
Pada keesokan harinya, Ryu langsung menuju ke Penginapan Giok Bulan untuk menemui Jiang Caiping.
Di lantai dasar Penginapan Giok Bulan, terlihat begitu banyak para pengunjung dimana para Pelayan sedang sibuk melayani mereka.
Melihat kedatangan Ryu, Para pengunjung langsung menunduk penuh hormat. Ryu pun mengangguk kecil menyapa ramah kepada mereka.
Para pengunjung yang sudah mengetahui bahwa Pemilik Penginapan Giok Bulan adalah seorang Ratu, tentu saja mereka juga mengenal sosok Kaisar Ryu meskipun menggunakan pakaian biasa karena Wibawa dan ketampanan Ryu sudah dikenal di seluruh wilayah Kekaisaran Awan.
Bahkan bagi yang belum mengenal Kaisar Ryu sekalipun, mereka sangat yakin bahwa sosok tersebut adalah Kaisar karena beberapa sosok yang lain langsung memberi hormat.
Rumor tentang Kaisar Ryu yang lebih senang dengan menggunakan Pakaian biasa dan sering melakukan perjalanan, tentu sudah melekat pada seluruh warga Kekaisaran Awan.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Ucap pelayan yang berbeda di meja kasir.
Dengan sebuah anggukan kecil Ryu menyapa pelayan tersebut lalu pergi ke kamar milik Jiang Caiping.
Di dalam kamar tersebut, terlihat Jiang Caiping sedang berbincang dengan salah satu sosok wanita cantik yaitu Manager cabang Penginapan Giok Bulan yang ada di Kota Chang'an.
" Maaf telah mengganggu kalian." Ryu yang baru masuk ke kamar tersebut saat melihat ada orang lain.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Liem Ao Ai memberi hormat.
" Tidak masalah Gege... Manager Ai hanya ingin mengobrol sebentar." Ucap Jiang Caiping.
" Kalau begitu, silahkan kalian mengobrol." Ryu berniat untuk meninggalkan kamar tersebut.
" Mohon maaf Yang Mulia Kaisar. Hamba ingin bertanya sesuatu kepada Yang Mulia." Liem Ao Ai menghentikan langkah Ryu yang diikuti Jiang Caiping menatap ke arah wanita itu penuh selidik.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu membalikkan badan lalu berjalan mendekati mereka dan mengambil tempat duduk di samping Jiang Caiping.
" Manager Ai... Apa yang ingin kamu tanyakan?" Tanya Ryu berusaha bersikap tenang, meskipun dia memiliki firasat buruk.
" Yang Mulia Kaisar... Jika berkenan Hamba ingin bertemu dengan Saudara Song Juan. Aku dengar dia adalah orang kepercayaan Yang Mulia Kaisar." Ucap Liem Ao Ai.
__ADS_1
Mendengar ucapan tersebut Jiang Caiping langsung menoleh ke arah Ryu, seakan meminta penjelasan.
' Pantas saja Manager Ai terlihat awet muda sekarang. Aku yakin Song Juan yang dia tanyakan adalah Gege sendiri.' Sebagai seorang wanita, namuri Jiang Caiping merasa yakin bahwa Ryu pernah melakukan hubungan kepada Liem Ao Ai ketika Ryu menyamar menjadi Song Juan.
" Manager Ai... Untuk apa kamu menanyakan keberadaan Song Juan? Dia sedang menjalankan misi rahasia." Jawab Ryu dengan sikap tenang.
" Maaf Yang Mulia Kaisar. Tolong sampaikan kepada Saudara Song Juan jika dia sudah pulang menjalankan misi." Liem Ao Ai terlihat gugup, namun ada keinginan yang kuat untuk bertemu dengan Song Juan.
Liem Ao Ai yang begitu merindukan sosok tersebut karena hanya Song Juan yang mampu menyalurkan hasratnya bahkan melebihi keinginannya walaupun dia sudah memiliki Suami namun tidak mampu menandingi keperkasaan pria yang dia kenal sebagai Song Juan.
" Baiklah, aku akan sampaikan kepada Song Juan." Ucap Ryu.
" Terimakasih Yang Mulia Kaisar. Kalau begitu aku pamit dulu." Liem Ao Ai terlihat senang karena keinginannya untuk bertemu dengan sosok tersebut sudah berada pada orang yang tepat.
Saat Liem Ao Ai sudah keluar dari kamar, kini Jiang Caiping langsung melotot ke arah Ryu dengan selidik.
" Gege, tolong jelaskan." Jiang Caiping yang masih penasaran dengan apa yang dikatakan Liem Ao Ai.
" Haaahh... Itu semua terjadi pada saat aku mabuk. Itu bukan salahku, Manager Ai sendiri yang menginginkannya." Ucap Ryu dengan jujur.
