SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 272. Markas Perampok ke-3


__ADS_3

Saat itu juga energi kehidupan milik Liu Ryu seakan ditarik ke tubuh wanita kelelawar, dimana wanita kelelawar tersebut menggeliat sambil merangkul tubuh Liu Ryu.


Bersamaan dengan energi kehidupan Liu Ryu tersedot ke tubuh wanita kelelawar, wanita itu juga melepaskan energi Yin hingga berkali-kali lipat, dimana seluruh ruangan kamar utama Istana Kristal dipenuhi dengan aroma Yin yang sangat padat.


Satu minggu telah berlalu, kini pergulatan antara keduanya telah berhenti, dimana energi Yin milik wanita kelelawar sudah menipis karena sudah berkali-kali melakukan pelepasan Yin.


" Haaahh... Ada-ada saja." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah wanita kelelawar yang jatuh pingsan.


Secara perlahan tubuh wanita kelelawar kembali ke wujud semula, dimana Liu Ryu langsung menggunakan kain untuk menutupi tubuh wanita itu.


" Energi Yin yang sangat mengerikan." Gumam Liu Ryu, karena dia bisa menerobos Bintang Langit dalam waktu singkat.


Satu minggu berada di Dunia Quzhu, dimana hanya menghabiskan waktu selama beberapa jam di waktu yang sebenarnya.


Tanpa menunggu lama Liu Ryu kembali ke tempat semula, dimana kubah pelindung sudah pecah.


Agar perbuatannya tidak diketahui oleh Istrinya, Liu Ryu membaringkan tubuh wanita itu di dekat tumpukan mayat, lalu mengambil tempat duduk bersila.


Tidak lama kemudian Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain bersama para prajurit mendatangi tempat tersebut.


Kini tatapan mata tertuju pada Liu Ryu yang sedang memulihkan diri,. lalu menoleh ke arah wanita yang terlihat pingsan dan diselimuti sehelai kain.


" Tuan Pendekar... Apa yang terjadi?" Tanya Walikota yang juga berada di rombongan tersebut.


Tanpa menjawab apapun, Liu Ryu terus memejamkan mata untuk menghilangkan aroma Yin dari wanita itu sebelumnya karena begitu kuat.


Tentu Yin milik wanita kelelawar bukanlah Yin biasa, melainkan Yin kegelapan, sehingga saat bertemu dengan 'Yang' Matahari darah Kelelawar Kuno bisa menghilang.


Dengan pemahaman YIN-YANG antara kegelapan dan cahaya, air dan api, siang dan malam, dimana saling bertolak belakang, namun saling berhubungan.


" Menantuku... Tuan Pendekar... Apa yang terjadi pada menantuku?" Walikota kembali bertanya kepada Liu Ryu.


" Tuan Walikota... Menantumu lah penyebab dari penculikan itu. Kamu lihat sendiri para korbannya." Ucap Sheng Zhishu sambil menunjuk ke arah tumpukan tulang belulang manusia.

__ADS_1


" Sudah lama aku menceritakan hal ini, tapi tidak ada yang percaya." Ucap pria berpakaian serba hitam, lalu melesat ke arah wanita yang sedang berbaring di atas tumpukan mayat.


Mendengar ucapan tersebut, Walikota memasang wajah jelek karena tidak menyangka menantunya bisa sekeji itu.


" Bunuh saja dia! Aku tidak mau memiliki seorang menantu seperti itu." Walikota memberi perintah kepada bawahannya.


Di sisi lain pria berpakaian serba hitam menatap ke arah wanita tersebut, dimana tidak menemukan keanehan lagi di tubuh menantu Walikota.


" Tunggu! Sepertinya darah Kelelawar Kuno sudah hilang dari tubuhnya." Ucap pria berpakaian serba hitam, menghentikan aksi para prajurit.


Sesaat para prajurit langsung terhenti, lalu menatap ke arah wanita tersebut dengan penuh kehati-hatian.


" Tuan Walikota... Anda tidak perlu lagi khawatir dengan menantumu. Lebih baik bawa dia untuk memberikan pertolongan." Liu Ryu yang baru saja membuka mata, lalu berjalan mendekati rombongan.


" Tuan Pendekar, apa kamu yakin?" Tanya Walikota yang sedikit ragu.


