
Dengan segenap kemampuannya, Liu Ryu menciptakan sebuah dinding dari batu besar untuk mengelilingi Sun Kim Ai yang sedang Berkultivasi.
Setelah merasa yakin bahwa Sun Kim Ai sudah aman seperti sedang dikurung oleh batu besar, kini Liu Ryu langsung melesat ke sebuah arah untuk menyambut kedatangan makhluk buas yang mendatangi tempat itu.
Beruntung baju Zirah yang Sun Kim Ai gunakan bisa menyembunyikan auranya dan menangkal aura dari makhluk buas, sehingga posisinya masih aman.
" Makhluk ini benar-benar merepotkan." Gumam Liu Ryu sambil mengeluarkan Pedang Naga Petir miliknya.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Dua ekor makhluk buas meraung keras langsung melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.
Traaang! Traaang! Traaang!
Benturan dari Pedang Naga Petir seakan membentur benda logam saat terkena kulit makhluk buas.
Meskipun demikian, Liu Ryu sama sekali tidak gentar sedikitpun, karena yang dia butuhkan adalah menunggu sampai kedua makhluk buas itu kelelahan.
Ketika Qi dari makhluk buas sudah habis terkuras, maka Liu Ryu dengan mudah mengalahkan mereka.
Beruntung Liu Ryu memiliki Qi sudah berbentuk Galaxi, sehingga dia masih mampu bertahan.
Ggooooaaarr!
Kedua makhluk buas menerkam ke arah Liu Ryu seperti sudah terorganisir, sehingga mereka bisa saling menutupi celah rekannya.
" Jika saja aku membunuh mereka, maka tidak akan seperti ini." Liu Ryu tidak berniat untuk membunuh mereka, karena dia memfokuskan kepada Sun Kim Ai yang membunuhnya.
Dengan kata lain Liu Ryu hanya memotong kedua tangan dan kaki makhluk buas, agar masih bisa bertahan hidup.
Setelah melakukan pertarungan cukup lama, kini kedua makhluk buas sudah mulai kelelahan, karena Qi mereka sudah habis terkuras.
" Saatnya giliranku."
__ADS_1
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Liu Ryu bergerak cepat langsung menebas kedua tangan dan kaki makhluk buas itu, hingga jatuh terkapar dimana darah mereka bercucuran membasahi tanah yang berwarna merah darah.
Darah makhluk buas tidak seperti darah makhluk biasanya, karena darah mereka berwarna keemasan, namun mengandung uap yang sangat panas.
" Sekarang berikutnya." Gumam Liu Ryu yang membawa kedua makhluk buas itu ke tempat Sun Kim Ai yang sedang Berkultivasi.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung menyambut kedatangan dua makhluk buas yang berikutnya.
Di sisi lain Sun Kim Ai juga merasa tidak enak karena dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu suaminya.
Jika Sun Kim Ai keluar dari dinding batu besar yang diciptakan oleh Liu Ryu, justru akan merepotkan suaminya.
" Suamiku, aku minta maaf." Gumam Sun Kim Ai, sambil menatap ke arah tumpukan makhluk buas yang diberikan oleh Liu Ryu kepadanya.
Setiap makhluk hidup yang Sun Kim Ai bunuh, akan menjadi aura berwarna merah, dan mengelilingi tubuhnya, karena itulah mayat makhluk buas seakan menghilang dari pandangan ketika dibunuh.
Tanpa membuang waktu, Sun Kim Ai langsung membunuh tumpukan makhluk buas yang Liu Ryu berikan, lalu kembali Berkultivasi.
Tepat satu miliar tahun telah berlalu, Liu Ryu dan Sun Kim Ai tidak beranjak dari tempat itu, karena makhluk buas seakan tidak henti mendatangi mereka.
Selama satu miliar tahun Sun Kim Ai tidak memiliki pekerjaan lain selain membunuh makhluk buas yang Liu Ryu berikan dan Berkultivasi.
Kini Sun Kim Ai berhasil mencapai Bintang Kaisar berkat bantuan dari makhluk buas yang dia serap.
" Terimakasih suamiku, sekarang aku sudah bisa menjaga diri." Sun Kim Ai yang baru saja keluar dari dinding batu besar sambil menatap ke arah Liu Ryu.
