisa mendengar percakapan kita." Liu Ryu meyakinkan kepada Elena, bahwa tidak ada yang mengetahui percakapan mereka.
Sambil menarik napas dalam-dalam, Elena mulai menjelaskan bahwa benda yang Liu Ryu perlihatkan adalah Inti Sel monster yang sudah menjadi Dewa.
Monster yang mereka maksud bisa berasal dari hewan buas, tumbuhan, batu, tanah, air, dan banyak lagi yang bisa tercipta menjadi monster.
" Entah bagaimana caranya monster bisa tercipta, namun yang jelas dengan seiring berjalannya waktu monster itu bisa menjadi Dewa."
" Saat monster itu menjadi Dewa, maka mereka bisa mengendalikan alam sekitar dan berdiam diri di sebuah tempat." Elena menjelaskan tentang apa yang dia ketahui dari catatan sihir kuno.
Inti Sel monster bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan sihir atau meningkatkan kemampuan para petarung hingga bisa mencapai sihir Legenda atau Petarung kelas SSS ke atas.
Mendengar keterangan dari Elena, Liu Ryu memikirkan cara untuk menyerap Inti Sel monster agar bisa memulihkan Qi miliknya.
Saat malam tiba, komandan Celine menghentikan rombongan,. karena mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan jika hari sudah gelap.
Dengan perbekalan yang telah disediakan, mereka membuat sebuah tenda dimana Elena juga membuat sebuah tenda untuknya bersama Liu Ryu.
" Suamiku, kita akan bermalam disini saja." Elena mendirikan sebuah tenda yang cukup jauh dari rombongan, karena dia tidak ingin ada yang menggangu mereka.
" Mmmm." Liu Ryu mengangguk lalu masuk ke dalam tenda yang cukup besar.
Dengan tatapan menggoda, Elena mulai meraba bagian tubuh Liu Ryu, karena sebelumnya mereka tidak sempat melakukan malam pertama.
Namun untuk sementara waktu, Liu Ryu tidak ingin melakukannya, karena dengan kemampuan fisik Elena yang sekarang,. maka dapat dipastikan wanita itu tidak mampu menahan serangannya.
" Suamiku, ada apa denganmu?" Elena merasa heran karena Liu Ryu seakan tidak tertarik dengannya.
" Istriku, tubuhmu masih lemah. Jika kita melakukannya, paling tidak kamu membutuhkan waktu selama satu minggu untuk memulihkan diri." Liu Ryu menjelaskan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Mendengar ucapan tersebut, Elena menghela nafas berat, teringat kembali bagaimana benda pusaka milik Liu Ryu yang memiliki ukuran tidak wajar, membuatnya menelan ludah kasar.
" Suamiku, apa yang harus aku lakukan? Apakah selamanya akan seperti ini?" Meskipun Elena masih belum berpengalaman dalam menangani masalah pernikahan, namun sedikit banyak dia mendengar perkataan dari rekannya yang sudah menikah.
__ADS_1
Sebagai seorang Istri, tentu Elena ingin melakukan hal yang terbaik untuk suaminya.
" Lebih baik kamu gunakan Inti Sel monster ini untuk meningkatkan kekuatan fisikmu. Setelah kamu cukup kuat, maka kita akan melakukan perjalanan bersama." Liu Ryu mengeluarkan kembali Inti Sel monster, lalu memberikan kepada Elena.
Tanpa membantah sedikitpun, Elena mengambil Inti Sel lalu mengambil tempat untuk menyerap energi tersebut.
Agar tidak ada yang mengetahuinya, Liu Ryu menciptakan Pelindung untuk melindungi Elena yang sedang meningkatkan kemampuan sihirnya.
*******
Pada keesokan pagi, komandan Celine kembali memimpin rombongan untuk melanjutkan perjalanan.
Kali ini Liu Ryu memasang sikap waspada, dimana dia dapat merasakan bahwa ada gerombolan hewan buas sedang menuju ke arah mereka.
