SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 440. Pertarungan di Dalam Laut


__ADS_3

Setelah berjalan cukup jauh dari bibir pantai, kini rombongan Liu Ryu disambut dengan kedatangan ular laut dalam jumlah banyak.


" Suamiku, biarkan kami yang menghadapi mereka." Ucap Dewi Arinia, langsung menarik busur panahnya.


Liu Ryu pun mengangguk pelan, dimana kedua Istrinya langsung maju ke depan untuk menghadapi puluhan ular laut yang berdatangan.


Jleeep!


Jleeep!


Jleeep!


Satu-persatu serangan anak panah dari Dewi Arinia dan Elena bersarang di kepala ular laut.


Blaaar! Blaaar! Blaaar!


Satu-persatu anak panah yang menancap di kepala ular laut langsung meledak, hingga kepala mereka hancur menjadi kabut darah.


Priscilla juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan pistolnya lalu mengarahkan kepada ular laut yang berdatangan.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Tembakan dari Priscilla juga sangat terarah, sehingga setiap tembakannya bersarang pada kepala ular laut.


Namun yang menjadi perbedaan dari pistol yang digunakan Priscilla, dimana setiap tiga kali tembakan, dia harus mengisi ulang pistolnya dengan peluru yang berbentuk logam berwarna hitam.


" Sepertinya dengan kalian bertiga saja sudah cukup." Ucap Liu Ryu yang sambil menatap kedua Istrinya yang dengan gesit melancarkan serangan anak panah mereka.


Sambil berjalan melewati tanah kering yang muncul di lautan lepas, Dewi Arinia dan Elena terus membunuh satu-persatu ular laut yang berdatangan.


Di sisi lain, Liu Ryu menyipitkan matanya karena dia dapat merasakan aura yang sangat kuat dari kedalaman lautan yang sedang menuju ke arah mereka.


Agar tidak berdampak buruk terhadap Staid dan Priscilla, Liu Ryu berinisiatif untuk menghadang sosok itu.


Bboooom!


Liu Ryu langsung menyelam ke dasar lautan untuk menemui sosok yang mendatangi mereka.


" Gawat! Nona... Master." Priscilla terlihat panik karena Liu Ryu langsung menceburkan dirinya di lautan, tanpa memperdulikan ular laut yang berdatangan.


Bahkan Staid yang juga menyaksikan, kini terlihat panik karena di dalam air, bukanlah tempat yang aman bagi manusia.


Terlebih beberapa ular laut langsung berbalik arah untuk mengejar Liu Ryu, tentu sangat berbahaya baginya.


" Kalian tidak perlu khawatir! Suami kami sudah tau apa yang harus dia lakukan." Ucap Dewi Arinia, karena dia sudah mengetahui kemampuan suaminya.


Meskipun masih tidak percaya, Staid dan Priscilla hanya menggelengkan kepala, berharap agar Liu Ryu bisa bertahan.


Di sisi lain Liu Ryu yang sudah berada di kedalaman lautan, kini tatapannya tertuju pada sosok pria berambut panjang dimana setengah badannya berbentuk ular laut.


Manusia setengah ular laut yang memegang senjata berbentuk trisula, kini menatap tajam ke arah Liu Ryu.


" Manusia... Kalian telah berani membunuh rakyatku." Ucap raja siluman ular laut, sambil menatap ke arah Liu Ryu.

__ADS_1


" Mereka yang terlebih dulu menyerang kami, apa ada yang salah jika kami membela diri?" Tanya Liu Ryu, sambil menatap ke arah raja siluman ular laut.


" Lancang!" Raja siluman ular laut yang tidak menerima alasan dari Liu Ryu, kini langsung mengangkat trisula miliknya lalu mengarahkan kepada Liu Ryu.


Buussshh!


Sebuah pusaran air setinggi belasan meter, melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.


Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengalirkan Qi pada telapak tangannya, lalu menyatukan kedua telapak tangannya di depan.


Buussshh!


Sebuah tembakan laser Kehampaan yang berdiameter sekitar setengah meter, melesat cepat ke arah pusaran air.


Bboooom!


Blaaar!


