SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 300. Mulai Dari Ekor


__ADS_3

Namun itu semua atas kemauan Shang Wushuang itu sendiri, karena dia lebih senang duduk di pangkuan suaminya.


Dengan senyuman khas dari wajahnya, Shang Wushuang langsung duduk di pangkuan Liu Ryu sambil menoleh ke arah Istri Liu Ryu yang lain seakan ingin mengatakan 'Akulah yang paling beruntung'.


" Xie Xian... Perhitungan kalian sangat buruk." Ucap Sheng Zhishu sambil melirik ke arah Shang Wushuang yang duduk di pangkuan suami mereka.


Tentu Sheng Zhishu berkata demikian, karena Xie Xian lah yang merancang semua kursi di tempat tersebut.


" Sepertinya ada sedikit kesalahan pada saat membuat kursi ini." Xie Xian menghela nafas berat, badan Shang Wushuang telah memonopoli suami mereka.


" Tidak masalah, nanti aku akan menciptakan satu kursi lagi. Dengan begitu, akan lebih adil." Jiu Wei Hu beranjak dari tempatnya ingin menciptakan sebuah kursi yang baru.


" Tidak perlu! Aku tidak keberatan jika tidak memiliki tempat duduk." Shang Wushuang menolak secara halus atas tindakan Istri Liu Ryu yang ingin menciptakan satu kursi lagi, karena dia ingin bermanjaaan dengan suaminya.


" Tapi tetap saja tidak adil." Dengan kekuatan spiritualnya Jiu Wei Hu menciptakan sebuah kursi paling pinggir dari yang lain.


" Cciiihhhh." Shang Wushuang mendengus kesal, lalu duduk di kursi yang disediakan oleh Jiu Wei Hu.


Melihat tingkah Istrinya, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala lalu menceritakan tentang wilayah terlarang Naga Kuno.


" Besok pagi kita akan berangkat ke wilayah Kekaisaran Tanah Merah. Disana kita akan menemukan keberadaan wilayah terlarang Naga Kuno." Liu Ryu mengutarakan tujuannya.


" Suamiku, apa kita tidak melanggar aturan Kekaisaran?" Tanya Tai Bai, karena mereka sudah memiliki Kekaisaran sendiri.


" Tentu itu melanggar aturan Kekaisaran. Tapi kita harus mencari jalan yang lain, agar keberadaan kita tidak diketahui." Liu Ryu berencana untuk melewati wilayah terpencil Kekaisaran Han hingga bisa masuk ke wilayah Kekaisaran Tanah Merah.


" Baiklah, nanti aku akan meminta kepada Wu Tian untuk membeli kuda lagi." Ucap Sheng Zhishu, karena mereka telah bertambah 74 orang.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu berpikir sejenak, karena di Kekaisaran Atas Awan belum ada yang beternak kuda, sehingga dia ingin wilayahnya juga ada yang memelihara kuda.


Sesaat Liu Ryu mengirim pesan jiwa kepada Kelima Jenderal Besar, karena dia ingin meminta bantuan kepada mereka.


Tidak lama kemudian, kelima Jenderal Besar datang ke ruangan tersebut, sambil menundukkan kepala.


" Salam Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Ratu." Kelima Jenderal Besar memberi hormat.


" Mmmm... Aku meminta bantuan kepada kalian untuk membeli kuda sebanyak mungkin. Aku harap semua kota dibawah kekuasaanku juga bisa memelihara kuda." Liu Ryu memberi perintah.

__ADS_1


" Suamiku, bukankah para Kultivator jarang sekali menggunakan kuda ketika bepergian." Tai Lung merasa heran karena Liu Ryu ingin membeli kuda dalam jumlah banyak.


" Aku tau itu. Tapi bagi para pedagang, saudagar dan para bangsawan sangat memerlukan bantuan kuda untuk membawa barang bawaan mereka." Ucap Liu Ryu.


Mendengar ucapan tersebut, Tai Lung mengangguk mengerti, karena strategi itu sangat efektif untuk menarik para warga untuk datang ke wilayah Kekaisaran Atas Awan.


" Untuk masalah itu, Yang Mulia Kaisar tidak perlu khawatir. Aku akan meminta kepada beberapa prajurit agar menyamar sebagai pedagang untuk membeli kuda." Ucap Tou Shuijing, lalu meninggalkan tempat tersebut bersama yang lainnya.


