SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 175. Kehancuran Kerajaan Hen


__ADS_3

Kini pasukan Ras Peri Kegelapan sangat panik karena untuk melawan pasukan Ras Peri Cahaya saja mereka akan kewalahan.


Apalagi dengan adanya bantuan dari Ryu dan pasukan Semesta, yang membuat mereka semakin terdesak.


Namun Ryu sangat mengakui kehebatan dari Ras Peri Kegelapan. Meskipun memiliki ukuran kecil, namun kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh.


" Saudara Ipar, biar aku yang mengalahkan Ratu mereka." Ucap Guang Liang seraya melesat ke arah Ratu Peri Kegelapan.


Dengan wujud besarnya, Guang Liang menyerang ke arah Ratu Peri Kegelapan seperti ingin menangkap seekor nyamuk.


Baaam!


Saat memiliki celah, Guang Liang menyatukan kedua telapak tangannya dimana Ratu Peri Kegelapan merasakan seluruh tubuhnya remuk.


Kraaack!


Guang Liang meremukkan tubuh mungil Ratu Peri Kegelapan, hingga mati seketika.


Karena telah berhasil membunuh Ratu Peri Kegelapan, Guang Liang tersenyum puas karena berkat Boneka Bernyawa dia bisa mengalahkan Ratu Peri Kegelapan dengan mudah.


Saat itu juga satu-persatu korban berjatuhan dari pihak pasukan Ras Peri Kegelapan, karena tidak memiliki semangat bertarung lagi saat melihat Ratu mereka terbunuh.


Tidak lama kemudian pasukan Ras Peri Kegelapan tidak ada yang tersisa, dimana pasukan Ras Peri Cahaya sangat senang.


" Cepat ambil Sumberdaya yang mereka miliki." Guang Liang memberi perintah kepada bawahannya.


" Baik Yang Mulia Ratu." Jawab beberapa Jenderal lalu masuk ke dalam Istana Kerajaan Hen.


" Saudara Ipar, ciptaanmu ini sangat luar biasa." Guang Liang yang sudah berubah menjadi sosok mungil langsung terbang mendekati Ryu.


" Mmmm... Sepertinya tidak ada lagi yang bisa mengganggu ketenangan Kerajaan Guang dan Kerajaan Gong." Ucap Ryu sambil menatap sosok mungil yang terbang di depannya.


Setelah beberapa saat, kini para prajurit Ras Peri Cahaya sudah keluar dari Istana Kerajaan Hen, dimana mereka sudah menjarah semua harta yang berada di tempat itu.


" Yang Mulia Ratu, kami sudah menjalankan tugas kami." Ucap salah satu Jenderal yang terbang mendekati Guang Liang.

__ADS_1


" Mmmm... Saudara Ipar, Apa kalian ingin berkunjung ke Istanaku?" Tanya Guang Liang sambil menatap ke arah Ryu.


" Mohon maaf saudari Ipar. Sepertinya kita akan berpisah disini. Masih banyak hal yang kami lakukan." Ryu menjelaskan kepada mereka tentang tujuannya.


Mendengar apa yang dikatakan Ryu, Guang Liang memasang wajah murung karena dia tidak ingin berpisah dengan saudarinya.


" Saudara Ipar, bisakah kamu tinggalkan 70 Istrimu untuk tinggal bersama kami?" Sebagai seorang saudara, Guang Liang masih ingin bersama keluarganya.


" Saudari Ipar bisa bicara langsung dengan mereka." Ucap Ryu sambil mengirimkan pesan jiwa kepada 70 Peri Cahaya istrinya.


Sesaat kemudian, Jin Niu dan 69 Peri Cahaya yang lain keluar dari Dunia Quzhu dan muncul di hadapan Ryu.


" Jin Niu dan kalian semua... Aku ingin kalian tinggal bersamaku di Istana Kerajaan Guang." Guang Liang langsung mengutarakan tujuannya dengan nada sedih.


Melihat hal itu Jin Niu dan 69 Peri Cahaya yang lain merasa tidak enak, lalu menoleh ke arah Ryu.


" Suamiku, apa kamu mengizinkan kami untuk tinggal disini? Kami akan berjanji jika kalian sudah berada di Dunia Tiantang, kami juga akan ikut bertarung." Jin Niu mewakili saudarinya yang lain.


" Aku tidak melarang kalian. Suatu saat aku akan kesini untuk menjemput kalian." Ryu tidak ingin mengekang Istrinya, bagaimanapun mereka memiliki keluarga.


