
Setelah memastikan wilayah Istana Kerajaan Gong sudah aman, Ryu langsung kembali ke Istana Kristal.
Saat berada di Istana Kristal, Ryu melihat Gong Ziya sudah sadar, namun masih dalam posisi berbaring.
" Bagaimana kondisimu?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah Gong Ziya.
" Sudah mendingan... Sepertinya aku terlalu memaksakan diri menggunakan teknik itu." Jawab Gong Ziya yang masih merasakan nafasnya sesak.
" Suamiku, temani Gong Ziya." Ucap Xie Xian sambil menatap ke arah Ryu, lalu mengisyaratkan kepada yang lain untuk meninggalkan kamar tersebut.
Melihat mereka sudah pergi, Ryu menghela nafas panjang s lalu menoleh ke arah Gong Ziya.
Ryu memahami kondisi Gong Ziya sekarang. Jika saja dia tidak menggunakan teknik tubuh Dewi Agung, mungkin tubuhnya akan meledak.
" Istriku... Kamu tidak boleh seperti itu lagi. Teknik yang kamu miliki memang sangat kuat, namun untuk sekarang kamu belum mampu. Lebih baik kamu fokus memperkuat Fondasi milikmu dengan Harta langit dan buah pohon suci itu." Ryu membaringkan tubuhnya di samping Gong Ziya sambil mengusap rambut wanita itu.
" Baik suamiku. Aku akan berusaha keras lagi." Jawab Gong Ziya sambil menggenggam tangan suaminya, agar bisa menyentuh wajahnya.
" Lebih baik kamu Istirahat agar cepat sembuh. Beberapa hari lagi aku akan memberikan pelajaran kepada tiga Kerajaan itu." Ryu mengusap pipi Gong Ziya, lalu menutup mata untuk beristirahat.
Melihat suaminya sudah memejamkan mata, Gong Ziya juga memejamkan matanya untuk beristirahat sambil memeluk tubuh suaminya.
Pada keesokan pagi, Xie Xian dan yang lain mendatangi kamar utama untuk memberikan makanan kepada Gong Ziya dan suami mereka.
Tentu untuk sekarang, Gong Ziya tidak mampu banyak bergerak, karena banyak organ tubuhnya yang rusak.
Karena itulah Xie Xian dan Istri Ryu yang lain meminta kepada suami mereka untuk menjaga Gong Ziya, karena dengan adanya Ryu disampingnya, Gong Ziya bisa cepat sembuh.
*******
__ADS_1
Hari terus berlalu, Pasukan Semesta dan prajurit Ras Peri Hutan yang awalnya banyak terluka berat, kini mulai membaik meskipun tidak pulih sepenuhnya.
Hal itu memang wajar karena Pasukan Semesta dan prajurit Ras Peri Hutan ada yang tidak mampu bergerak karena tulangnya patah, bahkan beberapa organ tubuh banyak yang rusak.
Jika saja Pasukan Semesta tidak memiliki fisik yang kuat dan menggunakan baju Zirah, dapat dipastikan mereka banyak yang tidak selamat.
Tepat satu bulan sejak penyerangan tersebut, kini Pasukan Semesta dan prajurit Ras Peri Hutan sudah pulih sepenuhnya.
Kini Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta telah berkumpul di ruangan Istana Kerajaan Gong dan berencana untuk melakukan serangan balasan.
Jumlah Pasukan Semesta kini mencapai 326 dimana 160 anggota pria, dan 166 wanita yang diantaranya wanita Ras Peri Hutan karena mengikuti suami mereka.
Sedangkan yang lain harus tinggal di Kerajaan Gong, karena mereka juga harus mempertahankan kelangsungan Kerajaan Gong.
Di sisi lain hanya enam wanita yang masih belum memiliki pasangan, yaitu Luan Hua bersaudara dan Wenlie.
" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak.
" Mmmm... Untuk kalian semua, kalian tidak perlu khawatir. Setelah tugas suami kalian selesai, mereka akan kembali kesini." Ucap Ryu sambil menatap ke arah wanita Ras Peri Hutan yang berada di barisan lain.
" Kami akan selalu menunggu kedatangan suami kami." Ucap salah satu prajurit wanita yang merupakan Istri dari Wu Tian.
