
Liu Ryu merapatkan giginya berusaha mencari cara untuk menghadapi siluman mimpi yang memiliki kemampuan aneh dibalik bentuknya yang aneh.
" Sepertinya aku harus menggunakan cara lain." Gumam Liu Ryu, lalu berpindah tempat ke tempat samping siluman mimpi.
" Formasi Cakar Hitam."
Buussshh!
Liu Ryu merentangkan kedua tangannya, hingga tercipta sebuah kubah raksasa mengurung siluman mimpi.
GOOAAAH!
Buussshh!
Siluman mimpi kembali menciptakan gulungan ombak menghancurkan pelindung yang mengurung tubuhnya.
Bboooom!
Creeessh!
Saat gulungan ombak membentur dinding Formasi Cakar Hitam, gulungan ombak itupun berbalik arah menuju ke tempat siluman mimpi.
Creeessh!
Creeessh!
Creeessh!
Gulungan ombak itupun seakan menyapu siluman mimpi, hingga secara perlahan mulai mengecil akibat serangannya sendiri.
GOOAAAH!
Buussshh!
Siluman mimpi yang terlihat marah, kembali menciptakan gulungan ombak, berniat untuk menghancurkan Formasi Cakar Hitam yang mengurungnya.
Namun Formasi Cakar Hitam kembali memantulkan gulungan ombak, mengarah kepada siluman mimpi.
Melihat kejadian di depan matanya, Liu Ryu menyipitkan matanya, karena gulungan ombak yang diciptakan siluman mimpi, semakin lama semakin kuat.
Benturan antara keduanya, membuat pantulan gulungan ombak bisa menghalau gulungan ombak dari mulut siluman mimpi.
" Jadi, siluman mimpi yang satu ini hanya bisa terbunuh oleh serangannya sendiri?" Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah siluman mimpi yang ukurannya semakin mengecil.
Tidak lama kemudian, wilayah sekitar yang awalnya membentuk lautan, kini secara perlahan mulai menghilang. Meskipun semua pepohonan yang berada di sekitar, seakan lenyap.
Buussshh!
Liu Ryu mengibaskan tangannya untuk mengembalikan Formasi Cakar Hitam, lalu berjalan mendekati siluman mimpi yang kini ukurannya seperti telur biasa.
" Bagaimana cara mereka bisa mendapatkan kekuatan seperti ini?" Liu Ryu berpikir bahwa siluman mimpi memiliki sebuah konsep untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Karena rasa penasaran, Liu Ryu menyentuh mayat siluman mimpi untuk menggali informasi, namun tidak membuahkan hasil.
" Lebih baik aku menyelesaikan pekerjaan ini secepat mungkin." Karena tidak mendapatkan jawaban, Liu Ryu kembali mengambil tempat untuk memulihkan diri.
Liu Ryu tidak menyangka bahwa berhadapan dengan siluman mimpi sangat merepotkan, karena sangat sulit untuk menemukan kelemahan mereka.
Setelah selesai memulihkan diri, Liu Ryu kembali terbang ke pulau melayang yang berada dibawah.
Tidak lama kemudian, Liu Ryu telah berada di pulau melayang berikutnya, dimana tatapannya tertuju pada siluman mimpi yang sedang tertidur.
Menyadari kehadiran Liu Ryu, siluman mimpi itupun terbangun dari tidurnya seraya membuka mata, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
__ADS_1
" Jadi kamu telah berhasil membunuh saudaraku yang lain?" Tanya siluman mimpi, sambil menyelimuti tubuhnya dengan uap berwarna putih bening.
Tanpa berkata apapun, Liu Ryu memikirkan cara untuk menghadapi siluman mimpi yang berada di depannya, dia berpikir bahwa siluman mimpi yang berada di depannya memiliki kekurangan dan kelebihan yang lain.
" Tidurlah untuk selamanya! Aku akan memberikan mimpi yang indah untukmu."
GOOAAAH!
Cliiing!
Siluman mimpi itupun meraung keras hingga tercipta pelindung transparan mengelilingi tubuhnya.
GOOAAAH!
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Satu-persatu jarum es keluar dari mulut siluman mimpi ke arah Liu Ryu, membuat wilayah sekitar langsung membeku.
