SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 426. Kebencian Ratu Peri Merah


__ADS_3

Karena merasa masih belum puas, ratu peri merah merobek pakaian yang melekat di tubuh Liu Ryu, hingga memperlihatkan keperkasaan pria itu.


" Mmmhhh." Ratu peri merah yang sudah tidak tahan lagi, langsung menyerang Liu Ryu dengan ganas.


Namun kali ini Liu Ryu harus mengambil alih, dimana dia langsung membalikkan posisi mereka.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu melepaskan pakaian yang melekat di tubuh ratu peri merah hingga keduanya sudah tidak menggunakan sehelai kain pun.


Jleeep!


Pada saat Liu Ryu menyatukan bagian intim mereka, ratu peri merah juga menancapkan kedua taringnya di leher Liu Ryu.


Karena Liu Ryu juga berada dalam pengaruh sihir ilusi, dia sama sekali tidak merasa terganggu, dengan kedua taring yang menancap di lehernya.


Dengan posisi seperti itu, Liu Ryu menarik energi Yin milik ratu peri merah melalui bagian Intim. Sedangkan ratu peri merah juga menyerap kekuatan Liu Ryu dengan gigitan taringnya.


Secara perlahan kekuatan Liu Ryu semakin menipis, namun masih bisa ditutupi dengan energi Yin yang dia serap dari ratu peri merah.


Saling tarik-menarik antara kedua belah pihak, kini berlangsung sangat lama, hingga tidak ada satupun yang menunjukkan kelelahan.


*******


( Dunia Quzhu )


Sudah tiga hari Dewi Arinia dan Elena berada di Dunia Quzhu, namun Liu Ryu masih belum kembali, membuat keduanya semakin gelisah.


Namun keduanya tidak bisa keluar dari Dunia Quzhu, karena Liu Ryu sudah mengunci mereka.


" Dewi Arinia, apa yang harus kita lakukan? Sepertinya suami kita sedang dalam masalah." Elena berjalan mondar mandir karena Liu Ryu belum muncul.


" Sepertinya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Aku yakin suami kita masih mampu mengalahkan sosok itu." Ucap Dewi Arinia, meskipun hatinya merasa tidak yakin.


Kini kedua wanita itu terdiam sejenak, sambil memikirkan apa yang terjadi pada Liu Ryu yang berada di luar.


Keduanya menarik napas dalam-dalam, berusaha untuk menenangkan diri.


" Ini semua karena kita masih terlalu lemah. Jika saja kita kuat, maka kita bisa membantu suami kita." Dewi Arinia merasa bersalah karena tidak bisa membantu suami mereka.

__ADS_1


" Kamu benar... Jika kita lebih kuat lagi, maka tidak akan terjadi seperti ini." Ucap Elena sambil menghela nafas panjang.


Kini kedua wanita itu sepakat untuk meningkatkan Kultivasi lagi dan berharap agar Liu Ryu akan baik-baik saja.


Tanpa membuang waktu, Dewi Arinia dan Elena berjalan menuju ruang Kultivasi lalu mengambil tempat duduk bersila.


" Untuk sementara waktu, kita bisa menggunakan Batu Roh ini untuk meningkatkan Kultivasi." Ucap Dewi Arinia, sambil meletakkan tumpukan Batu Roh di depannya.


" Ya... Semoga saja suami kita cepat kembali kesini." Elena mengangguk pelan lalu memejamkan mata.


Keduanya pun langsung Berkultivasi sambil menunggu kedatangan Liu Ryu.


*******


Dua bulan telah berlalu, kini Liu Ryu terbaring lemah di atas meja batu, karena keduanya tanpa henti melakukan hubungan badan.


Liu Ryu terbaring lemah, bukan karena kalah dalam bertarung, namun karena terlalu banyak mengeluarkan energi Yang hingga jatuh terkapar.


Di sisi lain, ratu peri merah yang kini sudah berukuran kecil, kini menatap tajam ke arah Liu Ryu penuh dengan kebencian.


Meskipun ratu peri merah masih memiliki sisa kekuatan, namun dia tidak mampu melukai Liu Ryu.


Ratu peri merah memang sudah banyak menghisap darah Liu Ryu, namun Liu Ryu kembali mengambil kekuatannya melalui bagian Intim miliknya.