" Aku sudah menyembuhkannya. Dia hanya dikendalikan oleh darah Kelelawar Kuno. Berikan Pil ini kepadanya, dalam beberapa hari dia sudah pulih kembali." Ucap Liu Ryu, sambil memberikan beberapa Pil kepada Walikota.


" Terimakasih tuan Pendekar. Sekarang kita kembali ke tempatku, aku akan memberikan hadiah untuk kalian sebagai ucapan terimakasih atas bantuan kalian." Ucap Wanita, lalu meminta kepada beberapa warga untuk membawa menantunya.


Mendengar ucapan tersebut, Walikota menghela nafas panjang karena apa yang dikatakan Liu Ryu ada benarnya.


Jika dia tidak memberikan santunan kepada pihak keluarga korban, maka para warga akan merasa paling dirugikan.


" Baiklah tuan Pendekar. Besok pagi aku akan memberikan kompensasi kepada anggota korban." Ucap Walikota.


" Mmmm... Sepertinya tugas kami telah selesai. Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Liu Ryu lalu berpindah tempat ke penginapan yang diikuti Istrinya.


Melihat kejadian tersebut, semua membulatkan matanya karena kelompok bertopeng bukanlah Kultivator biasa.


Bagi para Kultivator yang bisa berpindah tempat dengan mudah, tentu hanya segelintir dan harus memiliki pemahaman tingkat tinggi.


Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya yang sudah berada di atas punggung kuda masing-masing, kini langsung meninggalkan kota tersebut pada malam itu juga.

__ADS_1


Tentu Liu Ryu merasa khawatir jika perbuatannya diketahui oleh Istrinya.


" Jadi untuk mengalahkan wanita kelelawar itu dengan cara yang berbeda." Saat berada di tengah perjalanan, kini Xie Xian mengeluarkan suara.


" Ya... Aku merasakan energi Yin yang berada di kamar utama Istana Kristal masih banyak yang tersisa." Zhang Qixuan ikut menimpal.


" Maafkan aku... Aku tidak memiliki pilihan lain." Liu Ryu merasa bersalah.


" Kami memahami situasi ini. Sepertinya darah dari makhluk purba tidak bisa dianggap enteng." Sheng Zhishu menggelengkan kepala karena sudah dua kali mereka berhadapan dengan makhluk purba.


Setelah melakukan perjalanan cukup jauh, Liu Ryu menghentikan pacuan kudanya karena tidak lama lagi mereka akan sampai di markas perampok berikutnya.


" Suamiku, kita akan istirahat disini saja." Ucap Sheng Zhishu, lalu turun dari kudanya diikuti yang lain.


" Apa kita akan beristirahat di Istana Kristal?" Tanya Long Que Zhu.


" Aroma Yin disana terlalu kuat. Kita Istirahat disini saja, sementara suami kita membersihkan tempat itu." Ucap Xin Chie, lalu menyandarkan kepalanya di sebuah pohon.


Satu-persatu Istri Liu Ryu mencari tempat untuk beristirahat sejenak, dimana Liu Ryu harus diberi tugas untuk membersihkan kamar utama Istana Kristal.


Meskipun merasa tidak enak, Liu Ryu dengan cepat pergi ke Istana Kristal untuk membersihkan kamar mereka.


*******


Pada keesokan pagi, Liu Ryu dan Istrinya kembali melanjutkan perjalanan masuk ke dalam hutan tempat markas perampok.


Dari kejauhan kini terlihat beberapa bangunan berjejer rapi dan dilindungi tembok yang terbuat dari bahan kayu.


Di luar tembok juga terlihat ratusan hewan buas yang seakan menunggu wilayah tersebut.


" Tidak menyangka bahwa para perampok ini memiliki banyak Hewan Kontrak." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah depan.


" Sepertinya masalah ini bukan perkara mudah. Kita harus mengatur rencana dengan baik." Ucap Tai Bai yang sedang memperhatikan beberapa kelompok hewan buas yang setara dengan Bintang Alam.

__ADS_1


Tidak menutup kemungkinan bahwa anggota perampok tersebut rata-rata mencapai Bintang Bumi.


" Ya... Kita harus menjebak mereka, sebelum melakukan penyerangan." Liu Ryu juga tidak ingin mengambil resiko, karena berhadapan dengan para perampok yang sangat banyak, membutuhkan strategi yang tepat.


__ADS_2