SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 182. Suku Serigala 2


__ADS_3

Raja Suku Serigala yang menerima serangan tebasan tersebut hanya mengalami luka kecil kemudian menutup kembali.


" Menarik." Ryu menyipitkan matanya karena Raja Suku Serigala memiliki kekuatan penyembuhan yang sangat tinggi.


Ggooooaaarr!


Raungan keras dari Raja Suku Serigala, membuat Ryu terpental puluhan meter, dimana Raja Suku Serigala langsung melesat cepat ke arah Ryu.


Craaash! Craaash! Craaash!


Raja Serigala menggunakan Serangan cakaran membuat tangan Ryu terluka, karena dia masih belum menggunakan Qi miliknya.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Raja Suku Serigala sontak kaget karena secara perlahan luka sayatan di tangan Ryu mulai menutup.


" Jangan lengah." Ucap Ryu sambil mengayunkan pedangnya untuk menebas tubuh Raja Suku Serigala seperti bayangan yang sangat cepat.


Craaash! Craaash! Craaash!


Sayatan demi sayatan yang bersarang di tubuh Raja Suku Serigala secara perlahan pulih kembali.


'Cakar Bulan Sabit'


Puluhan bayangan cakaran dari Raja Suku Serigala menyerang ke arah Ryu yang membuatnya terluka, namun secara perlahan pulih kembali.


Melihat hal itu, Raja Suku Serigala memasang wajah serius karena Ryu memiliki efek penyembuhan.


' Terkaman Bulan Sabit'


Sebuah Terkaman yang sangat cepat dan Kuat membuat tubuh Ryu terpental puluhan meter.


" Pelindung Kehampaan."


Ryu yang sudah serius, langsung menciptakan pelindung mengelilingi tubuhnya.


Bboooom!


Tubuh Raja Suku Serigala terpental puluhan meter saat menyentuh pelindung yang diciptakan Ryu.


" Sepertinya kurang tepat untuk bermain. " Ryu bergumam sambil menatap ke arah Raja Suku Serigala yang kembali bangkit, lalu melesat ke arah Ryu.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Sambaran elemen Kehampaan menyambar tubuh Raja Suku Serigala membuatnya terpental ke belakang.


" Aaarrrggghhhh." Raja Suku Serigala yang kini terlihat marah, langsung bangkit kembali dan berlari ke arah Ryu.


Duaarr!


Elemen Kehampaan kembali menyambar tubuh Raja Suku Serigala terlempar hingga ratusan meter yang membuat tubuh Raja Suku Serigala tidak bisa pulih kembali.


Straaing!


Ryu berpindah tempat ke arah Raja Suku Serigala yang sudah tidak mampu lagi untuk bangkit.


Slaaash!


Sebuah tebasan yang sangat kuat dari Pedang Naga Petir membuat kepala Raja Suku Serigala terlepas.


Setelah berhasil membunuh Raja Suku Serigala, Ryu langsung melesat cepat untuk membantu pertarungan Istrinya.

__ADS_1


Meskipun Xie Xian dan Istri Ryu yang lain masih mampu mengalahkan pasukan Suku Serigala, namun sebagai seorang Suami, dia tidak ingin kulit Istrinya lecet sedikitpun.


Straaing!


Ryu berpindah tempat ke arah pasukan Suku Serigala yang paling banyak.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Setiap tebasan Pedang Naga Petir, mampu membunuh satu pihak lawan.


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr! Ggooooaaarr?


Auman keras kini terdengar dari belakang tiga Ratu Suku Serigala yang juga membawa rombongan mereka.


" Kau telah membunuh suami kami, maka terimalah kematianmu bersama semua Ratumu." Ucap salah satu Ratu Suku Serigala sambil menatap ke arah Ryu dengan penuh kebencian.


Ketiga Ratu Suku Serigala tersebut langsung melesat ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi.


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!


Auman Ratu Suku Serigala membuat tekanan udara juga secara bersamaan menghadapi Ryu.


" Suamiku, biarkan kami yang menghadapi Ketiga Ratu Suku Serigala itu." Ucap Xie Xian yang ingin mengukur kemampuannya dalam bertarung.


Begitupun dengan Tan Shuying dan Gong Ziya, mereka juga tidak ingin kalah dari Istri Ryu yang lain, langsung melesat ke arah ketiga Ratu Suku Serigala.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Pertemuan serangan antara Xie Xian, Tan Shuying dan Gong Ziya melawan tiga Ratu Suku Serigala menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.


