SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 257. Menggali Informasi


__ADS_3

Jika saja pihak Istana Kekaisaran Han mengetahui siapa pemilik wajah dibalik topeng tersebut, pasti akan berbeda.


" Tuan Pendekar, jika boleh tau, siapa nama anda?" Tanya Jenderal Besar.


" Mohon maaf Jenderal. Nama kami hanya bisa diketahui oleh pemilik Assosiasi Senjata saja. Tapi kalian boleh memanggil kami dengan sebutan prajurit pemburu."


" Jenderal bisa memanggilku dengan sebutan prajurit emas, dan mereka prajurit biru, prajurit merah dan prajurit putih."


Liu Ryu memperkenalkan diri mereka sesuai dengan topeng yang mereka gunakan.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu, beberapa sosok yang berada di tempat itu hanya menghela nafas berat, karena mereka menganggap bahwa pasukan tersebut sangat setia kepada Assosiasi Senjata.


" Lalu bagaimana cara untuk membayar kalian, jika sudah menjalankan tugas?" Jenderal Besar kembali bertanya kepada mereka.


" Pihak Istana bisa memberikan secara langsung kepada pihak Assosiasi Senjata." Jawab Liu Ryu dengan singkat.


" Baiklah, aku akan memberitahukan hal ini kepada Yang Mulia Kaisar." Ucap Jenderal Besar.


Setelah itu Liu Ryu dan Istrinya langsung berpamitan untuk keluar dari Ibukota Kekaisaran Han, menuju ke sebuah tempat yang sering terjadi perampokan.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan Istrinya berada di jalan yang jarang dilewati para warga, karena tempat tersebut terlalu berbahaya.


" Suamiku, apa disini tempat mereka sering beroperasi?" Tanya Sheng Zhishu.


" Ya... Tapi kita harus menyamarkan tingkat Kultivasi kita, agar mereka muncul." Liu Ryu sudah mendapatkan gambaran bahwa para perampok tidak akan muncul, jika menemukan seseorang yang memiliki tingkat Kultivasi lebih tinggi dari mereka.


Dengan sebuah anggukan, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang sudah mencapai Bintang Suci, kini langsung mengaktifkan Armor Pelangi untuk menyamarkan tingkat Kultivasi menjadi Bintang Emas.


Begitupun dengan Liu Ryu yang sudah mencapai Bintang Alam, juga menyamarkan tingkat Kultivasinya menjadi Bintang Emas, dengan menggunakan Armor Pelangi.


Tentu jika menyamarkan tingkat Kultivasi dengan cara biasa, para perampok sangatlah cerdik, sehingga mereka bisa mengetahuinya.


Hal itulah yang membuat pihak Istana Kekaisaran Han kesulitan untuk memberantas para perampok tersebut.


Dengan memperlambat laju kuda mereka, Liu Ryu dan Istrinya terus berjalan melewati jalan tersebut.


" Mereka ada disini." Liu Ryu memberi isyarat kepada Istrinya untuk meningkatkan kewaspadaan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, beberapa sosok berpakaian serba hitam bermunculan di balik pepohonan.


Salah satu dari mereka memiliki perawakan tinggi kekar sambil memanggul pedang lebar seperti sebuah golok.


Pria tersebut menatap tajam ke arah Liu Ryu dan Istrinya, karena mereka menganggap bahwa rombongan tersebut berasal dari Kekaisaran.


" Serahkan harta kalian, jika ingin selamat." Ucap pemimpin mereka dengan nada tinggi, meskipun sedikit ragu karena penampilan rombongan yang mereka hadang memiliki penampilan sangat menyeramkan.


" Jika mampu, ambil saja sendiri!" Ucap Liu Ryu dengan nada santai, sambil menatap ke arah kelompok tersebut.


Mendengar ucapan tersebut, pemimpin perampok sedikit terkejut, karena kelompok berkuda tersebut tidak memiliki rasa takut sedikitpun.


Bahkan kuda-kuda yang mereka gunakan juga tidak merasa ketakutan saat berhadapan dengan mereka.


" Bos... Bagaimana ini?" Salah satu anggota perampok sedikit khawatir karena takut jika mereka salah memilih lawan.


" Kita sudah berbulan-bulan tidak memiliki korban, karena jarang sekali ada orang yang melewati tempat ini."


