SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 244. Pembagian Aset


__ADS_3

Namun ketika berhadapan dengan pedang milik Wu Tian, justru tongkat ular tersebut yang memiliki banyak goresan, membuat pihak lawan memasang wajah jelek.


" Seberapa kuat pedang milik pemuda ini? kenapa pedangnya masih terlihat tajam?" Gumam sosok yang menjadi lawan Wu Tian.


Tentu sosok tersebut mengetahui bahwa Wu Tian memang sengaja membenturkan pedang miliknya pada tongkat ular, karena ingin membuktikan bahwa kualitas pedang Assosiasi Senjata memiliki kualitas terbaik.


" Sudah waktunya." Gumam Wu Tian, sambil menyalurkan Qi pada pedang miliknya lalu mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.


Traaang!


Tongkat ular tersebut langsung patah, dimana pihak lawan langsung mengambil jarak hingga mundur beberapa langkah kebelakang.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Para penonton seakan tidak percaya jika tongkat ular yang terkenal sangat kuat, bisa dipatahkan oleh pedang milik Wu Tian.


Sesaat para penonton menoleh ke arah Liu Ryu, dimana mereka berpikir bahwa pedang tersebut ciptaan Assosiasi Senjata.


Di sisi lain pihak lawan memasang wajah jelek karena tongkat ular kebanggaannya harus patah menjadi dua bagian.


" Aku tidak bisa melawan orang yang tidak memiliki senjata." Ucap Wu Tian, sambil menatap ke arah sosok tersebut.


" Pakai pedangku ini." Salah satu sosok yang tidak ingin kalah taruhan, langsung melemparkan pedang miliknya kepada sosok tersebut.


Tentu sosok tersebut sangat yakin bahwa pedang pusaka miliknya jauh lebih kuat dari pedang milik Wu Tian, sehingga dia dengan senang hati meminjamkan pedang tersebut.


" Terimakasih tuan." Ucap sosok tersebut sambil menangkap pedang tersebut.


Sesaat pemilik pedang tersenyum lebar karena dia dapat memastikan bahwa tidak ada satupun yang mampu mengimbangi kekuatan pedang miliknya.


" Baiklah saudara, kita lanjutkan lagi." Ucap Wu Tian lalu melesat ke arah pihak lawan sambil mengayunkan pedangnya.


Pihak lawan juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah Wu Tian dengan mengayunkan pedangnya untuk menangkis tebasan.


Meskipun Kultivator tersebut kurang menguasai seni pedang, namun paling tidak, bisa melindungi dirinya.


Kali ini Wu Tian sengaja tidak menangkis tebasan tersebut, karena dia ingin menunjukkan kemampuan Armor Pelangi.

__ADS_1


Traaang! Traaang! Traaang!


Saat pedang dari pihak lawan bersarang di tubuh Wu Tian, kini hanya menggores pakaiannya saja, dimana Armor Pelangi tidak mendapatkan goresan apapun.


Sekali lagi para penonton dikejutkan dengan Zirah perang milik Wu Tian yang terlihat sangat kuat, yang bisa menahan serangan dari pusaka.


" Zirah milik pemuda ini terlihat sangat tipis dan elastis. Bagaimana mungkin aku bisa mengalahkannya?" Sosok tersebut merasa ragu bisa mengalahkan Wu Tian.


" Jangan hanya berdiam diri. Cepat bunuh pemuda itu!" Teriak beberapa penonton yang tidak ingin kehilangan Batu Roh yang mereka pertaruhkan.


" Kami sudah banyak bertaruh untukmu, tunggu apa lagi?"


Sesaat sosok tersebut memasang wajah jelek karena jika dia kalah, maka saat keluar dari Daxue dapat dipastikan dia tidak akan selamat dari kemarahan para pendukungnya.


Sambil menarik napas dalam-dalam lalu, sosok tersebut kembali melesat ke arah Wu Tian, sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi berniat untuk melakukan tebasan dengan kekuatan penuh.


Melihat hal itu, Wu Tian masih terlihat tenang, sambil mengayunkan pedangnya untuk menangkis tebasan tersebut.


Traaang!


Pedang milik pihak lawan langsung patah saat bertemu dengan pedang milik Wu Tian, membuat sosok tersebut bergetar hebat hingga keringatnya bercucuran.