Setelah mereka pergi, Liu Ryu dan Istrinya memilih untuk beristirahat sambil menunggu waktu besok pagi.


*******


Pada keesokan harinya, Liu Ryu dan Istrinya kembali melanjutkan perjalanan saat kuda yang mereka inginkan sudah dibawa oleh para prajurit.


Namun jalur yang mereka tempuh hanya melewati wilayah terpencil, karena sangat minim penjagaan.


Waktu terus berlalu kini Liu Ryu dan Istrinya sudah jauh dari wilayah Kekaisaran Atas Awan, sambil menyusuri jalan setapak.


Sesaat terlihat beberapa sosok yang berpapasan dengan mereka, dimana mereka rata-rata sudah mencapai Bintang Langit.


Beberapa sosok tersebut merasa ragu untuk bertanya kepada kelompok bertopeng, karena tidak terlihat seperti Kultivator pada umumnya.


" Ada apa saudara?" Tanya Liu Ryu.


" Kami sedang mencari buronan Kekaisaran Langit. Jika saudara pernah melihatnya, tolong beritahu kepada kami." Ucap sosok tersebut, lalu mengeluarkan sebuah lukisan dan menunjukkan kepada Liu Ryu dan Istrinya.


Sesaat Liu Ryu menaikkan alisnya karena lukisan yang mereka tunjukkan tidak lain adalah sketsa wajah Tai Bai dan saudarinya.


" Apa kalian ingin mencari kami?" Tanya Tai Bai dan saudarinya sambil membuka topeng mereka.


Sesaat puluhan sosok tersebut sontak kaget karena orang yang mereka cari selama ini menggunakan topeng untuk menyembunyikan wajah mereka.


Sosok itupun secara diam-diam mengukur tingkat Kultivasi kelompok bertopeng, hingga menemukan bahwa ada satu sosok yang sudah mencapai Bintang Raja.


Semua yang berada di tempat itu terlihat pucat, karena kelompok bertopeng tidak hanya sangat banyak, tetapi juga kuat.


" Sialan... Mengapa mereka bisa lebih kuat dalam waktu singkat? Bukankah ribuan tahun yang lalu mereka hanya mencapai Bintang Suci." Gumam sosok tersebut sambil menoleh beberapa sosok yang berada di belakangnya.

__ADS_1


Sesaat beberapa sosok yang di belakangnya memberi isyarat agar tidak mengusik kelompok bertopeng, karena mereka jauh lebih kuat.


" Kenapa diam saja? Bukankah kalian ingin menangkap kami?" Tanya Tai Lung.


Mendengar pertanyaan tersebut, utusan dari Kerajaan Langit Timur memasang wajah masam. Tidak menyangka ketujuh wanita itu memiliki kelompok yang sangat kuat.


" Maaf, sepertinya kami salah orang." Ucap salah satu dari mereka, sambil memberi isyarat kepada rekannya untuk meninggalkan tempat tersebut.


Wuush!


Liu Ryu melesat ke arah mereka untuk menghalangi mereka agar tidak bisa melarikan diri.


" Saudara, menjauhlah dari kami. Kamu tidak tau bahwa kami adalah utusan dari Kekaisaran Langit." Ucap sosok tersebut dengan menggunakan nama kebesaran Kaisar Langit.


" Kebetulan aku memiliki permasalahan dengan Kaisar Langit. Jadi sebelum meremukkan kepalanya, aku bisa meremukkan ekornya." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu, kelompok tersebut terlihat pucat seperti kapas, tidak menyangka telah bertemu dengan seorang Kultivator yang sudah mencapai Bintang Raja.


Dengan terpaksa mereka harus melakukan perlawanan, meskipun sudah tau sendiri hasilnya.


Bbbzzzttt! Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!


Pedang Naga Petir diselimuti elemen Kehampaan, dimana Liu Ryu langsung mengayunkan pedangnya untuk menyerang.


Traaang!


Pedang yang berada di tangan pihak lawan langsung patah.


Slaaash!


Dalam satu kali tebasan, sosok yang berada di depan Liu Ryu langsung mati dengan kondisi kepala terputus.


Wuush!


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Liu Ryu melesat cepat ke arah yang lain, dimana satu-persatu mereka mati dengan kondisi tubuh terpotong.

__ADS_1


Tentu perbedaan tingkat Kultivasi sangat menentukan siapa yang menjadi pemenangnya, dimana kelompok tersebut mati di tangan Liu Ryu seorang diri.


__ADS_2