SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 271. Wanita Kelelawar


__ADS_3

Di dalam kegelapan malam, Liu Ryu dan Istrinya langsung masuk ke dalam hutan untuk mencari keberadaan wanita misterius.


Setelah melakukan penelusuran cukup lama, kini Liu Ryu disambut dengan pemandangan yang sangat mengerikan dimana banyak sekali tulang belulang manusia.


Di tempat itu juga terlihat sosok wanita yang memiliki sepasang sayap kelelawar setinggi dua meter dengan kuku tajam yang runcing dan sepasang mata berwarna merah.


" Akhirnya kamu datang kesini." Ucap wanita itu, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


Sesaat wanita kelelawar mengibaskan tangannya hingga tercipta sebuah kubah pelindung mengelilingi tempat tersebut.


Liu Ryu yang menyaksikan kejadian tersebut langsung memasang wajah jelek. Tidak menyangka wanita itu memiliki kemampuan khusus.


" Aku tau bahwa kamu datang kesini untuk membunuhku. Tapi harus kamu ketahui bahwa aku juga tidak ingin seperti ini."


" Setiap malam hari tubuhku terasa panas dan ingin mencari darah segar sebanyak mungkin, agar bisa menghapus penderitaan yang aku alami."


Wanita kelelawar meneteskan air mata, karena dia sendiri merasa jijik jika melihat darah.


Meskipun dalam hatinya ingin menolak, tapi ada kekuatan lain yang mengendalikan pikirannya, sehingga dia terus menculik anak gadis ataupun pria perjaka untuk menghilangkan dahaganya.


" Aku tau kamu kebal terhadap Ilusi. Tapi itu hanya bekerja pada tahap tertentu. Dengan kemampuanku sekarang, kamu tidak mampu menangkal Ilusi yang aku ciptakan." Ucap wanita kelelawar sambil merasakan bahwa Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain sedang berusaha untuk menerobos kubah pelindung ciptaannya.


Di sisi lain Liu Ryu juga merasakan bahwa kubah pelindung tersebut sangat kuat, bahkan berkali-kali dia mencoba untuk menggunakan teknik teleportasi, namun tidak bisa.


Bahkan untuk berpindah tempat ke Dunia Quzhu juga Liu Ryu tidak bisa melakukannya.


" Langsung saja, apa yang kamu inginkan?" Tanya Liu Ryu, yang merasakan tubuhnya sulit untuk digerakkan.


" Sebelum aku kehilangan kendali, aku membutuhkan energi 'Yang'Matahari milikmu agar tubuhku kembali seperti semula." Wanita kelelawar merentangkan kedua tangannya memperlihatkan bagian tubuhnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus tanpa menggunakan sehelai kain.

__ADS_1


Tentu wanita itu saat mengalami perubahan wujud, maka pakaian yang melekat di tubuhnya akan robek karena tidak bisa menahan beban tubuhnya.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu memasang wajah masam karena wanita kelelawar itu ingin memanfaatkan energi 'Yang' Matahari miliknya.


" Kau tau bahwa selama lima tahun terakhir, aku tidak bisa berhubungan dengan suamiku. Jika aku berhubungan dengannya, maka kamu lihat sendiri bagaimana hasilnya." Ucap wanita kelelawar sambil menunjuk ke arah tulang belulang para pria yang energi kehidupannya langsung diserap.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu berfikir bahwa setiap pria yang dia culik hanya untuk melampiaskan nafsunya agar suami wanita itu masih bisa bertahan hidup.


Sedangkan para gadis yang dia culik untuk meningkatkan kekuatannya dan membuatnya awet muda karena telah menyerap Yin murni milik korbannya.


" Sepertinya aku tidak akan membiarkanmu hidup lebih lama lagi." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir lalu melesat ke arah wanita kelelawar dengan seluruh kemampuannya.


Namun kubah pelindung tersebut seakan menekan pergerakannya, meskipun Liu Ryu sudah melepaskan Aura Dewa Agung.


" Kamu sudah dibawah kendali kubah pelindung yang aku ciptakan. Sekuat apapun kamu melawan, kamu tidak mampu menyentuhku." Ucap wanita kelelawar sambil menghindari setiap tebasan Pedang Naga Petir dengan santai.