GOOAAAH!
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Puluhan jarum es kembali keluar dari mulut siluman mimpi hingga berkali-kali, seakan tidak memiliki jeda.
Melihat jarum es yang mengarah kepadanya, Liu Ryu memasang wajah serius, lalu mengeluarkan kedua senjata yang dia miliki.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, lalu mengayunkan pedang dan tombaknya secara bersamaan.
Craaakk! Kwaaahhh!
Bboooom! Kwaaahhh!
Cliiing!
Energi dari pelindung transparan mengeluarkan siluet pedang dan tombak, mengarah kepada Liu Ryu.
Craaakk! Craaakk! Craaakk!
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Sebuah tebasan bersarang pada tubuh Liu Ryu hingga tiga kali, diikuti sebuah pukulan dari tongkat juga bersarang pada tubuh Liu Ryu hingga tiga kali, hingga terpental puluhan meter.
GOOAAAH!
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Siluman mimpi kembali mengeluarkan puluhan jarum es, mengarah kepada Liu Ryu yang terpental jauh dari tempatnya.
" Uhuuuk." Liu Ryu memuntahkan darah segar, berusaha untuk bangkit berdiri, meskipun dia mengalami luka sayatan dan tubuhnya seakan remuk.
" Seni Naga Kehampaan, Langkah Bayangan."
Wuush!
Liu Ryu dengan buru-buru melesat cepat untuk menghindar dari gulungan ombak yang mengarah kepadanya.
Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena siluman mimpi yang menjadi lawannya juga bisa mengembalikan serangannya hingga tiga kali, bahkan kekuatannya berlipat ganda.
" Teleportasi."
__ADS_1
Sriiiiiing!
Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, lalu mengalirkan Qi pada telapak tangan kanannya.
" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."
Buussshh!
Liu Ryu melemparkan bola Qi unsur Kehampaan, ke arah siluman mimpi.
Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat bersarang pada siluman mimpi, hingga menciptakan gempa bumi.
Namun dalam waktu singkat, ledakan tersebut seakan diserap hingga ukuran siluman mimpi semakin membesar.
Melihat serangannya tidak mempan terhadap siluman mimpi, Liu Ryu memasang wajah jelek karena kali ini dia akan mendapatkan serangan balik dari tekniknya sendiri.
Cliiing!
" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."
Sesuai dengan dugaan Liu Ryu, kini energi dari pelindung transparan menciptakan bola Kehampaan, yang mengarah kepada Liu Ryu.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu dengan buru-buru berpindah tempat ke sebuah arah untuk menghindar dari bola Kehampaan yang mengarah kepadanya.
Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat bertabrakan dengan tanah lapang, hingga tercipta kawah besar, diikuti gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.
Liu Ryu yang sudah menjauhi wilayah serangan, kini bergidik ngeri karena pantulan dari teknik yang dia miliki jauh lebih kuat dari serangannya.
" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."
Energi dari pelindung transparan kembali menciptakan bola Kehampaan, mengarah kepada Liu Ryu yang berada di tempat yang jauh dari wilayah serangan sebelumnya.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Sesuai dengan dugaannya bahwa siluman mimpi bisa mengembalikan teknik yang dia miliki hingga tiga kali, Liu Ryu langsung berpindah tempat untuk menjauhi wilayah serangan.
Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat bersarang di tanah lapang, hingga tercipta kawah besar, diikuti gelombang energi yang menyebar ke berbagai arah.
Liu Ryu yang sudah menjauhi wilayah serangan, kini bernafas lega karena dia memiliki teknik teleportasi.
Jika tidak, maka dalam waktu singkat tubuhnya akan menjadi kabut darah akibat tekniknya sendiri.
" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."
Untuk ketiga kalinya Energi dari pelindung transparan menciptakan bola Kehampaan yang mengarah kepada Liu Ryu yang berada di tempat yang lain.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu dengan buru-buru kembali berpindah tempat ke sebuah arah untuk menghindar dari bola Kehampaan yang mengarah kepadanya.
__ADS_1
Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat bertabrakan dengan tanah lapang, hingga tercipta kawah besar, diikuti gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.