" Mulai hari ini, Gege akan menemaniku selama dua hari. Ini adalah perjanjian yang kami sepakati bersama yang lain." Ucap Jiang Caiping.
" Perjanjian? Maksudnya?" Ryu sedikit mengerutkan kening.
" Ya... Gege harus membagikan waktu selama dua hari kepada setiap kediaman Istri Gege yang lain. Selama ini kita selalu bersama, jadi kami sepakat jika berpisah untuk sementara. Setelah ini Gege harus pergi ke Istana Teratai, Istana Kekaisaran Shin, Sekte Kuil Bambu dan seterusnya." Jiang Caiping menjelaskan kepada Ryu.
" Haaahh... Syukurlah, mungkin dalam beberapa hari aku tidak sesak." Ucap Ryu sambil menggendong Jiang Caiping.
Mendapatkan perlakuan tersebut detak jantung Jiang Caiping semakin cepat, meskipun sudah lama bersama Suaminya itu.
Jiang Caiping yang awalnya terlihat kesal, kini langsung luluh sambil menatap wajah suaminya dengan senyuman lembut.
' Beginikah rasanya jika hanya berdua.' Jiang Caiping membatin sambil menyentuh wajah Suaminya lalu memposisikan wajahnya mendekati wajah Ryu.
__ADS_1
Tanpa meminta persetujuan, Jiang Caiping langsung menutup matanya lalu mencium bibir Suaminya.
Ryu yang merasakan kelembutan dari Jiang Caiping, kini langsung membawanya ke suatu tempat yang ada di Dunia Quzhu tepat di atas Gunung yang memiliki pemandangan yang indah.
Jiang Caiping yang merasakan bahwa mereka sudah berpindah tempat, kini secara perlahan membuka mata hingga ciuman bibirnya terhenti saat melihat pemandangan dari Gunung tersebut.
" Gege... Tempat apa ini? Indah sekali." Jiang Caiping dengan pemandangan tersebut namun masih memeluk tubuh suaminya itu.
" Tempat ini masih berada di Dunia Quzhu, namun sangat jauh dari Istana Kristal." Ucap Ryu.
" Gege... Temani aku melihat pemandangan ini sampai matahari terbenam." Ucap Jiang Caiping yang tidak henti dengan kekagumannya.
" Baik... Kita akan tinggal disini sampai besok pagi." Ucap Ryu sambil menggunakan Qi untuk mengambil tempat duduk dari Istana Kristal.
Seketika sebuah kursi memanjang langsung muncul di tempat itu.
" Gege... Kenapa tidak ambil tempat tidur sekalian? Aku ingin kita berada di tempat ini menghabiskan waktu selama dua hari kedelapan." Ucap Jiang Caiping.
" Tidak masalah, lagi pula aku adalah Dewa di Dunia Quzhu. 200 Hari disini bersamamu mungkin kamu akan mendapatkan beberapa kali hukuman." Ucap Ryu sambil mengeluarkan tempat tidur dari ruang hampa.
" Aku akan menikmati hukuman itu." Ucap Jiang Caiping langsung menarik tangan Ryu.
Sambil duduk di tempat tidur, Jiang Caiping menyandarkan kepalanya di bahu Ryu untuk menikmati pemandangan di sekitar.
Begitupun dengan Ryu, dia terus menemani Istrinya tersebut sambil mengusap rambut Jiang Caiping dengan lembut.
" Gege... Setelah kita semua sudah mencapai Puncak Kultivator dan membalas dendam kepada Kaisar Langit, aku ingin kita semua meninggalkan urusan Dunia. Kita akan membangun keluarga bahagia di Dunia Quzhu." Ucap Jiang Caiping sambil menatap ke arah matahari yang mulai terbenam.
" Aku juga berpikir begitu. Kita akan selamanya hidup Abadi di Dunia Quzhu dan meninggalkan dunia Kultivator. Tapi jika ada salah satu dari keturunan kita yang ingin berdampingan dengan orang-orang yang ada di dunia Kultivator, maka aku tidak akan melarang mereka." Ucap Ryu.
" Aku setuju." Ucap Jiang Caiping langsung membaringkan tubuhnya saat matahari sudah tidak menampakkan sinarnya lagi.
Jiang Caiping langsung menarik tangan Ryu dan memeluk tubuh Suaminya tersebut dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
Ryu pun dengan senang hati mulai mencium kening Jiang Caiping kemudian mulai turun ke alis, telinga, pipi hingga terhenti saat kedua bibir mereka bertemu.
Udara malam mulai berhembus, kini Ryu dan Jiang Caiping sudah mengarungi lautan Surgawi dengan penuh kebahagiaan sebagai suami istri.