
Mereka berpikir jika bisa memperistri kelompok bertopeng tersebut, maka Kekaisaran Tanah Merah semakin bertambah kuat.
Begitupun sebaliknya, jika kelompok bertopeng mau menjadi Istri putra Kaisar Jie Fey, maka status mereka akan lebih tinggi.
" Ayah... Tanyakan kepada Kaisar Ryu, apa dia mau menerima lamaran kami kepada pasukan bertopeng itu?" Salah satu putra Kaisar Jie Fey memberanikan diri untuk meminta kepada ayahnya agar bisa mengutarakan tujuan mereka.
" Benar ayah... Jika mereka mau menjadi Istri kami, maka posisi mereka langsung diangkat menjadi Istri yang pertama dari seluruh Istri kami yang lain." Putra Kaisar Jie Fey yang lain, ikut menimpal.
Mendengar ucapan tersebut Kaisar Jie Fey menghela nafas berat lalu menoleh ke arah putranya dengan tatapan intimidasi.
" Aku tidak ingin merusak persahabatan antara dua Kekaisaran. Jika latar belakang mereka disembunyikan, maka status mereka tidak sederhana." Kaisar Jie Fey terlihat marah kepada semua putranya tidak bisa berpikir jernih.
Jika kelompok wanita bertopeng memiliki tingkat Kultivasi diatasnya, maka status mereka tidak bisa dianggap enteng.
Bahkan perdana menteri dan petinggi Istana Kekaisaran Tanah Merah juga sependapat dengan Kaisar Jie Fey, bahwa seorang Kultivator yang sudah mencapai Bintang Kaisar tidak mungkin ikut bersama Liu Ryu, jika tidak memiliki hubungan khusus.
Kaisar Jie Fey dan para petinggi Istana Kekaisaran Tanah Merah berfikir bahwa kelompok wanita bertopeng itu adalah Istri Liu Ryu itu sendiri.
" Cepat pergi dari sini!" Kaisar Jie Fey dengan buru-buru mengusir semua putranya, karena takut akan menimbulkan masalah.
Melihat ayahnya yang begitu marah, semua putra Kaisar Jie Fey membuka mulutnya lebar-lebar karena tidak menyangka bahwa ayah mereka bisa semarah itu.
" Baik ayah." Jawab mereka serempak, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Melihat puta Kaisar Jie Fey sudah pergi, perdana menteri dan petinggi Istana Kekaisaran bernafas lega karena satu masalah sudah terselesaikan.
" Pelayan, antarkan para tamu istimewa kita!" Kaisar Jie Fey memberi perintah kepada beberapa pelayan yang berada di tempat itu.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak, lalu menuntun jalan kepada Liu Ryu dan Istrinya.
Liu Ryu dan Istrinya pun bergegas untuk mengikuti para pelayan, menuju ke kamar tamu kehormatan.
Sementara itu Kaisar Jie Fey juga meminta kepada pelayan yang lain untuk mengantar makanan kepada anggota kelompok wanita bertopeng, karena sebelumnya mereka tidak menunjukkan wajahnya.
Kaisar Jie Fey sama sekali tidak tersinggung karena kelompok wanita bertopeng tidak menikmati hidangan jamuannya.
Dengan kata lain, kelompok wanita bertopeng itu akan membuka topeng mereka ketika sudah berada di kamar masing-masing.
" Jenderal Besar, tugaskan kepada prajurit wanita untuk berjaga di depan pintu kamar pasukan wanita bertopeng itu!" Kaisar Jie Fey kembali memberi perintah.
__ADS_1
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab Jenderal Besar, lalu keluar Istana untuk menugaskan beberapa prajurit wanita agar berjaga di depan pintu kamar tamu kehormatan.
*******
Pada keesokan pagi, Liu Ryu dan Istrinya langsung dibawa ke arah perbatasan Kekaisaran Tanah Merah dan hutan wilayah kekuasaan suku Raksasa.
Liu Ryu hanya meminta kepada Jenderal Besar untuk mengantar mereka saja. Selebihnya Liu Ryu dan Istrinya yang mengurus pasukan suku Raksasa.
" Yang Mulia Kaisar, disanalah tempat tinggal mereka!" Ucap Jenderal Besar, sambil menunjuk ke arah hutan.
