SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 198. Istana Ras Org


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]


*******


Dengan sebuah senyuman, Ryu melirik ke arah keenam wanita itu dimana mereka memiliki kemampuan mengimbangi kekuatan Istrinya.


Sebuah keuntungan bagi Ryu, meskipun memiliki ukuran besar namun masih bisa menggenggam Pedang Naga Petir yang memiliki ukuran besar.


" Senjatamu sangat bagus. Tapi aku tidak yakin bisa menggores kulitku." Ucap Kaisar Suku Naga sambil menatap ke arah Pedang Naga Petir di tangan Ryu.


" Hmmm... Kamu coba saja." Ryu tersenyum lebar lalu menyalurkan Qi miliknya pada Pedang Naga Petir hingga diselimuti elemen Kehampaan.


" Teleportasi."


Straaing!


Ryu langsung berpindah tempat ke arah atas kepala naga raksasa tersebut, sambil mengayunkan pedangnya.


Craaash!


Ggooooaaarr!


Serangan tebasan dari Ryu, bersarang di tubuh raksasa Kaisar Suku Naga yang membuatnya meraung kesakitan.


Straaing!


Ryu kembali berpindah tempat ke bagian ekor Kaisar Suku Naga.


Slaaash!


Ggooooaaarr!


Terdengar kembali raungan dari Kaisar Suku Naga karena Pedang Naga Petir telah memotong ekornya.


" Salah sendiri memiliki ukuran yang besar." Ryu tersenyum lebar lalu berpindah tempat saat Kaisar Suku Naga membelokkan badannya ke arah ekor yang terputus.


Wuush!


Ryu melesat cepat ke bagian samping kepala naga raksasa sambil mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh.


Craaash!


Pedang Naga Petir seakan membelah tubuh naga raksasa mulai dari bagian kepala hingga mencapai setengah ukuran tubuhnya.


Melihat kengerian dari Ryu kepada Kaisar Suku Naga, Jenderal Besar berkeringat dingin sambil meraba tubuhnya.

__ADS_1


Tanpa sadar dari arah samping, Luan Hua melesat cepat ke arah Jenderal Besar dengan gerakan memutar.


" Perubahan wujud macam apa ini?" Jenderal Besar memutar bola matanya saat merasakan aura dari arah samping.


Craaash!


Sayap kupu-kupu dari Luan Hua langsung memenggal kepala naga raksasa tersebut hingga terpotong.


Saat Kaisar Suku Naga dan Jenderal Besar sudah kehilangan nyawa, kini pasukan Suku Naga telah kehilangan semangat untuk bertarung.


Hal itu tentu dimanfaatkan Pasukan Semesta untuk membunuh semua pasukan Suku Naga hingga tidak ada yang tersisa.


Setelah semua selesai, Ryu meminta kepada bawahannya untuk menjarah semua harta yang berada di Istana Suku Naga dimana Ryu langsung berjalan menuju arah pintu gerbang yang telah hancur.


" Haaah... Mereka tidak sekuat yang aku pikirkan." Ucap Xie Xian yang kini telah berada di samping Ryu bersama yang lainnya.


" Bukan mereka yang lemah, tapi kita yang terlalu kuat." Ucap Jiu Wei Hu sambil mengeluarkan Qi miliknya untuk menciptakan sebuah kursi tempat duduknya.


Melihat apa yang dilakukan Jiu Wei Hu, Xie Xian dan yang lain juga melakukan hal yang sama langsung menciptakan kursi sebagai tempat untuk duduk.


Begitupun dengan Ryu, dia langsung menciptakan awan lalu menyandarkan tubuhnya di atas awan buatannya.


" Qi milikku sudah menipis." Jiu Wei Hu beralasan, lalu melesat ke atas awan mendekati suaminya.


" Aku juga. Saat bertarung tadi, Qi milikku sudah menipis."


Melihat kelakuan Istrinya, Ryu menggelengkan kepala lalu memejamkan mata sambil menunggu kedatangan Pasukan Semesta yang sedang menjarah harta.


Tidak lama kemudian Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta telah menyelesaikan pekerjaan mereka, namun tidak ada yang berani mendekati Ryu dan Istrinya karena sedang berbaring di atas awan.


" Bagaimana ini?" Tanya Wu Tian yang merasa tidak enak.