Bahkan dengan energi Yin murni miliknya, kemampuan ratu peri merah telah berpindah tempat ke tubuh Liu Ryu.


Aarrgggh!


Ratu peri merah berteriak keras, karena kekuatannya yang selama ini telah dia kumpulkan seakan menghilang begitu saja.


Ratu peri merah merapatkan giginya, karena dengan kekuatannya sekarang, dia tidak mampu melukai tubuh Liu Ryu, meskipun hanya goresan.


Pukulan demi pukulan bersarang di kepala Liu Ryu membuatnya terbangun dari tidurnya sambil menatap ke arah makhluk mungil yang melayang di depannya.


Wuush!


Dengan buru-buru ratu peri merah melesat ke arah sebuah celah dibalik goa, yang ukurannya sangat kecil.

__ADS_1


Liu Ryu yang dalam keadaan setengah sadar, kini menoleh ke arah ratu peri merah yang bersembunyi dibalik lorong kecil di celah goa.


" Gadis mungil, siapa namamu?" Tanya Liu Ryu sambil memakai kembali pakaiannya.


Namun tidak ada jawaban dari ratu peri merah, karena kebenciannya kepada Liu Ryu sampai ke ubun-ubun.


" Aku minta maaf karena telah membuatmu seperti itu. Tapi percayalah, aku sangat menyukaimu." Liu Ryu berkata dengan tulus, meskipun ukuran ratu peri merah sudah mengecil akibat kehilangan kekuatannya.


Liu Ryu berpikir jika ratu peri merah bersamaan, maka dia memiliki kesempatan untuk memulihkan kondisi makhluk mungil itu.


" PERGI!!! Aku sangat membencimu." Terdengar suara dari balik lorong kecil tersebut.


Liu Ryu terdiam sejenak, karena makhluk mungil tersebut masih keras kepala dan masih menyimpan dendam kepadanya.


" Lihat saja nanti, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri." Ucap ratu peri merah yang bersembunyi di balik lorong kecil.


Liu Ryu bisa saja menghancurkan celah tempat ratu peri merah bersembunyi. Namun resikonya justru akan membuat ratu peri merah akan terbunuh akibat reruntuhan goa itu.


Berkali-kali Liu Ryu membujuk ratu peri merah agar bisa bersamanya dan menjadi Istrinya, namun ratu peri merah masih keras kepala.


Bahkan ratu peri merah bersumpah untuk membunuh Liu Ryu saat dia sudah mengembalikan kekuatannya.


" Ingatlah ucapanku! Jika kita bertemu kembali, saat itu juga aku akan membunuhmu." Ucap ratu peri merah dengan nada tinggi.


Terlebih ratu peri merah telah mendapatkan penyiksaan di bagian terlarangnya oleh Liu Ryu, sehingga dia tidak akan memaafkan pria itu.


" Baiklah! Jika itu pilihanmu, maka aku tidak bisa memaksa. Namun jika kita bertemu kembali, aku harap kamu bisa berubah pikiran." Ucap Liu Ryu meskipun dia dengan berat hati untuk meninggalkan ratu peri merah di tempat itu.


" Tekadku sudah bulat, aku akan membunuhmu, karena kamu telah merenggut kesucianku dan menyerap semua kekuatanku." Ucap ratu peri merah dengan nada tinggi.


Dengan berat hati, Liu Ryu meninggalkan goa itu untuk melanjutkan perjalanannya. Meskipun Liu Ryu banyak mendapatkan keuntungan dari ratu peri merah, namun kali ini dia merasa bersalah.


Liu Ryu tidak menyangka bahwa kemampuan ratu peri merah mampu membuatnya terkapar karena kelelahan.


Bahkan semua Istri Liu Ryu yang berada di Dunia Tiantang sekalipun tidak mampu mengimbangi kekuatanya, meskipun secara bersamaan.


Meskipun Qi milik Liu Ryu sudah terisi penuh dengan energi Yin dari ratu peri merah, namun tidak ada kebahagiaan sedikitpun dari raut wajahnya.

__ADS_1


" Jika takdir mempertemukan kita kembali, aku harap kamu bisa berubah pikiran." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke sebuah arah dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2