
" Kalian lihat sendiri bagaimana keadaanku. Kalian sangat cantik. Apa kalian tidak malu jika memiliki Suami sepertiku?" Ryu kembali bertanya kepada mereka.
Mendengar ucapan dari Ryu, kelima wanita tersebut menghela nafas. Apa yang dikatakan oleh Ryu memang benar, namun entah kenapa kelima wanita itu memiliki pemikiran lain.
Melihat ekspresi dari kelima wanita itu, Ryu merasa senang karena rencananya berjalan lancar.
" Begini saja... Bagaimana kalau anak-anak bersamaku, jadi kalian tidak perlu khawatir lagi. Aku berjanji akan merawat anakku dengan baik. Jadi kalian boleh memilih jalan hidup kalian masing-masing. Kalian sangat cantik, jadi sangat mudah jika kalian mencari pendamping hidup dari kalangan bangsawan." Ucap Ryu sambil menatap mereka dengan santai.
" Plaaak." Sebuah tamparan keras di pipi Ryu yang membuatnya sontak kaget.
" Kamu fikir bisa mengambil Putraku begitu saja? Feng Xuihan adalah darah dagingku. Aku sudah mengandung selama sembilan bulan dan membesarkan Putraku seorang diri. Lalu kamu ingin mengambilnya begitu saja?" Feng Quinlan terlihat geram dengan apa yang dikatakan Ryu.
Begitupun Feng Yu Ming dan yang lain, mereka sangat marah kepada sosok Pemuda itu, meskipun Ryu sebenarnya hanya menguji mereka.
" Haaahh Sudahlah.... Suamiku... Jika kami ingin melakukan hal itu, sudah sejak dulu." Feng Suyin menggelengkan kepala sambil menatap ke arah Ryu.
" Baiklah jika keputusan kalian sudah bulat. Hanya saja aku tidak menyangka bisa memiliki Istri secantik kalian. Kalian lihat sendiri keadaanku, jauh dari kata sempurna. Bahkan aku tidak memiliki pekerjaan untuk memberi nafkah untuk keluarga kecil kita." Ucap Ryu.
Mendengar ucapan dari Ryu, mereka saling berpandangan kini mulai menyadari tujuan dari sosok Pria tersebut.
Mereka berpikir bahwa Pria tersebut memahami kekurangannya dimana tempat memiliki penampilan yang sempurna ditambah lagi tidak memiliki apapun.
" Suamiku.... Untuk masalah itu kamu jangan khawatir. Dengan penghasilan dari Penginapan Giok Bulan, itu sudah cukup untuk menjamin kehidupan kita." Ucap Feng Xianyu sambil mendekati Ryu
Akhirnya Feng Quinlan dan yang lain juga melunak dan mulai mendekati sosok pria tersebut.
" Gege... Mulai sekarang kamu tinggal disini saja. Masalah Harta, kami memiliki penghasilan dari Penginapan. Jadi itu sudah lebih dari cukup." Ucap Feng Quinlan.
" Kalau begitu, Kemarilah!" Ryu yang sudah merasa yakin bahwa kelima wanita itu memiliki prinsip yang kuat lalu membuka kedua tangannya.
Seketika wajah kelima wanita itu langsung memerah, meskipun terlihat canggung mereka secara perlahan mendekati pemuda itu lalu memeluknya.
Mendapatkan pelukan dari Ryu, suasana hati kelima wanita itu menjadi hangat seakan beban di pundak mereka terangkat.
" Apa kita akan melangsungkan pernikahan di tempat ini?" Tiba-tiba Ryu melemparkan pertanyaan membuat kelima wanita tersebut memasang wajah memerah.
" Mmmm... Tempat ini sudah cukup untuk tempat tinggal keluarga kecil kita." Ucap Feng Quinlan.
__ADS_1
" Haaahh... Kita hampir lupa, nama calon Suami kita saja kita tidak tau." Ucap Feng Yu Ming sambil.
Pertemuan singkat lebih dari sepuluh tahun yang lalu mereka hanya bisa mengenal wajah, namun tidak mengetahui nama sosok tersebut.
" Kebetulan namaku hampir mirip dengan Yang Mulia Kaisar, hanya saja aku tidak memiliki wajah yang tampan seperti Yang Mulia Kaisar. Namaku Ryu. Tapi jangan bilang kepada siapapun, jika tidak aku akan ditangkap oleh pihak Istana." Ucap Ryu seraya memeluk kelima wanita itu.
" Nama yang unik. Kami tidak akan memberitahukan nama Gege kepada siapapun." Ucap Feng Quinlan.
" Sayangnya anak-anak masih berada di tempat Putra Mahkota Guangxi. Seharusnya mereka mengetahui siapa ayah mereka." Ucap Feng Yi Liang.
