SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 145. Dunia Nuse


__ADS_3

Jika saja Sun Gozi mengetahui bagaimana sosok pemuda yang dia kenal sebelumnya, mungkin dia tidak akan melepaskan Ryu begitu saja sebelum Ryu menjadikan Sun Kim Ai sebagai istrinya.


Kini Sun Gozi hanya berharap agar para prajurit bisa menemukan keberadaan Ryu untuk mengundangnya kembali ke Istana Kekaisaran Sun.


Di sisi lain, para Petinggi Istana juga meninggalkan tempat tersebut dengan wajah gembira karena markas perampok telah dimusnahkan.


*******


( Persimpangan Dunia )


Terlihat Ryu dan pasukan Semesta telah kembali ke tempat keempat portal teleportasi yang akan melanjutkan perjalanan ke Dunia Nuse.


"Apakah kalian sudah siap?" Tanya Ryu sambil menoleh ke arah bawahannya.


" Siap Dewa Agung." Jawab mereka serempak.


" Saat kita berada di Dunia Nuse, kita akan mengalami penurunan Kultivasi. Tapi itu tidak masalah, karena kita akan cepat membiasakan diri untuk meningkatkan Kultivasi."


" Untuk kalian yang baru bergabung, kalian tidak perlu khawatir. Kalian penurunan Kultivasi bukanlah hal yang menakutkan untuk kita. Tapi setelah kita menjelajahi semuanya, maka hanya Pasukan Semesta saja yang tidak bisa terkena hukum alam lagi." Ryu menjelaskan kepada Pasukan Semesta yang baru bergabung.


Sedangkan untuk Pasukan Semesta yang sudah lama, maka mereka tidak memperdulikan lagi masalah penurunan Kultivasi.


" Baiklah sekarang kita berangkat." Ryu menuntun mereka untuk masuk ke portal teleportasi yang kedua.


Seperti sebelumnya, untuk mengantarkan Ryu dan Pasukan Semesta harus banyak menggunakan Batu Roh.


Namun karena sudah banyak mengumpulkan jarahan, maka mereka tidak mengkhawatirkan lagi masalah Batu Roh.


Sesaat portal teleportasi yang kedua langsung mengeluarkan cahaya saat Ryu melemparkan tumpukan Batu Roh, hingga tubuh mereka menghilang dari pandangan.


( Dunia Nuse )


Di sebuah lapangan luas, terlihat lima kelompok yang saling menatap satu sama lain dengan niat membunuh yang kuat.


Bagian timur terdapat satu kelompok cahaya kecil. Namun jika dilihat lebih jelas lagi, maka mereka seperti manusia seukuran jari kelingking menggunakan atribut berwarna putih.


Bagian barat terdapat satu kelompok bayangan hitam kecil. Namun jika dilihat lebih jelas lagi, maka mereka seperti manusia seukuran jari kelingking menggunakan atribut berwarna hitam.

__ADS_1


Di bagian utara terdapat satu kelompok berwujud setengah manusia bagian atas dan setengah hewan berkaki empat di bagian bawah dengan menggunakan atribut perang.


Di bagian selatan terdapat satu kelompok manusia pendek seukuran setengah meter berwarna hijau dengan gigi runcing tidak rata dan memiliki telinga panjang.


Dari keempat kelompok tersebut berasal dari empat Kerajaan, yaitu Kerajaan Guang, Kerajaan Hen, Kerajaan Shun, dan Kerajinan Gen.


Di bagian timur berasal dari Kerajaan Guang yang merupakan Ras Peri cahaya, di bagian barat berasal dari Kerajaan Hen yang merupakan Ras Peri Kegelapan, dari bagian utara berasal dari Kerajaan Gen yang merupakan Ras Goblin.


Dari keempat Ras tersebut masing-masing membentuk Kerajaan, namun selama bertahun-tahun selalu melakukan pertarungan yang tidak berujung.


" Kalian semua, pergi dari wilayah Kerajaan kami sekarang juga." Ucap pemimpin Peri cahaya dengan nada mengancam, namun sedikit ketakutan.


" Hahaha... Aku akan membawa prajuritku pergi dari sini, asal kalian menyerahkan Ras Peri Hutan kepada Kerajaan Hen." Ucap pemimpin Peri Kegelapan dengan nada mengejek.


" Kalian juga, mengapa kalian mendatangi Kerajaan kami?" Pemimpin Peri Cahaya menatap ke dua kelompok lainnya.


