SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 408. Menyelamatkan Dewi Arinia


__ADS_3

Jackson pun langsung menjelaskan tujuan mereka yaitu untuk mencari tahu apa yang terjadi pada anggota Serikat Petarung.


Kepala negara terdiam sejenak, karena sesuatu yang buruk telah terjadi pada wilayah yang dia pimpin.


" Sebenarnya tujuan kami yaitu ingin mencari keberadaan 36 manusia setengah dewa itu." Liu Ryu tidak ingin terlalu lama, karena jika terlambat, maka keselamatan anggota Serikat Petarung akan menjadi taruhannya.


Kepala negara langsung terdiam sambil menatap ke arah Liu Ryu, karena dia dapat merasakan bahwa pemuda itu menyimpan kekuatan besar.


" Mereka tinggal di bagian barat kota ini. Hati-hatilah… Karena sihir ilusi mereka sangat kuat." Ucap kepala negara, mengingatkan kepada Liu Ryu agar tidak bertindak gegabah.


" Terimakasih kepala negara. Kalau begitu, kami pamit dulu." Ucap Liu Ryu, lalu meninggalkan tempat itu bersama Jackson.


Setelah beberapa saat, Liu Ryu dan Jackson telah kembali ke kediaman mereka, dimana Liu Ryu menyipitkan matanya karena dia dapat merasakan ada aura yang sangat kuat di kediaman keluarga Jackson.


Karena merasa khawatir, Liu Ryu langsung masuk ke dalam rumah, dimana tempat itu seperti sedang terjadi pertarungan.


Melihat tingkah Liu Ryu, Jackson merasa heran, namun dia cepat berlari mengikuti Liu Ryu.


" Istriku." Liu Ryu terlihat panik, karena tidak merasakan Dewi Arinia berada di tempat itu.


Liu Ryu bergegas menuju ke arah lantai dua, dimana terlihat Istri dari Jackson sedang menangis dalam kondisi tidak berdaya.


" Istriku, apa yang terjadi?" Jackson terlihat panik karena dia tidak menemukan putrinya dan Dewi Arinia.


" Dia... Dia menculik putri kita, juga Dewi Arinia." Ucap wanita paruh baya dengan tangan gemetar.


Di sisi lain Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, lalu menggunakan kekuatan spiritual miliknya untuk mencari arah aura sosok yang menculik istrinya.


Meskipun terlihat tenang, namun perasaan Liu Ryu begitu gelisah, karena tidak menyangka bahwa ada orang yang memiliki kekuatan besar di dunia itu.


" Kalian tunggu saja disini! Biar aku yang mencari keberadaan mereka." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu keluar dari rumah sambil mengikuti arah aura yang ditinggalkan sosok yang menculik istrinya.


Liu Ryu melesat dengan kecepatan tinggi, hingga keluar dari Ibukota Westland, dengan amarah yang memuncak.


*******


Di tempat lain terlihat satu sosok pria sedang membawa dua sosok wanita di bahunya, dengan sebuah senyuman puas dari wajahnya.

__ADS_1


" Kakak, sudah aku bilang, pekerjaan ini terlalu mudah." Ucap sosok tersebut, lalu melepaskan kedua wanita itu yang kini tatapan mata mereka terlihat kosong karena terkena sihir ilusi.


Dua wanita itu tidak lain adalah Dewi Arinia dan putri Jackson yang juga ikut diculik.


Apollo dan 11 saudaranya terlihat senang karena kali ini mereka mendapatkan tangkapan besar.


" Tidak menyangka Dewi Arinia yang dikenal sangat angkuh itu telah jatuh di pelukan kita." Apollo menjilati bibirnya, tidak sabar ingin menikmati keindahan tubuh Dewi Arinia.


Apalagi sosok wanita yang di samping Dewi Arinia masih gadis, sehingga tatapan mata dari 12 pria itu semakin liar.


" Kakak, tunggu dulu! Aku yakin suaminya akan mendatangi kediaman kita." Beatrix meminta kepada saudaranya untuk bersabar sambil menunggu kedatangan Liu Ryu.


" Baiklah! Aku juga sangat penasaran dengan kemampuan pemuda itu yang mampu meluluhkan hati Dewi Arinia." Apollo berusaha untuk menahan diri, karena dia ingin melihat kekuatan Liu Ryu.


