SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 275. Wanita Adalah Malapetaka


__ADS_3

Dengan sebuah anggukan, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain kembali ke Dunia Quzhu bersama kuda mereka.


Tujuan mereka adalah membuat Pil Susu Awan dari Sumberdaya yang mereka kumpulkan selama ini.


Kini hanya tersisa Yunjiang, Yinshi, Yuwang dan Xie Hua yang menemani perjalanan suami mereka, karena mereka sepakat untuk melakukan perjalanan dengan lima orang untuk sementara waktu.


" Sepertinya perjalanan kali ini sangat menyenangkan." Ucap Yunjiang, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


" Mmmm... Kita berlima sudah cukup, agar tidak mengundang perhatian." Ucap Liu Ryu, lalu memacu kudanya diikuti Yunjiang, Yinshi Yuwang dan Xie Hua.


Saat di tengah perjalanan, kini muncul sebuah ide dari keempat wanita itu untuk melakukan hal yang lebih menantang.


" Suamiku, jika seperti ini, kita kesulitan mendapatkan Sumberdaya. Bagaimana kalau kami melepaskan baju Zirah ini?" Yuwang mengeluarkan suara, karena dengan menggunakan kecantikan mereka pasti banyak yang ingin mengincarnya.


" Aku setuju!" Yunjiang, Yinshi dan Xie Hua ikut menimpal.


Mendengar ide dari keempat Istrinya, Liu Ryu memasang wajah masam karena dia seakan tidak terima jika orang lain menatap Istrinya dengan nafsu.


" Suamiku, kamu tenang saja. Bukankah kamu seharusnya lebih senang jika Istrimu bisa memperlihatkan kecantikan mereka dimuka umum." Ucap Yinshi.


" Terserah kalian saja." Liu Ryu menghela nafas berat, dengan berat hati menyetujui permintaan keempat istrinya karena dia juga tidak ingin membuat Istrinya terkekang.


Mendengar ucapan tersebut keempatnya terlihat senang lalu melepaskan baju Zirah, hingga memperlihatkan keindahan wajahnya yang seirama dengan pakaian yang digunakan.


Keempatnya juga meminta kepada Liu Ryu melepaskan topeng dan baju Zirah, agar terlihat seperti warga pada umumnya.


Liu Ryu pun melepaskan topeng dan baju Zirahnya hingga memperlihatkan pakaian mewah berwarna merah keunguan dan memiliki corak berwarna biru.


Begitupun dengan Yunjiang yang menggunakan pakaian mewah berwarna putih biru laut, Yinshi menggunakan pakaian putih corak keemasan, Yuwang menggunakan pakaian hitam corak berwarna keemasan dan Xie Hua menggunakan pakaian putih corak berwarna merah muda, hingga terlihat sangat elegan.


" Tidak lama lagi akan mendapatkan masalah." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah pintu gerbang kota yang berada di depan mereka.

__ADS_1


Para warga yang sedang mengantri untuk masuk ke dalam kota kecil tersebut,. kini begitu terpesona melihat Liu Ryu dan keempat istrinya yang berada di atas kuda.


Begitupun dengan para penjaga gerbang yang bertugas, kini langsung menghentikan pekerjaan mereka saat melihat penampilan Yunjiang, Yinshi, Yuwang dan Xie Hua yang berada di belakang Liu Ryu.


" Keempat wanita itu sangat cantik. Apa mereka berasal dari keluarga Istana Kekaisaran?" Bisik beberapa sosok yang berada di tempat itu, sambil memberikan jalan kepada mereka.


" Penjaga... Kami ingin beristirahat sejenak di kota ini." Ucap Liu Ryu, sambil menunjukkan Lencana Assosiasi Senjata, karena atas permintaan keempat istrinya.


" Assosiasi Senjata?" Beberapa penjaga gerbang mengerutkan kening, karena tidak pernah mendengar tentang Assosiasi Senjata.


Tentu saja mereka tidak mengetahui tentang Assosiasi Senjata, karena jarak antara ibukota Kekaisaran Han sangatlah jauh.


" Maaf tuan muda, kalian harus diperiksa terlebih dulu." Ucap pemimpin penjaga, lalu menoleh ke arah keempat Istri Liu Ryu.


" Tapi karena keempat wanita itu, kalian boleh masuk ke kota ini. Dengan satu syarat, kalian harus ikut bersama kami ke kediaman Walikota." Pemimpin penjaga memberi isyarat kepada bawahannya.