" Oh... Sudah jelas kami juga menginginkan Ras Peri Hutan itu." Pemimpin Goblin tersenyum lebar dengan giginya yang jarang sambil memainkan Kapaknya.


Kerajaan Gen merupakan kelompok Goblin yang menggunakan senjata dari berbagai alat pertanian.


" Kami juga tidak ingin ketinggalan bagian. Kami juga menginginkan Ras Peri Hutan itu." Pemimpin Peri Hewan sambil memainkan pedang di kedua tangannya.


" Sudah aku katakan berkali-kali, Klan Gong tidak ada disini." Pemimpin Peri Cahaya mengambil sikap waspada yang diikuti bawahannya.


" Kami sudah melihat sendiri bekas Pohon berjalan. Itu artinya Ras Peri Hutan berada di tempat ini. Karena tidak ada seorangpun yang bisa mengendalikan Pohon agar bisa berjalan, jika tanpa bantuan Ras Peri Hutan." Ucap Pemimpin Peri Hewan.


" Ras Peri Hutan adalah bagian kami. Menyingkirlah sebelum aku berubah pikiran." Pemimpin Peri Kegelapan dengan nada mengancam.


" Apa kamu bilang? Apa kamu pikir Kerajaan Shun akan takut kepada Kerajaan Hen?" Pemimpin Peri Hewan menatap tajam ke arah kelompok Peri Kegelapan.


" Sudah jangan banyak bicara! Kerajaan Gen tidak takut kepada kalian semua. Prajurit, SERANG!" Pemimpin Goblin mengangkat Kapak yang ada di tangannya.


" Seraaaannnggg!" Teriak dari kelompok Peri Hewan.


Kini suara teriakan pertarungan dari keempat kubu langsung pecah. Karena mereka semua saling bermusuhan, tentu mereka bebas menyerang siapapun.


" A... Aura apa ini?" Keempat kelompok yang awalnya berlari ke arah musuh, kini terhenti saat merasakan aura dari atas langit.

__ADS_1


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Ryu dan Pasukan Semesta terjatuh dari atas langit di tengah keempat kelompok tersebut hingga mengakibatkan gempa kecil.


Kini mata dari keempat kelompok melotot ke arah beberapa sosok yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah pertarungan mereka.


" Haaahh. sialan... Kenapa kita bisa jatuh ke tempat ini?" Ryu sedikit kesal karena pendaratan mereka tidak sempurna.


Kini Ryu dan Pasukan Semesta mengibaskan tangannya untuk membersihkan pakaian mereka, karena belum menyadari situasi tersebut.


Sesaat Ryu menaikkan sudut bibirnya karena baru menyadari bahwa mereka telah dikepung dari berbagai arah.


" Hei, siapa kalian? Kenapa kalian tidak mirip dengan salah satu dari kami?" Tanya pemimpin Goblin sambil menunjuk ke arah Ryu dan kelompoknya dengan menggunakan Kapaknya.


" Hei pendek. Apa kamu tidak lihat kami baru saja jatuh dari langit." Ryu terlihat kesal karena mendarat tanpa peringatan, malah dilemparkan pertanyaan oleh sosok kerdil.


Mendengar perkataan dari Ryu, suara tertawa dari Pasukan Semesta menjadi pecah, membuat pemimpin Goblin memasang wajah jelek.


Kini terdengar suara tertawa dari tiga arah, yaitu berasal dari Peri Cahaya, Peri Kegelapan dan Peri Hewan, membuat kelompok Goblin semakin memasang wajah gelap.


" Dewa Agung, sepertinya kita berada di tengah pertarungan antar Ras Peri." Bisik salah satu Pasukan Semesta yang berasal dari Naga Kerang.


Mendengar ucapan tersebut Ryu menyipitkan matanya sambil memperhatikan keadaan sekitar yang hanya melihat ada dua kelompok.


Sedangkan dua sisi lain hanya bisa mendengar suara tertawa dan melihat kepulan bayangan hitam serta butiran cahaya.


Hanya 26 Naga Kerang saja yang dapat melihat jelas bahwa di tempat itu ada kelompok Peri Cahaya dan Peri Kegelapan.


" Hmmm." Ryu mencoba memahami situasi tersebut, lalu mengirim pesan jiwa kepada Istrinya yang merupakan 70 Peri cahaya.


Tentu Ryu juga mengirimkan pesan jiwa kepada seluruh anggota Pasukan Semesta agar cepat memulihkan diri karena sudah kehabisan Qi saat melewati portal teleportasi.

__ADS_1


__ADS_2