
Sesaat para penjaga menoleh ke arah 24 wanita yang bersama dengan rombongan tersebut, sehingga mereka mengangguk mengerti.
Meskipun diantara rombongan tidak terlihat sosok pemimpin, namun mereka berfikir bahwa pemimpin prajurit telah melakukan kesenangan tersendiri.
" Silahkan masuk." Para penjaga gerbang langsung membuka pintu.
Salah satu prajurit langsung menuntun mereka menuju Istana Walikota, dimana banyak sekali prajurit yang lain sedang berjejer rapi.
Saat itu juga beberapa prajurit merapatkan diri kepada prajurit yang lain seakan memberi Isyarat kepada rekannya.
Ryu yang menyadari hal itu, berspekulasi bahwa para prajurit juga tidak senang dengan Walikota Hunnam yang sekarang.
" Saudara... Cepat kumpulkan semua prajurit yang lain! Sudah waktunya kita memberontak." Bisik beberapa prajurit kepada rekannya yang lain.
" Benarkah? Apa kalian yakin?"
" Kita hanya bawahan, jika diketahui oleh anggota Klan Hun, maka tamatlah riwayat kita."
" Bukan hanya kita saja, tapi anggota keluarga kita."
" Kalian tau sendiri bahwa anggota Klan Hun juga membawa Istri dan putri kita. Apa kita hanya terus berdiam diri?"
Sebuah diskusi dadakan di antara para prajurit, hingga mereka terdiam sejenak lalu menoleh ke arah Ryu.
" Pemuda itu baru saja membunuh anggota Klan Hun yang memimpin kami sebelumnya hanya dengan satu kali kibasan tangan. Kalian tau sendiri pemimpin sebelumnya sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir." Ucap prajurit yang bersama dengan anggota Klan Hun yang mendatangi kediaman Ryu.
Mendengar ucapan tersebut, semua terdiam sejenak lalu memberi isyarat kepada satu sama lain untuk mengambil tindakan dan berkumpul di tempat tertentu.
" Hei... Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya salah satu penjaga yang melihat kedatangan para prajurit.
" Bunuh mereka!" Salah satu prajurit yang berada di tempat itu langsung memberi instruksi.
Meskipun puluhan para penjaga memiliki tingkat Kultivasi yang tinggi, namun para prajurit yang memiliki jumlah yang sangat banyak tidak gentar sama sekali, langsung mengeroyok para penjaga gerbang.
" Sialan... Kenapa kalian menyerang kami?" Salah satu penjaga gerbang berkeringat dingin karena dirinya sedang dikeroyok puluhan prajurit.
Begitupun dengan rekannya yang lain juga mengalami nasib yang sama, dimana mendapatkan lawan lebih dari 30 orang.
Hanya dengan satu gelombang para prajurit yang berjumlah ratusan, langsung membunuh semua penjaga gerbang.
__ADS_1
" Sekarang kita pergi ke kediaman para prajurit yang mendukung tindakan Walikota Hunnam." Ucap salah satu prajurit yang telah selesai membunuh puluhan penjaga gerbang.
" Baik." Jawab mereka serempak lalu menuju ke kediaman prajurit.
Tentu mereka sangat mudah untuk mengalahkan para prajurit lain yang merupakan pendukung Walikota Hunnam, karena jumlah mereka sangat banyak.
Namun hal yang mereka khawatirkan hanyalah anggota Klan Hun yang ada di dalam Istana Walikota dan anggota Klan Hun yang berada di bagian utara Kota Hunnam.
Di sisi lain Ryu dan Istrinya yang diantar oleh dua prajurit dan pemilik penginapan, kini langsung masuk ke dalam Istana Walikota Hunnam dimana terlihat sedang bersantai bersama puluhan wanita yang menggunakan pakaian serba minim.
" Mohon maaf Tuan Walikota, kami telah membawa orang itu." Ucap salah satu prajurit yang mengantar Ryu dan Istrinya.
Walikota Hunnam yang kini sedang dimanjakan oleh puluhan wanita, langsung menoleh ke arah sumber suara dimana terlihat seorang pemuda bersama 24 wanita yang membuat gairahnya meningkat.
Sedangkan puluhan wanita yang sedang memanjakan Walikota Hunnam, kini memasang wajah kesal karena ada 24 wanita yang lebih cantik dari mereka.
