SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 494. Putri Duyung


__ADS_3

Meskipun Dewi Arinia dan Elena pernah menyerap aura kematian saat berada di goa bawah tanah, namun kali ini aura kematian sangat berbeda dan sangat kuat, sehingga mereka tidak mampu menyerapnya.


Karena itulah Liu Ryu meminta kepada keempat Istrinya menggunakan Pil yang dia ciptakan sebelumnya.


Meskipun Pil tersebut tidak bisa membuat mereka bisa mencapai Bintang Dewa, namun masih bisa membantu perkembangan mereka.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu kembali melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kecepatan penuh, sambil membunuh hewan laut yang dia temui.


" Aura ini semakin kuat." Liu Ryu berpikir bahwa tidak ada satupun ras manusia yang bisa selamat dari aura kematian tersebut, kecuali ada seseorang yang bisa membersihkan aura kematian.


Setelah melakukan perjalanan jauh, kini Liu Ryu telah sampai di sebuah pulau yang pertama, sesuai petunjuk dari Yoke.


Liu Ryu menyipitkan matanya, karena dia dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang salah di pulau tersebut.


" Kenapa tidak ada satupun hewan buas di pulau ini?" Gumam Liu Ryu, sambil mendekati pulau pertama.


Wuush!


Liu Ryu terbang ke udara, untuk memeriksa keadaan di pulau pertama, sehingga tatapan matanya tertuju pada sebuah gunung yang memiliki kawah besar di puncaknya.


" Aku harus memeriksa kawah di puncak gunung ini." Gumam Liu Ryu, lalu turun untuk memasuki kawah besar.


Saat berada di kawah besar, Liu Ryu menatap ke sebuah arah dimana terlihat riak gelombang air yang berada di kawah berbentuk jurang hingga terdapat sebuah danau besar.


" Makhluk apa ini?" Gumam Liu Ryu saat melihat sekelompok manusia setengah ikan yang sedang berenang di danau.


Liu Ryu secara diam-diam memperhatikan sekelompok manusia setengah ikan yang sedang berenang, sambil menyantap daging mentah.


" Putri duyung?" Liu Ryu teringat ketika dia masih berada di Dunia Abadi saat melakukan pelayaran, hingga bertemu dengan putri duyung.


Tentu sekelompok putri duyung tidak menyadari keberadaan Liu Ryu, karena dia menyembunyikan keberadaannya.


Namun sekelompok putri duyung yang berada di depan mata Liu Ryu sekarang sedikit berbeda dari putri duyung yang pernah dia bunuh ketika berada di Dunia Abadi.


Meskipun Liu Ryu berada di tempat yang cukup jauh, namun dia bisa melihat jelas bahwa sekelompok putri duyung memiliki taring dan sepasang mata berwarna merah darah.


" Mungkin saja mereka sudah bermutasi akibat aura kematian ini." Gumam Liu Ryu.

__ADS_1


Sesaat Liu Ryu berpikir ingin menjadikan sekelompok putri duyung sebagai peliharaannya karena berpotensi bisa mencapai Bintang Dewa dalam waktu singkat, dengan bantuan pengetahuan yang dia miliki.


Liu Ryu melesat ke arah pinggir danau, sambil menunjukkan keberadaannya, seakan tidak mengetahui keberadaan sekelompok putri duyung.


" Manusia, ada manusia."


" Tidak, dia bukan manusia. Melainkan seorang Dewa."


" Dagingnya pasti sangat lezat."


Sekelompok putri duyung yang menyadari keberadaan Liu Ryu,. kini tatapan mereka tertuju pada Liu Ryu yang berjalan di pinggir danau.


" Darahnya sangat kuat. Kita harus mempersembahkan darahnya kepada Yang Mulia Ratu."


Sekelompok putri duyung itupun langsung berenang menuju arah Liu Ryu, hingga sampai di bibir pantai, tubuh mereka berubah seperti wujud manusia normal.


Namun yang membedakan adalah kedua gunung kembar mereka ditutupi kulit kerang. Begitupun dengan bagian intim mereka, juga ditutupi kulit kerang.


Wuush! Wuush! Wuush!


" Berhenti!" Salah satu putri duyung memberi perintah.