Dengan sebuah anggukan, puluhan prajurit membawa Liu Ryu dan keempat istrinya menuju ke kediaman Walikota.


' Suamiku, sepertinya kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari Sumberdaya.' Yuwang mengirim pesan jiwa kepada Liu Ryu.


" Terkadang wanita juga bisa menjadi malapetaka." Bisik Xie Hua sambil memperhatikan beberapa sosok yang menatap ke arah mereka.


Tentu beberapa Kultivator tersebut berasal dari Klan kecil, sehingga sangat sulit bagi mereka bisa menemukan wanita secantik itu di kota kecil.


" Saudara... Sepertinya kelima orang itu adalah orang baru di kota ini." Bisik salah satu sosok kepada rekannya saat Liu Ryu dan keempat istrinya sudah jauh.


" Ya... Tapi sepertinya mereka bukan orang biasa. Kamu lihat sendiri pakaian yang mereka gunakan?"


" Aku tau itu... Tapi jarak antara ibukota Kekaisaran Han sangat jauh dari kota ini. Dengan kata lain, kitalah yang berkuasa."


" Tapi bagaimana dengan kelompok kedua Klan yang itu?" Salah satu dari mereka menunjuk ke arah dua kelompok lainnya.

__ADS_1


" Tuan muda, bagaimana menurutmu?" Tanya yang lain.


" Kalian fikir sendiri! Bagaimana mungkin aku bisa melepaskan keindahan yang begitu sempurna. Bukan hanya satu, tapi ada empat." Ucap tuan muda Klan sambil membayangkan jika memiliki Istri secantik itu.


Sesaat tuan muda Klan memikirkan cara agar bisa mendapatkan keempat wanita yang sedang dituntun oleh para prajurit.


" Kita tunggu mereka keluar dari kota ini! Setelah itu kita bunuh pria yang bersama dengan mereka, lalu kita bawa keempat wanita itu ke kediaman Klan kita. Aku tidak sabar ingin mendapatkan keturunan dari mereka." Tuan muda Klan berangan-angan menatap ruang kosong karena fikirannya mulai melayang.


Tuan muda Klan itupun tersenyum tipis merasakan dirinya sudah berada di kamar pengantin yang dihiasi hiasan nuansa romantis dan diapit keempat wanita itu.


" Tuan muda, aku rasa dua kelompok Klan itu juga sedang mengatur rencana." Ucap salah satu dari mereka, membuyarkan lamunan tuan muda Klan.


" Cciiihhhh, mengganggu kesenanganku saja." Tuan muda Klan sedikit kesal, karena bawahan mengganggu khayalannya.


" Kita kembali ke Klan terlebih dulu untuk meminta bantuan." Tuan muda Klan melanjutkan pembicaraannya, lalu membawa mereka keluar dari kota tersebut.


*******


Di sisi lain Liu Ryu dan keempat istrinya, kini sudah berada di ruang rapat Walikota, dimana terdapat beberapa sosok yang berada di tempat itu.


" Tuan muda... Jika boleh tau, kalian berasal dari mana?" Tuan Walikota bertanya dengan penuh kehati-hatian, karena dia takut jika kelima sosok tersebut berasal dari Klan Besar ataupun anggota keluarga Istana Kekaisaran Han.


" Maaf tuan Walikota, kami berasal dari Assosiasi Senjata yang diberikan tugas untuk memeriksa keadaan di kota-kota di wilayah Kekaisaran Han."


" Tujuan kami ingin membuka cabang Assosiasi Senjata di berbagai kota" Xie Hua langsung menjawab terlebih dulu, membuat Liu Ryu hanya menggelengkan kepala.


Sesaat Walikota menghela nafas lega, karena kelima sosok tersebut bukan dari kalangan bangsawan.


" Kalian tau sendiri bahwa aturan di wilayah Kekaisaran Han, melarang siapapun yang ingin berbisnis di wilayahnya."


" Dengan kata lain, kalian sudah melanggar aturan dan wajib diberikan hukuman."

__ADS_1


Walikota itu berkata dengan nada tinggi, seakan bahwa dialah yang paling berkuasa di kota tersebut.


Sesaat Walikota menatap ke arah keempat wanita itu dengan tatapan penuh nafsu, sambil memberi isyarat kepada beberapa sosok di tempat tersebut.


__ADS_2