SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 144. Penguasa Elemen Kegelapan


__ADS_3

Ryu pun terus melajukan perjalanan menuju ke arah asap hitam tersebut, hingga memakan waktu setengah hari.


Meskipun awalnya kepulan asap hitam tersebut terlihat dekat, namun ternyata sangatlah masih jauh.


Kini Ryu dan Istrinya telah berada di pinggir jurang hitam yang mengeluarkan aura kegelapan yang sangat kuat, dimana jurang tersebut sangatlah luas dan gelap gulita.


Asap hitam yang awalnya Ryu dan Istrinya lihat bukanlah asap, melainkan bias dari aura kegelapan di jurang hitam.


" Jurang ini sangat gelap, bagaimana cara kita untuk melewatinya?" Xie Xian merasa tidak yakin jika mereka memasuki jurang hitam.


Bahkan dengan kekuatan spiritual, jarak pandang mereka sama sekali tidak berfungsi.


" Kalau masalah itu, serahkan kepada kami." Jin Niu dan 69 Peri cahaya langsung menciptakan sebuah cahaya mengelilingi tubuh mereka.


" Hmmm.... Sepertinya cukup membantu." Ryu langsung mengarahkan awan yang sebagai tumpuan kaki mereka menuruni jurang hitam.


Saat menuruni jurang hitam, hawa kegelapan semakin pekat. Bahkan cahaya yang menyilaukan dari 70 Peri cahaya hampir tidak mampu menerangi tempat tersebut.


" Benar-benar sangat kuat." Ryu bergumam sambil memperhatikan keadaan sekitar, meskipun jarak pandang mereka kurang dari tiga meter.


Saat mencapai kedalaman sekitar 200 meter, jurang hitam seakan masih belum menunjukkan dasarnya.


Beruntung Ryu dan Istrinya masih mampu menahan gravitasi di tempat itu, sehingga mereka masih mampu bertahan.


" Hmmm, ternyata masih ada makhluk hidup yang mampu mencapai tempat ini." Terdengar suara menggema di beberapa bagian jurang hitam.


Mendengar suara tersebut, Istri Ryu yang lain terlihat ketakutan sambil meningkatkan kewaspadaan.


" Apa kamu adalah penguasa elemen Kegelapan?" Tanya Ryu yang terlihat masih santai.


Meskipun tidak tau arah sumber suara, namun Ryu merasa yakin bahwa suara tersebut berasal dari penguasa elemen Kegelapan.


Saat Ryu bertanya seperti itu, suasana menjadi hening dimana suara sebelumnya tidak muncul lagi.


" Hei, aku bertanya kepadamu. Apa kamu tuli?" Ryu terlihat kesal karena sudah menunggu lama, namun tidak ada jawaban.


" Jadi kamu telah menerima anugerah dari keenam penguasa elemen di Dunia Abadi? Aku tidak menyangka bahwa keenam penguasa itu tertarik denganmu. Tapi tidak untukku." Suara dingin tersebut terdengar kembali, membuat semua Istri Ryu semakin ketakutan.

__ADS_1


Di sisi lain Ryu masih terlihat tenang, karena penguasa elemen Kegelapan tidak akan bisa bertindak apapun.


Meskipun penguasa elemen memiliki kekuatan besar, namun mereka tidak bisa membunuh siapapun karena sudah terikat dengan alam semesta.


" Apa kamu tidak ingin memberikan anugerah itu kepadaku?" Tanya Ryu sambil menatap arah tertentu yang sangat gelap.


" Tidak." Jawab penguasa elemen Kegelapan dengan singkat.


" Baiklah, aku akan menghancurkan semua yang ada di Dunia Yuzhou ini." Ucap Ryu yang membuat semua Istrinya membulatkan mata.


Tentu Xie Xian dan yang lain merasa ketakutan, karena aura penekanan dari suara misterius tersebut jauh lebih kuat.


Bahkan suaranya saja bisa merusak gendang telinga jika tidak ditutupi dengan Qi.


" Kau ingin mengancam ku?" Suara yang sangat keras menggema di gendang telinga Ryu dan Istrinya.


" Ya." Jawab Ryu yang masih terlihat tenang.


" Baiklah, aku akan memberikan anugerah itu kepadamu! Tapi setelah itu kamu harus pergi dari Dunia Yuzhou ini." Penguasa elemen Kegelapan tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena dia terikat dalam sebuah aturan.


