
Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu dan Istrinya keluar dari desa tersebut lalu mengambil harta yang dimiliki anggota organisasi Singa Darah.
Liu Ryu yang ingin menarik mayat anggota organisasi Singa Darah ke Dunia Quzhu, kini menaikkan alisnya karena mayat tersebut seakan dilindungi energi tidak kasat mata.
" Tuan muda tinggalkan saja mayat itu! Biarkan aku yang mengurusnya." Kepala desa yang berada di pintu gerbang desa, berjalan mendekati kumpulan mayat.
Sesaat para mayat tersebut menghilang hingga membentuk asap putih dan menyatu dengan asap putih yang melindungi desa.
" DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT." Gumam Liu Ryu secara tidak sadar, lalu membawa Istrinya meninggalkan tempat tersebut.
Setelah melakukan perjalanan cukup jauh, kini Liu Ryu dan Istrinya sudah berada di perbatasan Kekaisaran Tanah Merah, yang dijaga ketat oleh beberapa prajurit.
" Tunggu! Tunjukkan identitas kalian!" Salah prajurit perbatasan menghentikan langkah Liu Ryu, saat kelompok tersebut mendekati pintu perbatasan.
Tentu Liu Ryu dan Istrinya ingin terlihat seperti warga biasa, karena ingin mencari berbagai informasi.
Meskipun Liu Ryu dan Istrinya bisa masuk ke wilayah Kekaisaran Tanah Merah dengan terbang, belum tentu perjalanan mereka mulus.
Tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada Kultivator tingkat tinggi yang mengejar mereka, jika melewati perbatasan secara diam-diam.
" Penjaga... Kami berasal dari Assosiasi Senjata yang ingin membuka cabang di wilayah Kekaisaran Tanah Merah." Ucap Liu Ryu, sambil menunjukkan Lencana Assosiasi Senjata miliknya.
Sesaat para penjaga gerbang menatap ke arah Lencana tersebut,.lalu saling berpandangan.
" Silahkan masuk tuan Pendekar." Salah satu penjaga langsung memberi jalan kepada kelompok bertopeng.
" Terimakasih penjaga." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan satu kantong berisi Batu Roh.
Sesaat salah satu penjaga memeriksa isi dari kantong tersebut, membuatnya sontak kaget saat melihat isinya.
" Kalian telah memenuhi persyaratan. Terimalah Lencana ini, agar kalian tidak kesulitan ketika masuk ke dalam kota di Wilayah Kekaisaran Tanah Merah." Ucap salah satu penjaga gerbang, lalu memberikan Lencana kepada Liu Ryu.
Tentu para penjaga perbatasan Kekaisaran Tanah Merah sudah mengetahui sepak terjang kelompok bertopeng yang berasal dari Assosiasi Senjata yang menghancurkan markas para perampok yang merupakan cabang dari Organisasi Singa Darah.
__ADS_1
" Tuan Pendekar... Apa bisa memberikan waktu sebentar?" Tanya salah satu dari penjaga perbatasan yang merupakan pemimpin dari penjaga gerbang.
Liu Ryu dan Istrinya yang sudah berada di wilayah Kekaisaran Tanah Merah, kini menghentikan langkah mereka lalu menoleh ke arah sosok tersebut.
" Penjaga, apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Liu Ryu.
" Tidak baik berbicara disini, jika berkenan mari kita bicara didalam." Ucap pemimpin penjaga, sambil menunjuk ke arah bangunan yang tidak jauh dari tempat tersebut.
Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu berjalan mengikuti pemimpin penjaga yang diikuti Istrinya.
Bahkan beberapa prajurit lalu kebetulan berada di tempat itu juga menyambut ramah kepada Liu Ryu dan Istrinya.
Mereka dengan senang hati membawa kuda yang menjadi tunggangan Liu Ryu dan Istrinya ke tempat penyimpanan kuda.
" Tuan Pendekar... Aku sebagai prajurit Kekaisaran Tanah Merah sangat berterimakasih kepada kalian, karena telah berhasil menghancurkan markas cabang organisasi Singa Darah."
" Sudah lama pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah ingin menghancurkan Organisasi Singa Darah. Namun persembunyian mereka sangat sulit ditemukan." Pemimpin penjaga gerbang perbatasan menjelaskan.
