
[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]
*******
Pada keesokan pagi, Ryu dan Istrinya pergi ke Istana Kekaisaran Awan, dimana untuk bertemu dengan Liu Meng dan anggota Klan Liu.
" Salam ayah, ibu." Ryu menundukkan kepala kepada kedua sosok tersebut.
" Ryu'er... Kamu sudah kembali nak." Liu Meng terlihat senang dengan kedatangan Ryu.
Meskipun sudah tua, Liu Meng dan Ye Lung istrinya terlihat masih awet muda karena bantuan Sumberdaya dari Heilong.
" Kakak." Liu Fang menundukkan kepala.
" Fang'er... Kamu juga sudah dewasa." Ryu tersenyum lebar sambil menatap ke arah pemuda tersebut.
" Tapi aku tidak sekuat kakak." Liu Fang tersenyum pahit karena dia masih mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.
Meskipun demikian, untuk orang seusianya Liu Fang sangat jenius.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu hanya tersenyum sambil menatap ke arah mereka secara bergantian.
" Fang'er... Untuk sekarang Istana Kekaisaran Awan aku serahkan kepadamu." Ryu mengutarakan tujuannya, karena dia sendiri sudah memiliki Istana Kekaisaran Atas Awan di Dunia Tiantang.
" Demi kebesaran nama Klan Liu, aku akan berjanji untuk menjaga warisan dari leluhur kita." Liu Fang memberi hormat.
Meskipun Liu Fang tidak pernah menginginkan menjadi seorang Kaisar, namun demi kelangsungan anggota Klan Liu, dia akan mengabdikan diri kepada Istana Kekaisaran Awan.
" Ryu'er... Karena sekarang anggota Klan Liu sudah kembali ke tempat yang sebenarnya, maka mulai sekarang kamu juga harus menggunakan nama anggota Klan Liu. Kamu tidak perlu lagi menghilangkan nama Liu di depan namamu. Sekarang namamu adalah Liu Ryu."
Duaarr!
Bersamaan dengan ucapan Liu Meng, seketika seluruh Dunia Abadi menjadi gelap yang diikuti sambaran petir seakan pertanda bahwa akan terjadi bencana alam.
" Apa yang terjadi?" Semua yang berada di Istana Kekaisaran Awan merasa heran dengan fenomena alam tersebut.
" Pertanda apa ini?" Ucap beberapa sosok yang berada di Istana Kekaisaran Awan.
__ADS_1
Tidak hanya di Istana Kekaisaran Awan, namun seluruh Dunia Abadi bertanya-tanya tentang apa yang terjadi.
Wuush! Seketika Pedang Biru yang berada di Cincin Ruang milik Ting Ye keluar dengan sendirinya dan terbang ke langit.
Duaarr!
Sambaran petir dari berbagai benua semuanya tertuju pada Pedang Biru yang merupakan lambang dari Klan Liu.
Bersamaan dengan sambaran petir yang menuju Pedang Biru, semua anggota Klan Liu merasakan tubuh mereka semakin bertambah kuat dan ringan.
" Saudara, apa yang terjadi? Mengapa tubuhku merasa enteng."
" Bukan kamu saja, fenomena ini membuatku menerobos satu tingkat."
" Aku juga."
Semua anggota Klan Liu yang tinggal di kediaman mereka, langsung berkumpul di lapangan Klan, karena mereka semua bisa menerobos.
Kejadian itu berlangsung selama satu jam, dimana seluruh Dunia Abadi yang awalnya gelap, kini kembali cerah seperti semula.
" Ayah... Aku bisa menerobos Pendekar Semesta tahap awal." Liu Fang terlihat senang karena fenomena alam tersebut membuat dia naik tiga tingkat sekaligus.
Hanya Ryu atau sekarang menggunakan nama Liu Ryu yang tidak menerobos, karena dia sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir.
Jleeep!
Pedang Biru kembali turun dari langit, lalu melayang di ruangan tempat Liu Ryu yang sedang berdiri.
" Fang'er... Karena kamu adalah Kaisar di Kekaisaran Awan ini, ambillah pedang itu." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah Pedang Biru yang melayang di udara.
" Baik Kak." Liu Fang mengangguk lalu melesat dan menangkap Pedang Biru.
Buussshh!
Duaarr!
