SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 401. Kematian Raja Siluman Kalajengking Gurun


__ADS_3

( Pertarungan sebelum raja Siluman Kalajengking Gurun terbunuh )


Elena yang terus melancarkan serangan anak panahnya, kini menatap tajam ke arah manusia setengah kalajengking yang menggunakan dua buah golok yang sedang melesat ke arahnya.


" Aku tidak menyangka bahwa ada manusia yang memiliki kekuatan besar." Ucap Jenderal Besar, sambil menatap ke arah Elena.


" Sayangnya, kamu tidak akan mampu bertahan, karena kamu hanyalah seorang penyihir." Jenderal Besar melanjutkan ucapannya, lalu mengayunkan kedua goloknya ke arah Elena untuk menghentikan serangan panah gadis itu.


Tentu Jenderal Besar berpikir bahwa jika tidak menghentikan Elena, maka jumlah korban di pihak mereka akan bertambah banyak.


Mendapatkan serangan dadakan, Elena langsung melompat untuk menjauhi arah serang.


" Kamu pikir aku hanya seorang penyihir biasa?" Elena yang berada di tempat yang cukup jauh, kini melepaskan busur panahnya hingga menjadi sepasang pedang sabit.


" Bagaimana mungkin?" Jenderal Besar memasang wajah serius, karena senjata milik Elena bisa dirubah menjadi pedang sabit.


Elena langsung mengalirkan Qi pada kedua pedangnya, hingga mengeluarkan cahaya membuat pedang itu semakin tajam.


" Aku harus membunuh gadis ini secepat mungkin." Gumam Jenderal Besar, lalu kembali melompat ke arah Elena, sambil mengayunkan kedua goloknya.


Elena juga tidak tinggal diam, langsung maju ke arah Jenderal Besar, sambil mengayunkan pedangnya untuk menangkis tebasan dari pihak lawan.


Traaang! Traaang! Traaang!


Dentingan pedang dan golok dari kedua belah pihak menciptakan percikan api kecil, hingga tercipta gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.


Para prajurit yang berada di sekitar mereka, kini memilih untuk menjauhi kedua sosok yang sedang bertarung, agar tidak terkena dampak dari benturan energi keduanya.


" Bagaimana mungkin gadis ini bisa sekuat ini?" Pikir Jenderal Besar, saat semua tebasan nya mampu ditangkis oleh Elena.


Meskipun kekuatan Jenderal Besar berada di atasnya, namun dari segi kecepatan, Elena jauh lebih unggul, sehingga dia dengan mudah untuk menghindari tebasan dari pihak lawan.


Elena juga tidak pernah menurunkan kewaspadaan, karena jika dia terkena tebasan dari Jenderal Besar, maka dia akan terluka parah dan menyebabkan kematian.


" Aku tidak boleh lengah dari orang ini. Serangannya sangat mematikan." Pikir Elena, sambil mengayunkan kedua pedangnya.


Di sisi lain, Jenderal Besar memasang wajah serius, karena dia masih belum berhasil membunuh Elena, karena wanita itu sangat lincah.


" Tebasan Angin Puyuh." Jenderal Besar bergerak dengan memutar ke arah Elena sambil mengayunkan kedua goloknya.


Wuush!


Kini tercipta angin puyuh yang mengelilingi tubuh Jenderal Besar ke arah Elena.

__ADS_1


Melihat kejadian itu, Elena menaikkan alisnya, karena kemampuan lawannya begitu besar, sehingga dia memilih untuk menghindar.


Dengan gerakan memutar dari Jenderal Besar yang mampu menciptakan angin puyuh, Elena memilih untuk menghindar sambil melompat untuk menjauhi Jenderal Besar pasukan Siluman Kalajengking Gurun.


" Bajingan." Jenderal Besar terlihat marah karena, Elena selalu menjauhinya.


Sambil berlari untuk menjauhi Jenderal Besar, Elena kembali menggabungkan kedua pedang sabit, hingga menyatu dan membentuk busur panah.


Wuush!


Elena melompat tinggi-tinggi, lalu menoleh ke arah Jenderal Besar sambil mengarahkan busur panahnya.


Jleeep!


Anak panah melesat cepat ke arah Jenderal Besar yang membentuk angin puyuh.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat, membuat salah satu golok di tangan Jenderal Besar langsung retak.


Tidak hanya itu saja, Jenderal Besar juga mengalami goncangan hebat, membuat tubuhnya merasa nyeri.


Aarrgggh!


