SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 191. Gejolak Kekaisaran Harimau


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like Koment dan Rate 🌟 5 ]


*******


Mendengar ucapan dari beberapa pengunjung tersebut, Hun Son sangat senang karena tidak ada yang berani menyinggungnya.


" Siapapun kamu, aku harap cepat pergi dari sini!" Ryu memberi peringatan kepada Pemuda tersebut.


Brraaak!


Hun Son langung memukul meja makan sambil memberi isyarat kepada para pengawalnya.


" Lancang." Ucap Hun Son dengan nada tinggi sambil menatap tajam ke arah Ryu.


" Haaahh.... Aku sudah tidak ada selera makan lagi. Bagaimana dengan kalian?" Ryu bangkit dari tempat duduknya sambil menatap ke arah Istrinya secara bergantian.


" Pengawal, serang pemuda itu!" Hun Son memberi perintah sambil menunjuk ke arah Ryu.


Dari puluhan pengawal tersebut langsung mengeluarkan pedang milik mereka berniat untuk memotong tubuh Ryu hingga beberapa bagian.


Bboooom!


Ryu mengibaskan tangannya membuat tubuh Hun Son hancur menjadi beberapa bagian, meskipun tidak menggunakan seluruh kekuatannya.


" Tuan muda." Puluhan pengawal langsung berlari ke arah tubuh Hun Son yang seperti di mutilasi.


" Anak Muda... Kamu tidak tau siapa orang yang telah kamu bunuh? Dia adalah putra dari Walikota Hunnam. Lebih baik kamu meminta maaf sekarang sebelum kamu menyesal." Salah satu pengawal menatap tajam ke arah Ryu.


Wuush!


Kraaack! Kraaack! Kraaack!


Puluhan pengawal langsung menjadi kabut darah saat Ryu melepaskan Aura Dewa Agung dan hanya mengarahkan kepada beberapa pengawal tersebut.


Melihat pemandangan tersebut, semua pengunjung yang berada di tempat tersebut memasang wajah pucat seperti kapas, bahkan untuk bernafas saja merasa enggan.

__ADS_1


" Jika ada yang ingin menuntut balas, berdirilah di hadapanku!" Ryu menatap ke arah pengunjung lain dengan nada mengancam.


Mendengar ancaman dari Ryu, semua langsung terdiam saling berpandangan satu sama lain berkeringat dingin.


Mereka dapat membayangkan bagaimana kuatnya sosok pemuda yang ada di hadapan mereka, bahkan seorang Pendekar Langit tahap menengah saja bisa hancur berkeping-keping tanpa disentuh.


Saat suasana menjadi hening, kini terlihat satu sosok Pria paruh baya berlari kecil menuju ke arah Ryu dengan tangan gemetar.


" Tu... Tuan Pendekar, mohon maaf atas ketidak nyamanan pelayanan kami. Jika berkenan biarkan aku secara pribadi memberikan hidangan terbaik di penginapan ini." Ucap pria paruh baya yang merupakan pemilik penginapan, memberanikan diri untuk mendekati Ryu.


Tentu pemilik penginapan tidak bodoh, karena dia melihat sendiri bagaimana seorang Pendekar Langit bisa dikalahkan hanya dengan kibasan.


Jika Walikota Hunnam berani bertindak, dapat dipastikan bahwa mereka tidak akan selamat.


Bahkan untuk Kekaisaran Harimau Awan saja berpikir dua kali untuk berhadapan dengan sosok yang ada di depannya sekarang.


" Tuan Pendekar tenang saja, tuan tidak perlu membayar sepeserpun." Ucap pria paruh baya dengan cepat mengutarakan niatnya.


" Terimakasih senior. Kami hanya ingin beristirahat sejenak di penginapan ini. Semua Istriku merasa kelelahan saat melakukan perjalanan jauh." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah Istrinya.


Bahkan pengunjung yang lain juga langsung menunduk. Sangat takut jika Ryu membunuh mereka karena sebelumnya menatap ke arah 24 wanita tersebut dengan penuh nafsu.


Kini para pengunjung hanya mengutuk dalam hati karena pemuda itu bisa mendapatkan Istri yang sangat sempurna.


" Oh... Jika begitu Tuan Pendekar bisa menginap gratis disini! Kebetulan penginapan ini memiliki bangunan khusus untuk Tuan Pendekar." Ucap pria paruh baya sambil menunjuk ke sebuah arah dimana di samping penginapan ada bangunan lain yang merupakan tempat penginapan pribadi.


