SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 368. Pertarungan di Atas Laut


__ADS_3

Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu langsung mengirim pesan jiwa kepada kelima Jenderal Besar, agar mereka berpencar untuk mencari keberadaan pulau tersembunyi.


Kelima kapal udara itupun menyebar ke lautan lepas dengan jarak tertentu, agar mereka masih bisa saling terhubung.


Selama dalam perjalanan, lima kapal udara yang dipimpin kelima Jenderal Besar, selalu dihadang oleh para perompak kecil hingga menengah.


Namun para perompak itu masih bisa dikalahkan oleh salah satu dari lima kapal udara, tanpa bantuan dari Liu Ryu dan Istrinya.


" Suamiku, apa ada kabar dari kelima Jenderal itu?" Tanya Xin Chie, sambil menyantap hidangan di atas meja.


" Mereka hanya menangkap ikan kecil. Sepertinya tidak lama lagi ikan besar akan muncul." Liu Ryu mengibaratkan para perompak yang dikalahkan oleh bawahannya hanya ikan kecil, karena jumlah mereka tidak terlalu banyak.


Begitupun dengan hasil jarahan yang bawahannya kumpulkan dari para perompak, tidak terlalu menggiurkan, meskipun bagi orang lain, tentu itu jumlah yang sangat banyak.


Bahkan beberapa tawaran dari perompak juga mereka selamatkan sehingga para tawanan itu juga ikut bersama rombongan.


' Yang Mulia Kaisar... Menurut keterangan dari salah satu tawanan, para perompak tidak hanya Organisasi Penguasa Lautan, namun akhir-akhir ini muncul para perompak yang baru dan memiliki kekuatan besar.'


' Para perompak itu memiliki koneksi dengan salah satu pihak Kekaisaran yang berada di Benua Tengah, Benua Utara, Benua Selatan dan Benua Barat.' Wu Tian mengirim pesan jiwa kepada Liu Ryu tentang informasi yang dia dapatkan.


Wu Tian juga menjelaskan bahwa para perompak itu tidak hanya menjarah harta, melainkan menculik para warga yang sedang melakukan pelayaran ke benua lainnya.


Para tawanan itu mereka jual dan dijadikan sebagai budak oleh keluarga Kaisar.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu sedikit mengerutkan kening. Tidak menyangka bahwa di dunia para dewa juga terdapat hal-hal seperti itu.


Liu Ryu meminta kepada bawahannya untuk memperlakukan para tawanan dengan layak, karena mereka masih bisa ditempatkan di wilayah Kekaisaran Atas Awan nantinya.


Dengan demikian para tawanan itu bisa mendapatkan kehidupan yang layak, hingga bisa membantu perkembangan Kekaisaran Atas Awan.


Saat Liu Ryu dan Istrinya sudah selesai menikmati hidangan, kini Liu Ryu mendapatkan pesan jiwa dari Tou Shuijing, bahwa ada kelompok perompak dalam jumlah besar sedang mendatangi kapal udara yang mereka tumpangi.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu mempercepat laju kapal udara dengan menggunakan tumpukan Batu Roh.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di tempat kapal udara yang ditumpangi Tou Shuijing dan bawahannya yang sedang melakukan pertarungan melawan para perompak.


" Perompak ini menggunakan Ikan Hiu sebagai Hewan Kontrak mereka?" Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah pertarungan dari kejauhan.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu dan Istrinya langsung melompat ke permukaan laut, lalu melesat ke arah para perompak yang memiliki jumlah besar.


" Para perompak ini memiliki jumlah melebihi prajurit Kerajaan." Bersamaan dengan ucapannya, Tai Bai langsung melesat ke salah satu kapal yang bergerak mendekati mereka.

__ADS_1


Sedangkan Liu Ryu langsung melesat ke arah kapal induk para perompak yang memiliki ukuran lebih besar dari kapal yang lain.


Ratusan kapal dari para perompak itupun bergerak ke berbagai sisi, karena kapal udara yang ditumpangi Wu Tian, Jiu Tou She, Zi Mayi dan Guang Cheng yang juga ikut membantu.


Straaing!


Pada saat berada dalam jarak tertentu, Liu Ryu langsung berpindah tempat ke dalam kapal induk para perompak.


