SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Melenyapkan Klan Tanlan Hitam


__ADS_3

Traaang!


Bboooom!


Rantai yang membelenggunya terlepas dan prajurit yang membawanya terlempar membentur dinding bangunan, bahkan menghantam para prajurit yang lain.


" Apa?" Semua sontak kaget karena Ryu dengan mudah mematahkan rantai yang membelenggu tubuhnya.


Wuush!


Ryu mengibaskan tangannya membuat puluhan prajurit menghilang dari pandangan.


" Apa? Jenderal Besar tangkap manusia Itu." Tan Hei memberi perintah dengan tangan sedikit gemetar.


Tentu mereka mendapatkan firasat buruk, karena Ryu dengan mudah melepaskan rantai yang sudah diberi Formasi khusus.


" Baik Yang Mulia Raja." Jenderal Besar memanggil para Jenderal yang lain untuk menangkap Ryu.


Straaing!


Ryu berpindah tempat langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir, lalu melesat ke berbagai arah hingga gerakannya tidak terlihat dengan jelas.


Slaaash! Slaaash Slaaash!


Dalam satu tebasan, Ryu dapat membunuh lebih dari empat prajurit yang mulai berdatangan.


Ryu memang sengaja melakukan hal itu untuk mengundang yang lain agar berdatangan.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Jenderal Besar tidak mampu melihat jelas gerakan dari Ryu yang melampaui dirinya.


Jenderal Besar yang awalnya begitu yakin mengalahkan Ryu dengan kekuatan jumlah mereka, kini berdiri mematung seakan tidak yakin apa yang telah dia lihat.


Straaing!


Ryu kembali menggunakan teknik teleportasi dan berpindah tempat ke kumpulan prajurit yang paling banyak.


Wuush! Wuush! Wuush!


Semua prajurit yang berada di tempat itu hilang dari pandangan.


" Yang Mulia Raja." Jenderal Besar berkeringat dingin karena telah berani menyinggung orang yang tidak boleh disinggung.


Kini Tan Hei tidak bisa berkata apapun, hanya berdiri mematung dengan wajah memerah padam.


" Pantas saja Raja Bai tidak ingin bersinggungan dengan pemuda itu." Tan Hei berkeringat dingin, berusaha memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.


Ryu memang sengaja untuk tidak membunuh Tan Hei dan Jenderal Besar terlebih dulu, karena dia ingin melenyapkan semua para prajurit dihadapan mereka.


Wuush! Wuush! Wuush!


Straaing!


Kibasan tangan dari Ryu terus berlanjut hingga berpindah tempat ke luar Istana dimana ribuan hingga jutaan para prajurit sedang menunggunya.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!

__ADS_1


Ryu menjatuhkan Hujan Petir Hitam mengelilingi tubuhnya, hingga membuat para prajurit langsung menjadi kabut darah.


Dengan senyum jahatnya, Ryu menghisap semua lautan prajurit yang berdatangan dari berbagai arah.


Para prajurit yang awalnya ingin menyerang Ryu kini terlihat ketakutan lari kocar-kacir kerena Takut tubuh mereka akan lenyap ketika berada di dekat sosok tersebut.


Bahkan tubuh mereka menjadi kabut darah saat mendekati Ryu.


Kini Ryu semakin menggila mengejar para prajurit yang sedang berlarian, bahkan beberapa Jenderal kan Komandan juga Ikut berlarian merasa tidak yakin bisa mengalahkan Ryu.


Straaing!


Ryu kembali berpindah tempat ke arah prajurit yang berlarian.


Wuush!


Dalam hitungan detik, tubuh para prajurit telah berpindah tempat ke Penjara Abadi.


" Ternyata jika menggunakan teknik ini secara terus-menerus, Qi milikku banyak terkuras." Ryu bergumam sambil mengeluarkan beberapa Pil untuk memulihkan Qi.


Karena semakin banyak para prajurit, Ryu berkali-kali harus menelan Pil Qi untuk menarik lautan prajurit yang berlarian ke berbagai arah.


Meskipun terlihat sederhana, namun sebenarnya Ryu mengeluarkan Qi sangat banyak saat melakukan teknik teleportasi dan menarik lautan prajurit.


Karena itulah Ryu tidak ingin menggunakan Teknik Pelahap Jiwa Bintang dan Pelahap Raga Bintang, tentu akan mempercepat habisnya tenaga.