Begitupun para petinggi Istana Walikota yang juga sedang dimanjakan oleh wanita yang lain, kini menghentikan aktivitas mereka lalu menoleh ke arah sumber suara.
" Sungguh tangkapan yang luar biasa. Tidak hanya membawa pembunuh Putraku, tapi juga membawa 24 wanita yang sangat cantik." Mata Walikota Hunnam berbinar binar saat melihat 24 wanita tersebut, sehingga melupakan Ryu yang telah membunuh putranya.
Bahkan para petinggi Istana Walikota juga melepaskan para wanita yang memanjakan mereka, langsung tertuju pada 24 wanita yang bersama dengan Ryu.
" Apa? Bagaimana mungkin?" Walikota Hunnam dan para petinggi Istana Walikota sontak kaget karena Ryu dengan mudah melepaskan ikatan yang membelenggu tubuhnya.
" Hanya Semut"
Straaing!
Bersamaan dengan ucapannya, Ryu langsung berpindah tempat ke arah Walikota Hunnam.
Kraaack!
Ryu mencekik leher Walikota Hunnam hingga mati seketika.
Melihat kejadian tersebut, puluhan wanita berteriak histeris, langsung berlari meninggalkan tempat itu.
Straaing! Straaing! Straaing!
Xie Xian dan yang lain langsung berpindah tempat untuk membunuh puluhan wanita tersebut.
__ADS_1
Di sisi lain para petinggi Istana Walikota yang tidak sempat mengambil tindakan, kini mengalami nasib yang sama dimana leher mereka langsung patah saat Ryu mencekik mereka satu-persatu.
Pemilik penginapan dan dua prajurit yang menyaksikan kejadian tersebut, kini menelan ludah berkeringat dingin tidak menyangka dibalik keindahan 24 wanita tersebut memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
Bahkan para wanita penghibur juga tidak segan untuk mereka bunuh.
" Sekarang aku yang akan menjadi penguasa di Kota Hunnam ini." Ucap Ryu sambil duduk di kursi milik Walikota Hunnam yang dia bunuh.
Wuush!
Ryu langsung mengibaskan tangannya untuk menarik mayat yang berada di tempat itu.
Sedangkan Xie Xian dan Istri Ryu yang lain langsung memeriksa keadaan di Istana, dan membunuh siapapun yang mereka temui tanpa memandang usia.
Jeritan dan teriakan dari berbagai sudut ruangan, kini sampai di telinga Ryu, namun dia hanya menggelengkan kepala atas tindakan Istrinya.
" Sepertinya mereka terlalu bersemangat untuk membunuh semua yang berkaitan dengan Walikota Hunnam." Ryu bergumam sambil duduk dengan santai di Kursi walikota.
Namun bagi Ryu, sama sekali tidak melarang tindakan Istrinya, karena dia sendiri juga ingin membunuh mereka semua.
Terlebih di dalam Istana Walikota Hunnam hanya ada Pendekar Langit tahap menengah, tentu untuk Istrinya saja sangat mudah mengalahkan mereka.
Tidak lama kemudian para prajurit langsung berkumpul di depan Ryu dengan posisi berlutut, lalu melaporkan bahwa mereka sudah membunuh semua prajurit yang mendukung tindakan Walikota Hunnam sebelumnya.
" Tuan Pendekar, hanya satu yang kami khawatirkan. Mereka adalah Klan Hun itu sendiri." Ucap salah satu prajurit.
" Kalian tidak perlu khawatir. Biar mereka menjadi urusanku." Ucap Ryu dengan nada santai.
Wuush!
Sebuah kubah raksasa melindungi wilayah Istana Walikota, dimana Formasi tersebut diciptakan oleh Feng Quinlan dan saudarinya.
" Tuan Pendekar, diluar ada pelindung yang mengelilingi Istana ini." Salah satu prajurit dengan buru-buru masuk ke dalam ruangan tersebut.
Tentu para prajurit yang berada di luar Istana merasa khawatir karena pelindung tersebut muncul dengan tiba-tiba dan menganggap bahwa itu diciptakan oleh pihak musuh.
" Kalian tidak perlu khawatir. Pelindung itu diciptakan oleh Istriku." Ryu menepis kekhawatiran para prajurit.
Mendengar ucapan tersebut, semua prajurit bernafas lega, lalu keluar dari ruangan tersebut dan hanya menyisakan beberapa sosok.
__ADS_1