
Setelah semua selesai, Dewi Arinia dan bawahannya memberikan tumpukan mayat pasukan Siluman Kalajengking Gurun kepada Elena, meskipun mereka tidak mengetahui tujuan dari wanita itu.
Dewi Arinia juga meminta kepada bawahannya untuk kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa, lalu membawa Liu Ryu dan Elena kembali ke Istana.
" Suamiku, tiga hari lagi kami akan berangkat untuk berperang melawan pasukan Siluman Kalajengking Gurun. Aku harap kamu tidak menggangguku, karena aku ingin membunuh raja mereka dengan tanganku sendiri." Dewi Arinia meminta kepada Liu Ryu agar tidak ikut campur dalam pertarungannya ketika berhadapan dengan raja Siluman Kalajengking Gurun.
" Baiklah, jika itu yang kamu inginkan." Jawab Liu Ryu, karena dia sendiri ingin melihat kemampuan istrinya.
Dewi Arinia tersenyum lebar, lalu menggenggam erat tangan suaminya diikuti Elena yang juga tidak mau kalah.
Melihat tingkah kedua istrinya, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala karena tidak menyangka bahwa perjalanan di dunia itu justru menambah Istri lagi.
Elena adalah seorang wanita yang memiliki paras cantik dengan rambut panjang berwarna merah, dan kelopak matanya berwarna hijau.
Sedangkan Dewi Arinia, memiliki kecantikan tersendiri yang memiliki kulit hitam manis dengan rambut panjang berwarna cokelat sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona.
" Apa kamu akan pulang ke duniamu?" Tanya Dewi Arinia, sambil menunduk lesu.
" Ya... Bagaimanapun aku harus kembali dan menemui Istriku disana." Jawab Liu Ryu, karena dia tidak mungkin tinggal selamanya di dunia itu.
" Kalau begitu, aku juga ikut denganmu! Tapi sebelumnya kita akan menitipkan keturunan kita agar kelak bisa menjadi pemimpin di Istana ini." Ucap Dewi Arinia, lalu membawa mereka ke kamarnya.
Saat berada di dalam kamar, Dewi Arinia mendorong sebuah lemari, hingga terlihat sebuah lorong menuju ruang bawah tanah.
Di dalam lorong bawah tanah, kini terlihat ruangan yang cukup luas, juga terdapat sebuah tempat tidur dan dibawahnya terdapat sebuah kolam.
" Suamiku, kita akan menitipkan benih di kolam ini. Kelak jika dia lahir, dia akan muncul dengan sendirinya di kursi kebesarannya." Dewi Arinia menjelaskan cara kerja tempat itu.
Anak mereka yang terlahir nantinya akan menjadi sebuah telur dan akan menetas menjadi manusia setengah ular gurun.
" Lalu siapa yang merawatnya ketika dia lahir?" Tanya Liu Ryu.
__ADS_1
" Saat dia menetas, dia akan menjadi ular gurun selama satu bulan dan menyerap energi dari kolam ini untuk meningkatkan kekuatannya. Setelah itu anak kita akan tumbuh dewasa dan sudah siap menjadi pemimpin berikutnya." Jawab Dewi Arinia.
Mendengar penjelasan dari Dewi Arinia, Liu Ryu mengangguk pelan, meskipun dia merasa tidak tega karena terlalu ekstrim.
Namun Dewi Arinia menjelaskan bahwa semakin banyak energi Yin-Yang yang mereka gunakan, maka kemampuan anak mereka juga semakin kuat.
" Apa aku boleh ikut?" Tanya Elena, sambil memasang wajah memerah,. karena malu.
" Baiklah, tapi hasilnya akan tetap sama, yaitu satu telur." Ucap Dewi Arinia, sambil menjelaskan.
Setelah menjelaskan semuanya kedua wanita itu langsung menarik tangan Liu Ryu, dengan tatapan menggoda.
*******
Pada keesokan harinya Liu Ryu membawa Dewi Arinia dan Elena pergi ke Dunia Quzhu, setelah selesai melakukan ritual mereka.
Kini kedua wanita itu sangat senang karena tidak menyangka bahwa Liu Ryu memiliki dunia seperti itu.
Di sisi lain Liu Ryu tersenyum pahit karena di Dunia Quzhu telah mengalami perubahan yang membuat hati Liu Ryu merasa sakit.
