SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 544. Liu Ryu Vs Liu Xianzhi


__ADS_3

Melihat lawannya sudah tidak berdaya, Liu Ryu memanggil Sheng Zhishu untuk mengambil sosok itu agar bisa dijadikan sebagai Pil Inti Jiwa.


Sheng Zhishu dan yang lain yang sudah menyelesaikan pertarungannya, kini satu-persatu menembakkan setetes darahnya kepada kelompok yang mereka lawan sebelumnya.


Sedangkan Liu Xianzhi, Xie Hua, Nan Sian dan Jiang Caiping yang sudah mencapai Half Immortal tahap menengah, kini hanya berdiam diri karena mereka memberi kesempatan kepada Istri Liu Ryu yang masih mencapai Half Immortal tahap awal bisa meningkatkan Kultivasi.


Terlebih bagi Liu Ryu yang sudah mencapai Half Immortal tahap akhir, tentu dia ingin semua Istrinya memiliki kekuatan yang setara dengannya.


Di sisi lain, Sheng Zhishu yang mendapatkan bagian dari lawan Liu Ryu sebelumnya, kini menyipitkan matanya karena sosok tersebut menyimpan sebuah Kitab.


" Kitab apa ini?" Gumam Sheng Zhishu, lalu mengarahkan tangannya untuk mengambil Kitab yang melayang di udara.


" Jadi... Saat mereka mati, semua benda berharga yang disimpan ke dunia kecil akan keluar dengan sendirinya." Pikir Sheng Zhishu, sambil mengambil Pil Inti Jiwa dan Kitab.


Sedangkan beberapa benda yang lain langsung menghilang seakan menyatu di udara.


Sesaat Sheng Zhishu membuka Kitab tersebut, hingga sesaat matanya melebar.


" Suamiku, aku menemukan Kitab yang tidak lengkap dari ketua mereka." Ucap Sheng Zhishu sambil melesat ke arah Liu Ryu.


" Istriku, apa yang kamu temukan?" Liu Ryu merasa heran karena Sheng Zhishu terlihat bahagia.


Tanpa berkata apapun, Sheng Zhishu memberikan Kitab tersebut kepada Liu Ryu, diikuti Xie Hua dan yang lain berkumpul di depan suami mereka.


" Teknik Peningkatan Fisik? Tapi teknik ini masih belum lengkap." Ucap Liu Ryu sambil membuka kitab itu yang hanya terdapat satu lembar.


" Ya... Tapi sepertinya teknik ini bisa membantu perkembangan fisik kita." Ucap Liu Xianzhi, meskipun dia sendiri tidak mengetahui bahwa kualitas fisik mereka bisa ditingkatkan lagi.


" Lebih baik kita kembali ke kediaman kita. Tempat ini terlalu berbahaya jika terlalu lama." Liu Ryu tidak ingin mengambil resiko, langsung membawa Istrinya menuju ke markas Fraksi Bintang.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di markas Fraksi Bintang, lalu menyandarkan tubuh mereka masing-masing di kursi.


" Suamiku, kami ingin ke kamar dulu untuk meningkatkan Kultivasi." Ucap Sheng Zhishu, lalu membawa yang lain untuk kembali ke kamar masing-masing.


Begitupun dengan Xie Hua dan yang lain yang sudah mencapai Half Immortal tahap menengah, kini saling memberi isyarat agar kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Tentu mereka bisa merasakan bahwa Liu Xianzhi masih suci. Itu artinya Liu Ryu dan Liu Xianzhi belum melakukan Kultivasi Ganda.


Melihat kepergian Istri Liu Ryu yang lain, Liu Xianzhi tersenyum lembut, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Liu Ryu.


" Suamiku... Sepertinya sekarang kita tidak bisa menggunakan teknik peningkatan fisik itu, karena kitab itu tidak lengkap." Liu Xianzhi membuka pembicaraan.


" Ya... Semoga kita bisa mendapatkan salinan kitab ini agar bisa mempelajarinya." Ucap Liu Ryu, sambil mengusap rambut Istrinya.


Liu Xianzhi tersenyum lembut, lalu mengusap dada bidang suaminya dengan penuh kebahagiaan.


Sesaat Liu Ryu menatap wajah wanita berparas cantik itu.


" Sepertinya ini waktu yang tepat untuk melakukan Kultivasi Ganda bersamanya." Pikir Liu Ryu, lalu membawa Liu Xianzhi ke Dunia Quzhu, tepat di Istana Kristal.


