
Namun yang tidak mereka ketahui, bahwa Liu Ryu sudah menggunakan teknik Tubuh Cermin, sehingga dia masih memiliki sedikit kesadaran.
" Sihir Ilusi ini sangat kuat." Pikir Liu Ryu, dengan sisa kesadarannya.
Sementara itu, Dewi Malam dan ratu peri merah yang sudah mengeluarkan taringnya, tanpa membuang waktu, langsung menancapkan taringnya di leher Liu Ryu.
Buussshh!
Sebuah energi tidak kasat mata memantulkan kembali sihir ilusi kepada Dewi Malam dan ratu peri merah.
" Suamiku... Kamu hari ini terlihat sangat tampan dan gagah perkasa." Dewi Malam dan ratu peri merah yang terkena sihir ilusi mereka sendiri, juga kehilangan kesadaran, menatap ke arah Liu Ryu dengan penuh nafsu.
" Kalian pikir bisa mengelabui ku? Jika kalian menginginkannya, maka aku tidak segan lagi." Liu Ryu yang terlihat kesal karena aroma wangi dari bunga yang memenuhi kamar tersebut, bisa merusak meridian miliknya.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu memegang bokong Dewi Malam, karena penampilannya begitu menggoda.
Sedangkan ratu peri merah, mulai menggesek-gesekkan tubuhnya pada Liu Ryu yang sedang menggendong Dewi Malam menuju ke atas ranjang.
Liu Ryu yang sudah membaringkan tubuh Dewi Malam di atas ranjang, kini langsung melepaskan pakaian yang melindungi kedua payudara wanita itu.
Dalam keadaan setengah sadar, Liu Ryu memainkan kedua gunung kembar Dewi Malam yang terlihat sangat indah dan kokoh.
Di sisi lain, ratu peri merah yang sudah kehilangan kendali, kini terus menggesekkan tubuhnya pada Liu Ryu yang sedang berfokus pada tubuh Dewi Malam.
Setelah puas menikmati keindahan kedua gunung kembar Dewi Malam, Liu Ryu menggunakan lidahnya untuk memainkan kedua gunung kembar Dewi Malam, diikuti jari tangannya mulai turun ke bagian sensitif Dewi Malam.
Keindahan lekuk tubuh Dewi Malam memang sangat menyenangkan, membuat Liu Ryu tidak bisa menahan diri.
Bahkan tanpa sihir ilusi pun, Liu Ryu seakan terhipnotis dengan keindahan di depan matanya, membuat Liu Ryu semakin bersemangat.
Dewi Malam yang sudah tidak tahan lagi, langsung memegang erat pinggul Liu Ryu seakan meminta hal yang lebih.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu memposisikan tubuhnya dengan Dewi Malam, lalu memasukkan Inti miliknya ke bagian inti Dewi Malam yang masih sempit.
Mendapatkan serangan dari benda besar pada bagian inti miliknya, Dewi Malam menggeliat kenikmatan hingga menjambak rambutnya sendiri.
Melihat gerakan yang menggoda dari Dewi Malam, Liu Ryu semakin bersemangat untuk menjajal kemampuannya, membuat Dewi Malam menjerit kenikmatan.
Di sisi lain, ratu peri merah yang sudah tidak sabar menunggu gilirannya, langsung menindih tubuh Dewi Malam, sambil mencium bibir Liu Ryu dengan ganas.
Tidak hanya itu saja, ratu peri merah juga menarik tangan Liu Ryu untuk memainkan kedua gunung kembarnya.
Setelah Dewi Malam sudah kelelahan karena sudah banyak mengeluarkan tenaga, kini ratu peri merah kembali mengambil posisinya.
" Hmmm." Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena bagian inti ratu peri merah mengecil kembali.
Tanpa pikir panjang, Liu Ryu kembali menyatukan pusaka miliknya ke bagian inti ratu peri merah yang terlihat sempit, membuat ratu peri merah menggeliat kenikmatan sambil menjambak rambutnya sendiri.
Proses pertarungan antara ketiganya berlangsung cukup lama, karena Dewi Malam dan ratu peri merah bergantian untuk menerima serangan dari Liu Ryu.
