SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 416. Berkumpulnya Para Penguasa Hutan


__ADS_3

Elena mengangguk pelan, lalu menyalurkan Qi miliknya untuk melindungi tubuhnya, hingga tercipta sebuah cahaya mengelilingi tubuhnya.


Tanpa membuang waktu, Elena langsung melesat ke arah pasukan siluman kadal yang mendatangi mereka.


Craaash! Craaash! Craaash!


Tebasan demi tebasan dari pedang sabit milik Elena, membuat satu-persatu dari pihak lawan kehilangan nyawa dengan leher terpotong.


Kali ini Elena tidak segan lagi untuk menyerang pasukan siluman kadal yang berkelompok banyak.


Meskipun dari beberapa pihak lawan berhasil mencakar tubuh Elena, namun tidak ada satupun yang berhasil menggores kulitnya.


" Sepertinya pengalaman bertarung mereka sudah meningkat." Liu Ryu yang baru saja mendatangi tempat pertarungan, sambil menatap ke arah kedua Istrinya.


*******


Di sebuah tempat di kedalaman hutan, kini terlihat belasan sosok raksasa sedang berkumpul.


Belasan makhluk raksasa itu adalah raja dan ratu dari berbagai jenis siluman yang mendiami berbagai wilayah hutan.


Belasan makhluk raksasa sedang berkumpul karena mereka mendapatkan energi sihir yang dilepaskan oleh raja siluman kadal.


Jika dilihat sekilas, belasan sosok itu seperti gunung yang berjejer. Namun sebenarnya mereka adalah makhluk raksasa.


" Baru kali ini ada seorang Dewa tertinggi yang mampu mengalahkan penguasa hutan yang lain." Ucap sosok raksasa seperti seekor katak.


" Itu wajar saja, karena raja siluman kadal adalah yang terlemah diantara kita." Jawab sosok raksasa seperti seekor tikus.


Raja tikus raksasa terlalu percaya diri, karena dia menganggap bahwa raja siluman kadal terlalu banyak kelemahan.


" Jangan sampai meremehkan kekuatan Dewa itu. Kalian tau sendiri bagaimana kuatnya raja siluman kadal, meskipun kemampuannya masih dibawah kita." Raja siluman Singa mengingatkan kepada mereka agar tidak menyombongkan diri.


" Ya... Aku sangat penasaran dengan kemampuan Dewa yang mampu mengalahkan raja siluman kadal. Jika kita memakan dagingnya, maka kemampuan kita semakin berlipat ganda." Ucap ratu siluman laba-laba.

__ADS_1


" Tapi kalian harus ingat! Jangan sampai ada diantara kita yang memasuki wilayah yang lain. Jika Dewa itu melewati wilayah kita, maka dia akan menjadi santapan pemilik wilayah itu."


Meskipun belasan makhluk raksasa itu sangat menginginkan daging seorang Dewa, namun mereka juga memiliki aturan yang berlaku selama jutaan tahun.


Begitupun ketika para Dewa tertinggi turun ke wilayah mereka, maka dia akan menjadi milik penguasa wilayah itu.


" Jika tujuan Dewa itu ingin pergi ke arah lautan, sepertinya aku tidak mendapatkan bagian." Ucap satu sosok yang paling kecil diantara mereka.


Sosok itu berwujud seperti manusia normal, namun memiliki sepasang sayap di punggungnya.


Sosok itu tidak lain adalah ratu peri merah yang memiliki ukuran paling besar diantara peri yang lain.


Untuk seorang peri, mereka hanya seukuran jari manis manusia dewasa. Namun karena ratu peri merah sudah banyak meminum darah manusia dan para Dewa, maka ukurannya semakin membesar hingga seukuran manusia normal.


Tidak ada satupun dari belasan makhluk raksasa itu yang berani menyinggung ratu peri merah, karena dialah yang paling kuat diantara yang lain, meskipun ukurannya sangat kecil dari belasan makhluk raksasa.


" Tidak masalah... Tapi bagi siapa yang berhasil meminum darah Dewa itu, maka dia harus memberikan seribu rakyatnya untukku." Ratu peri merah tersenyum lebar.


Mendengar perkataan dari ratu peri merah, belasan makhluk raksasa menelan ludah kasar, karena sosok itu tidak akan membual.


