
Meskipun Ryu tidak mengetahui secara pasti kenapa sosok dari Dunia Dongwu bisa berada di Dunia Nuse, namun Ryu merasa yakin bahwa mereka sedang mencari sesuatu.
" Dunia Dongwu? Aku yakin ada sesuatu yang mereka incar di Dunia Nuse ini." Ryu berspekulasi bahwa tidak mungkin bahwa hewan buas dari Dunia Dongwu tidak memiliki tujuan.
" Untuk masalah itu aku tidak tau. Yang jelas pasukan mereka sangat banyak. Meskipun wujud mereka seperti layaknya manusia, namun kekuatan fisik mereka sangat kuat. Kami tidak tau bentuk wajah mereka, karena mereka selalu menggunakan topeng hewan buas."
" Bahkan salah satu dari pemimpin mereka menggunakan topeng Naga." Gong Sifa mengingat jelas bahwa kelompok tersebut sangat mengerikan.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu sedikit mengerutkan kening " Topeng hewan buas?" Ryu teringat dengan manusia rawa yang sering bentrok dengannya.
Bahkan akibat pertarungan tersebut Ryu kehilangan anggota Pasukan Semesta.
" Apa mereka ada yang memakai topeng Singa, topeng Beruang dan topeng Harimau?" Ryu terlihat serius sambil menatap ke arah Gong Sifa.
" Ya... Kami menyebutnya dengan Orc. Apa kamu pernah bertemu dengan mereka?" Gong Sifa terlihat penasaran.
" Tidak salah lagi, mereka adalah manusia rawa. Tidak ku sangka, mereka juga ada di Dunia ini." Ryu menggelengkan kepala karena menurutnya Orc sangat berbahaya jika dibiarkan berkembang.
" Apa Ras Orc juga pernah datang ke dunia manusia? Guang Liang terlihat serius sambil menatap ke arah Ryu.
" Ya... Sepertinya kami harus meningkatkan Kultivasi terlebih dulu. Saat kami datang kesini, kami mengalami penurunan Kultivasi." Ryu berfikir jika bertarung dengan pasukan Ras Orc, harus memiliki Kultivasi lebih tinggi lagi agar tidak banyak mengalami kerugian di pihaknya.
" Penurunan Kultivasi? Sepertinya kalian sudah mencapai Pendekar Langit tahap awal. Aku rasa itu adalah pencapaian yang luar biasa." Guang Liang terlihat serius karena Ryu mengatakan bahwa mereka mengalami penurunan Kultivasi.
Guang Liang dan anggota Ras Peri Hutan bertanya-tanya seberapa tinggi tingkat Kultivasi Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta sebelumnya.
Untuk mencapai Pendekar Langit saja di Dunia Nuse sudah termasuk pencapaian yang sangat tinggi.
Meskipun ada beberapa yang sudah mencapai Pendekar Surgawi atau Pendekar Semesta, namun itu semua dapat dihitung dengan jari.
" Sebelum kesini kami sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir." Jawab Jin Niu dengan santai.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Jin Niu, Guang Liang dan anggota Ras Peri Hutan merasa sesak nafas karena sudah bisa membayangkan bagaimana kuatnya Ryu dan Istrinya.
Di sisi lain Ryu ingin sekali membantu Ras Peri Cahaya dengan memberikan Boneka Bernyawa sebagai wadah baru mereka.
Namun yang dikhawatirkan oleh Ryu, jika akan terjadi lagi seperti yang dialami Jin Niu dan 69 Istri Ryu yang berasal dari Ras Peri Cahaya.
" Suamiku, kamu memiliki banyak Boneka Bernyawa. Aku rasa itu sangat berguna bagi Ras Peri Cahaya." Jin Niu memiliki pemikiran lain, karena Boneka Bernyawa hanya sebagai wadah untuk dikendalikan oleh Ras Peri Cahaya.
Berbeda dengan kasus mereka yang merupakan gabungan dari Kerang Langit.
" Apa itu tidak berbahaya bagi mereka?" Ryu sedikit ragu dengan apa yang dikatakan Jin Niu.
" Suamiku, aku sangat yakin bahwa tidak ada terjadi apapun terhadap mereka." Jin Qiu menepis keraguan suaminya.
