
Namun Ryu bukanlah orang yang tidak berperasaan, dia juga ingin menggantikan wilayah tersebut menjadi tempat tinggal yang layak untuk ketiga Ras tersebut.
" Hua'er, Ye'er, Ying'er, Xuan'er, Yu'er... Kalian tunggu saja di Dunia Quzhu. Proses ini terlalu berbahaya jika masih ada orang lain di tempat ini." Ucap Ryu seraya menoleh ke arah Istrinya.
" Mmmm... Jika sudah selesai, beritahu kepada kami." Ucap Xie Hua.
" Baiklah... Nanti aku akan membuat kejutan untuk kalian semua." Ucap Ryu.
Mereka pun langsung masuk ke Dunia Quzhu. Begitupun dengan Ryu, dengan energi Angin yang dia miliki langsung terbang mengitari wilayah tersebut.
Setelah memberi tanda di tempat yang ingin dia tarik, Ryu langsung memusatkan pikirannya untuk mengganti wilayah tersebut dengan sebagian daratan yang ada di Dunia Quzhu.
" Wuush."
Ryu merentangkan kedua tangannya, lalu menarik wilayah Hutan tersebut ke Dunia Quzhu.
Kini tempat tersebut sudah menjadi kawah raksasa yang begitu luas, sedangkan Hutan sebelumnya telah berpindah di belakang Istana Kristal sekitar 500 meter.
" Lebih baik aku mengambil sebagian daratan tempat kediaman Pasukan Semesta." Ryu berpikir ingin mengambil sebuah daratan yang memiliki berbagai Sumberdaya yang tumbuh liar.
Meskipun tanaman Sumberdaya tersebut tidak ada yang tingkat Surgawi, namun masih sangat banyak dan mampu mengganti kerugian dari ketiga Penguasa Hutan tersebut.
Dengan memusatkan fikiran, Ryu kembali menaruh sebuah daratan yang baru di tempat itu.
Bahkan banyak ditumbuhi pepohonan yang rindang dan besar, yang Ryu fikir tempat tersebut jauh lebih aman dari sebelumnya.
Wilayah Hutan yang sebelumnya sudah menjadi kawah raksasa, kini berubah menjadi hutan lebat dengan tiga Gunung yang menjulang tinggi dimana dibawah kaki Gunung ditumbuhi Sumberdaya yang subur.
Konsep itu Ryu ambil dari tiga gunung tinggi di Dunia Fana dimana tempat kediaman Naga Gunung yang pernah menjadi bawahannya.
Setelah semua selesai, Ryu kembali menaruh dimensi dimana tempat tinggal ketiga Ras tersebut di masing-masing puncak gunung yang kebetulan berjauhan agar tidak bersinggungan, meskipun mereka tidak bermusuhan.
Ryu pun melesat ke arah pertengahan ketiga gunung tersebut lalu mengirim pesan jiwa kepada Istrinya dan memberi tanda kepada tiga penguasa Hutan bahwa semua sudah selesai.
Tidak lama kemudian ketiga penguasa hutan juga muncul sambil melihat hutan di sekitar penuh kekaguman, seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
" Tuan Ryu... Tempat ini?" Hou Shan, She Xia dan Xiong Xi menganggap bahwa mereka sudah berpindah tempat, karena wilayah tersebut sangat asing. Namun sangat aman sebagai tempat tinggal mereka.
__ADS_1
" Aku sudah menggantikan wilayah kalian dengan Hutan yang baru. Jangan khawatir, kalian masih tinggal di Hutan sebelumnya." Ucap Ryu.
" Benarkah? Tapi aku merasakan banyak sekali Sumberdaya di kaki gunung tempat kediaman baru kami." Ucap Hou Shan.
" Bukan hanya tempat Ras Kera Bumi saja, tapi di kaki gunung tempat kediaman kami juga." Ucap Xiong Xi.
" Ya... Aku memberikan Sumberdaya itu untuk kebutuhan kalian sebagai ucapan terimakasihku." Ucap Ryu.
Karena menurutnya sudah sepantasnya mereka mendapatkan Sumberdaya tersebut, agar mereka lebih kuat untuk melindungi wilayah mereka.
' Ternyata Tuan Ryu benar-benar peduli kepada Istrinya. Sifatnya mirip dengan sifat suamiku. Seandainya saja saudari saudariku tidak mati dalam pertempuran itu, pasti mereka berpikir bahwa Tuan Ryu adalah Suami mereka.' She Xia membatin sambil mengingat bagaimana Suaminya selalu bersikap adil kepada Istrinya yang lain.
Pada waktu She Hong masih hidup, dia juga memiliki 10 Istri yang semuanya tinggal bersama.
Hanya saja nasib mereka tidak seperti She Xia yang selamat dari kematian.
