SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 531. Wilayah Kaisar Manusia


__ADS_3

Seperti yang Liu Ryu dan Istrinya lihat sebelumnya, manusia bertanduk sebelumnya adalah salah satu warga dari Kaisar Siluman yang memiliki wilayah tersendiri dan berdampingan dengan wilayah kekuasaan Kaisar Manusia.


Kaisar Siluman adalah penguasa dari seluruh hewan buas yang sudah mencapai Immortal, sehingga kemampuannya setara dengan Kaisar Manusia.


" Lalu... Apa mereka bisa dipercaya?" Tanya Gu Wuya, sambil menatap ke arah Istri Liu Ryu yang beberapa dari mereka memiliki garis darah hewan buas.


" Senior tenang saja! Mereka adalah Istriku. Jadi mereka juga bagian dari ras manusia." Liu Ryu meyakinkan kepada Gu Wuya, bahwa Istrinya tidak akan mencelakai mereka.


Mendengar ucapan tersebut, Gu Wuya dan beberapa sosok yang berada di tempat itu bernafas lega, karena pertikaian antara ras manusia dan hewan buas membuat mereka harus waspada.


" Junior... Di dalam goa yang berada di pemukiman ini terdapat sebuah danau yang bisa membuat makhluk hidup bisa menjadi ras manusia seutuhnya, atau dewa dari manusia." Ucap Gu Wuya, karena dia ingin menguji tekad dari Istri Liu Ryu yang masih memiliki garis darah hewan buas.


Gu Wuya menjelaskan bahwa danau tersebut membuat para makhluk yang ingin menjadi manusia seutuhnya, akan mengalami penyiksaan yang sangat menyakitkan, meskipun tidak menyebabkan kematian.


" Kalau begitu, kami akan mencobanya. Aku ingin menjadi manusia seutuhnya." Dewi Arinia tidak peduli dengan penyiksaan yang akan dia alami, asalkan dia tidak berpisah dengan suaminya.


Begitupun dengan Istri Liu Ryu yang lain, juga ingin menjadi seorang manusia seutuhnya, agar tetap bersama suaminya.


" Apa kalian yakin?" Tanya Gu Wuya.


" Kami yakin senior." Jawab Dewi Arinia, diikuti yang lain.


" Baiklah, aku akan meminta kepada salah satu warga untuk mengantar kalian." Ucap Gu Wuya, lalu memberi isyarat kepada salah satu sosok untuk mengantar mereka.


Sosok itupun mengangguk kecil, lalu membawa Istri Liu Ryu menuju ke sebuah goa yang berada di tengah pemukiman warga.


Xie Hua dan Nan Sian yang terlihat penasaran, juga ingin melihat proses pemurnian darah yang dilakukan oleh Istri Liu Ryu yang masih memiliki garis darah hewan buas.


Sedangkan Liu Ryu langsung dibawa ke tempat kediaman Gu Wuya yang merupakan salah satu sosok yang berpengaruh di tempat itu.

__ADS_1


" Tidak menyangka bahwa para Immortal disini bisa merasakan bahwa di dalam darah Istriku, masih mengalir darah hewan buas." Pikir Liu Ryu, karena sebelumnya dia berpikir bahwa semua Istrinya sudah menjadi dewa dari ras manusia.


Namun sekecil apapun tetesan darah hewan buas yang masih tersisa di tubuh Istrinya seakan tidak lepas dari pengamatan para Immortal.


" Junior... Di tempat ini tidak ada yang namanya Sekte. Disini hanya ada Kerajaan ataupun Kekaisaran. Jika ingin meningkatkan Kultivasi, maka harus bertarung melawan ras yang lain. Kaisar Manusia melarang keras bagi para Immortal dari ras manusia saling membunuh."


" Jika itu terjadi, maka tubuhnya akan hancur berkeping-keping, oleh sebuah Formasi khusus yang melindungi wilayah manusia." Gu Wuya menjelaskan tentang aturan di North Planet.


Namun untuk berhadapan dengan ras yang lain, bukanlah perkara mudah, karena semuanya memiliki wilayah tersendiri dan membentuk kelompok.


Karena itulah para Immortal hanya bisa menggunakan Pil Inti Jiwa yang mereka tanam pada para Kultivator yang tinggal di Planet Bumi ataupun Planet lainnya.