Sedangkan kelompok Hudie, Draka Zurad dan bawahannya serta semua Hewan Roh tidak ada satupun yang tersisa, dimana semuanya sudah mati akibat perjalanan mereka terlalu banyak menggunakan Qi.
" Mengapa bisa seperti ini?" Liu Ryu tersenyum pahit, karena energi alam yang berada di tempat itu juga sedikit berkurang.
Beruntung tanaman Sumberdaya masih bisa tumbuh, meskipun perkembangan mereka sudah berkurang.
Hanya Ikan Nian dan hewan biasa saja yang masih mampu bertahan hidup, karena mereka tidak memiliki Qi.
" Suamiku, apa ada masalah?" Tanya Dewi Arinia, sambil memeluk lengan suaminya.
" Tidak..." Jawab Liu Ryu dengan singkat, karena dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya.
__ADS_1
Liu Ryu tidak menyangka bahwa semua aset yang dia miliki di Dunia Quzhu, bisa menghilang begitu saja, dan hanya menyisakan Batu Roh, dan berbagai benda yang lainnya.
Meskipun Liu Ryu tidak mengatakan apa yang terjadi padanya, sebagai seorang istri,Dewi Arinia dan Elena dapat merasakan kesedihan dari raut wajah suaminya.
" Suamiku, aku sudah menyisihkan Inti Roh Siluman untukmu!" Ucap Elena, lalu mengeluarkan tumpukan Inti Roh Siluman Kalajengking Gurun.
" Terimakasih Istriku." Ucap Liu Ryu, lalu mengibaskan tangannya, membuat tumpukan Inti Roh langsung diserap dengan cepat.
Setelah itu Liu Ryu membawa kedua Istrinya untuk memperlihatkan apa saja yang berada di Dunia Quzhu.
" Kalian boleh kembali ke Istana Kristal terlebih dulu. Nanti aku akan menyusul kalian." Setelah memperkenalkan semua yang ada di Dunia Quzhu, Liu Ryu meminta kepada mereka agar menunggunya di Istana.
Tanpa menunggu jawaban, Liu Ryu langsung terbang ke sebuah arah dimana tempat gunung tertinggi di Dunia Quzhu untuk menyerap semua energi yang tersisa.
Meskipun demikian, Liu Ryu tidak bisa menyerap semuanya, karena Sumberdaya dan semua tumbuhan yang berada di tempat itu juga memerlukan energi agar tetap bertahan hidup.
" Apa kamu tau, kenapa suami kita bisa sedih seperti itu?" Tanya Dewi Arinia, saat Liu Ryu sudah tidak terlihat lagi.
" Aku juga tidak tau. Mungkin saja ada sesuatu yang berharga yang hilang dari tempat ini." Jawab Elena.
Kini kedua wanita itu terdiam sejenak, karena mereka juga tidak tau apa yang harus mereka lakukan.
" Kita harus kembali ke Istana Kristal! Semoga saja kita menemukan apa yang terjadi pada Suami kita."
Kedua wanita itupun bergegas menuju Istana Kristal, lalu mencari berbagai macam petunjuk tentang apa yang terjadi pada Liu Ryu.
Kedua wanita itu saling bekerjasama, mulai dari membaca berbagai macam Kitab, juga mempelajari berbagai macam benda yang berada di dalam Istana Kristal.
" Jadi cara suami kita untuk meningkatkan kemampuannya yaitu dengan cara budidaya atau Kultivasi." Setelah membaca semua Kitab, Dewi Arinia seakan mendapatkan petunjuk.
" Mungkin saja! Apa ini ada hubungannya dengan suami kita yang selalu mencari batu alam atau Inti Roh Siluman untuk menambah kekuatan?" Elena kembali bertanya kepada Dewi Arinia.
__ADS_1
Sebagai seorang yang memiliki garis darah Dewa, Dewi Arinia mulai memahami apa saja yang Liu Ryu butuhkan untuk perkembangannya.
" Sepertinya suami kita membutuhkan batu alam, Inti Roh dan Air Suci untuk membantu perkembangannya. Selain itu dia juga membutuhkan energi Yin milik kita." Dewi Arinia menyimpulkan hasil apa yang dia ketahui dari berbagai petunjuk di dalam Istana Kristal.