
Xie Shui yang juga merasakan adanya Aura yang sangat kuat kini juga tengah bersiap menantikan kedatangan dari asal aura tersebut.
Namun Ryu tidak ingin melibatkan Xie Shui karena belum waktunya dia ikut bertarung, meskipun dia memiliki fisik yang sangat kuat.
Setelah beberapa saat, kini terlihat lima sosok Berpakaian Tanlan yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari sebelumnya dengan bagian telinga memanjang.
" Siapa yang berani melenyapkan pasukan kami?" Tanya salah satu sosok tersebut.
" Aku.. Apa kalian ingin menuntut balas? Lalu kenapa pasukan kalian begitu haus untuk membunuh?" Ryu menyipitkan matanya.
" Itu bukan urusanmu. Kami bebas membunuh siapa saja yang kami inginkan. " ucap sosok tersebut dengan nada tinggi.
" Lebih baik kalian pergi sebelum aku berubah pikiran dan menghapus Ras kalian dari dunia ini." Ucap Ryu sambil berjalan mendekati mereka.
" Kau terlalu sombong anak muda. Jangan berfikir kamu bisa menghancurkan kami" Ucap sosok tersebut yang terlihat geram.
" Sekali lagi aku peringatkan! Lebih baik kalian pergi! Semut seperti kalian seharusnya tau diri." Ucap Ryu sambil melepaskan Aura Dewa Agung.
" Gluug." Kelima sosok menelan ludah berkeringat dingin.
Meskipun Aura Dewa Agung yang dilepaskan oleh Ryu tidak terlalu berpengaruh terhadap mereka, namun jika Aura yang dilepaskan bisa menekan mereka itu artinya sosok tersebut memiliki kekuatan besar.
" A_Aura apa ini? Apa dia Dewa Ashura? Tidak, Aura ini lebih kuat lagi." Gumam kelima sosok tersebut.
" Ada apa dengan kalian? Dimana kata angkuh dari Kalian sebelumnya?" Ryu langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir.
" Ampun Tuan Pendekar." Ucap mereka serempak, lalu berlutut di hadapan Ryu.
" Sudah aku katakan dari awal, tapi kalian tidak mengindahkan perkataanku" Ryu berjalan ke arah Lima Sosok tersebut.
" Ampun Tuan Pendekar... Kami tidak Akan mengulanginya lagi." ucap salah satu sosok tersebut dengan tangan gemetar.
" Baiklah... Aku mengampuni kalian. Tapi jika kalian mengulanginya, maka aku tidak segan menghapus kalian dari Dunia kalian sendiri." Ryu memperkirakan Dunia kecil tersebut adalah tempat pelarian Tanlan.
" Ba_Baik Tuan Pendekar." Kelima Sosok tersebut menundukkan kepala lalu meninggalkan tempat tersebut.
" Tuan Pendekar, mengapa kamu tidak membunuh mereka?" Tanya Xie Shui.
__ADS_1
" Aku berharap mereka tidak membuat ulah lagi. Sangat disayangkan jika mereka semua harus mati terbunuh." Ucap Ryu lalu kembali menuju ke arah prajurit Kekaisaran.
" Terimakasih telah membantu kami Tuan Pendekar." Ucap Jenderal Gong.
" Tidak masalah... Sepertinya Tuan Putri sudah bertemu dengan rombongannya. Aku juga ingin mencari rombonganku." Ucap Ryu lalu menghapus kembali Formasi Yin-Yang Kura-kura.
" Pendekar Ryu, apa aku bisa ikut bersamamu?" Tanya Sun Kim Ai yang tidak ingin melepaskan pemuda tersebut.
Apalagi saat melihat kekuatan dari Ryu, tentu siapa saja pasti ingin menjadi kekasihnya. Terlebih lagi Sun Kim Ai sangat tertarik kepada Ryu.
" Maaf Tuan Putri... Jalan yang kami tempuh akan terlalu berbahaya. Lebih baik kalian menuju ke arah timur." Ryu menunjuk ke sebuah arah.
" Pendekar Ryu, aku harap kita bisa bertemu kembali." Sun Kim Ai senyum manis sambil menatap ke arah Ryu.
Melihat tingkah wanita tersebut, Ryu hanya menundukkan kepala lalu meninggalkan mereka bersama Xie Shui.