Tentu 70 Peri Cahaya yang merupakan Istri Ryu mengerti apa yang dimaksud suami mereka, agar tidak ada kesalahan yang membuat mereka berakhir menjadi Istri Ryu.
Namun justru 70 Peri Cahaya sangat senang karena Ryu bisa menjadi suami mereka dan sangat pengertian.
Melihat hal itu Guang Liang terlihat senang karena dia dapat merasakan Aura yang keluar dari Boneka Bernyawa.
" Saudara Ipar... Apa kamu mengizinkanku menggunakan patung ini?" Guang Liang tidak sabar ingin menggunakan Boneka Bernyawa.
" Silahkan Yang Mulia Ratu." Jawab Ryu dengan santai, meskipun sedikit ragu namun dia memilih untuk percaya pada Istrinya.
" Terimakasih saudara ipar." Guang Liang melayang ke arah Boneka Bernyawa, lalu mengitarinya.
Bersamaan dengan Guang Liang mengitari Boneka Bernyawa, terlihat Boneka Bernyawa mengurai dan membentuk butiran cahaya hingga secara perlahan menghilang.
Sesaat kemudian terlihat butiran cahaya memadat dan membentuk wujud manusia yang berukuran besar.
" Sangat mengagumkan." Guang Liang mendapati dirinya memiliki ukuran besar layaknya manusia normal.
__ADS_1
Tidak hanya itu, tingkat Kultivasi yang awalnya hanya mencapai Pendekar Surgawi tahap awal, kini langsung mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah.
" Tidak buruk." Ryu menaikkan alisnya sambil menatap Guang Liang yang kini memiliki ukuran besar.
" Aku tidak menyangka bisa seperti ini. Kekuatan fisik tubuh baru ini memang luar biasa." Guang Liang tidak henti dengan kekagumannya.
" Bagaimana Yang Mulia Ratu?" Tanya Jin Niu sambil menatap ke arah Guang Liang.
" Tidak hanya mengalami Peningkatan Kultivasi, tapi juga kekuatan fisik meningkat berkali-kali lipat." Ucap Guang Liang, lalu membentuk butiran cahaya hingga sesaat kembali ke wujud semula dimana memiliki ukuran kecil.
" Hmmm... Sepertinya saat menggunakan Boneka Bernyawa itu saja kekuatan fisikku bisa meningkat." Guang Liang menaikkan alisnya karena tingkat Kultivasinya kembali menjadi Pendekar Surgawi tahap awal.
" Kalau begitu tidak ada yang ditakutkan lagi." Ryu mengeluarkan semua Boneka Bernyawa yang berjumlah 203 membuat Guang Liang , Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan membulatkan mata dengan rahang terbuka.
" Ini." Semua yang berada di tempat itu tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Boneka Bernyawa yang diciptakan Ryu merupakan benda yang setara dengan Artefak langka.
" Saudara ipar, apa ini buat kami?" Guang Liang berusaha untuk mengendalikan diri karena apa yang dikeluarkan oleh Ryu merupakan harta yang tidak ternilai.
" Benar Yang Mulia Ratu." Ryu merasa tidak keberatan jika memberikan semuanya kepada Ras Peri Cahaya demi melindungi Kerajaan mereka.
" Terimakasih saudara ipar." Guang Liang mengarahkan tangannya kepada barisan Boneka Bernyawa tersebut hingga secara perlahan menghilang dari pandangan.
Di sisi lain Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan masih berdiam mematung sambil menyaksikan kejadian di depan mereka.
" Sudah aku katakan berkali-kali jangan memanggilku seperti itu. Kalian cukup memanggilku Guang Liang atau saudari Liang." Guang Liang menatap tajam ke arah Ryu dan Istrinya.
" Baiklah saudari Ipar." Ryu sedikit kaku karena sosok mungil yang ada di depannya adalah saudara dari 70 Istrinya.
" Jika aku memiliki wujud seperti tadi, aku sangat penasaran dengan wujud kedua kalian." Guang Liang merasa penasaran dengan perubahan wujud dari Ryu dan Istrinya.
Terlebih untuk 70 Peri Cahaya merupakan istri Ryu yang juga berasal dari Ras Peri Cahaya, meskipun memiliki perbedaan.
__ADS_1
" Saudari Liang ingin melihat perubahan wujud kami?" Tanya Jin Ke yang juga ingin menunjukkan perubahan wujud mereka kepada saudarinya.