Melihat diri mereka sudah berpindah tempat, jantung Liu Xianzhi berdetak kencang, karena itu artinya tidak lama lagi dia akan memberikan kesuciannya kepada Liu Ryu.


" Suamiku, kamu harus membawaku." Ucap Liu Xianzhi, sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Liu Ryu.


Mengerti akan bahasa tubuh Istrinya, Liu Ryu tersenyum lembut, lalu menggendong Liu Xianzhi dan membawanya ke ruang Kultivasi Ganda.


Dengan posisi seperti itu, wajah Liu Xianzhi semakin memerah saat merasakan sesuatu yang mengeras bergesekan dengan bagian inti miliknya.


' Semoga saja tidak sakit.' Pikir Liu Xianzhi, sambil menatap wajah suaminya yang hanya berjarak beberapa senti.


Saat berada di ruang Kultivasi Ganda, Liu Ryu langsung masuk ke dalam kolam Kultivasi membuat jantung Liu Xianzhi semakin berdetak kencang.


" Suamiku, ini adalah pengalaman pertamaku. Aku harap kamu melakukannya dengan lembut." Bisik Liu Xianzhi di telinga Liu Ryu.


" Kamu tenang saja! Aku akan memberikan yang terbaik untukmu." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mencium bibir Liu Xianzhi dengan lembut.


Merasakan sentuhan lembut dari bibir suaminya, Liu Xianzhi memejamkan mata, sambil membalas ciuman dari suaminya hingga perasaannya mulai hangat.


" Deeeg." Liu Xianzhi sontak kaget saat lidah Liu Ryu masuk ke dalam mulutnya.


Namun Liu Xianzhi dengan cepat mencerna situasi tersebut, lalu menjulurkan lidahnya untuk membalas serangan dari suaminya.

__ADS_1


Pertukaran lidah antara keduanya, membuat Liu Xianzhi merasakan sensasi yang berbeda, membuatnya semakin bersemangat untuk mencari tahu apa yang terjadi selanjutnya.


" Suamiku, apakah seperti ini?" Tanya Liu Xianzhi, sambil melepaskan pakaian miliknya.


" Ya... Tubuhmu sangat indah." Mata Liu Ryu berbinar-binar dengan keindahan tubuh Liu Xianzhi yang memiliki bokong besar.


Liu Ryu yang sudah tidak sabar, langsung mencengkram bokong besar Liu Xianzhi membuat wanita itu menggeliat kenikmatan, diikuti suara yang khas dari mulutnya


Liu Xianzhi yang menggeliat seperti cacing kepanasan, kini langsung duduk di pangkuan Liu Ryu, lalu melepaskan pakaian suaminya.


Pada saat ini posisi kulit mereka saling bersentuhan membuat dada bidang Liu Ryu menyentuh kedua gunung kembar Liu Xianzhi yang begitu indah dan kokoh.


" Aaakkhhh."


Liu Xianzhi mencengkram erat suaminya saat Liu Ryu membenamkan wajahnya di dadanya.


" Mmmhhh..."


Liu Xianzhi menggeliat kenikmatan saat kedua ****** di kedua gunung kembarnya dimanjakan dengan lidah Liu Ryu.


Di sisi lain, Liu Ryu begitu terbuai dengan aroma wangi dari tubuh istrinya, kini mencengkram dengan lembut kedua gunung kembar Liu Xianzhi, membuat pikiran wanita itu melayang ke alam surgawi.


Sesaat tatapan mata Liu Xianzhi tertuju pada benda yang mengeras dan tebal di tengah-tengah paha suaminya.


" Huli Yue pernah mengatakan benda ini sangat enak.' Pikir Liu Xianzhi, lalu memegang adik kecil Liu Ryu dan memasukkan ke dalam mulutnya sesuai arahan dari Huli Yue.


Meskipun merasa berendam di kolam Kultivasi, namun air tersebut tidak menggangu pernapasan mereka sehingga bebas melakukan gaya apapun.


" Sepertinya dia sudah diajarkan oleh istriku yang lain." Pikir Liu Ryu, karena Liu Xianzhi tanpa ragu memasukkan adik kecil Liu Ryu ke dalam mulutnya.


" Baiklah, jika itu yang kamu inginkan." Gumam Liu Ryu sambil menjulurkan lidahnya ke dalam goa suci milik Liu Xianzhi yang sudah basah.


Merasakan goa suci miliknya sedang dimainkan, ******* Liu Xianzhi semakin menggoda dan indah didengar.


*******

__ADS_1



Wang Mingjun ( Kemampuan absolut Kematian )


__ADS_2