SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 505. Lima Jenderal Iblis Merah


__ADS_3

Saat berada di bagian dalam pintu gerbang, Liu Ryu secara diam-diam melepaskan tetesan darahnya kepada belasan kelompok suci, sehingga tidak ada yang mengetahuinya.


Sedangkan belasan kelompok suci terlihat pucat karena hanya mereka saja yang mengetahui bahwa Liu Ryu telah menjadikan mereka sebagai budak.


" Terimakasih atas bantuan sang dewa." Walikota yang kebetulan menyaksikan kejadian sebelumnya, kini dengan buru-buru berlutut di hadapan Liu Ryu.


" Tidak masalah... Lagi pula aku tidak menyukai ada penindasan di depan mataku. Terlebih bagi orang yang ingin memanfaatkan situasi." Ucap Liu Ryu, sambil melirik ke arah kelompok suci.


Walikota itu mengangguk pelan, meskipun tidak mengetahui arah perkataan dari Liu Ryu.


Di sisi lain, belasan kelompok suci memasang wajah jelek, karena perkataan Liu Ryu tertuju pada mereka.


Sementara itu, walikota memberi isyarat kepada bawahannya, karena sudah menjadi aturan yang dibuat oleh kelompok suci, agar mereka menyediakan para wanita.


Tentu pihak walikota dan warga yang tinggal di kota itu berpikir bahwa Liu Ryu adalah salah satu dari dewa yang diutus untuk menyelamatkan ras manusia, karena sudah melihat sendiri kemampuan dari Liu Ryu yang melebihi kelompok suci.


Tidak lama kemudian, para prajurit datang dengan membawa beberapa sosok wanita yang menggunakan pakaian mewah.


" Sang dewa... Para wanita ini sudah kami sediakan sebagai rasa terima kasih kami, karena sang dewa telah menyelamatkan hidup kami." Ucap walikota, sambil menunjuk ke arah puluhan wanita.


Meskipun puluhan wanita itu adalah beberapa yang sudah menikah, namun suami mereka tidak keberatan jika harus memberikan Istrinya sebagai rasa hormat kepada penolong mereka.


Sebuah keyakinan yang cukup aneh, karena para wanita yang pernah menjadi wanita pelindung mereka akan dianggap paling berjasa.


Dengan demikian puluhan wanita yang melayani seorang pelindung mereka, akan dihormati sehingga para pria lajang akan berlomba-lomba menikahi para wanita itu agar status mereka meningkat.


" Maaf tuan walikota... Aku tidak meminta apapun kepada kalian, karena aku hanya ingin membantu kalian tanpa mengharapkan imbalan apapun." Liu Ryu menolak secara halus atas pemberian dari walikota.


" Tapi..."


" Aku tidak bisa terlalu lama disini! Kalau begitu aku pamit dulu."

__ADS_1


Sebelum walikota melanjutkan pembicaraannya, Liu Ryu langsung mengelak lalu berjalan keluar dari kota tersebut, diikuti belasan kelompok suci.


Tentu kelompok suci tidak bisa melepaskan diri dari segel budak yang diberikan Liu Ryu, sehingga melalui pikirannya. Liu Ryu membawa mereka ke tempat yang cukup jauh.


" Sebenarnya aku tidak melarang kalian memiliki banyak wanita. Hanya saja cara kalian seperti sekelompok bandit." Saat berada di tempat yang cukup jauh, Liu Ryu langsung berbicara kepada kelompok suci.


Mendengar ucapan tersebut, kelompok suci memasang wajah masam, karena mereka tidak bisa lagi menyalurkan hasrat mereka kepada para wanita yang tinggal di pemukiman warga.


" Sekarang aku memberikan tugas kepada kalian. Letakkan benda ini ke berbagai tempat dimana memiliki aura kematian." Liu Ryu memberikan Batu Bintang seukuran kelereng yang sudah diberikan sebuah Formasi khusus.


Meskipun Liu Ryu bisa menciptakan cincin raksasa untuk menyerap aura kematian, namun jika melakukannya seorang diri, maka membutuhkan waktu yang sangat lama.


Karena itulah Liu Ryu meminta kepada kelompok suci untuk meletakkan Batu Bintang ke berbagai tempat, agar daratan Muktho bisa terbebas dari aura kematian secepat mungkin.