" Kekuatan orang ini sangat besar." Gumam Elemen yang tidak ingin mengambil resiko, lebih memilih untuk menyerang dari jarak jauh.


Sambil melompat ke arah lain, Elena kembali mengarahkan busur panahnya kepada Jenderal Besar yang terus mengejarnya dengan membentuk angin puyuh.


Jleeep!


Bboooom!


Jenderal Besar yang tidak sempat menghindar, kini kembali terkena efek ledakan dari busur panah milik Elena.


Kejadian itu terus berulang-ulang hingga Jenderal Besar mulai kelelahan, karena tidak mampu mengejar Elena.


Secara perlahan angin puyuh yang mengelilingi tubuh Jenderal Besar kini semakin berkurang, dimana Elena juga terus melancarkan serangan anak panahnya dari jarak jauh.


" Kenapa kecepatan gadis ini sangat cepat?" Gumam Jenderal Besar yang kini keringatnya bercucuran, karena tenaganya berkurang secara drastis.


Jleeep!


Bboooom!

__ADS_1


Elena kembali melancarkan serangan anak panahnya, membuat Jenderal Besar yang tidak sempat menghindar, kini tubuhnya terpental puluhan meter diikuti lengan kirinya terputus.


" Aarrgggh! Majulah manusia!" Jenderal Besar kembali bangkit berdiri sambil menatap ke arah Elena yang terus menjaga jarak.


Tanpa berkata apapun, Elena kembali mengarahkan busur panahnya, membuat Jenderal Besar terlihat pucat.


Jleeep!


Bboooom!


Serangan anak panah dari Elena, kembali bersarang pada kaki Jenderal Besar, hingga kaki kirinya juga terputus.


" Selesai." Gumam Elena, sambil memisahkan busur panahnya hingga menjadi pedang sabit.


Tanpa membuang waktu, Elena langsung melompat ke arah Jenderal Besar yang kini sudah tidak mampu bangkit berdiri.


" Manusia sialan... Manusia licik." Jenderal Besar mengumpat dalam hati, sambil menatap ke arah Elena penuh dengan kebencian.


Kini Jenderal Besar pasukan Siluman Kalajengking Gurun bersikap pasrah menanti ajalnya, karena kondisinya sudah tidak berdaya.


Di sisi lain Elena yang mulai terbiasa melihat pembantaian yang pernah dilakukan oleh suaminya, kini terlihat sebuah senyuman tipis dari wajahnya.


Craaash!


Saat Elena sudah berada di dekat Jenderal Besar yang tergeletak di tanah, wanita itu mengayunkan pedangnya hingga leher Jenderal Besar terpisah dari tubuhnya.


Dalam waktu bersamaan, Elena menoleh ke arah Dewi Arinia yang juga sudah menyelesaikan pertarungannya.


Dari atas awan, Liu Ryu hanya tersenyum saat melihat kedua Istrinya sudah berhasil membunuh lawannya.


Di tempat lain, pasukan Siluman Kalajengking Gurun terlihat pucat karena raja dan Jenderal Besar mereka telah mati di tangan kedua wanita.


Melihat kepala raja mereka telah dipenggal oleh Dewi Arinia, kini pasukan Siluman Kalajengking Gurun menjadi panik, karena tidak ada harapan bagi mereka untuk memenangkan peperangan.


Sedangkan pasukan Siluman Ular Gurun yang juga menyadari bahwa kedua wanita telah berhasil membunuh raja dan Jenderal Besar pasukan Siluman Kalajengking Gurun, kini semangatnya berkobar kobar hingga bergerak liar untuk menekan pergerakan pihak lawan.


" Kami menyerah." Beberapa sosok langsung berlutut di hadapan pasukan Siluman Ular Gurun, dan berharap bisa mendapatkan pengampunan.


" Bunuh mereka semuanya!" Dewi Arinia memberi perintah kepada bawahannya agar tidak menyisakan sedikitpun pasukan Siluman Kalajengking Gurun.


" Baik Yang Mulia Ratu." Jawab mereka serempak, lalu melesat ke berbagai arah untuk mengejar pihak musuh yang mencoba melarikan diri.


Di sisi lain beberapa sosok yang memilih untuk menyerah, kini juga terkena imbas kemarahan dari pasukan Siluman Ular Gurun.

__ADS_1


Tentu Dewi Arinia tidak memaafkan pasukan Siluman Kalajengking Gurun, karena dia sudah berkali-kali memaafkan mereka, namun tetap saja berani melakukan perlawanan ketika merasa sudah kuat.


__ADS_2