" Baiklah, kami akan tinggal disini." Ucap Ryu sambil mengeluarkan satu kantong berisi Batu Roh.


" Tuan Pendekar, ini sangat banyak. Bahkan tuan Pendekar tidak perlu membayar sepeserpun." Pria paruh baya menatap ke arah kantong tersebut dapat dipastikan memiliki ribuan Batu Roh.


" Aku tidak bisa memanfaatkan keadaan. Anggap saja sebagai ganti rugi karena telah membuat keributan di penginapan ini." Ryu memberikan satu kantong Batu Roh kepada pemilik penginapan.


" Terimakasih Tuan Pendekar, anda sangat dermawan." Pria paruh baya terlihat senang, lalu memberi isyarat kepada beberapa pelayan untuk melayani sosok tersebut bersama Istrinya.


Dengan sebuah anggukan, enam pelayan wanita langsung mendatangi Ryu lalu menuntun mereka ke tempat penginapan pribadi.

__ADS_1


Saat Ryu dan Istrinya sudah keluar dari penginapan tersebut, pria paruh baya menghela nafas panjang lalu menoleh ke arah beberapa pelayan yang lain.


" Berikan hidangan terbaik untuk Tuan Pendekar tadi! Jangan sampai kecewakan mereka." Pria paruh baya memberi perintah.


" Baik Tuan." Ucap pelayan yang lain, lalu berjalan menuju dapur penginapan.


" Haaahh... Semoga saja pemuda itu bisa membantu permasalahan di Kekaisaran Harimau Awan ini." Pria paruh baya menggelengkan kepala karena dia sudah mengetahui kebusukan Walikota Hunnam.


Namun karena tidak memiliki akses untuk melaporkan kepada pihak Istana Kekaisaran Harimau Awan, maka harapan satu-satunya adalah meminta bantuan kepada sosok pemuda sebelumnya.


Di tempat lain Ryu yang diberikan sebuah tempat tinggal di penginapan pribadi, kini duduk di sebuah kursi yang kebetulan berdekatan dengan bangunan tempat mereka semula.


" Suamiku, kenapa kamu duduk di tempat itu?" Xie Xian merasa heran karena Ryu memilih untuk duduk di pojokan kamar tamu.


" Aku ingin mendengar percakapan mereka yang berada di penginapan itu." Ucap Ryu sambil memperkuat pendengarannya agar terhubung dengan bangunan di samping tempat kediaman mereka.


Mendengar perkataan dari Ryu, Xie Xian dan yang lain hanya menggelengkan kepala sambil menunggu para pelayan membawa makanan kepada mereka.


Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini Ryu tertuju pada beberapa percakapan yang menurutnya sangat menarik.


" Saudara... Apa kamu sudah mendengar kabar bahwa Suku Ular dan Suku Kelelawar telah menjalin kerjasama dengan Ras Org."


" Aku juga pernah mendengarnya. Mereka benar-benar keterlaluan. Beruntung Kaisar Chaizu bisa menekan pergerakan mereka."


" Hanya saja, lawan kali ini sangat kuat dan memiliki banyak pasukan. Aku yakin kelangsungan hidup Suku Harimau tidak lama lagi akan hancur."


" Tapi sebagai sesama Suku Harimau, mau tidak mau kita juga harus ikut membantu pihak Istana Kekaisaran Harimau."


" Itu benar... Tapi sayangnya Walikota Hunnam hanya memperkaya diri sendiri. Bahkan bantuan Sumberdaya untuk perkembangan warga Kota Hunnam tidak diberikan kepada warga."


" Ya... Klan Hun benar-benar keterlaluan. Mereka memanfaatkan situasi ini untuk Klan Hun itu sendiri."


" Tapi aku dengar mereka bekerjasama dengan Suku Naga. Itulah kenapa mereka terlihat tenang saat mendengar kabar ini."


" Kita hanya Kultivator biasa, tidak bisa melakukan apapun. Setiap warga Kota Hunnam yang ingin melaporkan kejadian ini kepada pihak Istana Kekaisaran Harimau, semuanya akan mati dibunuh oleh anggota Klan Hun saat berada di dalam perjalanan."

__ADS_1


Sebuah diskusi yang terdengar di telinga Ryu, yang membuatnya sedikit geram, karena ada beberapa kelompok yang ingin mengorbankan sukunya sendiri demi sebuah kekayaan.


__ADS_2