SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 540. Gelang Giok


__ADS_3

Mendengar perkataan dari Liu Xianzhi, Liu Ryu menaikkan alisnya. Seakan tidak percaya jika sosok wanita yang pernah menyelamatkan istrinya, juga mau menjadi istrinya.


" Apa kamu benar-benar Dewi Nuwa yang aku kenal?" Tanya Liu Ryu, untuk memastikan apa yang dikatakan wanita itu.


" Dewi Nuwa sudah tidak ada lagi, sekarang yang ada hanyalah Liu Xianzhi, Istrimu." Liu Xianzhi tersenyum lembut, meskipun hatinya sedikit gugup.


Sebelumnya Liu Xianzhi tidak pernah merasakan sesuatu yang aneh di hatinya. Namun setelah menyampaikan tujuannya untuk menjadi pendamping Liu Ryu, hatinya bergetar hebat.


Perasaan aneh bercampur kebahagiaan tersirat dari raut wajah Liu Xianzhi, membuatnya sedikit gugup ketika menatap wajah Liu Ryu.


' Kenapa perasaanku seperti ini? Padahal sebelumnya aku tidak pernah gugup seperti ini.' Pikir Liu Xianzhi, yang kini tidak berani menatap wajah Liu Ryu secara langsung.


" Baiklah, kalau begitu aku akan mendaftarkan Fraksi Bintang kepada petugas." Liu Ryu tersenyum lebar, lalu beranjak dari tempatnya. Berjalan menuju alun-alun kota.


Di sisi lain, Liu Xianzhi langsung ikut berjalan mengikuti Liu Ryu dari arah belakang, karena perasaannya masih bercampur aduk.


Melihat Liu Xianzhi yang masih sungkan untuk mendekatinya, Liu Ryu menghela nafas panjang karena dia sendiri sangat menghormati sosok wanita yang mau menjadi istrinya.


Meskipun sedikit gugup, Liu Ryu menjulurkan tangannya ke arah Liu Xianzhi, membuat wanita itu memasang wajah memerah, seperti kepiting rebus.


" Dari usiamu yang sudah miliaran tahun. Tapi tingkahmu seperti gadis yang masih polos." Liu Ryu masih menjulurkan tangannya ke arah Liu Xianzhi.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu, Liu Xianzhi terlihat cemberut karena sebagai seorang wanita begitu tabu jika membicarakan masalah usia.


Terlebih usia Liu Ryu kurang dari seratus tahun, tentu perbedaan mereka terlampau jauh.


" Jangan berkata tentang usia lagi." Ucap Liu Xianzhi, sambil memonyongkan bibir seraya menghentakkan kakinya.


Melihat tingkah wanita di depannya, Liu Ryu hampir muntah darah, karena Liu Xianzhi benar-benar berbanding terbalik ketika dia diberi julukan sebagai Dewi Nuwa.

__ADS_1


Meskipun merasa enggan mendekati Liu Ryu, namun dalam hati Liu Xianzhi begitu berharap agar suaminya menggenggam tangannya agar bisa membiasakan diri.


Liu Ryu yang sudah faham dengan perasaan seseorang wanita, melangkahkan kakinya mendekati Liu Xianzhi, lalu memegang tangannya.


Merasakan sentuhan dari suaminya, perasaan Liu Xianzhi berbunga-bunga, seraya merangkul tangan Liu Ryu seperti orang yang sedang kasmaran.


Melihat Liu Xianzhi mau membiasakan diri, Liu Ryu langsung membawanya menuju alun-alun kota.


Saat berada di alun-alun kota, Liu Ryu langsung menuju ke arah petugas kota, untuk mendaftarkan Fraksi Bintang.


" Sepertinya kamu sudah berhasil menemukan anggota baru." Petugas itupun tersenyum penuh makna, karena sikap gadis yang berada di samping Liu Ryu yang seakan tidak ingin melepaskan pelukannya.


Liu Ryu sama sekali tidak menanggapi perkataan dari petugas, memilih untuk mendaftarkan nama anggotanya yang tidak lain adalah Istrinya sendiri.


" Hmmm... Aku tidak menyangka jika anggotamu semuanya wanita. Apa kamu sanggup memenuhi kebutuhan mereka?" Tanya petugas, sambil mencatat nama Liu Ryu dan Istrinya.


" Kalau masalah itu, senior tidak perlu khawatir." Jawab Liu Ryu, sambil melirik ke arah Liu Xianzhi.