Apalagi dengan cabang mereka menyebar ke berbagai wilayah, sehingga pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah tidak bisa dengan bebas menelusuri organisasi Singa Darah yang berada di Kekaisaran yang lain.
Tentu itu semua karena sebuah aturan yang berlaku, dimana para prajurit Kekaisaran Tanah Merah tidak bisa masuk ke wilayah Kekaisaran Han dengan bebas.
" Apa yang kalian minta kepada kami?" Tanya Liu Ryu.
" Yang Mulia Kaisar mengumumkan bagi siapa saja yang menemukan markas organisasi Singa Darah, maka dia akan memberikan hadiah yang setimpal." Ucap pemimpin penjaga gerbang perbatasan.
Pemimpin penjaga gerbang perbatasan merasa yakin bahwa kelompok bertopeng memiliki kemampuan khusus untuk melacak keberadaan Organisasi Singa Darah.
Hal itu sangat mendasar, karena dalam waktu singkat cabang organisasi Singa Darah yang berada di Kekaisaran Han bisa dihancurkan.
" Baiklah, aku akan memberikan denah markas Organisasi Singa Darah." Qin Shuomei merasa tidak ada salahnya membantu Kekaisaran Tanah Merah, demi keamanan para warga.
Dengan secarik kertas, Qin Shuomei membuat denah markas Organisasi Singa Darah, lalu memberikan kepada pemimpin penjaga gerbang perbatasan.
__ADS_1
" Assosiasi Senjata ini sangat berbahaya jika berada di pihak musuh. Aku harus melaporkan hal ini kepada Yang Mulia Kaisar. Aku harap Assosiasi Senjata bisa dijadikan sekutu." Pikir pemimpin penjaga gerbang perbatasan, karena salah satu dari kelompok bertopeng bisa menyerap informasi seseorang.
Tentu untuk mencari Kultivator yang memiliki kemampuan khusus menyerap informasi, bisa dihitung dengan jari.
Meskipun itu ada, namun tidak semua informasi bisa diserap dengan sempurna.
" Terimakasih nona. Aku harap pihak Assosiasi Senjata bisa menjalin kerjasama dengan baik dengan pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah." Ucap pemimpin penjaga gerbang, lalu menyimpan kertas tersebut.
Pemimpin penjaga gerbang perbatasan juga menjelaskan bahwa jika markas Organisasi Singa Darah berhasil ditemukan, maka pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah akan datang ke Assosiasi Senjata yang berada di wilayah Kekaisaran Atas Awan.
" Tidak masalah penjaga. Ini semua demi kebaikan para warga. Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Liu Ryu, lalu meninggalkan tempat tersebut bersama Istrinya.
Saat mereka sudah pergi, pemimpin penjaga juga dengan buru-buru melaporkan hal itu kepada Jenderal Besar.
Tujuannya tidak lain agar tidak ada yang menghalangi pihak Assosiasi Senjata yang berada di wilayah Kekaisaran Tanah Merah.
Jika keberadaan Assosiasi Senjata dipersulit oleh pemerintah kota, maka akan sulit untuk menjalin kerjasama dengan Assosiasi Senjata.
*******
Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya terus memacu kudanya menuju ke wilayah terlarang Naga Kuno.
Tanpa mengalami kendala apapun, Liu Ryu dan Istrinya berhasil sampai di wilayah terlarang Naga Kuno yang berada di sebuah hutan.
Tentu itu semua terjadi karena pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah sudah mengabarkan tentang kedatangan Assosiasi Senjata di wilayahnya.
Bagi siapa saja yang bertemu dengan kelompok bertopeng, maka harus diberikan jalan dan tidak menggangu perjalanan mereka.
" Sepertinya kelompok bertopeng itu ingin memasuki wilayah terlarang Klan Naga. Apa kita harus menghentikan mereka?" Tanya salah satu sosok yang berjaga di hutan terlarang Klan Naga.
" Yang Mulia Kaisar sudah memberi perintah agar tidak menggangu mereka. Sebaiknya kita tidak menggangu." Ucap yang lain yang berada di tempat itu.
Mendengar perkataan dari rekannya, beberapa sosok yang bertugas untuk menjaga hutan terlarang Klan Naga, mengangguk setuju lalu meninggalkan tempat tersebut tanpa sepengetahuan Liu Ryu dan Istrinya.
__ADS_1