Setelah memakan waktu yang sangat lama, kini para prajurit tidak ada satu pun yang tersisa kecuali Raja Tan Hei dan Jenderal Besar yang kini terlihat gemetar berkeringat dingin.


Setelah selesai memburu dan membunuh para prajurit yang berlarian, Ryu kembali berpindah tempat menuju Raja Tan Hei dan Jenderal Besar dengan senyuman khas dari wajahnya.


" Sudah Terlambat." Ucap Ryu lalu melesat dan mencengkram leher Raja Tan Hei.


Wuush!


Kraaack!


Terdengar bunyi patah dari leher sang Raja Tan Hei.


" Sekarang Giliranmu." Ryu menoleh ke arah Jenderal Besar.


Kraaack!


Jenderal Besar yang sudah kehilangan semangat untuk melawan, kini hanya bersikap pasrah menanti ajalnya saat Ryu mematahkan lehernya.


" Jangan salahkan aku, karena aku sudah mengingatkan sebelumnya." Ryu kembali melesat ke dalam Istana.


Saat berada di dalam Istana, Ryu juga membunuh siapapun yang dia temui, tanpa memperdulikan siapapun.


Setelah semua mati, Ryu menguras semua harta dan Sumberdaya yang ada di tempat itu.


Saat semua harta benda tidak ada yang tersisa, Ryu kembali melanjutkan perjalanan dan keluar dari Istana tersebut.


" Hmmm." Ryu yang kini seperti hewan buas, berjalan menuju ke sumber aura.


Hal yang tidak dikira, kini Ryu merasakan aura dari arah depan sedang menuju ke arahnya.

__ADS_1


" Haaahh... Semut yang keras kepala. " Gumam Ryu kemudian berlari menuju arah tersebut.


Setelah beberapa saat, Ryu kembali dihadapkan dengan kumpulan Prajurit dari Klan Tanlan Merah.


" Sebuah keberuntungan untuk kita. Kita tidak perlu menyerang ke dalam Kerajaan Tanlan Hitam" Ucap salah satu sosok yang berukuran besar yang menggunakan pakaian seperti seorang Jenderal.


" Justru akulah yang beruntung. Tidak perlu repot-repot mendatangi kalian." Ryu yang terlihat kesal karena setiap perjalanannya selalu dihadapkan dengan sekelompok Tanlan.


" Prajurit, tangkap manusia Itu! Darahnya bisa menambah kekuatan Klan Tanlan Merah." Sosok Jenderal memberi perintah.


" Serang!" Para prajurit berseru dengan lantang seperti gerombolan semut berlari ke arah Ryu.


Straaing!


Ryu kembali menggunakan teknik teleportasi ke atas udara.


' Malapetaka.'


Ryu menciptakan bola raksasa lalu melemparkan ke arah gerombolan Tanlan Merah.


" Gawat." Jenderal tersebut berkeringat dingin merasakan firasat buruk, lalu menciptakan pelindung mengelilingi tubuhnya.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat menciptakan kawah besar hingga menimbulkan gempa.


Kraaack!


Pelindung yang diciptakan Jenderal tersebut mengalami retakan seiring tubuhnya terlempar lebih dari seratus meter.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Sosok Jenderal berkali-kali menabrak pepohonan hingga bertumbangan.


" Uhuuk." Sosok Jenderal mengeluarkan segumpal darah sambil merasakan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dari bawahannya.


Straaing!


Ryu telah berpindah tempat dan berdiri di depan sang Jenderal, membuat sosok tersebut memasang wajah gelap merasakan hidupnya diambang kematian.


Slaaash!


Leher sang Jenderal terpotong dengan sempurna tanpa perlawanan apapun.


" Itulah akibatnya jika berani melawanku." Ryu bergumam lalu berjalan ke arah asal bagian timur, sambil menunggu waktu dimensi itu dibuka Kembali.


Ryu sebenarnya ingin sekali menuju Istana Kerajaan Tanlan Merah, namun dia segera mengurungkan niatnya.


Bagaimanapun juga dia tidak boleh menghabisi mereka, karena mereka adalah bagian dari penghuni Dunia Tanlan.


Lagi pula dengan musnahnya Jenderal Besar mereka beserta para prajurit tentu saja membuat Klan Tanlan Merah dapat dipastikan akan melemah dan tidak mampu lagi untuk menyerang dua Klan yang lain.

__ADS_1


Dan untuk Klan Tanlan Hitam sedang mengalami nasib sial, karena tidak ada yang tersisa.


__ADS_2