
Utusan itupun langsung memberikan sebuah gulungan kertas kepada Liu Ryu, sambil berjalan dengan berjongkok.
Sesaat Liu Ryu membuka dan membaca gulungan tersebut, hingga membuatnya sedikit mengerutkan kening.
" Kemampuan khusus?" Gumam Liu Ryu, saat membaca gulungan tersebut yang menjelaskan tentang kemampuan dari suku Raksasa.
" Benar Yang Mulia Kaisar. Suku Raksasa yang dipimpin oleh Draka Zurad memiliki kemampuan khusus untuk menjadi bayangan hitam saat bertarung." Ucap utusan tersebut yang merasa ragu jika Liu Ryu tidak akan membantu mereka.
Sesaat Liu Ryu terdiam sejenak, sambil memikirkan cara untuk menghadapi pasukan suku Raksasa, karena itu bukanlah perkara mudah.
" Baiklah, kami akan membantu kalian." Liu Ryu merasa tidak enak, karena pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah telah memberikan ribuan pelayan untuk mereka.
" Terimakasih Yang Mulia Kaisar. Mohon terimalah hadiah dari pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah." Utusan itupun terlihat senang, lalu memberikan sepuluh buah peti yang berisi Sumberdaya.
Karena tidak ada lagi yang disampaikan, utusan tersebut langsung undur diri, dan kembali ke Kekaisaran Tanah Merah.
Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya tengah berdiskusi mengenai rencana yang akan mereka gunakan untuk mengalahkan pasukan suku Raksasa.
" Suamiku, bagaimana jika kita manfaatkan pasukan suku Raksasa itu untuk menjadi budak kita?" Huli Yue memberi usul, karena kemampuan khusus dari suku Raksasa sangat berguna.
" Aku juga berpikir seperti itu. Tapi kita harus membuat jiwa mereka melemah terlebih dulu, sebelum memutuskan ikatan budak dari Raja Phoenix Langit." Liu Ryu yang sudah mengetahui secara jelas tentang pasukan suku Raksasa melalui gulungan yang diberikan Jie Fey.
Memutuskan ikatan budak, bukanlah perkara mudah, karena membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi, juga membutuhkan banyak Batu Roh.
Kecuali orang yang menciptakan segel budak itu sendiri yang melepaskannya.
" Aku rasa kita masih memiliki cukup banyak Batu Roh. Jadi yang kita butuhkan adalah membuat mereka tidak berkutik."
Sheng Zhishu juga memberi usul agar mereka menciptakan Formasi Ruang pada baju Zirah yang mereka miliki.
__ADS_1
Dengan demikian mereka bisa menggunakan Batu Roh, ketika menciptakan Formasi untuk mengurung pasukan suku Raksasa.
" Sebaiknya kita saja yang berangkat. Jika kita membawa prajurit, maka hanya menimbulkan kerugian besar." Jinying juga ikut bersuara, karena untuk menghadapi pasukan suku Raksasa bukan ranah dari para prajurit, kecuali kelima Jenderal Besar.
Terlebih sekarang Tou Shuijing dan yang lain sedang pergi ke Dunia Nuse untuk mengunjungi Istri mereka, tentu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggu kepulangan mereka.
" Baiklah, besok pagi kita akan berangkat. Aku akan menciptakan Formasi Ruang pada baju Zirah kita." Meskipun Liu Ryu tidak ingin membawa istrinya pada situasi tersebut, namun dia juga tidak memiliki pilihan lain.
Dengan sebuah anggukan kecil, Sheng Zhishu bangkit dari tempat duduknya, lalu membuka sepuluh peti yang diberikan pihak Kekaisaran Tanah Merah.
" Sepertinya mereka juga memberikan kontribusi yang besar untuk melakukan pekerjaan ini." Ucap Sheng Zhishu sambil menatap Sumberdaya yang berada di dalam peti tersebut.
" Meskipun Sumberdaya ini masih belum mampu mencukupi kebutuhan kita, namun untuk Kekaisaran yang lain Sumberdaya ini sangat banyak." Xin Chie yang sudah berdiri di dekat sepuluh peti tersebut, langsung membawanya ke Dunia Quzhu.
Kini Liu Ryu dan Istrinya kembali ke Dunia Quzhu untuk menyiapkan baju Zirah khusus untuk mereka.
Di sisi lain Xin Chie dan Istri Liu Ryu yang memiliki keahlian Alkemis, langsung menciptakan Pil Susu Awan dari Sumberdaya yang diberikan oleh Jie Fey.