" Istriku, kamu harus berhati-hati." Liu Ryu mengingatkan kepada Elena, meskipun kemampuan sihir wanita itu sudah meningkat pesat.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
" Komandan." Para petarung yang melihat ratusan hewan buas sedang berlari ke arah mereka, kini terlihat pucat.
" Gluug." Komandan Celine menelan ludah kasar, karena jumlah hewan buas tersebut terlalu banyak.
" Lindungi tuan putri." Teriak komandan Celine, memberi perintah kepada bawahannya.
Dengan cepat semua petarung berbaris rapi dan mengelilingi kereta kuda tempat Nina Lockhart berada.
Nina Lockhart yang melihat dari balik tirai, kini terlihat pucat, karena pemandangan tersebut diluar kemampuan pengawalnya.
" Cepat bunuh hewan buas itu!" Nina Lockhart memberi perintah kepada pengawalnya, meskipun dia tidak yakin bahwa mereka bisa membunuh semua hewan buas.
Mendengar perintah dari Nina Lockhart, komandan Celine dan pasukannya mengumpat dalam hati karena gadis keras kepala itu sudah kelainan jiwa.
Bagaimana mungkin seorang Petarung kelas D bisa mengalahkan hewan buas sebanyak itu? Bahkan untuk bertarung satu lawan satu saja mereka membutuhkan waktu yang cukup lama.
Apalagi dengan jumlah hewan buas sebanyak itu, maka akan hanya menyumbang nyawa.
__ADS_1
" Kenapa kalian diam saja? Ayahku sudah memberi kalian upah yang besar. Apa kalian hanya ingin menumpang makan di keluarga Lockhart?" Nina Lockhart terlihat kesal karena seluruh Petarung yang bekerja untuk mereka hanya berdiam diri.
Kini kemarahan komandan Celine dan pasukannya semakin menjadi-jadi, karena gadis keras kepala itu hanya menganggap nyawa mereka sebagai mainan.
Wuush!
Liu Ryu yang berada di barisan belakang, kini melesat cepat ke arah gerombolan hewan buas.
" Master." Teriak komandan Celine dan pasukannya saat melihat Liu Ryu berdiri dengan gagah berani untuk menghadang gerombolan hewan buas.
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Setiap ayunan Pedang Naga Petir mampu membunuh satu sampai tiga hewan buas hingga tubuh mereka terpotong atau terbelah menjadi dua bagian.
" Uueeek." Nina Lockhart mengeluarkan isi perutnya saat melihat apa yang dilakukan olah Liu Ryu.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Elena yang berdiri di belakang Liu Ryu, kini menggunakan tongkatnya untuk menyerang gerombolan hewan buas.
" Nona Elena?" Komandan Celine dan pasukannya tidak menyangka bahwa wanita itu memiliki kemampuan sihir yang sangat tinggi.
" Komandan, apa nona Elena adalah salah satu Penyihir Legenda yang diceritakan itu?" Tanya salah satu petarung, sambil menatap ke arah Celine.
Tanpa berkata apapun, komandan Celine terus memperhatikan kemampuan Elena yang mampu menciptakan bola cahaya yang cukup besar ke arah gerombolan hewan buas dari tongkatnya.
Di sisi lain, aksi yang dilakukan oleh Liu Ryu jauh lebih menarik perhatian komandan Celine dan pasukannya, karena sosok itu sama sekali tidak gentar untuk menghadapi gerombolan hewan buas.
" Apakah ini kemampuan seorang Petarung kelas SSS?"
Para pengawal yang berada di tempat itu, memperhatikan apa yang dilakukan Liu Ryu, membuat mereka hampir lupa untuk bernapas.
" Tidak! Kemampuan master sudah berada di atas kelas SSS." Komandan Celine membantah tanggapan dari bawahannya, karena dia sendiri pernah melihat kemampuan seorang Petarung kelas SSS.
Meskipun kemampuan Petarung kelas SSS sangat kuat, namun masih belum mampu mengimbangi kekuatan dari Liu Ryu.
__ADS_1