Slaaash!


Wu Tian langsung menebas leher sosok tersebut, karena dapat dipastikan dia juga akan mati ketika berada di luar Daxue.


Para penonton yang menyaksikan kejadian tersebut, langsung bangkit berdiri, seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Saat itu juga terjadi sebuah keributan karena banyak yang tidak rela kehilangan harta sebanyak itu.


Namun hal itu bisa dilerai oleh Tou Shuijing dan Jiu Tou She serta Pasukan Semesta yang duduk di berbagai tempat.


" Apa kalian tidak malu? Aku saja yang sudah kehilangan 800 juta Batu Roh masih menerima kekalahan." Ucap Jiu Tou She yang seakan mengejek mereka.


" Kau... Kau... Kenapa kamu membelanya? Bukankah kamu juga banyak kehilangan Batu Roh?" Tanya beberapa tamu undangan sambil menunjuk ke arah Jiu Tou She.

__ADS_1


" Kalian semua adalah orang terpelajar dan berpendidikan. Apa kalian tidak memiliki sopan santun?"


" Aku saja yang sebagai Kultivator yang sering hidup di alam liar juga menghormati aturan. Asal kalian tau bahwa aku mengumpulkan harta sebanyak itu selama hidupku." Jiu Tou She kembali membuat drama, sehingga para tamu undangan hanya bisa bersikap pasrah.


" Ya... Aku juga kalah taruhan. Tapi tidak seliar kalian."


" Lebih baik aku mengemis di jalanan, daripada harus mengambil kembali harta yang dipertaruhkan."


" Jika kejadian ini diketahui oleh pihak Istana Kekaisaran Han, bukankah itu mencoreng nama baik Kekaisaran Han?"


Satu-persatu anggota Pasukan Semesta yang menyebar kini kembali berulah, sambil memasang wajah murung karena banyak kehilangan harta.


Mendengar banyak sekali dukungan terhadap Liu Ryu, semua yang berada di tempat itu langsung tertunduk lesu sambil keluar dari Daxue.


Tidak ada satupun dari mereka yang senang, dimana semuanya telah kehilangan semangat.


Di sisi lain Liu Ryu langsung mengambil kertas perjanjian sebelumnya, dimana dia sekarang sudah memiliki 70% aset dari Daxue.


Chu Heng yang awalnya merasa yakin akan menang, kini juga tertunduk lesu sambil berjalan keluar dari Daxue dengan tangan kosong.


Kini yang tersisa di tempat itu hanya Liu Ryu dan Istrinya juga Wu Tian. Sedangkan Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta yang lain juga keluar dari tempat tersebut seakan meratapi kekalahan mereka.


Di tempat itu juga terdapat para pekerja di Daxue dan Patriak Klan Chu yang masih memiliki hak sebagai pemilik tempat tersebut.


" Salam tuan muda." Ucap para pekerja yang berada di tempat itu.


" Mmmm... Mulai sekarang aku adalah pemilik Daxue ini. Itu artinya kalian bekerja untukku." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan mendekati Patriak Klan Chu.


Di sisi lain Patriak Klan Chu secara diam-diam mengukur tingkat Kultivasi Liu Ryu, dimana dia sontak kaget karena sosok yang terlihat masih muda ternyata sudah mencapai Bintang Suci.


Dengan penuh kehati-hatian, Patriak Klan Chu memasang sikap hormat kepada Liu Ryu, karena dia berpikir bahwa sosok tersebut memiliki pengawal yang memiliki tingkat Kultivasi lebih tinggi lagi.


" Aku bukan orang yang serakah. Jika senior mau bekerjasama denganku, aku akan meminta kepada kalian untuk mengurus tempat ini." Ucap Liu Ryu.


" Maksud tuan muda?" Tanya Patriak Klan Chu yang merasa heran.

__ADS_1


" Aku hanya ingin mengambil 50% dari penghasilan Daxue ini. Tapi dalam bentuk Sumberdaya, karena aku tidak membutuhkan Batu Roh." Liu Ryu merasa tidak keberatan jika harus dibagi rata.


Apalagi Liu Ryu mendapatkan aset tersebut dengan cuma-cuma, tentu suatu hari nanti anggota Klan Chu akan menuntut balas.


__ADS_2