" Siapa kamu?" Tanya salah satu anggota perompak, saat melihat kemunculan Liu Ryu yang begitu tiba-tiba.


" Malaikat Pencabut Nyawa."


Wuush!


Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu langsung mengibaskan tangannya, hingga menciptakan gelombang energi yang sangat kuat.


Bboooom!


Puluhan anggota perompak terpental ke udara, hingga kehilangan nyawa, meskipun tidak ada kerusakan pada kapal tersebut.


Melihat para bawahannya dengan mudah dikalahkan, salah satu sosok yang berdiri di atas kapal, secara diam-diam membunyikan terompet hingga muncul makhluk raksasa dari dalam air.


Buussshh!


Gurita raksasa itupun langsung mengibaskan salah satu tentakelnya ke arah Liu Ryu, hingga membuat tekanan energi menciptakan gelombang air menyebar ke berbagai arah.


Di sisi lain Liu Ryu yang sudah berada di atas air, kini langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir lalu melesat ke arah Gurita raksasa.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Benturan energi dari kedua belah pihak membuat air laut terangkat hingga menciptakan gelombang yang menghempas semua kapal yang berada di tempat itu.


Untuk para perompak, semua bawahan Liu Ryu tidak mengalami kesulitan apapun. Namun Hewan Laut yang mereka panggil dengan menggunakan teknik khusus, tidak bisa dianggap enteng.


Puluhan Gurita raksasa pun bermunculan, dimana Istri Liu Ryu harus mengerahkan seluruh kemampuannya.


Liu Ryu yang tengah berhadapan dengan Gurita raksasa, kini harus menghindari setiap serangan dari tentakel gurita raksasa, karena bisa menghisap Qi dari korbannya.

__ADS_1


Wuush! Wuush! Wuush!


Liu Ryu terus menghindar dari serangan tentakel gurita raksasa, sambil mencari celah untuk melakukan serangan.


" Sampai kapan kamu terus menghindar?" Gurita raksasa sangat geram karena Liu Ryu selalu menghindari serangannya.


" Sampai kamu kelelahan."


Straaing!


Bersamaan dengan ucapannya Liu Ryu langsung berpindah tempat ke arah salah satu tentakel gurita raksasa.


Zzzrrrttt!


Pedang Naga Petir yang sudah diselimuti elemen Kehampaan, membuat gurita raksasa meningkatkan kewaspadaan.


Apalagi sosok yang menjadi lawannya bisa menggunakan teknik teleportasi, sehingga kemunculan Liu Ryu tidak bisa ditebak.


Craaash!


Sebuah tebasan yang sangat kuat membuat salah satu tentakel gurita raksasa langsung terputus.


Ggooooaaarr!


Gurita raksasa meraung keras, karena tentakel kebanggaannya bisa terputus dengan mudah.


Akibat raungan tersebut seluruh wilayah pertarungan kembali menciptakan gelombang air laut yang menyebar ke berbagai arah.


" Pedang macam apa itu?" Gurita raksasa harus mundur ke belakang, karena dia tidak bisa meregenerasi tentakelnya agar bisa kembali utuh.


Di pertarungan lain, Istri Liu Ryu juga sedikit kesulitan, karena setiap tentakel gurita raksasa yang mereka tebas kembali dengan utuh.


" Gurita raksasa ini memiliki kemampuan regenerasi yang sangat kuat." Sheng Zhishu memasang wajah serius, karena setiap tentakel gurita raksasa yang terputus, hanya dalam hitungan detik muncul kembali.


Di sisi lain Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang sudah berubah wujud menjadi sosok raksasa dengan kepala berjumlah sembilan, kini melahap semua Hiu yang menyerang mereka.


Sedangkan para prajurit langsung ditugaskan untuk memburu dan membunuh anggota perompak terlebih dulu, sebelum bertarung melawan kelompok Hiu yang berdatangan.


" Para perompak ini semuanya sudah mati, tapi kenapa hewan laut ini tidak bisa mati?" Salah satu prajurit merasa heran karena biasanya nyawa Hewan Kontrak bergantung pada tuannya.


Jika tuan mereka mati, Hewan Kontrak mereka juga akan mati. Namun di depan mereka, semua hewan laut itu justru semakin liar untuk menghadapi para prajurit.

__ADS_1


__ADS_2