" Kita tunggu saja disini." Dao Luo mengambil jarak agar tidak menggangu Ryu dan Istrinya.


Di sisi lain hanya ada enam wanita yang terlihat cemburu saat melihat pemandangan tersebut.


' Seandainya aku bisa berkumpul bersama mereka, aku akan menjadi wanita yang paling bahagia.' Luan Hua berangan-angan bisa duduk di samping Ryu.


Begitupun dengan kelima wanita yang lain, mereka juga telah hanyut dalam pikiran masing-masing dimana berharap agar Ryu bisa menyentuh wajahnya.


" Oh... Kalian sudah kembali?" Terdengar suara dari balik awan, dimana suara tersebut berasal dari Ryu.


" Benar Dewa Agung. Kami tidak berani mengganggu Dewa Agung dan Dewi Agung yang sedang beristirahat." Ucap Tou Shuijing sambil menundukkan kepala.


Begitupun dengan Jiu Tou She dan Pasukan Semesta yang lain, mereka langsung berdiri dengan sikap hormat.

__ADS_1


" Baiklah, sekarang kita lanjutkan perjalanan." Ucap Ryu lalu terbang menggunakan awan ciptaannya dengan kecepatan sedang, karena Istrinya sedang beristirahat di atas awan.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing dan Jiu Tou She berubah wujud untuk membawa anggota Pasukan Semesta yang lain.


Karena Ryu menggunakan kecepatan sedang, Xie Xian dan yang lain seakan dimanjakan dengan terpaan angin yang berhembus di sekitar mereka.


Dengan demikian Xie Xian dan Istri Ryu yang lain tertidur dengan pulas tanpa mengetahui apa yang terjadi.


Ryu yang melihat tingkah Istrinya, hanya menggelengkan kepala, namun tidak ingin mengganggu mereka.


*******


( Istana Ras Org )


Di Depan gerbang Istana Ras Org, kini Ryu langsung memberi isyarat kepada Pasukan Semesta untuk menyerang pasukan Ras Org.


Agar Xie Xian dan Istrinya yang lain tidak terganggu dengan suara pertarungan, Ryu menciptakan pelindung transparan mengelilingi tempat Istrinya yang sedang beristirahat di atas awan.


Tanpa menunggu lama Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta langsung menyerang Istana Ras Org.


" Mereka sangat bodoh. Meninggalkan Istana hanya menyisakan pasukan yang lemah." Ryu bergumam sambil menatap ke arah pertarungan.


Tentu pasukan Ras Org yang terbaik telah berangkat ke perbatasan Kekaisaran Harimau, sehingga tanpa bantuan Ryu, Pasukan Semesta masih mampu mengalahkan mereka.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai arah, dimana Pasukan Semesta membunuh semua anggota pasukan Ras Org yang tertinggal di Istana.


Pasukan Ras Org yang berada di dekat ledakan langsung ikut terbanting dan mati mengenaskan.


" Pasukan Semesta... Serang!!!" Seru Tou Shuijing dengan lantang.


" Hidup Pasukan Semesta." Para Pasukan Semesta langsung masuk ke dalam halaman Istana Ras Org dan menyerang siapa saja musuh berada di depan mereka.


Ryu yang kini berada di atas awan bersama Istrinya yang tertidur pulas, kini hanya menonton dari kejauhan.


Luan Hua dan kelima rekannya kini lebih dominan dalam melakukan pertarungan, dimana setiap serangan mereka mampu membunuh satu pihak lawan dengan kondisi tubuh terpotong atau terbelah.


" Saudari Wenlie... Mari kita berlomba, siapa yang lebih banyak membunuh." Ucap Luan Hua sambil menatap ke arah Wenlie.


Buussshh!


Tanpa menjawab apapun, Wenlie langsung berubah wujud menjadi manusia kupu-kupu menerjang siapapun yang berada di depannya dengan sepasang sayap yang sangat kuat dan tajam.


" Aku juga ikut." Luan Quan dan yang lain juga langsung berubah wujud menjadi manusia kupu-kupu seakan ingin berebut mangsa.

__ADS_1


Melihat keenam wanita yang sedang menikmati pertarungan mereka, Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga tidak ingin kalah langsung berubah wujud menjadi sosok raksasa, namun tidak berani meraung keras karena takut jika Istri Ryu terbangun.


__ADS_2