
Setelah Liu Ryu dan Istrinya berhasil membunuh semua hewan buas, kini komandan Celine dan bawahannya dikejutkan dengan tumpukan mayat hewan buas saat Liu Ryu mengibaskan tangannya.
" Sihir Legenda?" Semua memasang wajah serius karena apa yang dilakukan Liu Ryu sungguh diluar nalar pikiran mereka.
Bahkan Nina Lockhart yang ikut menyaksikan, kini membuka matanya lebar-lebar.
" Ketika sampai di Ludya, aku akan mengangkat mu menjadi pengawal pribadiku. Tenang saja, aku akan membayarmu berapapun yang kamu inginkan." Nina Lockhart yang begitu besar kepala, langsung meminta kepada Liu Ryu sebagai pengawal pribadinya.
Mendengar perkataan dari Nina Lockhart, semua Petarung menelan ludah kasar. Takut jika Liu Ryu melakukan sesuatu kepada gadis itu.
Di sisi lain Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, karena wanita itu selalu menganggap bahwa harta bisa menundukkan dirinya.
' Sepertinya aku harus memberi pelajaran kepada gadis ini.' Pikir Liu Ryu, lalu berjalan mendekati kudanya.
Mereka pun kembali berangkat, dimana Elena selalu berada di belakang Liu Ryu yang sedang menunggangi kudanya.
*******
Tiga hari telah berlalu, kini Liu Ryu terpaksa harus mengikuti rombongan, karena setiap hari sudah gelap, rombongan selalu bermalam.
Meskipun demikian, Liu Ryu juga memanfaatkan waktu untuk menuntun Elena agar bisa meningkatkan kemampuan sihirnya yang di kombinasikan dengan pengetahuan Kultivasi.
Sedangkan semua Inti Roh Siluman, Liu Ryu harus menggunakannya sendiri, karena dia juga sangat membutuhkan Inti Roh tersebut untuk mengembalikan Qi miliknya.
" Suamiku, apa dengan kekuatan fisikku sekarang sudah cukup?" Tanya Elena, karena selama ini mereka belum pernah melakukan hubungan intim, meskipun tidur bersama.
Elena khawatir jika itu hanya alasan Liu Ryu saja. Dan sempat di pikirannya bahwa Liu Ryu tidak menyukai lawan jenis.
" Untuk sekarang masih belum cukup." Jawab Liu Ryu.
Saat dalam perjalanan, kini Liu Ryu mulai merasakan kehadiran beberapa sosok yang sedang mengawasi mereka.
Liu Ryu sengaja memperlambat laju kudanya, karena dia ingin memberi sedikit pelajaran kepada Nina Lockhart.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Puluhan anak panah melesat ke arah rombongan, hingga menancap pada kuda yang mereka tunggangi.
__ADS_1
" Gunakan tameng." Komandan Celine memberi perintah, sambil menangkis serbuan anak panah.
Di sisi lain Liu Ryu dengan lincah menangkap semua anak panah yang melesat ke arahnya. Sedangkan Elena harus menciptakan bola cahaya untuk melindungi tubuhnya.
Beberapa sosok yang bersembunyi di pepohonan, kini memasang wajah serius, karena tidak menyangka bahwa ada seorang petarung bisa menangkap serangan anak panah mereka.
Wuush!
Liu Ryu kembali melemparkan anak panah yang dia tangkap ke arah pepohonan tempat asal anak panah sebelumnya.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Satu-persatu kelompok pemanah berjatuhan dari pepohonan, membuat pemimpin yang menyerang terlihat pucat.
" Apakah dia manusia?" Pemimpin merasakan seluruh tubuhnya terasa kaku, karena kecepatan lemparan anak panah melebihi kecepatan dari busur panah itu sendiri.
Di sisi lain Liu Ryu tersenyum puas, karena kali ini Nina Lockhart yang besar kepala akan berjalan kaki, karena semua kuda mereka mati terkena serangan anak panah.
Wuush! Liu Ryu melesat ke arah kelompok penyerang, hingga satu-persatu pihak lawan berjatuhan dari atas pohon.
Bahkan pemimpin yang mencoba melarikan diri, hanya menoleh sebentar, lehernya langsung terputus.
" Gluug." Nina Lockhart menelan ludah kasar, sambil menatap ke arah tumpukan mayat yang semuanya memiliki anggota tubuh yang tidak utuh.