" Tenang saja saudara Ipar. Nanti aku akan memoles Istana Kerajaan Hen ini menjadi tempat tinggal 70 Istrimu agar dibawa ke wilayah Kerajaan Guang. Dengan gabungan dari Air Cahaya, Air Kegelapan milik Kerajaan Hen dan beberapa Sumberdaya yang lain, Janin yang ada di perut 70 Istrimu tidak lama lagi akan menjadi seorang bayi." Guang Liang terlihat bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk saudarinya.


Apalagi calon bayi yang ada di perut 70 Peri Cahaya memiliki aura yang sangat kuat, sehingga Guang Liang tidak sabar ingin melihat keponakannya itu.


" Saudari Guang Liang, apa itu benar?" Tanya Jin Niu yang terlihat bersemangat.


Tentu Jin Niu dan 69 Peri Cahaya yang lain tidak sabar ingin melihat anak mereka jika sudah lahir.


" Apa wajahku terlihat bercanda? Tentu saja aku akan melakukan apapun untuk saudariku." Guang Liang terlihat senang kembali berubah seperti sosok manusia, lalu merangkul saudarinya.


" Terimakasih saudari Guang Liang." Jin Niu dan 69 Peri Cahaya yang lain terlihat senang.


" Mmmm." Guang Liang mengangguk, lalu menoleh ke arah beberapa prajurit.


" Bawa Istana itu untuk dijadikan sebagai tempat tinggal saudariku." Guang Liang memberi perintah kepada bawahannya.

__ADS_1


" Baik Yang Mulia Ratu." Semua pasukan Ras Peri Cahaya terlihat bersemangat, lalu terbang mengitari Istana tersebut hingga secara perlahan membentuk butiran cahaya.


Saat semua selesai, pasukan Ras Peri Cahaya kembali melayang di udara mendekati Guang Liang.


" Ayo kita kembali ke Istana Kerajaan Guang." Guang Liang memberi perintah kepada bawahannya untuk kembali.


" Suamiku, kami pergi dulu. Berhati-hatilah di dalam perjalanan." Jin Niu dan 69 Peri Cahaya satu-persatu memeluk suaminya, lalu terbang mengikuti rombongan Guang Liang.


Meskipun Jin Niu dan 69 Peri Cahaya masih ingin bersama suaminya, namun mereka juga merasa tidak enak karena Guang Liang adalah saudara mereka yang sudah lama tidak bertemu.


Terlebih jika mereka berada di Dunia Nuse, maka bayi yang ada di perut mereka akan lebih cepat berkembang.


Tentu Jin Niu dan 69 Peri Cahaya ingin merasakan menjadi seorang ibu bagi anak-anak mereka.


" Sekarang kita lanjutkan perjalanan. Shuijing, Jiu bawa kami ke Istana Kerajaan Shun." Ryu memberi perintah saat rombongan Guang Liang sudah tidak terlihat lagi.


" Baik Dewa Agung." Ucap Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang kini langsung berubah wujud.


Tanpa menunggu lama, mereka pun langsung beranjak dari tempat tersebut menuju Kerajaan Shun.


Saat hari sudah mulai gelap, Ryu meminta kepada Tou Shuijing dan Jiu Tou She untuk berhenti sejenak di sebuah tanah lapang.


" Dewa Agung, kami masih sanggup untuk melakukan perjalanan jauh lagi." Ucap Tou Shuijing yang tidak merasa kelelahan.


" Tidak perlu terburu-buru. Kalian sudah memiliki keluarga masing-masing, luangkan waktu bersama keluarga." Ryu tidak ingin terlalu memaksakan bawahannya, karena mereka juga harus membutuhkan waktu bersama keluarga mereka.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing dan Jiu Tou She mendarat di tanah lapang, mengikuti arahan tuan mereka.


Setelah berada di tanah lapang, Ryu meminta kepada bawahannya untuk kembali ke kediaman masing-masing.


Begitupun dengan Ryu, dia langsung kembali ke Istana Kristal untuk menemui istrinya yang lain.


" Suamiku, apa Jin Niu dan yang lain tinggal di Dunia Nuse ini?" Tanya Xie Xian saat melihat kedatangan Ryu.


Dengan sebuah anggukan, Ryu menjelaskan bahwa Jin Niu dan 69 Peri Cahaya harus berbaur dengan Ras mereka agar bisa mendapatkan pengalaman tentang Ras Peri Cahaya itu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2