" Apa kalian tidak menciptakan sihir ilusi dulu di kediaman kalian?" Tanya salah satu wanita yang juga berada di tempat itu.


" Tidak perlu! Biar aku saja yang menghadapi pemuda itu." Ucap salah satu sosok pria yang penuh percaya diri.


Apollo pun mengangguk pelan, lalu menoleh ke arah Dewi Arinia dan putri Jackson. Sedangkan Beatrix dan 23 saudarinya tetap menciptakan sihir ilusi di kediaman mereka.


Bahkan Bunga Dewa juga mereka sediakan di sepanjang goa kediaman mereka, karena ingin menikmati sensasi aroma wangi dari bunga itu saat Liu Ryu melayani nafsu mereka.


" Baik tuan." Jawab kedua wanita itu, lalu berjalan memasuki goa.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu muncul dari udara, melesat dengan kecepatan tinggi sambil menciptakan bola elemen Kehampaan.


Wuush!


Tanpa peringatan apapun, Liu Ryu melemparkan bola Kehampaan ke arah beberapa sosok yang berdiri di depan goa.


" Ada serangan." Teriak Apollo, sambil mengangkat kepalanya, membuat yang lain langsung meningkatkan kewaspadaan.


Bboooom!


Sebuah ledakan yang sangat kuat, membuat 36 manusia setengah dewa itu terlempar membentur dinding mulut goa.


" Kuat sekali." 36 manusia setengah dewa berusaha bangkit berdiri, sambil menatap ke arah sosok yang sudah berdiri di depan mereka.

__ADS_1


Wuush!


Liu Ryu melesat cepat ke arah dua sosok pria yang diantaranya adalah sosok yang menculik istrinya.


Kraaack! Kraaack!


Tanpa berkata apapun, Liu Ryu langsung mencekik leher kedua pria itu membuat leher mereka langsung patah.


" Gluug." semua yang berada di tempat itu menelan ludah kasar. Tidak menyangka bahwa ada orang yang lebih kuat lagi dari mereka.


" Lari." Teriak Apollo, langsung masuk ke dalam goa tempat kediaman mereka diikuti saudaranya yang lain.


Begitupun dengan Beatrix dan 23 saudarinya juga langsung masuk ke dalam goa kediaman mereka sekuat tenaga.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Liu Ryu bergerak cepat ke arah Apollo dan saudaranya, yang sudah masuk ke dalam goa.


Dalam hitungan detik, satu-persatu para pria itu mati dalam kondisi tubuh terpotong dan terbelah menjadi dua bagian.


Selesai membunuh sepuluh pria itu, Liu Ryu menoleh ke arah bagian sepanjang goa dimana terdapat beberapa sosok wanita dalam keadaan tidak berbusana.


Kini tatapan mata Liu Ryu tertuju pada dua sosok wanita yang sedang berbaring di tempat tidur sambil melepaskan pakaian mereka.


" Sihir Ilusi mereka sangat kuat." Liu Ryu bernafas lega karena tidak terjadi apapun pada Dewi Arinia.


Karena itulah Liu Ryu menyerang mereka dengan kecepatan penuh, karena dia sendiri tidak yakin bisa mematahkan sihir ilusi dengan mudah.


Liu Ryu berjalan mendekati Dewi Arinia, dimana wanita itu langsung memeluk erat suaminya karena efek sihir ilusi itu membangkitkan gairahnya.


Tidak hanya Dewi Arinia, Putri Jackson dan semua wanita yang berada di tempat itu juga berjalan mendekati Liu Ryu seakan menginginkan agar pemuda itu memuaskan nafsu mereka.


" Jadi begini efek sihir ilusi itu?" Gumam Liu Ryu, lalu menyentuh kening Dewi Arinia untuk mematahkan Ilusi itu.


Sesaat tatapan kosong dari Dewi Arinia yang kelopak matanya memutih, kini secara perlahan kembali seperti.


" Suamiku." Dewi Arinia yang sudah tersadar, kini memeluk erat suaminya seakan memiliki rasa trauma.

__ADS_1


Liu Ryu juga membalas pelukan Istrinya, lalu mencium kening Dewi Arinia dengan penuh kasih sayang, meskipun beberapa wanita yang lain mulai menyentuh Liu Ryu.


__ADS_2