SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 336. Kegelisahan Kaisar Jie Fey


__ADS_3

Suku Raksasa yang dipimpin oleh Draka Zurad jauh lebih banyak dan lebih kuat dari suku Raksasa yang dipimpin oleh Murabal.


Meskipun antara Murabal dan Draka Zurad sama-sama mencapai Bintang Kaisar, namun perbedaan kemampuan mereka sangat jauh.


Sebagai suku Raksasa yang memiliki harga diri yang tinggi, Draka Zurad juga meminta kepada salah satu bawahannya untuk menyampaikan pesan pernyataan perang terhadap Kekaisaran Tanah Merah.


" Kamu, berikan gulungan kertas ini kepada pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah." Draka Zurad memberikan sebuah gulungan kertas yang terbuat dari kulit hewan kepada salah satu bawahannya.


" Baik ketua." Jawab sosok tersebut, lalu mengambil gulungan tersebut.


Sesaat sosok itupun membentuk asap hitam, lalu melesat ke arah wilayah Kekaisaran Tanah Merah.


Suku Raksasa yang dipimpin oleh Draka Zurad memiliki kemampuan khusus, yaitu bisa membentuk asap hitam dimana teknik tersebut membuat mereka tidak bisa disentuh dalam kurun waktu tertentu.


Jika suku Raksasa yang dipimpin oleh Draka Zurad sedang bertarung, maka mereka akan seperti pembunuh senyap, karena tubuh mereka langsung menjadi asap hitam.


Meskipun demikian Draka Zurad masih kalah dari Raja Phoenix Langit, sehingga dia dan bawahannya harus menerima segel budak.


" Kalian boleh kembali ke tempat masing-masing, sambil menunggu balasan dari pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah." Ucap Draka Zurad, sambil menatap ke arah bawahannya.


" Baik ketua." Jawab mereka serempak, lalu meninggalkan tempat tersebut.


*******


Pada keesokan pagi, Liu Ryu dan Istrinya pergi ke bangunan Sumberdaya untuk memeriksa hasil jarahan dari pasukan Kerajaan Naga Langit.


Di tempat itu juga terlihat Luan Hua dan kelima rekannya yang terlihat wajahnya sedang berseri-seri.


" Heem... Sepertinya ada yang terlihat bahagia hari ini." Ucap Huli Yue, sambil menatap ke arah keenam Istri Liu Ryu.


" Tentu saja. Selama satu tahun kami dimanjakan oleh suami kita, membuat kami semakin cinta." Meskipun wajah memerah seperti kepiting rebus, Luan Hua dan kelima rekannya begitu bersemangat untuk menikmati kebersamaan mereka di Dunia Quzhu bersama Liu Ryu.

__ADS_1


Tentu Liu Ryu dan keenam Istrinya itu menggunakan kecepatan waktu di Dunia Quzhu untuk menikmati kebersamaan mereka, dimana mereka hanya memakan waktu selama satu hari dari waktu yang sebenarnya.


" Lebih baik kita pikirkan rencana kita selanjutnya." Liu Ryu tidak ingin membahas hal itu, karena ada hal yang lebih penting.


Liu Ryu pun mengajak Istrinya keluar dari Istana Kristal, menuju ke sebuah bangunan tempat penyimpanan harta dan Sumberdaya.


" Suamiku, ayah menitipkan Cincin Ruang milik Raja Naga Langit untukmu." Long Que Zhu memberikan sebuah Cincin Ruang kepada Liu Ryu di tengah perjalanan mereka.


Liu Ryu langsung mengambil dan memeriksa Cincin Ruang tersebut dimana tatapannya tertuju pada dua ekor Naga Kuno yang dikurung oleh sebuah Formasi.


" Naga Kuno?" Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah cincin tersebut.


" Istriku, sepertinya tetesan darah Naga Kuno ini cocok untuk kalian." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah Han Linxi, Haruki, Luan Hua dan kelima rekannya.


Liu Ryu memberikan Cincin tersebut, lalu menjelaskan cara untuk menyerap energi dari tetesan darah Naga Kuno.


" Suamiku, kamu tenang saja! Aku bisa melakukannya." Luan Quan sangat yakin dengan kemampuan mereka sekarang.


Luan Hua langsung mengambil cincin tersebut dari tangan Liu Ryu, lalu membawa yang lain menuju ke arah Altar Pemanggilan Naga Kuno.


