SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 252. Perubahan Besar Kekaisaran Han


__ADS_3

Saat kedua pria itu berada di halaman depan Assosiasi Senjata, kini Liu Ryu secara diam-diam mendekati kedua anggota Pasukan Semesta yang sedang menyamar, lalu memberikan dua Cincin pemulihan kepada mereka yang berisi baju Zirah dan berbagai senjata.


" Sekarang kita akan bertarung hidup dan mati, karena kamu sudah melecehkan keluargaku." Pria berpakaian merah tidak terima jika ada orang lain menyentuh istrinya, dimana harga dirinya telah dipertaruhkan.


" Kau pikir aku takut? Baik, aku akan melayanimu dengan bertarung hidup dan mati." Pria berpakaian hijau tidak mau kalah, juga mengikuti tantangan itu.


Kini para warga mulai berdatangan untuk menyaksikan pertarungan tersebut, dimana mereka telah siap untuk bertarung.


Tiba-tiba dua sosok dari pasukan Semesta mendatangi masing-masing kedua pria yang akan melakukan pertarungan.


" Saudara... Pria yang akan kamu lawan sangat kuat. Aku sarankan agar kamu membeli Cincin Pemulihan milikku ini!" Pasukan Semesta yang sedang menyamar, kini bernegosiasi kepada pria berpakaian merah.


" Demi kehormatan seorang suami, berapapun akan aku bayar Cincin pemulihan yang anda katakan." Pria berpakaian merah yang tersulut emosi, tidak memikirkan berapa banyak Batu Roh yang dia keluarkan untuk mengalahkan pihak lawan.


" Harganya cuma 2000 Batu Roh. Anggap saja harga persahabatan." Ucap anggota Pasukan Semesta.


Semua warga yang mendengar ucapan tersebut, seakan tidak percaya dengan harga yang ditawarkan sangatlah mahal.


Bagi warga biasa, membutuhkan bekerja selama satu tahun untuk mendapatkan Batu Roh sebanyak itu, namun tidak bagi para Kultivator.


" Baik. Aku akan membelinya." Ucap pria berpakaian merah langsung mengeluarkan 2000 Batu Roh dan menyerahkan kepada anggota pasukan Semesta, lalu menggunakan Cincin pemulihan di jarinya.


Saat negosiasi antara anggota Pasukan Semesta yang lain dengan pria berpakaian merah, kini giliran anggota yang lain mendekati pria berpakaian hijau.


" Saudara... Kamu harus berhati-hati. Cincin Pemulihan setara dengan pusaka. Jika kamu mau, aku akan menjual Cincin pemulihan milikku untukmu dengan harga yang sama." Ucap pasukan Semesta yang berada di dekat pria berpakaian hijau.


" Apa benar yang kamu katakan?" Pria berpakaian hijau sedikit ragu.


" Aku sudah mengingatkanmu. Jadi jangan salahkan aku jika kamu mengalami kekalahan." Ucap pasukan Semesta.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan membelinya. Aku tidak mau kalah dengan pria itu." Pria berpakaian hijau membeli Cincin Pemulihan tersebut dengan harga yang sama.


Aksi tawar menawar antara kedua belah pihak dengan anggota pasukan Semesta terus berlanjut hingga kedua pria tersebut kehabisan harta, karena sudah banyak membeli berbagai perlengkapan untuk bertarung.


Kini kedua belah pihak sama-sama menggunakan Cincin pemulihan, baju Zirah, dan pedang yang berasal dari Assosiasi Senjata.


Para penonton yang awalnya terlihat kesal karena sudah tidak sabar ingin melihat pertarungan, kini terlihat puas karena kedua pria tersebut melakukan pertarungan yang sangat mencengangkan.


" Persenjataan di Assosiasi Senjata benar-benar hebat. Aku kira sebelumnya hanya sesuatu yang berlebihan."


" Benar saudara. Baru kali ini aku melihat seorang Kultivator yang mencapai Bintang Emas bisa memiliki kekuatan setara dengan seorang Kultivator yang mencapai Bintang Berlian."


Sebuah diskusi dadakan dari beberapa sosok yang menyaksikan pertarungan tersebut yang mampu menghipnotis para penonton.


" Aku harus meminta kepada ayahku untuk membeli senjata seperti yang dimiliki kedua pria itu, berapapun harganya."


" Benar saudara. Setelah ini aku akan meminta kepada kakek untuk membeli senjata dari Assosiasi Senjata."