" Terimakasih penguasa." Ryu tersenyum lebar sambil menundukkan kepala.


" Ya." Bersamaan dengan ucapan penguasa elemen Kegelapan, bola hitam pekat langsung masuk ke dalam tubuh Ryu.


Wuush!


Gelombang kejut dari energi kegelapan menyebar ke berbagai arah, bersamaan dengan ruang kosong di akar jiwa Ryu terisi Inti elemen Kegelapan.


" Terimakasih penguasa." Ryu menundukkan kepala lalu melesat cepat ke atas, meninggalkan jurang hitam bersama istrinya.


" Haaahh... Kenapa masih ada makhluk hidup yang mengetahui keberadaanku. Itu pasti ulah merpati emas." Suara dari penguasa elemen Kegelapan seperti orang yang sedang panik.


Penguasa elemen Kegelapan tidak menyangka bahwa di padang rumput yang bisa membuat orang tersesat, dia masih saja bisa ditemukan.


" Lebih baik aku mencari tempat yang lain lagi." Suara dari penguasa elemen Kegelapan.


Wuush!

__ADS_1


Jurang hitam menghilang dari pandangan, hingga hanya menyisakan padang rumput.


*******


( Di Istana Kaisar Sun )


" Lapor Yang Mulia Kaisar, hamba ingin menyampaikan kabar gembira." Jenderal Song dengan buru-buru menghadap Sun Gozi, sambil menundukkan kepala.


" Jendral Besar... Kabar apa itu?" Tanya Kaisar Sun Gozi yang terlihat penasaran.


" Yang Mulia Kaisar, menurut mata-mata, kini Para perampok di padang rumput sudah tidak ada lagi. Beberapa pedagang juga tidak ada lagi yang menghambat perjalanan mereka." Ucap Jenderal Song.


" Begitu ya? Itu kabar yang sangat baik. Jadi kita tidak perlu lagi meminta bantuan sekte." Kaisar Sun Gozi terlihat tenang, meskipun hatinya bertanya-tanya siapa yang menghancurkan markas perampok.


" Tapi Yang Mulia Kaisar kira-kira, siapa yang melakukan hal itu? Karena menurut mata-mata terbaik kita, saat dia merasakan pertarungan dari kejauhan dia langsung menuju ke tempat tersebut. Namun sayangnya dia tidak menemukan apapun kecuali sisa perkemahan saja." Ucap Jenderal Song yang mendengar keterangan dari mata-mata.


Bahkan agar tidak tersesat, para mata-mata harus bekerjasama untuk melepaskan aura mulai dari pinggir padang rumput yang seakan berdiri berjejer dengan jarak tertentu agar tidak tersesat.


" Apa? Sungguh tidak masuk akal." Ucap salah satu Menteri, sambil menggelengkan kepala.


'Pendekar Ryu, aku yakin itu kamu. Beruntung saja aku tidak menyinggungnya. Jika tidak, bukan tidak mungkin Kekaisaran ini akan rata dengan tanah." Kaisar Sun Gozi membatin.


" Satu lagi Yang Mulia Kaisar. setelah melakukan penelusuran di wilayah Sekte Gerbang Hitam, mata-mata terbaik kita mengatakan bahwa Sekte Gerbang Hitam telah rata dengan tanah." Ucap Jenderal Song.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Semua merasa tidak percaya jika Sekte Gerbang Hitam bisa musnah.


Bahkan dengan gabungan seluruh Kekaisaran juga tidak akan mampu menghadapi Sekte Gerbang Hitam.


" Benar Yang Mulia. Menurut keterangan beberapa prajurit kita, mereka juga pernah bertemu dengan Pendekar Ryu yang ingin menyelamatkan keluarganya yang ditangkap oleh anggota Sekte Gerbang Hitam."


" Kemungkinan besar dibalik hancurnya Sekte Gerbang Hitam adalah Pendekar Ryu itu sendiri." Jenderal Song berasumsi.


" Jika begitu, cari keberadaan Pendekar Ryu sekarang juga! Undang dia ke Istana ini lagi!" Kaisar Sun Gozi tidak ingin melepaskan Ryu begitu saja, karena dia ingin menjodohkan putrinya kepada sosok tersebut.


Meskipun Sun Gozi sudah mengetahui bahwa Ryu memiliki banyak Istri, namun dia tidak keberatan jika putrinya menjadi Istri Ryu.


" Baik Yang Mulia." Jenderal Song memberi hormat, lalu meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2