Benturan keras dari kedua serangan menciptakan gelombang air laut terangkat ke udara hingga menciptakan jamur raksasa.


Raja siluman ular laut menyipitkan matanya karena sosok yang berada di depannya tidak bisa dianggap remeh.


" Gelombang Penghancur."


Blaaar!


Pusaran air tercinta dari dua arah, langsung melesat ke arah Liu Ryu, hingga air laut yang awalnya sangat tenang, kini menciptakan gelombang besar.


" Seni Kehampaan, Ledakan Pemusnah."


Bboooom!


Bboooom!


Ledakan dari benturan energi dari kedua belah pihak menciptakan gelombang pasang, membuat air laut terangkat ke udara.


" Gelembung Air, Menyapu Daratan."


Buussshh!


Bola air yang memadat hingga seperti benda logam keluar dari trisula milik raja siluman ular laut mengarah kepada Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.


" Seni Kehampaan, Bola Kehampaan."


Buussshh!


Liu Ryu kembali menyatukan kedua telapak tangannya ke depan, hingga tercipta Qi unsur elemen Kehampaan, melesat cepat ke arah bola air.


Bboooom!


Benturan dari kedua bola energi, menciptakan kerusakan di dasar lautan, menyapu bersih semua yang berada di sekitar mereka.


Bahkan Dewi Arinia dan Elena juga kedua sosok yang berada mereka juga merasakan dampak getaran gempa dari pertarungan dibawah laut.

__ADS_1


" Gawat! Kekuatan macam apa ini." Staid dan Priscilla terlihat pucat saat melihat kedatangan gelombang air pasang yang mengarah kepada mereka.


" Pelindung Cahaya, Kubah Cahaya."


Dewi Arinia dan Elena langsung menyatukan kedua telapak tangan mereka, untuk menghalau gelombang air pasang.


Buussshh!


Sebuah kubah transparan mengelilingi mereka saat gelombang air pasang sudah mendekat.


Bboooom!


Sebuah benturan keras dari gelombang air pasang bersarang pada kubah transparan, membuat air laut terpisah ke dua arah.


Dewi Arinia dan Elena bernafas lega, karena efek benturan energi dari Liu Ryu yang sedang bertarung dibawah laut masih bisa mereka tahan.


Jika saja wilayah pertarungan sangat dekat dengan mereka, dapat dipastikan kubah transparan tidak mampu menahan beban dari gelombang air pasang.


Di sisi lain Liu Ryu dan berada di bawah laut, kini harus terpental belasan meter, juga raja siluman ular laut juga terpental puluhan meter.


Wuush!


Liu Ryu melesat ke arah raja siluman ular laut dengan kecepatan tinggi layaknya meteor.


Wuush!


Raja siluman ular laut juga tidak mau kalah, langsung melesat ke arah Liu Ryu sambil mengarahkan trisula miliknya ke depan.


Karena raja siluman ular laut menggunakan senjata, Liu Ryu juga mengeluarkan Pedang Naga Petir, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.


" Seni Kehampaan, Tebasan Pembelah Bumi."


Creeessh!


Sebuah Qi unsur elemen Kehampaan membentuk bilah pedang raksasa mengarah ke raja siluman ular laut.


Melihat serangan tersebut sangat berbahaya, raja siluman ular laut langsung berhenti, seraya menyilangkan trisula miliknya dengan kedua tangannya.


Traaang!


Tebasan dari Qi unsur elemen Kehampaan, bersarang pada trisula milik raja siluman ular laut hingga terpotong menjadi dua bagian.


Craaakk!


Bilah pedang raksasa terus mengarah kepada raja siluman ular laut hingga tubuhnya terbelah menjadi dua bagian, mulai dari bahu hingga ekornya.


" Terlalu cepat." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah mayat raja siluman ular laut.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu mengambil Inti Roh raja siluman ular laut yang seukuran dua meter persegi.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu menaikan alisnya, karena ada aura yang lain sedang menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


Wuush!

__ADS_1


Terlihat sosok wanita yang setengah badannya berbentuk ular laut, juga memegang sebuah trisula.


__ADS_2