Merasakan gerakannya semakin melambat, Liu Ryu memasang wajah jelek sambil memikirkan cara untuk membunuh wanita kelelawar.


" Dengan demikian aku akan kembali menjadi warga biasa dan hidup bahagia bersama suamiku." Ucap wanita kelelawar sambil mengendalikan pikirannya agar darah Kelelawar Kuno tidak menguasai tubuhnya.


" Aku tidak akan melakukannya." Ucap Liu Ryu sambil mengayunkan pedangnya ke arah wanita kelelawar yang terus menghindari serangannya.


Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain terus berusaha untuk menghancurkan kubah pelindung tersebut, namun masih tidak mampu, karena setiap serangan gabungan mereka langsung diserap.


" Apa yang harus kita lakukan? Sepertinya suami kita berada di dalam kubah pelindung ini." Zhang Qixuan merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada suami mereka.


" Kita tidak bisa menghancurkan kubah pelindung ini, karena setiap serangan kita akan menambah pertahanan pelindung ini." Xian Yin memasang wajah jelek karena jenis pelindung tersebut sangat asing.


" Darah makhluk zaman purba memang sangat merepotkan." Liu Jiang Yu terlihat kesal karena tidak bisa membantu suami mereka.

__ADS_1


Sedangkan Jin Niu terdiam sejenak karena dia memiliki pemikiran lain. Jika saja mereka berhasil menghancurkan kubah pelindung, tidak menutup kemungkinan bahwa tubuh mereka juga tidak bisa digerakkan.


Tentu Jin Niu berfikir seperti itu karena sebelumnya mereka juga tidak mampu menggerakkan tubuhnya saat bertemu dengan Naga Kuno.


Di sisi lain Liu Ryu yang terus berusaha menyerang wanita kelelawar, kini memasang wajah jelek karena setiap serangannya dengan mudah dipatahkan.


" Lebih baik kamu ikuti saja permintaanku. Waktumu untuk berpikir hanya lima menit. Setelah itu aku akan kehilangan kendali."


" Jika itu terjadi, maka aku tidak menjamin keselamatanmu dan juga Istrimu." Wanita kelelawar sedikit kesal karena Liu Ryu tidak terpengaruh dengan kondisi tubuhnya tanpa sehelai kain, juga sangat menggoda.


Tentu Liu Ryu sudah biasa melihat pemandangan seperti itu, karena selalu disuguhkan dengan keindahan tubuh Istrinya.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu berfikir sejenak, karena apa yang dikatakan wanita kelelawar bukan bualan semata.


" Keselamatan Istriku jauh lebih penting. Sepertinya aku tidak mampu mengalahkan wanita kelelawar ini." Fikir Liu Ryu sambil menatap ke arah wanita setinggi dua meter di depannya.


Melihat Liu Ryu yang sudah menghentikan serangannya, wanita kelelawar tersenyum puas, namun memiliki kekhawatiran tersendiri.


Jika terlambat sedikit, maka wanita kelelawar seperti masuk ke alam mimpi dimana akan membunuh Liu Ryu dan Istrinya juga beberapa sosok yang berada di hutan tersebut.


" Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu." Ucap Liu Ryu, lalu memasukkan kembali Pedang Naga Petir.


Sesaat wanita kelelawar melesat ke arah Liu Ryu, lalu membawanya ke Istana Kristal.


" Bagaimana kamu mengetahui tempat ini?" Liu Ryu menaikkan alisnya karena wanita kelelawar dengan mudah masuk ke Dunia Quzhu.


" Kamu sudah dibawah kendali kubah pelindung. Jadi aku sudah mengetahui semua yang kamu miliki." Ucap wanita kelelawar, sambil merangkul tubuh Liu Ryu yang hanya setinggi dadanya.


Sesaat wanita kelelawar memejamkan mata, hingga semua pakaian milik Liu Ryu terlepas dimana keduanya hanya bersentuhan dengan kulit.

__ADS_1


Sentuhan demi sentuhan lembut dari wanita kelelawar, membuat nafsu Liu Ryu langsung bangkit.


Liu Ryu yang sudah tidak tahan lagi, langsung menyatukan bagian terlarang mereka, membuat wanita kelelawar mengerang keras.


__ADS_2