" Terlebih jika kita berhasil mengalahkan mereka, kita akan memiliki tangkapan besar." Pemimpin perampok berusaha meyakinkan diri untuk menghadapi kelompok berkuda.


" Serang mereka!" Pemimpin perampok memberi isyarat sambil melambaikan tangannya.


Dengan sebuah anggukan, para perampok tersebut melesat cepat ke arah Liu Ryu dan Istrinya sambil melakukan serangannya.


" Tidak cukup untuk berkeringat."


Straaing!


Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu langsung berpindah tempat ke arah kelompok perampok yang diikuti seluruh Istrinya.


Melihat kejadian tersebut, pemimpin beserta anggota perampok membuka matanya lebar-lebar, karena insting mereka mengatakan bahwa tidak lama lagi mereka akan bertemu dengan Raja Yama.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Setiap ayunan pedang dari Liu Ryu, satu-persatu anggota perampok kehilangan nyawa.


Begitupun dengan Istri Liu Ryu yang lain, mereka juga dengan mudah membunuh anggota perampok setiap tebasan pedang mereka.

__ADS_1


Melihat pembantaian terhadap bawahannya, pemimpin perampok memasang wajah jelek, berusaha untuk melarikan diri dari tempat tersebut.


" Mau kemana?" Tanya Liu Ryu yang tiba-tiba muncul di depan pemimpin perampok.


" Ampun tuan. Tolong jangan bunuh saya. Saya memiliki anak dan istri di rumah." Ucap pemimpin perampok dengan tangan gemetar, dimana celananya terlihat basah mengeluarkan bau pasing.


" Percuma punya badan kekar, tapi seperti anak kecil yang mengencingi celananya sendiri." Liu Ryu berkata dengan nada datar.


Tidak menyangka sosok pria yang memiliki perawakan tinggi kekar, seperti anak kecil yang merengek-rengek minta pengampunan.


Mendengar ucapan tersebut, pemimpin perampok memasang wajah memerah. Merasa malu karena seumur hidupnya baru pertama kali merasakan ketakutan seperti itu.


" Baiklah, aku akan mengampuni mu, jika jawabanmu memuaskan." Ucap Liu Ryu, sambil menoleh ke arah Istrinya yang sedang membunuh anggota perampok yang telah lari kocar-kacir.


Sesaat Liu Ryu menatap ke arah sosok tersebut yang lututnya terasa kaku, sehingga membuat seluruh tubuhnya merasa lemas.


" Aku yakin kalian memiliki kelompok yang lain dan memiliki seorang pemimpin besar. CEPAT KATAKAN PADAKU!" Ucap Liu Ryu dengan nada mengancam, membuat pria tersebut kesulitan bernapas.


" Baik.. Baik... Aku akan mengatakannya." Pria tersebut langsung menjawab dengan cepat.


Pria itupun menceritakan bahwa mereka memiliki markas di sebuah kota kecil di bagian barat tempat tersebut.


Pria itu juga menceritakan bahwa mereka bergabung di sebuah organisasi yang bernama Organisasi Singa Darah yang mereka juga tidak mengetahui siapa pemimpinnya.


Namun yang pria itu ketahui bahwa Organisasi Singa Darah menyebar ke seluruh Benua Timur dan merekrut para Kultivator bebas aliran Hitam ataupun para perampok seperti mereka.


" Biarkan ini menjadi urusanku." Qin Shuomei yang sudah menyelesaikan pertarungannya, kini langsung melesat ke arah pemimpin perampok.


Sesaat Qin Shuomei memegang kening pemimpin perampok untuk menggali informasi yang diketahui sosok tersebut.


" Baiklah... Hari ini aku maafkan agar kamu tetap hidup. Jika kamu mengulangi perbuatanmu, maka aku tidak segan membunuhmu juga seluruh keluargamu." Liu Ryu memberi kesempatan kedua untuk pemimpin perampok, karena apa yang dia katakan sebelumnya memang benar.


Bahkan pemimpin perampok tersebut memiliki seorang anak yang masih bayi dan tentu membutuhkan ayahnya.


" Terimakasih tuan Pendekar. Setelah ini aku akan kembali ke kampung halamanku." Pria tersebut bernafas lega, karena Liu Ryu memberikan kesempatan kedua untuknya.


Di sisi lain Qin Shuomei yang sudah menggali informasi dari sosok tersebut, dengan buru-buru menjauhkan diri karena tidak sanggup mencium bau pasing.

__ADS_1


__ADS_2