Mengingat kembali kebersamaan mereka, She Xia yang kini berwujud Ular Hijau berusaha menahan rasa kerinduan bersama keluarga kecilnya tersebut, meski merasa sesak di hatinya.
" Tuan Ryu... Terimakasih atas kepeduliannya terhadap Ras kami. Mohon maaf, aku tidak bisa terlalu lama disini, karena masih ada hal yang aku selesaikan." She Xia menundukkan kepala lalu dengan cepat meninggalkan tempat tersebut.
Melihat tingkah dari She Xia, Hou Shan dan Xiong Xi sedikit heran, karena sikap She Xia tidak seperti biasanya.
" Aku rasa semua sudah selesai. Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Ryu.
" Sekali lagi terimakasih Tuan Ryu." Ucap Xiong Xi.
Dengan anggukan kecil, Ryu langsung meninggalkan tempat tersebut kembali ke pinggir Hutan.
Saat berada di pinggir Hutan, Ryu langsung pergi ke taman anggrek yang ada di Dunia Quzhu dimana Xie Hua dan yang lain sudah menunggunya.
" Terimakasih Gege." Xie Hua sangat senang dengan adanya taman anggrek tersebut langsung berlari kecil dan memeluk suaminya tersebut.
" Hua'er... Ini hanya hadiah kecil. Aku pasti akan memberikan apapun untuk membahagiakan Istri-istriku." Ucap Ryu sambil menggendong Xie Hua.
Mendapatkan perlakuan tersebut detak jantung Xie Hua semakin kencang, meskipun dia sering mendapatkan perlakuan seperti itu.
Dengan wajah kesenangan, Xie Hua menjulurkan lidahnya seakan mengejek Ting Ye dan yang lain yang juga ada disitu.
__ADS_1
" Haaahh... Gege tidak adil. Apa hanya Hua'hua saja yang dimanjakan?" Ucap Ting Ye yang merasa iri dengan Xie Hua.
" Sayangnya aku hanya memiliki dua tangan." Ryu melepaskan Xie Hua dari pelukannya lalu memberi isyarat kepada Ting Ye.
Melihat hal tersebut, Ting Ye merasa senang lalu memeluk suaminya itu penuh manja.
" Gege... Kami sudah menyediakan tempat kita untuk bermalam di tempat ini." Ting Ye yang berada di pelukan Ryu sambil berbisik kepadanya.
" Apa kalian sudah tidak sabar ingin dihukum?" Ryu kembali berbisik di telinga Ting Ye.
" Tentu saja... Dengan indahnya pemandangan di tempat ini, pasti akan menambah suasana romantis." Bisik Ting Ye.
" Baiklah, aku akan menghukum kamu lebih dulu." Ryu langsung berpindah tempat ke sebuah bangunan kecil yang tidak memiliki dinding dan atap.
" Apa kalian ingin melewatkan kami?" Zhang Qixuan juga tidak ingin ketinggalan bagian langsung melesat ke arah Ryu dan Ting Ye.
" Masih siang. Belum waktunya." Ryu menggoda mereka.
" Tidak masalah Gege. Lagi pula di tempat ini begitu sejuk." Xie Hua yang sudah berada di tempat itu juga tidak ingin ketinggalan bagian.
" Itu benar... Kita manfaatkan waktu bersama suami kita, sebelum dia pergi ke Istana Kekaisaran Shin." Jinying dan Liu Jiang Yu juga mendekati Suami mereka.
" Kalau begitu, aku tidak akan sungkan lagi." Ucap Ryu seraya memanjakan Ting Ye yang ada di dekapannya.
Suasana sejuk yang diikuti aroma wangi dari anggrek menambah suasana romantis kebersamaan mereka.
Bahkan bisa dibilang cukup dingin, karena tebing-tebing bebatuan yang ada di sekitar seakan menghalangi cahaya matahari.
" Untuk menambah suasana romantis, aku rasa tempat ini cukup aman untuk menggunakan tubuh penggoda." Ting Ye yang berada di pangkuan Ryu, langsung mengeluarkan aroma wangi dari tubuhnya.
Ryu yang mencium aroma wangi tersebut, kini sudah tidak tahan lagi menahan hasratnya. Dia pun mencium bibir Ting Ye dengan ganas.
Ting Ye juga tidak ingin kalah, langsung membalas ciuman tersebut hingga Xie Hua dan yang lain merapatkan diri mereka dengan Ryu.
Mereka pun menikmati kebersamaan tersebut penuh kebahagiaan hingga terdengar suara des4ahan dari kelima Istrinya menggema di wilayah sekitar.
*******
__ADS_1
Mohon maaf ya para Pembaca, Penulis ingin membahas beberapa wilayah Kekaisaran Awan terlebih dulu sebelum Ryu melakukan perjalanan kembali.
Sangat disayangkan jika langsung di Skip, karena ada beberapa bagian yang dimana sebagai bekal perjalanan Ryu ke Dunia Tiantang.