SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Inti Roh Paus


__ADS_3

Setelah cukup lama menikmati kebersamaan mereka, kini Feng Yi Liang beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan diri diikuti Feng Quinlan dan yang lain.


Begitupun dengan Ryu, dia langsung keluar dari kamar menuju ruang tamu sambil mengirim pesan jiwa kepada Istrinya.


Tidak lama kemudian Feng Quinlan dan yang lain muncul dengan membawa hidangan agar bisa makan bersama.


" Suamiku... Kita makan dulu." Ucap Feng Quinlan sambil menyajikan makanan di atas meja.


" Mmmm." Ryu mengangguk lalu menikmati hidangan tersebut.


Begitupun dengan Feng Quinlan dan yang lain, mereka dengan senang hati menikmati hidangan bersama Ryu.


Saat selesai makan, Ryu menatap mereka bergantian hingga membuat mereka tersipu malu.


" Suamiku... Mengapa kamu memandang kami seperti itu." Feng Quinlan menunduk tidak berani menatap wajah Ryu.


" Aku ingin membawa kalian ke suatu tempat." Ucap Ryu.


Dengan sebuah anggukan kecil, kelima wanita itu mengikuti apa yang dikatakan Ryu, meskipun belum mengetahui kemana mereka akan dibawa.


Dalam hitungan detik kini mereka telah berpindah ke Dunia Quzhu tepat di depan Istana Kristal.


" Suamiku... Tempat apa ini?" Feng Quinlan dan yang lain sontak kaget karena sudah berdiri di depan Istana yang terlihat megah dan mewah.


Mereka juga disambut dengan aroma wangi dari Bunga Melati Emas yang seakan memanjakan hidung mereka.


" Ini adalah Duniaku. Dunia Quzhu. Dan Istana Kristal ini sebagai tempat kediamanku dan Istriku. Sekarang juga akan menjadi kediaman kalian." Ucap Ryu sambil membawa mereka ke tempat menanam Sumberdaya.


Kelima wanita itupun tidak henti dengan kekagumannya saat melihat Sumberdaya yang tumbuh subur di Dunia Quzhu.


Apalagi saat melihat Harta langit yang begitu banyak, Feng Quinlan dan yang lain merasa sesak nafas dan terharu.


" Suamiku.... Kemana Istrimu yang lain?" Tanya Feng Yu Ming.


" Aku sudah mengirim pesan jiwa kepada mereka. Mungkin mereka ada pekerjaan lain." Jawab Ryu sambil membawa mereka kembali ke Istana Kristal.


" Suamiku... Apa di Dunia Quzhu ini banyak Hewan Roh?" Tanya Feng Quinlan, karena dia memperkirakan bahwa di Dunia Quzhu lebih luas dari Benua Timur.


Bahkan energi alam yang ada di tempat itu sangat padat, tentu akan sangat berguna untuk meningkatkan Kultivasi.


" Benar... Disini juga banyak Hewan Roh. Mereka rata-rata sudah mencapai tingkat Bumi dan tingkat langit. Tapi ada beberapa yang sudah mencapai tingkat Surgawi." Ucap Ryu dengan santai.


Mendengar ucapan dari Ryu, Feng Quinlan dan yang lain langsung membulatkan mata karena untuk berhadapan dengan Hewan Roh tingkat langit saja sangat berbahaya, apalagi untuk tingkat Surgawi.

__ADS_1


" Kalian tenang saja... Semua Hewan Roh tidak ada yang berani mendekati wilayah ini." Ucap Ryu yang mengetahui kekhawatiran mereka.


Saat berada di Istana Kristal, Ryu meminta kepada Feng Quinlan dan yang lain agar bisa meningkatkan Kultivasi.


Dengan kemampuannya Ryu bisa membantu Feng Quinlan dan yang lain agar bisa mencapai Pendekar Langit tahap akhir.


Namun setelah itu Ryu meminta kepada mereka untuk menerobos Pendekar Surgawi, karena untuk menerobos Pendekar Surgawi tahap awal harus dilakukan secara individu.


Meskipun mereka sedikit ragu dengan apa yang dikatakan Ryu, namun mereka memilih untuk percaya.


" Sekarang ambillah Pil ini." Ryu memberikan Pil Kultivasi Tingkat Langit kepada mereka.


Meskipun Feng Quinlan dan yang lain begitu ragu untuk menelan Pil sebanyak itu, namun mereka berpikir tidak mungkin Suami mereka melakukan hal yang buruk.


Saat menelan Pil Kultivasi yang begitu banyak, tentu akan membuat tubuh mereka akan meledak karena melebihi batas kemampuan fisik mereka.


Mereka pun mengambil puluhan Pil tersebut lalu menelannya hingga beberapa saat energi dari Pil tersebut seakan ingin menghancurkan tubuh mereka.


" Tetaplah berkonsentrasi dan seraplah semuanya." Ryu langsung menyalurkan Qi miliknya untuk membantu proses penyerapan tenaga.


Sesaat Feng Quinlan dan yang lain merasakan tubuh mereka mampu menyerap khasiat Pil tersebut dengan lahap.


Hingga beberapa saat kemudian mereka sudah mencapai Pendekar Langit tahap menengah.