" Mmmm." Liu Ryu mengangguk, lalu turun dari kuda yang diikuti Istrinya.
Saat Liu Ryu dan Istrinya berjalan mendekati hutan, Jenderal Besar memberi perintah kepada para prajurit untuk mengurus kuda yang ditunggangi Liu Ryu dan Istrinya.
Di sisi lain, Liu Ryu dan Istrinya yang sudah berada di pinggir hutan, kini langsung disambut oleh pasukan suku Raksasa yang memiliki jumlah hingga miliaran.
" Apa pihak Kekaisaran Tanah Merah sedang bercanda?" Draka Zurad tidak tertawa lepas karena pasukan yang berdiri di depan mereka hanya berjumlah lebih dari 200 orang.
Di sisi lain, Liu Ryu dan 210 Istrinya masih terlihat santai sambil menatap ke arah pasukan suku Raksasa yang tertawa lepas seakan mengejek kemampuan mereka.
" Tidak perlu terlalu banyak untuk melawan kalian. Lebih baik kalian menyerahkan diri dan menjadi bawahanku!" Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah Draka Zurad.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah Draka Zurad sambil mengarahkan kepalan tangannya.
Bboooom!
Pertemuan tinju antara kedua belah pihak menciptakan ledakan yang sangat kuat, membuat wilayah sekitar mereka langsung rusak total.
Pasukan suku Raksasa yang merasakan dampak dari benturan tekanan energi tersebut, dengan buru-buru menjauhkan diri mereka agar tidak terkena imbas serangan.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari Liu Ryu dan Draka Zurad semakin kuat, membuat wilayah sekitar semakin hancur hingga menimbulkan gempa bumi.
Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain masih berdiri dengan kokoh, seakan tidak terpengaruh dengan benturan energi tersebut.
__ADS_1
" Sekarang kita ambil bagian kita." Sheng Zhishu yang memimpin rombongan, langsung melesat ke arah pasukan suku Raksasa yang berada di tempat yang cukup jauh.
Pasukan suku Raksasa yang menyaksikan hal itu juga tidak tinggal diam, langsung menyambut kedatangan Sheng Zhishu dan yang lainnya.
Bboooom!
Tan Shuying yang sudah berada di depan pasukan suku Raksasa, langsung menghentakkan kakinya di tanah, membuat ratusan suku Raksasa terpental puluhan meter.
Tap!
Bboooom!
Liu Jiang Yu juga menunjukkan kemampuannya dengan menyatukan kedua telapak tangannya, membuat ratusan suku Raksasa terpental ke udara.
Tap!
Kraaack!
Gong Ziya juga tidak mau kalah, langsung menyatukan kedua telapak tangannya, membuat ratusan suku Raksasa yang berada di depannya terikat oleh tumbuhan merambat hingga tulang-tulang mereka menjadi retak.
Satu-persatu Istri Liu Ryu menunjukkan kemampuan mereka, membuat miliaran pasukan suku Raksasa tidak bisa mendekati mereka.
" Gunakan teknik terbaik kita!" Teriak salah satu suku Raksasa kepada rekannya.
" Baik." Semua pasukan suku Raksasa mengambil posisi, lalu menciptakan tubuh mereka hingga menjadi kabut asap hitam.
Wuush! Wuush! Wuush!
Satu-persatu pasukan suku Raksasa melesat cepat ke arah Sheng Zhishu dan yang lain, dengan wujud bayangan asap hitam.
" Asap Ilusi."
Sheng Zhishu dan yang lain juga tidak tinggal diam, langsung membentuk asap putih, hingga terlihat gabungan antara kedua jenis asap tersebut menyelimuti wilayah pertarungan.
Jenderal Besar dan para prajurit Kekaisaran Tanah Merah yang menyaksikan kejadian tersebut kini memasang wajah serius, karena mereka tidak bisa melihat jelas apa yang terjadi pada kepulan asap tersebut.
" Tidak menyangka pasukan dari Kekaisaran Atas Awan juga memiliki teknik yang sama dengan pasukan suku Raksasa." Ucap Jenderal Besar sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.
Terlebih untuk Liu Ryu dan Draka Zurad yang sedang bertarung, kini wilayah pertarungan mereka sudah membentuk kawah besar.
__ADS_1