Tidak lama kemudian Han Linxi, Haruki, Luan Hua dan kelima rekannya muncul di tempat itu, karena mereka sudah menyediakan proses penyerapan darah Naga Kuno.
" Kebetulan kalian sudah datang. Aku rasa dengan Pil Susu Awan ini, kalian bisa mencapai Bintang Kaisar." Ucap Xie Hua, lalu memberikan tumpukan Pil Susu Awan.
" Apa kalian tidak memberi kesempatan kepada kami untuk bersama suami kita?" Luan Hua terlihat kesal, karena baru saja mereka muncul, kini harus melakukan Kultivasi tertutup lagi.
" Kalian boleh pilih. Tinggal disini, atau berangkat bersama kami ke wilayah Kekaisaran Tanah Merah?" Tanya Xie Hua, lalu menjelaskan tentang keberangkatan mereka untuk berperang melawan pasukan suku Raksasa.
Mendengar ucapan tersebut, kedelapan wanita itupun kembali bersemangat, lalu mengambil semua Pil Susu Awan yang telah disediakan dan kembali ke ruang Kultivasi.
" Haaah... Semua Sumberdaya kita sudah habis. Kemana lagi kita harus mencari Sumberdaya untuk perkembangan kita?" Xin Chie menghela nafas berat, karena mereka tidak bisa meningkatkan Kultivasi selama Pil Susu Awan tidak ada lagi.
__ADS_1
" Kalian terlalu bersemangat. Untuk Kultivator lain, mereka membutuhkan waktu selama ratusan juta tahun hanya untuk mencapai Bintang Raja."
" Sedangkan kita tidak lebih dari lima tahun, sudah mencapai Bintang Kaisar. Aku rasa yang kita butuhkan hanyalah menunggu waktu." Tai Lung menggelengkan kepala karena Istri Liu Ryu yang sudah lama bersamanya seakan tidak puas dengan pencapaian mereka.
" Yang kita butuhkan agar bisa menerobos Bintang Dewa, yaitu Pil Susu Awan sebanyak triliunan. Itu artinya Pil Susu Awan memenuhi bangunan besar ini." Sun Yueyue tersenyum pahit karena sejak bersama dengan Liu Ryu, mereka bisa meningkatkan Kultivasi dengan cepat, meskipun membutuhkan Sumberdaya dengan jumlah yang tidak masuk akal.
Sementara di tempat lain, Liu Ryu tengah sibuk menciptakan Formasi Ruang pada baju Zirah, karena itu sangat berguna saat bertarung dengan pasukan suku Raksasa.
*******
Pada keesokan pagi, Liu Ryu dan Istrinya telah berada di dekat jembatan pelangi sambil menunggangi kudanya masing-masing.
Kini Liu Ryu dan Istrinya masing-masing menggunakan baju Zirah dan topeng, agar terlihat seperti pasukan elit.
" Bagaimana rasanya menjadi Bintang Kaisar?" Tanya Xin Chie, sambil menatap ke arah kedelapan wanita yang baru saja menerobos Bintang Kaisar.
" Tapi itu membutuhkan Pil Susu Awan dengan jumlah yang tidak masuk akal." Han Linxi menggelengkan kepala, karena membutuhkan miliaran Pil Susu Awan agar bisa mencapai Bintang Kaisar.
Begitupun dengan yang lain, mereka juga merasa tidak enak, karena semua Pil Susu Awan yang seharusnya digunakan oleh Sheng Zhishu dan yang lain juga menjadi bagian mereka.
" Kalian tidak perlu seperti itu. Yang penting kita bisa sama-sama bertambah kuat." Xie Hua tidak mempermasalahkan hal itu, karena bagaimanapun mereka adalah satu keluarga.
" Sebaiknya kita berangkat sekarang." Liu Ryu tidak ingin terlalu lama mendengar percakapan dari Istrinya, langsung memacu kudanya.
Melihat hal itu, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain langsung memacu kudanya masing-masing dengan kecepatan tinggi, untuk mengikuti Liu Ryu.
Para prajurit yang menyaksikan keberangkatan mereka, hanya menggelengkan kepala karena Liu Ryu dan Istrinya tidak mengizinkan mereka untuk ikut.
*******
__ADS_1
Untuk hari ini Author hanya bisa update 1 Bab, karena masih ada kesibukan. Semoga saja besok bisa update seperti semula. 🙏🙏🙏