Sebuah diskusi dari para Kultivator muda yang menyaksikan sendiri bagaimana kuatnya senjata yang dijual oleh Assosiasi Senjata.


Butuh waktu yang cukup lama, kini kedua belah pihak mulai terlihat kelelahan, karena sudah banyak mengeluarkan tenaga,. meskipun tidak mengalami luka berat.


Saat itu juga muncul dua sosok pria sepuh yang melerai pertikaian tersebut, hingga para penonton mulai membubarkan diri.


Atas kejadian itu, Assosiasi Senjata semakin dikenal mulai dari kota Lanshui hingga ke seluruh wilayah Kekaisaran Han.


Sebelumnya Assosiasi Senjata memang sudah dikenal, namun masih ada beberapa Klan yang masih tidak percaya.


Namun setelah mendengar bahwa seorang Kultivator Bintang Emas bisa mengimbangi kekuatan seorang Kultivator Bintang Berlian saat menggunakan perlengkapan dari Assosiasi Senjata.

__ADS_1


Di sisi lain para pelayan Assosiasi Senjata terlihat kewalahan melayani para pengunjung yang datang membeli senjata yang mereka jual.


Oleh karena itu pihak Assosiasi Senjata merekrut beberapa Karyawan dan membuka beberapa cabang di berbagai kota di wilayah Kekaisaran Han.


Tentu kejadian tersebut tidak lepas dari telinga pihak Istana Kekaisaran Han, dan membuat mereka sedikit panik.


" Han Juan... Apa yang terjadi? Mengapa Assosiasi Senjata melupakan perjanjian kita?" Tanya Han Kiang, sambil menatap ke arah putranya.


" Ayah... Aku tidak tau kenapa ini bisa terjadi. Tapi sepertinya pihak Assosiasi Senjata melakukan hal ini karena kita sendiri." Han Juan memperkirakan bahwa Assosiasi Senjata menjual senjata dengan bebas karena pihak Istana Kekaisaran Han hanya memikirkan untuk kepentingan mereka sendiri.


Sementara pihak Assosiasi Senjata juga membutuhkan perkembangan agar senjata mereka laku terjual sebanyak mungkin.


" Ya... Aku terlalu meremehkan Assosiasi Senjata itu. Sebelumnya pihak Istana Kekaisaran Han hanya memesan untuk keperluan para prajurit saja." Han Kiang menghela nafas berat karena telah melewatkan kesempatan tersebut untuk meraup keuntungan.


Jika saja pihak Istana Kekaisaran Han membeli senjata dalam jumlah banyak dan menyalurkan kepada seluruh warga di wilayah Kekaisaran Han, maka Assosiasi Senjata tidak akan menjual senjata mereka kepada orang lain.


" Ayah tenang saja! Meskipun pihak Assosiasi Senjata menjual senjata dengan bebas, namun kualitasnya tidak sebaik dengan senjata yang mereka berikan kepada kita." Han Juan yang sudah meminta kepada mata-mata untuk menyelidiki hal tersebut, sudah mengetahui jenis senjata yang dijual.


Mendengar ucapan tersebut, Han Kiang bernafas lega, karena Assosiasi Senjata masih memberi muka kepadanya.


" Lalu bagaimana dengan Cincin pemulihan yang mereka jual? Aku yakin bahwa Assosiasi Senjata bisa menjual Cincin pemulihan yang lebih baik lagi." Han Kiang berasumsi bahwa Assosiasi belum menjual sesuatu yang paling berharga.


Saat mereka sedang berbincang, kini salah satu Jenderal muncul di hadapan mereka untuk melaporkan kejadian di perbatasan Kekaisaran Taiyang.


" Salam Yang Mulia Kaisar, salam Yang Mulia Putra Mahkota." Jenderal memberi hormat.


" Mmmm... Jenderal Cao... Apa ada kemajuan di wilayah perbatasan?" Tanya Han Kiang.


" Untuk masalah ini, ada dua hal yang hamba sampaikan. Kabar baik dan kabar buruk." Jenderal Cao terlihat gugup karena dengan keberadaan Assosiasi Senjata, membawa perubahan besar di wilayah Kekaisaran Han.

__ADS_1


" Ceritakan kabar baik dan buruknya." Han Kiang dan Han Juan terlihat serius sambil menatap ke arah Jenderal Cao.


Jenderal Cao pun menceritakan bahwa dengan berkembangnya beberapa Klan di wilayah Kekaisaran Han, membuat pihak Kekaisaran Taiyang tidak berani menyusup ke wilayah Kekaisaran Han.


__ADS_2