Meskipun ratu peri merah dan belasan makhluk raksasa tidak pernah keluar dari wilayah mereka, namun tidak ada satupun yang selamat ketika memasuki wilayah mereka masing-masing.


Setelah melakukan percakapan, ratu peri merah menciptakan sebuah sihir hingga belasan makhluk raksasa itu menghilang dari pandangan dan kembali ke wilayah masing-masing.


" Jika kalian tidak memberikan tumbal untukku, aku tidak segan menghancurkan wilayah kalian." Gumam peri merah, lalu turun dari udara kembali ke hutan.


*******


Di tempat yang lain, Dewi Arinia dan Elena sudah menyelesaikan pertarungan mereka, dimana Liu Ryu menarik tumpukan mayat ke Dunia Quzhu untuk mengembalikan energi alam di dunianya.


" Suamiku... Apa kita langsung melanjutkan perjalanan?" Tanya Dewi Arinia, meskipun dia sudah kelelahan.


Begitupun dengan Elena, dia juga merasa kelelahan, karena sudah banyak mengeluarkan tenaga saat bertarung melawan pasukan siluman kadal.

__ADS_1


" Lebih baik kita kembali ke Dunia Quzhu untuk memulihkan diri." Liu Ryu tidak ingin mengambil resiko karena perjalanan mereka masih jauh.


Terlebih ketika mendengar perkataan dari raja siluman kadal yang mengatakan bahwa dia memiliki saudara yang lain. Itu artinya masih banyak tempat yang berbahaya yang harus mereka lewati.


" Baiklah, aku juga merasa kelelahan." Elena berkata dengan jujur, karena sangat beresiko jika melanjutkan perjalanan.


Liu Ryu mengibaskan tangannya, dimana mereka langsung berpindah tempat ke Istana Kristal.


Liu Ryu dan kedua Istrinya langsung menuju ke ruang Kultivasi, karena disitulah sumber energi yang terkumpul di Dunia Quzhu.


Liu Ryu langsung mengeluarkan Inti Roh dari raja siluman kadal yang dia bunuh sebelumnya, membuat kedua wanita itu sontak kaget.


Meskipun Dewi Arinia sangat dikenal oleh kalangan manusia, namun dia tidak menyangka bahwa ada siluman yang lain yang jauh lebih kuat darinya.


Hanya saja wujud Siluman Ular Gurun bisa seperti manusia, karena mereka sering berdampingan dengan manusia yang tinggal di pinggir gurun.


" Suamiku, benda apa ini?" Tanya Elena, karena dia tidak pernah melihat benda sebesar itu yang memiliki ukuran dua kali lipat dari manusia dewasa.


Mendengar pertanyaan dari Elena, Dewi Arinia hanya tersenyum. Wajar saja Elena tidak mengetahui benda itu, karena dia berasal dari manusia.


Bahkan jika Dewi Arinia berubah wujud menjadi Siluman Ular, maka ukuran Inti Roh miliknya hanya sebesar kepalan tangan, meskipun sedikit ada perbedaan karena Dewi Arinia juga memiliki darah campuran Dewa.


" Ini adalah Inti Roh raja siluman kadal yang aku ambil sebelumnya." Jawab Liu Ryu, membuat kedua wanita itu bergidik ngeri.


Jika saja mereka berhadapan dengan pemilik Inti Roh sebesar itu, maka dapat dipastikan hanya dalam satu kali serangan, tubuh mereka akan menjadi kabut darah.


" Lebih baik kalian gunakan Inti Roh ini untuk meningkatkan Kultivasi." Liu Ryu merasa bahwa Inti Roh tersebut sangat cocok untuk perkembangan mereka.


" Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Dewi Arinia, karena dia juga mengetahui bahwa Liu Ryu sangat membutuhkan Inti Roh itu.


" Kita akan berbagi saja." Jawab Liu Ryu, karena dia juga membutuhkan energi dari Inti Roh itu untuk memulihkan Qi miliknya.


Kedua wanita itu mengangguk setuju, lalu mengambil posisi duduk bersila di dekat Inti Roh yang diikuti Liu Ryu.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu dan kedua Istrinya menyatukan kedua telapak tangannya pada Inti Roh tersebut untuk memulai penyerapan.


__ADS_2