Liu Ryu memang sengaja menumpuk mayat di depan Nina Lockhart, agar wanita itu tidak menganggap bahwa nama besar keluarga bisa melakukan apapun.
" Sebenarnya aku ingin membunuh lebih banyak lagi. Sayangnya jumlah mereka terlalu sedikit." Liu Ryu bicara dengan nada datar, sambil berjalan dengan santai ke kudanya.
Meskipun perkataan Liu Ryu diikuti sebuah senyuman kecil, namun kali ini nyali Nina Lockhart menjadi ciut.
Apalagi setelah melihat tumpukan mayat di depan matanya yang Liu Ryu anggap terlalu sedikit, membuat Nina Lockhart tidak berani berkata kepada Liu Ryu.
" Kuda kita semua sudah mati, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan." Nina Lockhart memasang wajah masam, karena tidak berani meminjam kuda yang ditunggangi oleh Liu Ryu dan Elena.
" Baik tuan putri." Jawab komandan Celine, lalu menuntun perjalanan mereka.
Di sisi lain, Liu Ryu yang berada di atas kudanya di barisan belakang, kini mengibaskan tangannya membuat tumpukan mayat tersebut hangus terbakar.
__ADS_1
Jika saja Dunia Quzhu sudah terbuka, maka maka mayat tersebut bisa ditempatkan di Dunia Quzhu.
Namun untuk membuka Dunia Quzhu, Liu Ryu harus membutuhkan Qi lebih banyak lagi, sehingga dia hanya bisa membakarnya saja.
Tentu pemandangan tersebut tidak lepas dari semua yang berada di tempat itu, termasuk Elena itu sendiri.
Namun tidak ada yang berani berkata apapun, karena mereka sadar bahwa mereka hanya seperti seekor semut di mata Liu Ryu.
" Suamiku, bagaimana menurutmu jika aku menggunakan kekuatan Sihir untuk menyerap energi dari mayat hewan buas ataupun sekelompok bandit?" Tanya Elena, karena hanya dengan demikian dia bisa kuat lebih cepat.
" Apa kamu bisa melakukannya?" Tanya Liu Ryu.
" Sebenarnya aku juga tidak yakin. Hanya saja aku ingin mempraktekkan Sihir rahasia keluarga kami." Elena menjelaskan bahwa di keluarga mereka ada teknik Sihir rahasia yang sangat kuat.
Namun untuk menguasai Sihir rahasia, membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi.
" Baiklah, aku akan membantumu untuk mengumpulkan hewan buas atau apapun yang kita temui dalam perjalanan." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan Cincin pemulihan miliknya kepada Elena.
Selama dalam perjalanan, Liu Ryu mengajarkan kepada Elena agar bisa menggunakan Cincin pemulihan.
" Jadi ini Cincin tepat menyimpan harta?" Elena sangat kagum dengan cincin yang diberikan oleh Liu Ryu.
Bahkan dengan arahan dari Liu Ryu, Elena juga sudah bisa menggunakan cincin tersebut dengan baik.
Dengan memasukkan tongkat sihir ke dalam Cincin miliknya, Elena mulai menyerap energi dari hewan buas yang berada di dalam Cincin tersebut.
Dengan bantuan pelindung yang diciptakan oleh Liu Ryu, Elena bisa duduk dengan sempurna di atas kuda,. sehingga dia bisa berkonsentrasi untuk menyerap energi hewan buas.
Bahkan secara perlahan, semua hewan buas tersebut mengurai menjadi butiran cahaya, lalu masuk ke dalam tongkat sihir Elena.
" Berhasil." Elena tersenyum puas, karena dia bisa menguasai teknik Sihir rahasia keluarga mereka yang sangat sulit dikuasai.
Tentu itu semua berkat Pil Pelangi yang diberikan Liu Ryu sebelumnya, sehingga intisari kehidupan hewan buas dengan mudah masuk ke dalam tubuh Elena melalui tongkat sihir miliknya.
*******
Tujuh hari telah berlalu, kini rombongan tersebut sudah mendekati kota Ludya, dimana selama dalam perjalanan Liu Ryu senantiasa menghadang kelompok hewan buas ataupun sekelompok bandit.
__ADS_1
Tentu itu semua Liu Ryu lakukan demi perkembangan Elena, sehingga semakin hari wanita itu semakin kuat.