Aroma wangi dari bunga yang berada di ruangan tersebut, kini seakan terganti dengan aroma Yin-Yang dari ketiganya yang sedang hanyut dalam kebahagiaan masing-masing.
Namun kekuatan fisik Dewi Malam dan ratu peri merah sangat kuat, membuat Liu Ryu harus menyerap energi murni di Dunia Quzhu untuk memulihkan tenaganya.
Membutuhkan waktu selama berhari-hari, Liu Ryu berhasil menaklukkan Dewi Malam dan ratu peri merah hingga membuat mereka kelelahan dan tertidur pulas.
" Sepertinya energi dari kedua wanita ini mampu membuatku mencapai ranah half Immortal." Gumam Liu Ryu, lalu mengambil tempat duduk bersila.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu menyerap energi Yin yang dia kumpulkan dari Dewi Malam dan ratu peri merah.
Bboooom!
Setelah beberapa saat, kini Liu Ryu berhasil menerobos ranah half Immortal tahap awal, diikuti Istana tempat kediaman mereka hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Bahkan tubuh Dewi Malam dan ratu peri merah yang sedang tertidur pulas, harus terpental puluhan meter hingga mati seketika.
Melihat kejadian di depan matanya, Liu Ryu menghela nafas berat, karena kecerobohannya membuat Dewi Malam dan ratu peri merah mati tanpa mereka sadari.
Namun setelah dipikir lagi, jika Dewi Malam dan ratu peri merah masih hidup, maka keselamatan ras manusia yang berada di dunia itu akan terancam punah.
" Sepertinya jasad kedua wanita ini masih bisa digunakan." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah mayat Dewi Malam dan ratu peri merah yang tergeletak di tanah dengan kondisi tanpa busana.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu menciptakan segel khusus agar jasad kedua wanita itu masih utuh.
" Haaah... Untung saja masih sempat." Liu Ryu bernafas lega, karena dia sudah mengetahui bahwa tubuh ratu peri merah akan mengecil jika kehilangan kekuatannya.
Setelah selesai menciptakan segel khusus pada mayat kedua wanita itu, Liu Ryu memakai kembali pakaiannya, lalu mengambil beberapa pakaian dari Dunia Quzhu untuk menutupi tubuh Dewi Malam dan ratu peri merah.
Selesai memasangkan pakaian pada jasad Dewi Malam dan ratu peri merah, Liu Ryu memasukkan mayat tersebut ke Cincin miliknya, lalu kembali ke Dunia Quzhu.
" Suamiku, apa yang terjadi?" Tanya Liu Yunxia, saat melihat Liu Ryu banyak mengeluarkan keringat.
" Aku hanya sedikit kelelahan." Jawab Liu Ryu, yang menyembunyikan bahwa dia sudah melakukan hubungan intim kepada Dewi Malam dan ratu peri merah.
Mendengar ucapan tersebut, keempat Istri Liu Ryu bernafas lega, lalu kembali duduk di kursi.
Sementara itu, Liu Ryu berjalan menuju ruang Kultivasi Ganda, untuk membersihkan diri, juga membersihkan mayat Dewi Malam dan ratu peri merah.
Di dalam kolam Kultivasi Ganda, Liu Ryu memberikan sebuah simbol di kening mayat Dewi Malam dan ratu peri merah, agar bisa digunakan untuk perkembangan Elena dan Liu Fenglu.
Setelah beberapa saat, Liu Ryu keluar dari ruang Kultivasi Ganda, lalu berjalan mendekati keempat Istrinya.
" Istriku... Aku memiliki raga yang sangat cocok untuk kalian berdua." Liu Ryu langsung mengutarakan tujuannya.
Liu Ryu juga menjelaskan bahwa sebelumnya dia berhasil membunuh dua sosok wanita yang berusaha untuk membunuhnya.
__ADS_1
Mengingat fisik kedua wanita itu sangat kuat, Liu Ryu mengambilnya dan berniat untuk memberikan kepada Elena dan Liu Fenglu.
" Apa kalian menyukainya?" Tanya Liu Ryu, sambil mengeluarkan mayat Dewi Malam dan ratu peri merah.