Bersamaan dengan Liu Fang menangkap Pedang Biru, tubuhnya diselimuti elemen petir hingga berbentuk jubah dan sebuah mahkota di kepalanya.
__ADS_1
" Kakak, apa yang terjadi?" Liu Fang merasa heran dengan perubahan wujudnya yang memiliki pakaian dan mahkota layaknya seorang Kaisar.
" Fang'er... Pedang Biru adalah lambang Klan Liu. Sekarang dia mengakuimu sebagai Kaisar yang baru." Ryu terlihat senang karena elemen petir Klan Liu bangkit dengan sempurna pada semua anggota Klan Liu.
Di sisi lain Liu Meng mengangguk mengerti, ternyata Pedang Biru belum menunjukkan kemampuannya karena ada satu anggota Klan Liu belum menggunakan nama Liu di depan namanya, yaitu Liu Ryu putranya sendiri.
Sesaat Liu Meng menarik napas dalam-dalam lalu menatap ke arah Ryu dengan serius.
" Ryu'er... Mulai sekarang kamu tetap menggunakan nama Liu Ryu. Untuk putra pertamamu dari setiap Istrimu juga harus menggunakan nama Liu."
" Sedangkan untuk putra keduamu harus menggunakan nama Klan ibunya masing-masing, kecuali Huli Yue, Xie Hua dan Nan Sian. Anak-anak mereka akan selalu menggunakan nama depan Liu." Liu Meng menatap ke arah Ryu dengan tatapan serius.
" Memangnya ada apa ayah?" Ryu sedikit heran sambil mengerutkan kening.
" Entahlah... Tapi naluri seorang ayah harus mengatakan seperti itu. Untuk kelima putramu Feng bersaudara, biarkan menggunakan keluarga Klan Feng."
" Sedangkan Ryu Ling Ryu Bing dan Ryu Zhilin akan tetap menggunakan nama mereka yang sekarang, karena kita tidak bisa merubah nama mereka." Liu Meng mengeluarkan apa yang mengganjal di pikirannya.
Tentu kedelapan putra Liu Ryu tersebut merupakan hasil yang tidak disengaja, atau bisa dikatakan karena sebuah kecelakaan.
Meskipun demikian, kedelapan putra Liu Ryu tetap dianggap sebagai anggota Klan Liu, meskipun tidak menggunakan nama Klan Liu.
" Baiklah ayah. Aku mengerti sekarang." Liu Ryu merasa tidak keberatan karena di Dunia Abadi, keluarga Klan Feng juga sudah musnah.
Dengan kata lain, Liu Ryu harus membangkitkan kembali anggota Klan Feng dari kelima putranya tersebut.
" Mmmm... Jika nanti Feng Quinlan, Feng Yu Ming, Feng Yi Liang, Feng Xianyu dan Feng Suyin melahirkan seorang putra, maka kamu akan memberikan nama depan Liu. Sedangkan selanjutnya biarkan menggunakan nama depan Feng. Begitupun dengan She Ling, She Bing dan She Zhilin." Liu Meng kembali menjelaskan kepada Liu Ryu.
" Tidak masalah... Suatu saat keturunanku akan menyebar ke berbagai dunia." Liu Ryu tersenyum lebar sambil menceritakan tentang perjalanannya saat menjelajahi dunia yang lain.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Meng, Ye Lung dan Liu Feng membulatkan mata, tidak menyangka di dalam perjalanan Liu Ryu malah membawa banyak Istri.
Namun karena hal itu sudah layak di dunia Kultivator, Liu Meng hanya memberi pesan kepada Ryu agar bersikap adil kepada semua Istrinya.
" Suamiku, bagaimana kalau kita berkunjung ke Istana semua putramu." Huli Yue mengeluarkan suara saat mereka sudah terlihat santai.
" Baiklah... Aku rasa tidak ada salahnya berkunjung ke tempat putraku." Liu Ryu mengangguk setuju, dimana Sheng Zhishu dan yang lain langsung membawanya ke Istana yang lain.
__ADS_1
Dari semua Istana yang Liu Ryu kunjungi, semuanya hampir memiliki ukuran yang sama, dimana hanya ada satu Istana yang paling besar dan megah yaitu Istana Matahari Terbit dimana kebetulan berada di tengah Benua Timur.