" Mmmm... Sekarang saatnya kita bisa meningkatkan kekuatan fisik dari makhluk buas itu." Ucap Liu Ryu sambil menoleh ke arah Sun Kim Ai.
" Apa kita akan meningkatkan Kultivasi lagi?" Tanya Sun Kim Ai.
" Tidak perlu! Di dunia buas ini hanya membolehkan kita hanya mencapai Bintang Kaisar. Namun kita bisa mendapatkan keuntungan lain." Liu Ryu menjelaskan bahwa makhluk buas tidak hanya untuk meningkatkan Kultivasi, namun bisa digunakan untuk membuat sebuah konsep kemampuan khusus yang lain.
Itulah kenapa Xu Tianpeng bisa mengalahkan pelindung dunia, karena dia menggunakan energi dari makhluk buas untuk menambah kekuatanya.
__ADS_1
Liu Ryu mengajarkan teknik tersebut kepada Sun Kim Ai yang diberikan oleh Ling Huoliang sebelumnya.
Liu Ryu meminta kepada Sun Kim Ai untuk memeriksa lautan Qi miliknya yang kini sudah berbentuk Galaxi.
Dengan sebuah anggukan, Sun Kim Ai kembali duduk bersila, lalu masuk ke alam jiwanya.
Sedangkan Liu Ryu langsung menyentuh kening Sun Kim Ai untuk memasuki alam jiwa milik Istrinya itu.
" Suamiku, jadi ini bentuk dari lautan Qi milikku?" Sun Kim Ai tidak menyangka bahwa alam jiwa miliknya bisa seperti itu.
" Ya... Kamu lihat puluhan bintang disana?" Liu Ryu yang berdiri di samping Sun Kim Ai, sambil menunjuk ke arah bintang yang terlihat masih redup.
" Ya, aku bisa melihatnya." Jawab Sun Kim Ai, meskipun dia masih belum mengerti maksud dari Liu Ryu.
Liu Ryu menjelaskan bahwa bintang tersebut bisa dikatakan sebagai Artefak kuno, meskipun masih belum berfungsi.
" Ketika kamu membunuh makhluk buas nantinya, maka energi mereka akan tersimpan di bintang itu. Artefak kuno yang berbentuk bintang tersebut akan bercahaya."
" Semakin banyak bintang itu bercahaya, maka semakin banyak Artefak kuno yang ada pada tubuhmu." Liu Ryu menjelaskan tentang fungsi dari puluhan bintang yang berada di alam jiwa Sun Kim Ai.
" Apakah kita sekarang sudah menjadi Dewa?" Tanya Sun Kim Ai.
Liu Ryu hanya mengangguk kecil karena mereka sudah bisa dikatakan sebagai Dewa. Yang artinya kekuatan mereka sudah berada diatas para Kultivator lainnya.
" Namun kita tidak bisa berbangga diri, karena masih ada beberapa Kultivator yang sudah menjadi Dewa tertinggi sejak jutaan tahun yang lalu." Liu Ryu mengingatkan kepada Sun Kim Ai agar tidak menyombongkan diri, karena rahasia alam semesta tidak semuanya yang terungkap.
" Dengan kekuatanmu sekarang, kamu bisa menjadi Dewa di Dunia Yuzhou, Dunia Dongwu, Dunia Nuse atau dunia yang lain."
" Meskipun kita sudah menjadi Dewa, namun bukan berarti kita tidak bisa dikalahkan, karena Xu Tianpeng dan bawahannya juga memahami konsep ini." Ucap Liu Ryu, lalu keluar dari alam jiwa Sun Kim Ai.
Mendengar penjelasan demi penjelasan dari suaminya, Sun Kim Ai semakin mengerti karena ketika seorang Kultivator sudah menjadi Dewa, bukan berarti mereka tidak bisa dikalahkan oleh Dewa yang lain.
" Ternyata semakin tinggi kekuatan seorang Kultivator, maka semakin banyak tugasnya." Sun Kim Ai tersenyum pahit karena dengan kekuatannya yang sekarang, dia merasa semakin terbebani.
Sun Kim Ai tidak menyangka bahwa dirinya yang dulu sebagai putri yang manja, kini harus memikul tanggung jawab untuk melindungi Dunia Yuzhou tempatnya berasal.
__ADS_1
Bahkan tidak menutup kemungkinan dia juga harus melindungi dunia yang lain, agar alam semesta akan tetap seimbang.