Sesaat Liu Ryu menghentikan langkahnya, sambil menatap ke arah puluhan putri duyung yang menghadangnya.


" Tangkap pemuda itu!" Salah satu putri duyung kembali memberi perintah kepada rekannya.


Kali ini Liu Ryu tidak ingin melakukan perlawanan, karena dia ingin mengambil keuntungan besar dari sekelompok putri duyung.


" Hahahaha... Aku tidak menyangka jika menemukan seorang dewa yang terdampar disini." Sekelompok putri duyung tertawa lepas, karena mereka dengan mudah meringkus Liu Ryu.


" Cepat bawa dia untuk menghadap Yang Mulia Ratu." Salah satu putri duyung, langsung memberi perintah.


Tanpa membuang waktu, sekelompok putri duyung langsung membawa Liu Ryu menuju ke Istana mereka yang berada di dasar danau.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah daratan yang berada dibawah air danau, yang memiliki pelindung transparan, sehingga daratan tersebut tidak tersentuh oleh air danau.


Sekelompok putri duyung itupun langsung membawa Liu Ryu masuk ke dalam Istana, dimana terlihat satu sosok wanita yang sedang duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


Sosok itu terlihat sangat anggun, dengan memakai busana yang terbuat dari kulit kerang berwarna keemasan.


Melihat kedatangan bawahannya, ratu putri duyung menyipitkan matanya, sambil menatap ke arah Liu Ryu yang berhasil diringkus oleh bawahannya.


" Energi 'Yang' Matahari?" Gumam ratu putri duyung, yang terlihat senang karena menemukan sesuatu yang berharga di tubuh Liu Ryu.


Sementara itu Liu Ryu, masih terlihat tenang, karena kemampuan putri duyung masih dibawahnya.


" Salam Yang Mulia Ratu. Kami membawa persembahan untuk Yang Mulia Ratu." Puluhan putri duyung memberi hormat kepada ratu mereka.


" Mmmmm." Ratu putri duyung menganggukkan kepala, lalu berjalan mendekati Liu Ryu dengan tatapan liar.


Sedangkan puluhan putri duyung masih berjaga di tempat itu, agar Liu Ryu tidak bisa melarikan diri.


" Dagingmu sangat spesial untuk dijadikan sebagai santapan kami. Tapi aku merasakan 'Yang' Matahari di dalam tubuhmu." Ratu putri duyung sangat menyayangkan jika Liu Ryu dibunuh dan dijadikan sebagai makanan mereka.


Ratu putri duyung berpikir jika menjadikan Liu Ryu sebagai aset paling berharga bagi ras duyung, maka kemampuan mereka meningkat pesat.


" Yang Matahari?" Gumam seluruh putri duyung yang berada di tempat itu.


Tentu mereka juga mengetahui tentang 'Yang' Matahari yang bisa membuat seseorang yang berhubungan badan dengannya, maka kekuatan mereka akan berlipat ganda.


" Aku memberi dua pilihan untukmu. Pilihan pertama, kamu harus melayaniku dan semua putri duyung yang berada disini. Atau pilihan kedua, yaitu sebagai hidangan kami." Ratu putri duyung memberikan dua pilihan kepada Liu Ryu.


Tentu ratu putri duyung berpikir bahwa Liu Ryu lebih memilih untuk mengambil pilihan pertama, karena mereka sama-sama saling menguntungkan.


Terlebih ras duyung memiliki paras yang cantik, sehingga siapapun yang melihat mereka pasti akan tergoda.


Semua putri duyung yang berada di tempat itu terlihat bersemangat, karena tanpa disengaja mereka telah mendapatkan sesuatu yang berharga di tubuh Liu Ryu.


" Bagaimana jika aku memilih pilihan ketiga?" Liu Ryu merasa bahwa semua putri duyung tidak pantas untuk menjadi pasangan Kultivasi Ganda untuknya, karena hanya membuang waktu.


" Pilihan ketiga?" Ratu putri duyung sedikit mengerutkan kening, karena sebelumnya dia hanya memberikan dua pilihan.


" Ya... Pilihan ketiga, kalian akan menjadi aset milikku."


Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mengeluarkan Tongkat Api, lalu mengayunkan ke arah ratu putri duyung.

__ADS_1


__ADS_2