Mendengar keterangan dari Gu Wuya, Liu Ryu mulai mengerti, mengapa banyak para Immortal melakukan perjanjian darah terhadap para Kultivator ataupun makhluk lainnya.


Disamping cara itu cukup aman, mereka juga tidak terkena Formasi khusus yang melindungi wilayah masing-masing.


" Senior... Apa ada cara lain untuk meningkatkan Kultivasi, selain membunuh para Immortal dari ras lainnya?" Tanya Liu Ryu, karena dia ingin meningkatkan Kultivasi dengan cepat.


" Jika kamu menjadi salah satu perwakilan dari Desa Louse ini, maka kamu bisa mendapatkan pasangan Kultivasi Ganda bersama para Immortal yang berasal dari tempat lain."


Gu Wuya menjelaskan jika Liu Ryu mampu bersaing dengan para Immortal dari Desa Louse, maka dia akan dikirim ke kota Yanshu yang merupakan tempat tinggal para Immortal berbakat.


Setelah lolos seleksi, maka seorang Immortal bisa diberangkatkan ke Tanah Perang yang diadakan oleh Kaisar Manusia.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu memasang wajah jelek karena dia tidak ingin Istrinya disentuh oleh orang lain.


Meskipun seleksi akhir sangat menggiurkan untuk membunuh para Immortal dari ras lainnya, namun seleksi awal, menurut Liu Ryu sangat aneh.


" Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin membawa Istriku untuk mengikuti seleksi ini." Liu Ryu berpikir keras untuk mengatasi situasi tersebut.

__ADS_1


Salah satu cara untuk mengikuti seleksi tersebut, Liu Ryu harus berangkat seorang diri karena dia tidak rela jika Istrinya disentuh oleh pria yang lain.


Namun Liu Ryu harus meminta izin kepada Istrinya, karena bagaimanapun mereka harus meningkatkan Kultivasi dengan cepat.


Sambil menunggu kedatangan Istrinya, Liu Ryu memilih untuk beristirahat di kediaman Gu Wuya, agar bisa bertukar pikiran kepada Istrinya.


*******


Satu minggu telah berlalu, kini Xie Hua dan yang lain sudah keluar dari kolam pemurnian, langsung masuk ke kediaman Gu Wuya.


Saat melihat kedatangan Istrinya, Liu Ryu langsung membawa mereka ke Dunia Quzhu untuk mencari cara untuk menghadapi situasi tersebut.


" Ternyata untuk meningkatkan Kultivasi, tidak semudah yang dibayangkan." Xie Hua menghela nafas berat, karena cara seleksi terbilang sangat aneh.


" Apa kita kembali ke Dunia Tiantang saja?" Tanya Liu Ryu, karena dia tidak ingin membuat Istrinya kecewa.


Meskipun Liu Ryu memiliki tekad yang kuat, namun sebagai seorang suami, Liu Ryu juga memikirkan perasaan Istrinya.


" Kita sudah melangkah sejauh ini. Tidak ada kata untuk mundur. Suamiku... Kami percayakan semuanya kepadamu! Kami akan tinggal disini untuk mencari cara agar bisa bertarung di Tanah Perang." Ucap Xie Hua, karena tidak mungkin bagi mereka untuk mundur.


" Tapi kamu harus berjanji, tidak akan mencari wanita lain sebagai Istrimu." Sheng Zhishu mengingatkan kepada Liu Ryu agar suami mereka tetap setia kepada Istrinya yang sekarang.


" Aku akan berjanji. Ini semua aku lakukan demi perkembangan kita." Liu Ryu membulatkan tekad untuk mengikuti seleksi tersebut.


Xie Hua dan yang lain mengangguk kecil, lalu meminta kepada Liu Ryu agar kembali ke tempat semula.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu kembali berpindah tempat ke kediaman Gu Wuya, lalu mengutarakan tujuannya untuk mengikuti seleksi.


" Dimana 19 wanita sebelumnya? Apa mereka tidak ikut seleksi?" Tanya Gu Wuya, karena Xie Hua dan yang lain tidak ada di tempat itu.

__ADS_1


" Mereka tidak bisa ikut seleksi ini." Jawab Liu Ryu, sambil menarik napas dalam-dalam.


Mendengar ucapan tersebut, Gu Wuya menghela nafas panjang, karena dia berpikir bahwa 19 wanita yang bersama Liu Ryu memiliki potensi untuk mengikuti seleksi.


__ADS_2