" Sepertinya aku hanya ditugaskan untuk membunuh Suku Serigala." Ucap Ryu sambil menyerang sekelompok Suku Serigala.


Slaaash! Slaaash Slaaash!


" Malapetaka."


Karena anggota Suku Serigala terlalu banyak, Ryu langsung melemparkan bola Kehampaan mengarah kepada kelompok lawan.


Bboooom!


Aaarrrggghhhh!


Ledakan yang sangat kuat membuat seluruh anggota Suku Serigala yang berada di wilayah serangan menjadi kabut darah.


" Bola Kehampaan."


Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!


Ryu mengalirkan Qi yang sangat besar hingga menciptakan bola raksasa berwarna abu-abu hingga melayang ke udara.


Teknik tersebut merupakan kombinasi dari teknik Amarah Dewi Bulan yang dimiliki Gong Ziya, dimana cara kerjanya hampir sama.


Saat berada di ketinggian tertentu, bola Kehampaan tersebut mengeluarkan bola seukuran kepalan lalu menyerang siapapun yang berada di wilayah serangan.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Hujan bola abu-abu menghujam pasukan Suku Serigala, membuat mereka langsung menjadi abu.


Di sisi lain Ryu juga menyerang pasukan Suku Serigala yang berada di luar jangkauan Bola Kehampaan.

__ADS_1


Untuk Gong Ziya yang sedang berhadapan dengan satu dari Ratu Suku Serigala, juga tidak ingin kalah.


Dengan kecepatan pengendalian, Gong Ziya memunculkan tumbuhan merambat untuk menyerang pihak lawan.


" Apa? Teknik apa ini? Sepertinya mereka bukan dari Suku Harimau bangsawan." Salah satu dari Ratu Suku Serigala berasumsi karena Gong Ziya bisa mengendalikan tumbuhan merambat.


" Hutan Berduri."


Gong Ziya menggunakan teknik miliknya, membuat Ratu Suku Serigala terkurung di dalam semak berduri.


Aaarrrggghhhh!


Ratu Suku Serigala berteriak kesakitan karena duri dari semak yang menelannya memiliki ketajaman seperti pisau.


" Pelindung Api."


Tidak ingin mengambil resiko, Ratu Suku Serigala mengeluarkan Qi dalam jumlah besar untuk membakar semak belukar yang mengurung tubuhnya.


Blaaar!


Teknik yang digunakan Gong Ziya langsung terhapus, dimana tumbuhan merambat tersebut langsung terbakar.


" Hujan Duri."


Gong Ziya sama sekali tidak berputus asa, langsung menggunakan teknik yang lain untuk melumpuhkan pihak lawan.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Ribuan duri menancap sempurna di seluruh tubuh Ratu Suku Serigala.


Aaarrrggghhhh!


Ratu Suku Serigala kembali berteriak keras, dimana merasakan teknik tersebut seakan membuatnya tidak bisa banyak bergerak.


" Tombak Cahaya."


Gong Ziya menciptakan bayangan tombak, lalu mengarahkan kepada Ratu Suku Serigala.


Jleeep!


Sebuah tombak tersebut menembus tubuh Ratu Suku Serigala, hingga membuatnya menyemburkan darah dari mulutnya sebelum kehilangan nyawa.


Meskipun berada di pihak yang kalah, hal itu menyurutkan semangat Suku Serigala untuk bertarung meskipun hanya mendapatkan kematian.


Wuush!


Ryu melepaskan Aura Dewa Agung yang membuat yang pasukan Suku Serigala terlihat ketakutan.


" Kalian telah berani mengusikku, maka terimalah akibatnya." Ucap Ryu sambil mengayunkan pedangnya untuk membunuh pihak lawan.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Ryu terus membunuh pasukan Suku Serigala hingga membuat mereka menjadi panik.


Kini pasukan Suku Serigala, merasa menyesal karena telah berani mengusik seorang yang tidak bisa diganggu.


Apalagi setelah melihat kematian Raja dan ketiga Ratu Suku Serigala, para pasukan Suku Serigala terlihat kehilangan kendali dan tidak bisa bertarung dengan baik.


Karena serangan dari Ryu dan Istrinya sangat mematikan, kini secara perlahan pasukan Suku Serigala hanya tersisa sedikit.

__ADS_1


Setelah memakan waktu lebih dari enam jam, Ratusan pasukan Suku Serigala tersebut tidak ada satupun yang tersisa, bahkan ketiga Ratu mereka juga terbunuh.


Di sisi lain Ryu dan Istrinya hanya mendapatkan luka goresan, meskipun sangat banyak mengeluarkan Qi.


__ADS_2