Begitupun dengan sembilan prajurit yang lain, mereka juga meminta kepada Istri dari suami mereka untuk menemani perjalanan suami mereka.
Sepuluh prajurit wanita Ras Peri Hutan juga menyadari bahwa kehadiran mereka sangat dibutuhkan oleh Istana Kerajaan Gong.
' Pendekar Ryu... Karena kamu telah menikah dengan putriku, aku tidak bisa mengganggu kebahagiaan putriku. Tapi aku minta agar kamu bisa menemui ku, kelima Jenderal juga 75 prajurit yang lain ketika urusanmu selesai. Anak-anakmu juga akan lahir di Istana ini.' Gong Sifa memberi pesan jiwa kepada Ryu.
' Aku tidak tau apa ini salah atau benar. Tapi semua ini terjadi, aku tidak mungkin membiarkan anak-anakku tidak mengenal ayahnya.' Ryu membalas pesan jiwa kepada Gong Sifa.
__ADS_1
Tentu Ryu mengingat saat anaknya bersama Feng Quinlan dan saudarinya yang tidak bisa ditutupi, dimana Liu Yunyi dan Liu Guangxi selalu mendatangi mereka.
' Terimakasih Pendekar Ryu. Bawalah Gong Ziya bersamamu! Mungkin dia akan menjalani hidup baru di Dunia Abadi bersama Istrimu yang lain. Jika kami tinggal bersama, suatu saat malapetaka akan datang di Istana Kerajaan Gong.' Gong Sifa dengan berat hati melepaskan putrinya, namun karena kesalahannya sendiri, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Tanpa menjawab apapun, Ryu menatap ke arah Pasukan Semesta, dimana Xie Xian dan Istri Ryu yang lain kembali ke Istana Kristal.
" Aku akan menunggu kalian di depan pintu gerbang. Silahkan kalian berpamitan dengan Istri kalian." Ucap Ryu, lalu melesat ke arah pintu gerbang.
Melihat hal itu Gong Sifa ingin mengejar Ryu, namun langkahnya terhenti saat melihat keenam wanita anggota Pasukan Semesta juga menuju pintu gerbang.
Melihat hal itu, Gong Sifa dan kelima Jenderal serta 75 prajurit langsung kembali ke kediaman masing-masing, karena tidak ingin melihat adegan dari perpisahan antara Pasukan Semesta bersama Istri mereka.
Di sisi lain Ryu yang sudah berada di pintu gerbang, sedikit mengerutkan kening karena keenam wanita itu juga mengikutinya.
" Luan Hua, Luan Quan, Luan Qian, Luan Qiang, Luan Weily, Wenlie... Kalian sudah lama menjadi pengikutku. Seharusnya kalian memikirkan keluarga kalian." Ryu menggelengkan kepala karena keenam wanita itu memiliki pendirian yang kuat.
" Dewa Agung, kami sudah berjanji untuk menjadi pengikut setia Dewa Agung hingga menjadi penguasa mutlak di Dunia Tiantang." Jawab Luan Quan dengan tenang, meskipun hatinya sangat gemetar. ' Asal kamu tau Ryu'gege... Semakin lama perasaan ini semakin kuat untuk mencintaimu.'
" Apa itu benar?" Ryu kembali bertanya kepada mereka, meskipun mereka tidak bisa berbohong jika mereka berada di Dunia Quzhu, karena Ryu adalah Dewanya.
" Benar Dewa Agung." Jawab Wenlie dengan gugup. ' Sialan... Kenapa saat Ryu'gege menatapku, tubuhku terasa ingin ditarik.' Wenlie menggerutu dalam hati.
" Bagaimana dengan kalian?" Tanya Ryu, sekedar memastikan.
" Aku tidak akan menikah sebelum Dewa Agung menjadi penguasa di Dunia Tiantang." Jawab Luan Hua sambil menunduk, ' Ryu'gege... Asal kamu tau bahwa awalnya aku ingin menghilangkan perasaan ini, namun semakin lama perasaan ini semakin kuat.' batin Luan Hua.
" Aku juga." Jawab Luan Qian sambil menunduk, ' Ryu'gege... Kenapa kamu tidak peka kepadaku?.'
Satu-persatu keenam wanita itu menjawab, namun lain di mulut lain di hati, dimana mereka sangat iri kepada Istri Ryu yang baru.
__ADS_1