" Karena kalian adalah Fraksi baru, maka kalian harus mengisi Point Dewa ke dalam gelang ini. Untuk satu Point Dewa, senilai 100.000 Batu Roh." Ucap petugas, sambil menjelaskan fungsi dari gelang giok yang nantinya akan digunakan oleh anggota Fraksi Bintang.


Petugas itu juga menjelaskan bahwa gelang giok hanya bisa diisi satu kali. Setelah itu tidak bisa diisi lagi dengan menggunakan Batu Roh, kecuali dengan membunuh ketika berada di Tanah Perang.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu langsung mengeluarkan semua Batu Roh yang berada di Dunia Quzhu.


Meskipun kemampuan Ikan Nian untuk memproduksi Batu Roh tidak secepat saat berada di Dunia Tiantang, namun Liu Ryu berpikir bahwa secara perlahan Batu Roh bisa bertambah lagi.


" Baiklah, sekarang kalian boleh pilih bangunan yang ditampilkan di layar pada gelang giok. Namun semuanya tidak ada yang gratis, karena kalian harus membelinya dengan Point Dewa." Ucap petugas, lalu memberikan 21 gelang giok kepada Liu Ryu.


" Terimakasih senior." Ucap Liu lalu mengambil 21 gelang kayu yang sudah terisi dengan Point Dewa, sesuai dengan nominal Batu Roh yang Liu Ryu berikan sebelumnya.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu dan Liu Xianzhi meninggalkan tempat itu, menuju ke arah tanah kosong yang sudah disediakan oleh tuan kota.


Karena semua kebutuhan mereka berada di dalam gelang giok, maka Liu Ryu dan Istrinya tidak perlu repot-repot bolak-balik ke tempat petugas.


Saat berada di tempat tanah kosong, Liu Ryu mengeluarkan Istrinya yang lain, agar bisa memilih sesuatu yang cocok untuk mereka.


Xie Hua dan Istri Liu Ryu yang lain yang sudah keluar dari Dunia Quzhu, kini tatapan mereka tertuju pada sosok wanita yang mereka kenal.


" Dewi Nuwa...." Xie Hua dan yang lain seakan tidak percaya jika Liu Xianzhi juga berada di kota Yanshu.


" Ahh... Itu... Ceritanya sangat panjang." Liu Xianzhi yang terlihat gugup dengan kemunculan Xie Hua dan yang lain, kini langsung menoleh ke arah Liu Ryu, seakan memberi isyarat.


Mendapatkan isyarat dari Liu Xianzhi, Liu Ryu menarik napas dalam-dalam lalu menceritakan tentang apa yang terjadi hingga Liu Xianzhi bergabung dengan Fraksi Bintang. Namun tidak menceritakan bahwa dia telah melakukan Kultivasi Ganda bersama anggota Fraksi Dewi Bulan.


" Jika Liu Xianzhi yang ingin menjadi bagian dari keluarga kami, aku sangat setuju. Tapi, apa kamu yakin dengan keputusanmu?" Xie Hua sedikit ragu jika Liu Xianzhi benar-benar ingin bergabung bersama mereka.


" Kalian tidak perlu khawatir! Keputusanku sudah bulat untuk merebut suami kalian." Jawab Liu Xianzhi, yang kini mulai terbiasa dengan Liu Ryu, karena selama dalam perjalanan, dia terus menggandeng tangan suaminya.


Mendengar perkataan dari Liu Xianzhi, Xie Hua dan yang lain mengangguk kecil lalu menatap ke arah Liu Ryu.


" Karena kita sudah mendapatkan gelang giok, langkah selanjutnya adalah menciptakan tempat kediaman kita." Ucap Liu Ryu, sambil menjelaskan tentang fungsi gelang giok, lalu memberikan satu-persatu gelang giok kepada Istrinya.


Setelah menerima gelang giok yang sudah berada di tangan masing-masing, Xie Hua dan yang lain langsung memasang gelang giok di tangannya, lalu meneteskan darahnya pada gelang.


" Biarkan kami saja yang memilih bangunan yang cocok." Ucap Xie Hua, lalu menatap ke arah gelang giok miliknya yang menampilkan beberapa jenis bangunan.


Setelah menemukan bangunan yang cocok, Xie Hua mengarahkan tangannya ke tanah kosong, hingga tercipta sebuah bangunan yang cukup besar di depan mereka.


*******

__ADS_1



Ilustrasi Yunjiang ( Absolut Es )


__ADS_2