" Benarkah? Nanti aku akan menjemput mereka." Ucap Ryu sedikit bersandiwara.
Ryu berpikir belum waktunya untuk memberitahukan siapa dirinya yang sebenarnya.
" Jangan! Nanti Gege bisa mendapatkan masalah. Biarkan anak-anak pulang dengan sendirinya. Meskipun aku sedikit khawatir." Ucap Feng Yu Ming.
Mereka pun berbincang kecil untuk menghangatkan suasana yang sebelumnya masih canggung.
Jika saja ada orang lain yang melihat kejadian tersebut, maka mereka berfikir bahwa kelima wanita itu sudah gila.
Namun bagi kelima wanita itu tidak mempermasalahkan penampilan dari Pria tersebut.
" Berapa lama lagi kita seperti ini?" Ryu menatap kelima wanita itu bergantian.
" Ah." Feng Quinlan yang dan yang lain tersipu malu karena begitu menikmati pelukannya.
" Gege tunggu disini saja, aku akan memasak untuk kita." Ucap Feng Yi Liang seraya melepaskan pelukannya lalu berjalan menuju dapur.
" Aku ingin meminta cuti beberapa hari untuk kita kepada Manager Caiping." Ucap Feng Quinlan.
Meskipun mereka adalah pemilik Penginapan Giok Bulan, namun mereka juga tetap bekerja sebagai Pengawal.
Begitupun Feng Yu Ming dan Feng Suyin, mereka juga melepaskan pelukannya lalu mengikuti Feng Yi Liang.
Ryu yang sendirian di ruang tamu, kini menghela nafas panjang memasang wajah murung. Terlintas di benaknya bagaimana dia sekarang sudah memiliki Istri sebanyak 29.
" Haaahh... Ternyata aku adalah Suami terburuk di dunia ini." Ryu bangkit dari tempat tersebut menuju halaman rumah tersebut, lalu membaringkan diri di kursi yang memanjang.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Feng Quinlan sudah pulang dari Penginapan sambil menatap Ryu yang sedang berbaring di kursi tersebut.
" Gege... Kenapa kamu tidur disini?" Ucap Feng Quinlan seraya menggelengkan kepala.
" Aku hanya mencari angin segar." Ryu kembali duduk di tempat itu.
" Jika kamu ingin beristirahat, kamu bisa tidur di kamarku." Ucap Feng Quinlan.
" Hhmmm... Baiklah." Ryu bergegas dari tempat itu.
Feng Quinlan pun membawa Ryu ke dalam kamarnya yang memiliki ukuran cukup luas.
" Gege istirahat saja disini." Feng Quinlan sambi menunjukkan kamarnya.
" Hmmm... Kamar ini cukup luas. Aku rasa cukup untuk menampung kita." Ucap Ryu dengan nada santai, karena sudah terbiasa dengan keberadaan Istrinya yang selalu ingin bersamanya.
Feng Quinlan yang mendengar ucapan tersebut langsung membulatkan mata karena bagaimanapun mereka sudah lama tidak bertemu.
Bahkan sebelumnya mereka hanya bertemu satu kali. Namun kali ini sosok itu sudah ada di depan mata mereka, tentu saja Feng Quinlan mendapatkan firasat buruk yang terjadi nantinya.
Namun kembali dia menepis pikirannya, bagaimanapun sosok tersebut akan menjadi Suami mereka, tentu saja dia dan yang lain harus membiasakan diri dengan situasi tersebut.
Sesaat kemudian Feng Yi Liang dan yang lain sudah keluar dari dapur, lalu membawa makanan di kamar Feng Quinlan karena Ryu sudah berada di kamar tersebut.
Mereka pun menikmati hidangan tersebut meski masih terlihat canggung, namun kelima wanita itu berusaha untuk membiasakan diri.
Selesai menikmati hidangan, Feng Xianyu langsung membersihkan tempat tersebut lalu membawa kembali ke dapur.
Sedangkan keempat wanita yang lain masih berdiam mematung dengan pikiran masing-masing, sedangkan Ryu masih terlihat santai lalu membaringkan tubuhnya di atas Ranjang.
Tidak lama kemudian Feng Xianyu kembali muncul di kamar tersebut sambil menatap keempat wanita yang belum bergerak dari tempatnya.
Melihat hal itu, Feng Xianyu hanya menggelengkan kepala lalu duduk mendekati keempat wanita itu.
Begitu lama kelima wanita itu terus berdiam diri, namun tidak ada yang berniat untuk meninggalkan tempat tersebut bahkan saling memberi isyarat kepada yang lain.
Sedangkan Ryu sendiri sudah berada di alam mimpi bahkan mengeluarkan suara dengkuran halus sehingga kelima wanita itu memasang wajah masam karena kehadiran Ryu membuat batin mereka tersiksa.
__ADS_1