" Baik tuan penguasa." Jawab kelompok suci dengan serempak.


" Mmmmm... Sekarang lakukan perintahku!" Liu Ryu memberi perintah.


Tanpa membuang waktu, kelompok suci itupun mengangguk kecil, lalu berpencar ke berbagai arah untuk mengikuti arahan dari Liu Ryu.


*******


Waktu terus berlalu, kini kondisi daratan Muktho mulai membaik, karena sudah banyak kelompok suci yang menjadi budak Liu Ryu.


Dari beberapa kelompok suci, hanya beberapa sosok yang dibebaskan dari segel budak, karena mereka benar-benar menjalankan tugas mereka dengan baik.


Sedangkan untuk kelompok suci yang memanfaatkan situasi, tidak ada satupun yang terlepas dari segel budak, karena Liu Ryu ingin menjadikan sebagai Pil Inti Jiwa saat kemampuan mereka sudah mencapai Bintang Dewa.


Bersamaan dengan menghilangnya aura kematian, kekuatan pasukan Iblis Merah juga semakin berkurang, sehingga mereka juga semakin terdesak.


Dari berbagai kota yang dikunjungi Liu Ryu, namanya selalu dielu-elukan sebagai dewa penolong.

__ADS_1


Disamping wilayah mereka dibebaskan dari aura kematian dan gerombolan pasukan Iblis Merah, Liu Ryu juga memberikan makanan kepada para warga.


Di beberapa kota, nama Liu Ryu begitu diagungkan oleh para warga, sehingga setiap walikota berniat untuk mendirikan sebuah patung monumen untuk mengingatkan kepada mereka bahwa Liu Ryu adalah dewa penolong.


Sedangkan untuk kelompok suci, popularitas mereka semakin menurun, karena di mata para warga, Liu Ryu menjadikan mereka sebagai bawahannya.


Tidak jarang Liu Ryu menendang satu-persatu bokong kelompok suci, ke arah gerombolan pasukan Iblis Merah, saat ada penyerangan, yang membuat kelompok suci tidak berkutik.


" Dimana pasukan Iblis Merah sedang bersembunyi?" Gumam Liu Ryu, sambil memeriksa keadaan sekitar.


Daratan Muktho sangatlah luas, sehingga masih banyak tempat yang belum Liu Ryu kunjungi, meskipun sudah memakan waktu berbulan-bulan.


Tentu semua pasukan Iblis Merah menarik kembali pasukannya, karena aura kematian yang sebagai sumber kekuatan mereka semakin menipis.


" Sepertinya aku harus mencari keberadaan mereka di kedalaman hutan." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah hutan yang berada di sampingnya.


*******


Di sebuah tempat, terlihat lima sosok yang sedang berdiskusi tentang invasi yang mereka lakukan mulai terhambat.


" Sialan... Siapa dewa tertinggi yang mampu menekan pergerakan kita?" Salah satu Jenderal Iblis Merah mengepal kedua tangannya, berusaha menahan amarah.


" Benda yang berada di tangan kelompok suci itu juga sangat aneh. Mereka mengatakan bahwa benda itu milik Liu Ryu yang menjadi tuan mereka." Jawab salah satu komandan Iblis Merah.


" Kenapa kalian tidak merebut benda aneh itu?" Salah satu Jenderal Iblis Merah terlihat marah, karena komandan Iblis Merah tidak mengambil Batu Bintang dari kelompok suci yang pernah berhadapan dengan mereka.


" Maaf Jenderal... Benda itu tidak bisa dianggap remeh." Jawab komandan Iblis Merah.


Komandan Iblis Merah menjelaskan bahwa saat mereka ingin membunuh kelompok suci, Batu Bintang yang berada di tangan mereka bisa dijadikan sebagai senjata untuk menyerap kekuatan pasukan Iblis Merah.


Karena itulah komandan Iblis Merah melarikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Jenderal Iblis Merah.

__ADS_1


Mendengar keterangan dari komandan Iblis Merah, kelima Jenderal Iblis Merah memasang wajah serius, karena pasukan mereka tidak bisa berbuat banyak.


" Itu artinya, hanya kita berlima saja yang bisa mengambil benda aneh itu dari tangan kelompok suci." Salah satu Jenderal Iblis Merah menghela nafas berat, karena bawahan mereka tidak ada yang mampu mengambil Batu Bintang.


__ADS_2