Saat kedelapan Istrinya pergi ke Altar Pemanggilan Naga Kuno, Liu Ryu kembali memeriksa hasil jarahan mereka sebelumnya.


" Istriku... Aku rasa sudah waktunya kita pergi ke Benua Tengah." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah Sheng Zhishu dan yang lain.


" Baiklah, kalau begitu kita harus menambah kapal udara untuk kita." Tai Lung memberi usul agar mereka harus membutuhkan lima kapal udara lagi.


Dengan demikian setiap satu kapal udara, memiliki satu Jenderal Besar, dan memiliki banyak prajurit.


" Suamiku, menurutku, kita masih memerlukan banyak pasukan. Kita tidak mungkin meninggalkan Istana Kekaisaran Atas Awan tanpa ada yang menjaganya." Xie Hua dan Nan Sian memberi usul agar mereka lebih fokus untuk menambah jumlah pasukan terlebih dulu, sebelum berangkat ke Benua Tengah.


Liu Ryu juga mengangguk setuju lalu mengambil beberapa Sumberdaya yang dibutuhkan untuk menciptakan Pil Tuan-Hamba.

__ADS_1


Selama berhari-hari Liu Ryu lebih fokus untuk menciptakan lima kapal udara yang nantinya akan digunakan saat kembali berlayar.


Bahkan Istri Liu Ryu juga membantu suami mereka untuk menciptakan kapal udara, sesuai dengan kemampuan mereka.


Kali ini Liu Ryu tidak lagi meletakkan panah di kapal udara mereka, melainkan meletakkan meriam peledak di berbagai sudut badan kapal udara.


Liu Ryu dan Istrinya terus melakukan pekerjaan mereka, tanpa memperdulikan fenomena alam yang terjadi akibat proses penyerapan tetesan darah Naga Kuno yang dilakukan oleh kedelapan Istrinya.


Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka, Liu Ryu juga kembali meningkatkan pemahaman Formasi Cakar Hitam yang dia miliki.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain, mereka juga meningkatkan pemahaman konsep kemampuan khusus yang mereka miliki.


*******


( Kekaisaran Tanah Merah )


Di Istana Kekaisaran Tanah Merah, kini terlihat Jie Fey dan para petinggi Istana sedang melakukan perbincangan mengenai pasukan suku Raksasa yang ingin menyerang Kekaisaran Tanah Merah.


" Tidak menyangka Raja Phoenix Langit menginginkan cucuku yang baru saja lahir, karena dia adalah reinkarnasi Dewa Naga Cahaya." Jie Fey mengepal kedua tangannya, karena berita kelahiran cucunya sudah diketahui oleh Raja Phoenix Langit.


Tentu Jie Fey mengetahui bahwa pasukan suku Raksasa yang dipimpin oleh Draka Zurad telah menjadi budak dari Raja Phoenix Langit.


Dengan demikian Draka Zurad tidak bisa melawan perintah dari Raja Phoenix Langit, karena sudah terikat kontrak jiwa.


" Yang Mulia Kaisar... Sepertinya pasukan suku Raksasa itu bukanlah perkara mudah. Jika kita menyerang, maka Kekaisaran Tanah Merah akan musnah."


" Pasukan suku Raksasa itu berperang layaknya hantu gentayangan. Mereka sangat mudah membunuh prajurit kita, tanpa melakukan perlawanan berarti."


Jenderal Besar mengeluarkan pendapat dengan tangan gemetar, karena itu adalah hal mustahil untuk menghadapi pasukan suku Raksasa.


" Yang Mulia Kaisar... Bagaimana kalau kita meminta bantuan kepada Kekaisaran Atas Awan? Bukankah kita sudah mendengar kabar bahwa Kaisar Ryu dan para prajurit Kekaisaran mampu mengalahkan pasukan suku Raksasa yang dipimpin oleh Murabal?" Perdana menteri memberi usul agar mereka meminta bantuan kepada Liu Ryu.

__ADS_1


Kabar tentang Liu Ryu yang mampu mengalahkan pasukan suku Raksasa yang dipimpin oleh Murabal, tentu menjadi sebuah harapan bagi Kekaisaran Tanah Merah.


Mendengar ucapan tersebut, Kaisar Jie Fey merasa sedikit lega, karena satu-satunya harapan untuk bertahan yaitu meminta bantuan kepada Kekaisaran Atas Awan.


__ADS_2