" Luar biasa... Aku tidak menyangka kita bisa naik dua tingkat hanya dengan waktu satu hari." Ucap Feng Quinlan.


" Mmmm.... Untuk menerobos Pendekar Surgawi tahap awal, kalian harus melakukannya sendiri. Tapi sebelumnya kalian harus menyeimbangkan Fondasi kalian dan berlatih." Ucap Ryu.


" Baik Suamiku." Feng Quinlan dan yang lain mengangguk.


Ryu pun membawa kelima Istrinya menuju kamar utama Istana Kristal untuk membersihkan diri.


Setelah semua selesai mandi, Ryu juga membersihkan diri, sedangkan Feng Quinlan dan yang lain langsung menuju lantai dasar untuk memasak.


Ryu yang sudah membersihkan diri, tidak lama kemudian Feng Quinlan dan yang lain membawa hidangan yang baru mereka masak.


" Suamiku... Kita makan dulu." Feng Yu Ming menyusun makanan di atas meja.


" Mmmm." Ryu langsung mengambil tempat untuk menikmati hidangan tersebut bersama kelima Istrinya.


Saat selesai makan, Feng Yi Liang langsung membersihkan tempat tersebut kembali ke dapur Istana.


Ryu sebenarnya ingin memberikan Kitab kepada mereka, namun setelah dipikir lagi pasti Sheng Zhishu dan yang lain memiliki rencana lain kepada kelima Istri barunya itu.

__ADS_1


" Suamiku... Ambillah Inti Roh Paus ini. Kata kakekku, Inti Roh Paus itu merupakan Hewan Ilahi yang sudah berusia jutaan tahun." Feng Quinlan mengambil Inti Roh dari Cincin Ruang miliknya.


Terlihat Inti Roh tersebut memiliki ukuran yang sangat besar hampir setinggi manusia dewasa berbentuk persegi.


Ryu yang melihat Inti Roh tersebut langsung mengerutkan kening, karena selama dalam perjalanan ke berbagai Benua, dia tidak pernah bertemu dengan Ikan Paus.


' Sungguh keberuntungan langit. Dengan begitu Chie'er bisa membuat Pil Jiwa' Ryu membatin sambil menatap ke arah Inti Roh tersebut.


Keterangan:


Pil Jiwa yang ingin Xin Chie ciptakan adalah sebuah Pil untuk membuat seseorang Kultivator bisa hidup abadi.


Meskipun sebenarnya Ryu juga bisa membuat Pil tersebut, namun dia lebih memilih agar Xin Chie saja yang melakukannya.


" Hanya itulah satu-satunya harta peninggalan Keluarga Feng yang tersisa. Kami tidak bisa menyerapnya karena itu terlalu besar. Kakek bilang, leluhur Keluarga Feng mendapatkannya saat bepergian ke Benua Selatan. Untuk mendapatkan Inti Roh Paus itu, puluhan anggota Keluarga Feng harus kehilangan nyawa." Feng Quinlan menjelaskan tentang Inti Roh tersebut.


" Terimakasih Lan'er." Ryu tersenyum seraya memasukkan Inti Roh tersebut ke Cincin miliknya.


Tidak lama kemudian Feng Yi Liang juga muncul di kamar tersebut lalu duduk di samping Feng Quinlan.


" Hari sudah malam... Lebih baik kita istirahat! Sepertinya Istriku yang lain masih memiliki pekerjaan." Ucap Ryu sambil berjalan mendekati tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya.


Melihat hal itu, Feng Quinlan dan yang lain saling berpandangan lalu secara perlahan berjalan mendekati tempat tidur dan berbaring di samping Ryu.


Kelima wanita itupun terlihat masih gugup dengan memasang wajah memerah sambil melirik ke arah Ryu.


Melihat tingkah dari kelima Istrinya itu, Ryu berinisiatif untuk melakukan petualangan bersama kelima Istrinya tersebut.


" Sepertinya kalian terlalu tegang." Ucap Ryu seraya mencium kening Feng Quinlan dan Feng Yi Liang yang kebetulan tidak jauh darinya.


" Maaf Suamiku." Feng Quinlan berusaha untuk membiasakan diri bersama Suami mereka.


" Mungkin kita akan mengingat kembali kejadian itu." Ucap Ryu sambil mengisyaratkan kepada mereka.


" Ah." Feng Quinlan dan yang lain sontak kaget, namun cepat mengendalikan diri.


Secara perlahan Ryu mencium bibir Feng Quinlan sehingga wanita itu langsung menutup mata mulai menikmati apa yang dilakukan Ryu kepadanya.


Semakin lama Ryu juga melepaskan pakaiannya yang kini secara sukarela Feng Quinlan juga melepaskan pakaiannya diikuti yang lain.


Saat semuanya sudah berada dalam angan-angan keindahan dunia surgawi, Ryu langsung melakukan hubungan suami-istri kepada kelima Istrinya tersebut secara bergantian.


Begitupun Feng Quinlan dan yang lain begitu menikmati keperkasaan Suami mereka itu hingga semua hasrat mereka tersalurkan dengan penuh kebahagiaan dan tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2