" Mereka sungguh Pasangan serasi" Ucap salah satu Komandan sambil menatap kepergian Ryu dan Xie Shui.
Mendengar perkataan dari Komandan, Sun Kim Ai tersenyum pahit karena dia juga ingin berada di samping pemuda itu.
" Kami telah menemukan banyak harta benda di reruntuhan sebelumnya. Tapi itu semua berkat Tuan Pendekar itu tadi." Ucap salah satu prajurit yang bersama dengan Ryu sebelumnya.
Mendengar perkataan dari prajurit itu, Jenderal Gong, para Komandan dan para prajurit tersenyum masam karena tidak bisa menemukan apapun di dunia tersebut.
" Sepertinya kita mencari tempat lain ke arah timur. Semoga saja kita beruntung." Jenderal Gong membawa rombongan ke arah yang ditunjukkan Ryu sebelumnya.
*******
Di sisi lain Ryu yang melesat jauh, kini terus terbang ke arah utara untuk mencari keberadaan Xie Xian dan Jiu Wei Hu.
Setelah beberapa hari melakukan perjalanan, kini Ryu telah menemukan dimana Aura dari Xie Xian dan Jiu Wei Hu.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung melesat ke arah tersebut hingga terlihat dua sosok wanita yang sedang berjalan santai
" Suamiku." Xie Xian tersenyum canggung karena mereka sudah ditemukan.
" Suamiku, ini semua ide dari Xie Xian." Jiu Wei Hu melemparkan kesalahan kepada Xie Xian.
__ADS_1
" Bukankah kamu yang memberi usulan sebelumnya?" Xie Xian merasa tidak terima jika semua kesalahan dilemparkan kepadanya.
Karena itu semua adalah ide mereka berdua.
" Sudahlah, yang penting sekarang tidak terjadi apapun terhadap kalian." Ryu tidak ingin membahas terlalu jauh karena masalah itu tidak terlalu penting.
Sesaat Xie Xian dan Jiu Wei Hu tertuju pada sosok wanita yang berada di belakang Ryu, membuat mereka sedikit menyelidik.
" Suamiku, siapa wanita itu?" Tanya Xie Xian sambil menunjuk ke arah Xie Shui.
" Dia adalah Putri Kalajengking Putih dari Dunia Dongwu. Dia tersesat di dunia ini." Ryu memperkenalkan Xie Shui.
" Salam Tuan Putri. Aku Xie Shui, memberi hormat." Xie Shui menundukkan kepala.
" Istriku, Bawa Xie Shui ke Dunia Quzhu. Setelah bertemu dengan Shuijing dan Jiu, dia bisa tinggal bersama mereka." Ucap Ryu, karena dia tidak ingin Istrinya curiga.
" Hmmm, baiklah. Kalau begitu kami pergi dulu." Xie Xian dan Jiu Wei Hu membawa Xie Shui ke Dunia Quzhu.
Setelah mereka pergi, Ryu kembali melanjutkan perjalanan menuju ke arah timur dimana dia dapat merasakan ada tanda kehidupan di tempat tersebut.
Setelah berjalan beberapa saat, Ryu menemukan sebuah gerbang besar yang terlihat kokoh.
" Kenapa bangunan ini terlihat sangat megah." Ryu bergumam sambil menatap ke arah depan.
Karena rasa penasaran, Ryu berjalan mendekati gerbang tersebut kini dijaga beberapa penjaga berpakaian prajurit, namun terlihat seperti manusia pada umumnya.
" Siapa mereka? Sepertinya mereka memiliki darah campuran dari Ras manusia dan Ras Iblis." Ryu bergumam sambil melangkahkan kakinya.
" Manusia... Apa yang kamu lakukan disini? Sebaiknya kamu kembali ke tempat asalmu sebelum hal buruk menimpamu." Ucap salah satu penjaga gerbang.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu mengerutkan kening. Jelas-jelas sosok yang berada di depannya memiliki darah campuran manusia.
" Biarkan dia masuk! Yang Mulia Raja ingin bertemu dengan pemuda itu." Ucap sosok baru datang dari dalam Istana.
" Baik Jenderal." Ucap salah satu penjaga gerbang, lalu membuka pintu.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung masuk ke dalam yang dibawa langsung ke Istana oleh Jenderal tersebut lalu dihadapkan dengan sosok yang terlihat berwibawa dan berkharisma.
__ADS_1